Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Transformative Health Education for Blood Pressure Normalization Using 3-in-1 Therapy Lam Murni br Sagala; Afnijar Wahyu; Hizkianta Sembiring
International Journal of Community Service Implementation Vol. 4 No. 1 (2026): IJCSI June 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v4i1.950

Abstract

Hypertension is one of the leading non-communicable diseases and a major public health concern worldwide. Community-based health education is essential to improve awareness and promote sustainable self-management of blood pressure. Objective: This community service program aimed to improve community knowledge and encourage blood pressure control through the implementation of 3-in-1 Therapy. Methods: The program was conducted among residents of Suka Mulia Hulu Village using health education, demonstrations, and interactive discussions. The intervention consisted of hypertension exercise, cucumber juice consumption, and warm water foot soaking therapy. Educational leaflets were distributed to reinforce participants’ understanding. Results: The participants showed high enthusiasm and actively engaged in the activities. Following the intervention, community members demonstrated improved understanding of hypertension, its risk factors, prevention strategies, and non-pharmacological management. Participants also expressed their willingness to adopt healthy lifestyles and implement the 3-in-1 Therapy regularly. Conclusion: Transformative health education combined with 3-in-1 Therapy effectively enhanced community knowledge and promoted sustainable self-management practices for blood pressure control, thereby contributing to the prevention of hypertension-related complications and improvement of quality of life.
Analysis of Factors Affecting Nurse Job Satisfaction at Murni Teguh Horas Insani Hospital Pematangsiantar in 2025 Princess Malau; Hizkianta Sembiring
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal EduHealt, April - June
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurse job satisfaction is an important factor that influences the quality of healthcare services, staff retention, and hospital performance. Job satisfaction is affected by various organizational and workplace factors such as salary, work environment, coworker relationships, leadership, and workload. This study aimed to analyze the factors affecting nurse job satisfaction at Murni Teguh Horas Insani Hospital, Pematangsiantar, in 2025. This research used a quantitative approach with a descriptive correlational design. The study population consisted of nurses working at Murni Teguh Horas Insani Hospital Pematangsiantar, with a sample of 42 respondents selected using total sampling based on inclusion criteria. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that simultaneously salary, work environment, coworker relationships, leadership, and workload had a significant effect on nurse job satisfaction (F = 10.332; p = 0.000). Partially, leadership had a positive and significant effect on nurse job satisfaction (B = 0.688; p = 0.000) and was the most dominant factor. Meanwhile, salary, work environment, coworker relationships, and workload did not show a significant partial effect. The regression model met classical assumption tests including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. It can be concluded that improving leadership quality is the key factor in increasing nurse job satisfaction. Hospital management is recommended to strengthen supportive and participative leadership styles to enhance nurse satisfaction and performance.
Pengembangan Model Latihan-Back Strengthening Exercise Sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain Di Rumah Sakit Kota Medan Jhon Roby Purba; Surya Syahputra Berampu; Hizkianta Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8064

Abstract

Tujuan: pengembangkan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit kota medan. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis pengembangan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit murni teguh medan . Hasil: Rata-rata nilai nyeri sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 5.40, dengan nilai standar deviasi 0.821, dimana nilai min 4 dan nilai max 7 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Nyeri adalah 2.80 dengan standar deviasi 0.696, dimana nilai min 2 dan nilai max 4, selain melihat nilai nyeri peneliti juga melihat nilai aktivitas fungsionalnya dengan hasil rata-rata nilai aktivitas fungsional sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 17.50, dengan nilai standar deviasi 3.663, dimana nilai min 13 dan nilai max 26 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Aktivitas Fungsional adalah 8.25 dengan standar deviasi 4.290, dimana nilai min 2 dan nilai max 19, dengan masing – masing hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat hasil yang baik dengan pemberian Latihan Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan. Kesimpulan: Pengembangan Model Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan sangat mempengaruhi nilai  pengurangan nyeri serta meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan
Capaian Cakupan ASI Ekslusif Pada Suku Batak : Dukungan Keluarga Dan Keterpaparan Literacy Digital Helena Fransysca; Afnijar Wahyu; Hizkianta Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10856

Abstract

Pemberian ASI merupakan keputusan yang sangat bijak bagi kedua orang tua. ASI merupakan makanan terbaik dan paling tepat bagi bayi yang dapat menjamin tumbuh kembang bayi menjadi manusia yang berkualitas, karena mengandung zat gizi yang tepat dan optimal bagi tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian cakupan pemberian ASI eksklusif pada suku Batak: Dukungan keluarga dan paparan literasi digital di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik (survei). Desain penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengetahui Capaian Cakupan Pemberian ASI Eksklusif pada Suku Batak, Dukungan Keluarga dan Paparan Literasi Digital. Lokasi penelitian ini adalah di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni. Waktu yang digunakan dalam penelitian adalah 04 November 2024 – 28 Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni, dengan jumlah populasi 300 orang ibu. Dalam penelitian ini sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang datang berkunjung ke Klinik Bidan Eka Sriwahyuni sebanyak 75 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik (uji chi square) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu Batak (nilai p: 0,000), dukungan keluarga ibu Batak (nilai p: 0,002) dengan paparan ibu Batak terhadap Literasi Digital (nilai p: 0,005) dan hasil juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan ibu Batak (nilai p: 1,000), pekerjaan ibu Batak (nilai p: 0,628) dengan perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni
Pengaruh Pemberian Senam Diabetik Terhadap Peningkatan Sirkulasi Peredaran Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan Namorambe Hizkianta Sembiring; Jhon Roby Purba
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8065

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh pemberian senam diabetik terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita diabetes mellitus tipe II di desa suka mulia hulu kecamatan namorambe. Metode: Desain penelitian ini termasuk kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasi eksprimen design pretest dan post test. Responden penelitian diambil dari populasi penderita Diabetes Mellitus yang berada di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan namorambe berjumlah 65 orang. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis ada Pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Hasil: Rata-rata nilai ABI sebelum dilakukan senam kaki Diabetik adalah 0.74, dengan nilai standar deviasi 0.091, dimana nilai min 0.60 dan nilai max 0.90 dan setelah  dilakukan senam  Diabetik nilai ABI adalah 0.95 dengan standar deviasi 0.083, dimana nilai min 0.80 dan nilai max 1.20 ,hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Kesimpulan: pelaksanaan senam  Diabetik dapat meningkatkan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II.Penelitian ini merekomendasikan bahwa penderita pasien Diabetes Mellitus Tipe II diharapkan untuk dapat memanfaatkan senam  Diabetik yang praktis dalam meningkatkan perfusi peredaran darah perifer atau pembuluh darah kaki sebagai pencegah terjadinya komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II khsusnya ke daerah kaki.
Pengaruh Rebusan Air Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Pada Lansia di Desa Sampali Sarumaha, Maslina; Sembiring, Hizkianta
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1258

Abstract

As the number of elderly population increases, it has a complex impact. Various challenges caused by aging affect almost every aspect of life, including a decrease in the quality of life of the elderly. In addition, changes that occur in the elderly are changes in the body system that cause decreased function, making the elderly more susceptible to disease, especially degenerative diseases, one of which is hypertension. Objective to determine the effect of bay leaf boiled water on lowering blood pressure. Quantitative research method with pre-experimental design and using the one group pretest-posttest design method. The sampling technique used purposive sampling with 33 respondents. The analysis used was the Pairedt-test. The difference in blood pressure before (141/90) and after (129/84). The results of the study with the Paired t test on blood pressure before p value 0.001 (<0.005) and blood pressure after p value 0.001 (<0.005) indicate that there is an effect of boiled bay leaf water on reducing blood pressure in the elderly in Sampali Village, Deli Serdang Regency. There is a significant effect of boiled bay leaf water on reducing blood pressure in the elderly. For further researchers, it is recommended to be able to increase knowledge and additional information about giving boiled bay leaf water to lower blood pressure in hypertension sufferers.