Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of the Quality of the Work Environment and Nutritional Status on the Fatigue of Educators Sahrir Sillehu; Zulfikar Lating; Ilyas Ibrahim; Abd. Rijali Lapodi
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.874 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v7i2.11032

Abstract

Work fatigue is a criterion that concerns physical and psychological fatigue only, but has more to do with a decrease in physical performance, a feeling of fatigue, a decrease in motivation, and a decrease in work productivity. The purpose of this study was to measure the quality of the work environment (noise, lighting) and nutritional status of educators at the Maluku Husada High School of Health Sciences (STIkes). This research is a type of quantitative research with analytical and descriptive methods. The population in this study were 33 respondents and the sampling technique used was total sampling and cluster sampling. Data analysis was performed using correlation tests: Spearman Correlations and Mann-Whitney tests. The results of statistical tests using Spearman Correlations the effect of nutritional status on work fatigue obtained a p-value of 0.426 indicating that there is no effect between nutritional status and work fatigue. The conclusion is that there is an influence between the level of lighting on work fatigue. There is no effect between noise level and body mass index on work fatigue. Keywords ; Quality of Work Environment, Nutritional Status, Work Fatigue
Perilaku Penggunaan Pestisida Kimia Yang Berisiko Pada Kesehatan Petani Hortikultura Ilyas Ibrahim; Sahrir Sillehu; Mohammad Dahlan Sely; Wiwi Rumaolat; Siti Rochmaeda
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v8i1.537

Abstract

Pesticides are toxic chemical compounds used to control agricultural plant pests. Intense use of pesticides and not paying attention to standards for their use can have negative effects on farmers' health. The aim of this research is to identify the behavior of using chemical pesticides that pose a risk to the health of horticultural farmers in the agricultural area of ​​West Seram Regency. Method: This type of research is descriptive quantitative research with a cross-sectional study design. The population of this study were all horticultural farmers in West Seram Regency who used chemical pesticides, and the sample taken was 650 respondents based on the inclusion criteria, namely actively spraying chemical pesticides and a minimum work period of 25 years. Data collection instruments used questionnaires and observation. Data analysis uses statistical tools to describe the activities of farmers using pesticides. The results of the research show that the dominant risky behavior in using chemical pesticides and disrupting farmers' health is the behavior of not using personal protective equipment for 602 (92.6%) respondents and the behavior of using doses that do not comply with the standard for 547 (84.2%) respondents and mixing the number of types. chemical pesticides of more than 3 types as many as 546 (84%) respondents. Meanwhile, the dominant health complaints felt by farmers were skin disorders as many as 621 respondents and tremor complaints as many as 572 respondents, followed by other health complaints. In conclusion, farmers' behavior does not follow standards for pesticide use, which poses a risk to health. Suggestion; Farmers must use chemical pesticides wisely according to specified standards and must be equipped with knowledge about how to use pesticides correctly and the negative impacts on health.
Hubungan Kandungan Fluorida pada Air Sumur Gali dan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi Anak Usia 6 – 10 Tahun di Rt 5 Desa Waplau Maryam Lihi; Syariefah H. Waliulu; Zulfikar Lating; Ilyas Ibrahim; Iswandi Fataruba; Ima Ima
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7416

Abstract

Dental caries is a health problem that can occur across all age groups, with children being particularly vulnerable. This study aimed to investigate the association between fluoride concentrations in dug well water and tooth-brushing practices with the incidence of dental caries among children aged 6–10 years in RT 5, Waplau Village. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied. The study involved 64 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, supported by chi-square statistical testing. The results demonstrated a significant relationship between fluoride levels and dental caries (p = 0.013; p < 0.05). Additionally, tooth-brushing habits were significantly associated with the occurrence of dental caries in children (p = 0.001; p < 0.05). In summary, the fluoride content in the well water used by respondents was within acceptable limits, and tooth-brushing behavior contributed to the development of dental caries among children in RT 5, Waplau Village.
Analisis Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Anak di Dusun Kelapa Dua ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Sanitasi yang tidak memenuhi syarat, seperti pengelolaan sampah yang buruk, jamban yang tidak layak, saluran pembuangan air limbah yang tidak memadai, dan sumber air yang tidak aman, dapat meningkatkan risiko terjadinya diare melalui jalur penularan fekal-oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak di Dusun Kelapa Dua. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang memiliki anak di Dusun Kelapa Dua. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi sanitasi lingkungan. Variabel independen meliputi pengelolaan sampah, kondisi jamban, saluran pembuangan air limbah, dan sumber air, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare (p=0,006; OR=2,86; 95% CI: 1,28–6,39), kondisi jamban berhubungan dengan kejadian diare (p=0,002; OR=3,26; 95% CI: 1,46–7,27), dan saluran pembuangan air limbah juga menunjukkan hubungan bermakna (p=0,018; OR=2,47; 95% CI: 1,12–5,47). Sumber air menunjukkan hubungan paling kuat dengan kejadian diare (p<0,001; OR=4,01; 95% CI: 1,78–9,02). Kesimpulan: Sanitasi lingkungan berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada anak. Perbaikan kualitas sumber air, jamban, pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan diare di Dusun Kelapa Dua.
Pencemaran Udara; Polusi Asap Kendaraan dengan Gangguan Fungsi Paru ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi asap kendaraan merupakan salah satu sumber traffic-related air pollution (TRAP) yang mengandung PM₂.₅, PM₁₀, NO₂, black carbon, dan diesel exhaust. Paparan polutan tersebut dapat menyebabkan inflamasi saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan peningkatan gejala respirasi. Bukti penelitian menunjukkan bahwa paparan TRAP berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan respirasi dan paru. Tujuan: Penelitian menganalisis polusi asap kendaraan dengan gangguan kesehatan paru serta mengidentifikasi faktor yang berperan terhadap kejadian gangguan paru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic narrative review untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara polusi asap kendaraan bermotor (traffic-related air pollution) dengan gangguan kesehatan paru. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa basis data ilmiah internasional. Hasil: Sintesis literatur menunjukkan bahwa paparan TRAP secara konsisten berkaitan dengan gangguan kesehatan respirasi. Fungsi paru merupakan outcome yang paling sering dianalisis, terutama FEV₁, FVC, FEV₁/FVC, dan MMEF, sedangkan gejala yang umum ditemukan meliputi batuk, sesak napas, dyspnea, dan wheezing. Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa PM₂.₅, PM₁₀, NO₂, dan emisi diesel dapat meningkatkan inflamasi serta memperburuk fungsi paru. Simpulan: Paparan polusi asap kendaraan merupakan faktor lingkungan yang berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan paru. Pengurangan paparan, pengendalian emisi kendaraan, penggunaan perlindungan diri, dan deteksi dini gangguan fungsi paru diperlukan untuk mengurangi dampak kesehatan.
Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Dusun Pakarena ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan tempat tinggal dan perilaku higiene keluarga. Lingkungan dengan akses air bersih yang tidak memadai, sanitasi buruk, pengelolaan sampah dan air limbah yang tidak baik, serta kebersihan dan higiene yang rendah dapat meningkatkan paparan infeksi dan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak di Dusun Pakaren. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi sumber air bersih/air minum, kondisi sanitasi atau jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah, kebersihan lingkungan rumah, dan praktik higiene, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi lingkungan rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber air bersih/air minum berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), kondisi sanitasi/jamban (p<0,001; OR=4,93; 95%CI: 1,98–12,27), pengelolaan sampah rumah tangga (p=0,016; OR=2,89; 95%CI: 1,18–7,08), pengelolaan air limbah (p=0,004; OR=3,40; 95%CI: 1,38–8,37), kebersihan lingkungan rumah (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), dan praktik higiene (p<0,001; OR=5,26; 95%CI: 2,09–13,22). Simpulan: Seluruh faktor lingkungan yang diteliti berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Perbaikan kualitas lingkungan, sanitasi, air minum, pengelolaan limbah, kebersihan rumah, dan praktik higiene perlu menjadi bagian integral dalam upaya pencegahan stunting di Dusun Pakarena.