Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Desinfektan Skala Rumah Tangga di Kelurahan Kandang Limun Kota Bengkulu Ratu Eva Febriani; Muhammad Rusdi; Retno Agustina Ekaputri; Novi Tri Putri
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2023): Vol.2 No. 1, 2023 : Juni 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v2i1.28560

Abstract

Health is a precious basic human right. Prevention is better than cure, the jargon is common among the public. However, in its implementation, this is difficult to apply due to various factors, one of which is limited knowledge about how to prevent disease. People in Kandang Limun Village in Bengkulu City are included in the level of urban communities that are identical to living in dense settlements and relatively large populations with diverse characteristics. One of the problems faced by urban residents is the spread of infection from microorganisms (germs and viruses) originating from the surface of objects such as floors, tables, chairs, etc. The use of disinfectants is one solution to overcome these problems. The limited household budget to provide specially purchased disinfectants can be overcome by making their own disinfectants from materials at home.
Penggunaan Media Sosial Untuk Pemasaran Produk Kerajinan Tangan di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu Esti Pasaribu; Retno Agustina Ekaputri; Yusnida; Yefriza; Novi Tri Putri; Septriani
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No. 2, 2023 : September 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v2i2.29810

Abstract

Women have a big role in the economy, especially during the pandemic covid-19. In this situation, many people can not stand in normal way for selling and buying. The others lost their jobs because the economy were not running well. For this reason, it is necessary to carry out Community Service (PPM) by taking place in the Bentiring Village, Bengkulu City. Activities was carried out in November 2020 not only by providing training on making handicraft accessories but also facilitating them to sell it online using social media. The participants of this activity is representatives of housewives. Online marketing of handicraft accessories will help the community in increasing family income during the pandemic.
Integrasi Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pelatihan Payet Berbasis Industri Kreatif Bagi Perempuan Penerima Program Keluarga Harapan Septriani Septriani; Armelly Armelly; Muhammad Rusdi; Novi Tri Putri
Madaniya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1835

Abstract

Kemiskinan struktural masih menjadi tantangan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Program Keluarga Harapan (PKH) telah memberikan kontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin, namun sebagian penerima manfaat masih menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap keterampilan produktif, peluang usaha, dan sumber pendapatan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan penerima manfaat PKH melalui pemberdayaan berbasis industri kreatif dengan pelatihan pembuatan payet sebagai strategi penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni–September 2025 melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan, identifikasi kebutuhan masyarakat, penyuluhan pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan pembuatan payet, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing yang mengombinasikan penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta penguatan wawasan kewirausahaan dan pemasaran digital. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri dari perempuan penerima PKH dan unsur masyarakat pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kemandirian ekonomi, peluang usaha berbasis rumah tangga, serta potensi ekonomi kreatif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan dan mengalami peningkatan keterampilan dalam menghasilkan produk payet sederhana. Sekitar 83% peserta mampu membuat produk secara mandiri setelah mengikuti pelatihan serta mulai memahami peluang pengembangan dan pemasaran produk. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi kewirausahaan, dan kesadaran peserta untuk memanfaatkan keterampilan sebagai sumber pendapatan alternatif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan kreatif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung transformasi penerima PKH dari penerima bantuan sosial menuju pelaku ekonomi produktif. Model pemberdayaan ini memperkuat human capital, social capital, dan kapasitas ekonomi perempuan, sehingga berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.