Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Spice Route Sebagai Pertukaran Budaya Untuk Kreasi Dan Inovasi Yehezkiel Marbun; Christoffer Janson; Perbina Chairunnisa; Pernando, Pernando; Melati Mediana Tobing
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7501

Abstract

Nusantara ataupun Indonesia pada masanya diketahui selaku bangsa yang banyak hendak bumbu. Kekayaan itu menarik atensi bumi serta mendesak perdagangan garis besar dan penjelajahan yang lain dalam mencari rempah. Riset yang dicoba merupakan riset kualitatif dengan tata cara daftar pustaka. Tantangan terbanyak dalam kesiapan Indonesia buat menominasikan rute rempah selaku peninggalan adat bumi merupakan perlunya amatan akademis mulai dari penguatan deskripsi sampai kategorisasi konsep pengurusan rute rempah yang masuk akal serta konkrit. Perdagangan cengkih, pala, serta merica jadi sarana interaksi antarberbagai kaum serta etnik di Indonesia. Perdagangan bumbu bawa interaksi serta alterasi nilai-nilai, penyebaran agama, persimpangan adat, keelokan, kesusastraan, gastronomi, serta serupanya. Sedemikian itu berartinya bumbu dalam kehidupan orang, alhasil beliau jadi barang penting yang sanggup pengaruhi situasi politik, ekonomi, ataupun sosial adat dalam rasio garis besar.
UPAYA MEMPERTAHANKAN LOYALITAS PELANGGAN MELALUI STRATEGI OMNICHANNEL MARKETING (STUDI PADA STARTUP FINTECH PT MILOV BALOK SEJAHTERA) Adiansyah, Ari; Tobing, Melati Mediana
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.6478

Abstract

Pertumbuhan industri startup fintech di Indonesia mendorong perusahaan untuk mengadopsi strategi komunikasi yang mampu mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi omnichannel marketing diterapkan oleh PT Milov Balok Sejahtera, sebuah startup fintech aggregator, dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya. Dengan menggunakan pendekatan post-positivis dan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pihak perusahaan dan pelanggan aktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi ini ditunjang oleh tiga kategori utama, yaitu strategi omnichannel yang terintegrasi, pengalaman pelanggan yang responsif dan personal, serta loyalitas yang tercermin melalui penggunaan ulang dan rekomendasi sukarela. WhatsApp digunakan sebagai saluran utama yang menyatukan berbagai kanal komunikasi seperti iklan Facebook, situs web, dan telemarketing. Selain itu, aspek personalisasi, rasa aman, dan kedekatan emosional menjadi pendorong utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Penelitian ini memperkuat teori omnichannel sebagai strategi komunikasi digital yang mampu menciptakan relasi berkelanjutan dengan pelanggan. Hasil ini penting untuk menjadi acuan bagi pelaku industri fintech dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Pengaruh Implementasi Komunikasi Kelompok terhadap Performa Pemain Mobile Legends (Survei pada Kelompok Usia Dewasa Muda) David, Rolando Mario; Tobing, Melati Mediana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile Legends: Bang Bang menuntut kerjasama tim, di mana interaksi antar pemain dalam tim memiliki peran krusial dalam mencapai tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi komunikasi kelompok memengaruhi performa pemain usia dewasa muda (20-40 tahun) dalam meraih kemenangan di Mobile Legends: Bang Bang. Dalam penelitian ini menggunakan Komunikasi Kelompok(Karyaningsih), dan performa (Adrian). Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan survei yang melibatkan 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi sederhana. Hasil pengujian menunjukkan variabel komunikasi kelompok (X) memiliki T hitung senilai 11.607, melebihi T tabel senilai 1.984. yang berarti komunikasi kelompok mempengaruhi performa pemain Mobile legends pada usia dewasa muda dalam memenangkan permainan secara positif, dan berpengaruh secara signifikan sebesar 57.5%.
Pengaruh Live Shopping terhadap Keputusan Pembelian di E-Commerce Shopee (Survei pada Konsumen Erigo di Shopee Live) Sinaga, Todo Bandardo; Tobing, Melati Mediana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencapaian Erigo yang berhasil menjual produk senilai Rp 5 miliar dalam waktu kurang dari 10 menit melalui Shopee Live. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh live shopping terhadap keputusan pembelian produk Erigo di Shopee Live. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui Google Formulir. Data dikumpulkan dari 100 responden yang pernah menonton Shopee Live Erigo dan melakukan pembelian. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji t menggunakan SPSS Statistic 23. Responden terdiri dari 50% laki-laki dan 50% perempuan, dengan mayoritas berusia 18-30 tahun (79%). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif live shopping terhadap keputusan pembelian produk Erigo sebesar 49,6%, dengan 50,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Penelitian ini menegaskan potensi besar live shopping dalam meningkatkan penjualan produk Erigo di Shopee Live dengan menciptakan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan objektif bagi konsumen.
Penggunaan Simbol Etnis sebagai Daya Tarik Konsumen pada Coffee Shop Bajawa Flores Pasaribu, Yolanda; Tobing, Melati Mediana
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 2 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas (In Press)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i2.4383

Abstract

The purpose of this research is to analyze the use of Flores ethnic symbols at Bajawa Flores Coffee Shop in Depok. And want to know how the role of using Flores ethnic symbols as a consumer attraction at Bajawa Flores. This research uses ethnographic claims research methods. This research uses Roland Barthes' Semiotics theory which states that semiology is the study of how humans give meaning to objects. The research findings show that Bajawa Flores Coffee Shop uses these symbols to create an authentic and traditional atmosphere that is intended to attract consumers who are interested in Flores culture. After observation and analysis, there are symbols, namely the Bajawa Flores NTT name sign, woven cloth, komodo dragon statue, Ti'i Langg hat and Ana Deo statue. The use of these ethnic symbols not only functions as a decorative element, but also as a strong marker of a particular culture and as a strong cultural identity. By relating ethnic symbols to Roland Brathes' theory of denotation, connotation, and myth, this research provides a deeper understanding of the role of ethnic symbols in building cultural identity and attracting consumers. 
Reframing Proxemics in the Perspective of Collectivism Societies (Study of Residents of Riverbank Relocation in Vertical Settlements in Jakarta) Tobing, Melati Mediana
International Journal of Social and Management Studies Vol. 3 No. 1 (2022): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.795 KB) | DOI: 10.5555/ijosmas.v3i4.157

Abstract

Mutual cooperation is used by most Asians for living in their challenging environment. On the riverbanks of Ciliwung in Jakarta, the Kampung Pulo’s people work together facing the floods that inundated their roof for days, and feel comfortable living in this area until the rest of their lives. But this area becomes a disaster for the city and should be revitalized. While developing a metropolitan city, the city planner uses vertical occupancy as a solution to relocate residents from slums. There is a change in the meaning of space and distance and the relations between citizens in this settlement. The elevator, closing doors, none of the terraces to sit in front of their house, are destructive to this collectivistic person on interacting and sharing information. Citizens must be adapted to these modern residential boxes, which are more efficient and economical, and common use for the individualistic society. This article was written based on research about how these residents in Jakarta use space and distance for communicating in their new vertical space, through the method of interviewing and observing. The informant was born in Kampung Pulo and living in rental housing belongs to the city government in Jatinegara Barat, East of Jakarta. There are some findings of distinctive values that differ significantly from individualistic culture as basic research of the proxemic theory, that could be considered in the construction of vertical housing for collectivist communities.
Acceptance Model for Family Planning Program in Baduy’s Remote Indigenous Community in Leuwidamar District, Lebak Banten Dimyati, Idi; Sihabudin, Ahmad; Tobing, Melati Mediana
International Journal of Social and Management Studies Vol. 3 No. 6 (2022): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v3i6.246

Abstract

In the beginning, Baduy’s Remote Indigenous Community (KAT Baduy) received the family planning program, they were generally using implants then changed to pill contraceptives. Currently, almost all family planning acceptors in Baduy use injectable contraception. Based on this phenomenon, this research examined what channels or media play a role in the spread of family planning and how it relates to the effectiveness of their innovation acceptance in the Baduy community. The research method is an explanatory survey using frequency distribution analysis, with Spearman correlation analysis to determine the relationship between variables. The results show all communication channels or reference sources of information from respondents who obtain information about Family Planning (KB). With 200 samples from 1528 family planning acceptors in KAT Baduy (1503 family planning acceptors in Outer Baduy and 25 family planning acceptors in Inner Baduy), most of the respondents received information about family planning from their relatives or neighbors. Only 22% of respondents admitted that health workers or midwives were their sources of family planning information. Posyandu cadres were a source of family planning information for 21% of respondents. Village officials which are customary leaders or kakolot adat are only mentioned by 7% of respondents as a source of family planning information. The remaining 1% have received family planning information from other sources such as friends or the media. The majority of respondents stated that their decision to take family planning or accept the concept of family planning was only about 6 months. In a conclusion, the relationship between the type of communication channel and the effectiveness of innovation acceptance has a positive and "quite strong" relationship. For recommendation, this research suggests to health worker from Cisimeut Health Center keep their internal task of providing health services and assistance to Baduy residents in Kanekes Village, though there are challenges from external parties which builds overlapping and miscoordination health services with several social actions and health volunteers from outside Baduy.
SWIPE, SCROLL, SILENT: PERILAKU PHUBBING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA GENERASI Z DI JAKARTA Trianna Sampe Litha; Melati Mediana Tobing
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2559

Abstract

Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat penggunaan smartphone. Fenomena ini terjadi dalam kehidupan keluarga modern khususnya kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana phubbing memicu perubahan cara berkomunikasi dan untuk mengetahui komunikasi dalam keluarga generasi Z di Jakarta setelah ada smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi yang melibatkan orang tua dan anak dari keluarga generasi Z. Metode pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni Media Dependency Theory oleh Ball-Rokeach dan DeFleur yang menyatakan bahwa individu bergantung pada media untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing menimbulkan ketergantungan terhadap smartphone, menciptakan distraksi dalam rutinitas keluarga dan menghasilkan fungsi paradoksal dalam penggunaan teknologi di mana smartphone menjadi sarana untuk terkoneksi dengan anggota keluarga sekaligus menjadi sumber tantangan yang menciptakan jarak emosional dalam keluarga. Perubahan ini yang kemudian menandai perubahan cara berkomunikasi dalam keluarga yang terfragmentasi, di mana segala sesuatu menjadi serba digital termasuk berkomunikasi meski dalam jarak dekat. Ditemukan juga efek kognitif yaitu terjadinya penurunan konsentrasi dan ingatan, efek afektif yaitu muncul perasaan diabaikan dan tidak dihargai, dan efek behavioral yakni muncul perilaku meniru dalam keluarga serta adanya perilaku ketergantungan terhadap smartphone. Dapat disimpulkan, phubbing telah merenggut waktu yang berharga bersama keluarga. Olehnya itu, diharapkan penelitian berikutnya berfokus pada dampak psikologis jangka panjang akibat perilaku phubbing, mengeksplorasi wilayah lain di Indonesia untuk melihat dinamika phubbing dalam keluarga dan dilakukan menggunakan mix methods.
Negosiasi Identitas Remaja Di Tiktok (Studi Fenomenologi Pada Content Creator Berpakaian Crop Top) Jennifer Sagaragara; Melati Mediana Tobing
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remajaperempuan membentuk dan menegosiasikan identitas sosialmereka melalui konten yang diunggah di TikTok, khususnyabagi mereka yang memilih mengenakan pakaian crop top. Dalam masyarakat Indonesia yang religius dan menjunjungtinggi nilai kesopanan, penggunaan crop top sering kali memicukontroversi. Namun, bagi sebagian remaja, crop top merupakansimbol kebebasan, ekspresi diri, dan keberanian menampilkanidentitas yang autentik. Menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode fenomenologi transendental, penelitian inimenggali pengalaman subjektif enam content creator remajayang aktif di TikTok. Teori yang digunakan adalah self-categorization theory yang dikombinasikan dengan konsep, untuk menjelaskan bagaimana individu mengategorikan diri kedalam komunitas digital yang mendukung nilai-nilai ekspresidiri yang serupa. Data dikumpulkan melalui wawancaramendalam, observasi konten TikTok, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan crop top tidakhanya didasarkan pada aspek estetika, tetapi juga merupakanbentuk afirmasi terhadap nilai personal seperti kenyamanan, kepercayaan diri, dan kejujuran terhadap diri sendiri. Dalam komunitas TikTok yang mereka ikuti, crop top dianggap wajardan bahkan menjadi simbol penerimaan sosial. Namun, para informan juga menunjukkan kesadaran terhadap nilai-nilaireligius dan sosial di lingkungan mereka, sehingga konstruksiidentitas dilakukan dengan refleksi dan penyesuaiandiri.Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial sepertiTikTok menjadi ruang penting dalam pembentukan identitassosial remaja, di mana ekspresi visual tidak hanyamerepresentasikan kepribadian, tetapi juga menjadi bentukkomunikasi simbolik dalam konteks tarik-menarik antarabudaya populer dan nilai lokal.
Analisis Isi Film ‘Stephen Curry: Underrated’ dalam Pembentukan Personal Branding Atlet Basket Daniel Luther Ceivert Korompis; Melati Mediana Tobing
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan terukur bagaimana penyajian personal branding Stephen Curry sebagai seorang figur atlet basket dalam film dokumenter ‘Stephen Curry: Underrated’. Konseptualisasi penelitian ini bersandar pada delapan prinsip utama pembentukan personal branding menurut Peter Montoya (2002). Pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Pengumpulan data dilakukan melalui proses pengkodean (coding) menggunakan lembar kode (coding sheet) oleh dua orang koder independen terhadap 14 unit sampel waktu sepanjang durasi film. Uji kualitas data dihitung menggunakan rumus reliabilitas Holsti dan menghasilkan angka koefisien sebesar 0,734 (73,4%), yang menandakan bahwa instrumen data andal dan konsisten karena berada di atas batas minimum 0,70. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pembentukan personal branding Stephen Curry sebagai figur atlet basket didominasi secara seimbang oleh elemen Spesialisasi (The Law of Specialization) dan Keterlihatan (The Law of Visibility) yang masing-masing memperoleh 16 frekuensi kesepakatan bersama. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa reputasi jangka panjang seorang atlet tidak hanya bergantung pada bakat teknis semata, melainkan dipengaruhi oleh pengelolaan narasi media profesional secara terstruktur oleh pihak ketiga.