Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi dan Pemanfaatan Sampah Organik di Lingkungan Sekolah SD Negeri 24 Medan Noviani, Nomi; Habibie, Dian; Wahyuni, Sri; Pirngadi, Rahmat Suryanto; Fadhillah, Dita Deviana; Sugiar, Sugiar; Hermanto, Bambang
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1885

Abstract

Sekolah Dasar Negeri 24 yang terletak di jalan sisisngamangaraja Medan, berdasakan hasil observasi aspek permasalahan di SD 24 adalah banyak sampah sampah organik yang ada di lingkungan sekolah yang tidak dimanfaatkan dan hanya di sapu kemudian di buang. Dengan isu pemanasan global saat ini. Kegiatan ini perlu di laksanakan guna untuk memberikan tambahan kegiatan murid- murid SD untuk bisa cinta lingkungan dengan memberikan sosialisasi tentang manfaat sampah organik, yang bisa di manfaatkan untuk kegiatan bidang pertanian dan lingkungan. Dan menjadi dasar murid murid agar bisa selalu mencintai lingkungan sekitar. Pemanfaatan sampah organik ini bisa diterapkan dalam metode pembelajaran di sekolah. Terutama pelajaran ilmu pengetahuan alam. Pengabdian kepada masyarakat yang akan di laksanakan yaitu (1). Penyuluhan dan sosialisasi yang bertujuan memberi ilmu dan pemahaman tentang pentingnya melestarikan lingkungan. (2). Memberikan pelatihan kepada mitra untuk mulai memisahkan sampah organik dan anorganik tidak dalam satu wadah. Dan memberikan pelatihan untuk pengolahan sampah organik.
TRANSFORMASI LIMBAH IKAN MENJADI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN GUNA PENINGKATAN PENDAPATAN BERKELANJUTAN KELOMPOK NELAYAN MAJU BERSAMA DI DESA TANJUNG REJO Siregar, Aflahun Fadhly; Salsabila; Pirngadi, Rahmat Suryanto
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i3.1532

Abstract

Desa Tanjung Rejo, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan. Desa ini memiliki potensi besar dalam sektor maritim, termasuk perikanan, pariwisata, dan kawasan hutan mangrove seluas 602.181 ha. Pendapatan nelayan yang rendah dan limbah ikan yang tidak terkelola dengan baik menjadi masalah utama, dengan limbah ikan mencapai 50-100 kg per hari yang dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Permasalahan mitra Limbah ikan dapat mencemari air dan udara jika tidak dikelola dengan baik. Program ini bertujuan untuk mengelola limbah ikan secara efektif, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, serta memberikan dampak positif baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Metode pelaksanaan antara lain metode Penentuan lokasi dengan, metode pendekatan, metode pelaksanaan, metode pembagian tugas. Adapun kesimpulan dari kegiatan penyuluhan anatar lain: Sebelum penyuluhan: Mayoritas peserta hanya tahu istilah “pupuk organik”, tapi tidak paham ciri, jenis, manfaat, dan potensi limbah ikan. Setelah penyuluhan: Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan di semua aspek, termasuk potensi limbah ikan menjadi pupuk bernilai ekonomi. Sebelum pelatihan: Tidak ada peserta yang mengetahui bahan, proses, atau nilai ekonomis pupuk dari limbah ikan. Setelah pelatihan: Semua peserta memahami dan mampu menjelaskan bahan, teknik fermentasi, waktu penggunaan, dan manfaat ekonomisnya.
Farmer empowerment through training on palm sugar standardization in Eastern Coastal Region of North Sumatera Dolly Sojuangan Siregar; Rosmayati; Rahmat Suryanto Pirngadi; Anggreiny
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 11 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v11i1.16406

Abstract

The production of palm sugar in Indonesia has great economic potential but is mostly carried out traditionally without quality standards. This condition reduces the competitiveness, selling value, and market access of local products. This community service activity, conducted in Sungai Ular Village, Teluk Belida street, Secanggang District, Langkat Regency, North Sumatra Province, aims to enhance local producers’ skills in manufacturing standardized palm sugar that meets the Indonesian National Standard (SNI 3743:2021). The method included socialization, technical training, application of appropriate technology, production mentoring, and quality evaluation. Ten local artisans participated and were trained in hygienic production, modern packaging, and digital marketing. The results showed an 80 percent improvement in participants’ skills, a 20 percent increase in production efficiency, and the creation of two new product variants: palm sugar granules and palm syrup. This program successfully formed the “Kelompok Usaha Gula Aren Sungai Ular” business group, which now produces the branded product “Gula Aren Sungai Ular” with PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) certification and active digital branding. The training serves as a model of community economic empowerment based on local potential and cultural identity.
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kecamatan Panyabungan Barat Amelia Zahra Yusnar; Rahmat Suryanto Pirngadi
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i3.1212

Abstract

The conversion of agricultural rice farming land happens continuously in Panyabungan Barat Sub-District, Mandailing Natal District, where in the last five years, it was recorded that 404 Hectares of paddy field were lost due to land conversion. Apart from expanding settlements, papaya cultivation is the most significant factor in converting paddy fields at Panyabungan Barat Sub-District. This research aimed to compare the incomes of wet-rice farmers before and after the conversion of wet-rice land in the Panyabungan Barat sub-district. The analytical method in this study uses income analyses. The research results found that farmers' income before land conversion was IDR12,627,000/Ha/planting season, and after land conversion, farmers earned an income of IDR361,500,500/Ha/planting season. If the farmer's income is converted in terms of months, then before the land conversion, farmers earn an income of IDR2,104,000/month, while after the land conversion, farmers earn an income of IDR10,041,680 / Ha/month.