Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Moral Pluralism in Debus Performing Arts: Phenomenological Analysis of Cultural Communication in Banten Idi Dimyati; Ahmad Sihabudin; Melati Mediana Tobing
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v10i2.1379

Abstract

The Debus performing art of Banten, which has existed since the Sultanate era, now faces complex challenges. On one hand, there are issues of preserving traditional values, while on the other there is the pressure of modernization. Moreover, Debus, which is often associated with magical elements, frequently triggers negative stigmas, whereas the moral pluralism inherent within has not been thoroughly explored. This problem is the focus of the current study. This research applies a qualitative phenomenological approach through participatory observation of Debus performances, in-depth interviews with 10 informants (Debus artists), focus group discussions, and literature studies. Data analysis employs Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings show that Debus artists construct the meaning of moral pluralism through the integration of Islamic spiritual values, cultural resilience, and symbolic negotiation. These findings are consistent with Mead's theory of symbolic interactionism and Rawls's moral pluralism theory regarding the coexistence of values in multicultural societies. Negative stigma against Debus mostly stems from a gap in understanding (stock of knowledge) between the artists and the public. The study concludes that Debus represents a unique model of moral pluralism through dynamic and complex practices of cultural communication. Public education and progressive cultural policy are required to reduce stigma and support its preservation as Indonesian cultural heritage.
ANALISIS GAYA KOMUNIKASI TERBUKA CONTENT CREATOR TIKTOK @DOSENKECANTIKAN Kyla Puspitasari Gayatri Wibowo; Melati Mediana Tobing
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9054

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya content creator sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat. Salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan audiens terhadap content creator adalah keterbukaan komunikasi yang ditampilkan dalam konten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk keterbukaan komunikasi pada content creator TikTok @dosenkecantikan berdasarkan perspektif audiens. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap empat informan yang merupakan pengikut akun @dosenkecantikan dan aktif menonton kontennya selama minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan komunikasi ditunjukkan melalui penerimaan terhadap kritik audiens, penyampaian informasi secara transparan, pemberian bukti atas pernyataan yang disampaikan, serta kejujuran dalam mengulas kelebihan dan kekurangan suatu produk. Keterbukaan tersebut membangun kepercayaan audiens dan menciptakan komunikasi yang lebih interaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi terbuka menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kredibilitas dan kedekatan antara content creator dengan audiens di media sosial.
PENGGUNAAN TIKTOK SEBAGAI SALURAN PEMASARAN KULINER LOKAL OLEH GENERASI Z Checilia Regitha; Melati Mediana Tobing
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9104

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku usaha memasarkan produknya, termasuk dalam sektor kuliner lokal. TikTok menjadi salah satu platform digital yang banyak dimanfaatkan karena memiliki kemampuan menjangkau audiens secara luas melalui konten video pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan TikTok sebagai saluran pemasaran kuliner lokal oleh Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tiga informan yang merupakan pelaku usaha kuliner lokal cireng, cilung dan basi aci dari Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok dipilih karena memiliki algoritma yang mendukung penyebaran konten secara cepat, peluang viral yang tinggi, penggunaan hashtag yang efektif serta banyaknya fitur Tiktok. Faktor-faktor tersebut memudahkan pelaku usaha menjangkau target audiens dan meningkatkan kesadaran merek. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa TikTok memenuhi prinsip penggunaan saluran komunikasi yang tepat dalam strategi komunikasi pemasaran karena sesuai dengan karakteristik audiens digital saat ini. Oleh karena itu, TikTok dapat menjadi media pemasaran yang efektif bagi Generasi Z dalam memperkenalkan dan mengembangkan usaha kuliner lokal di era digital.