Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Farmer empowerment through training on palm sugar standardization in Eastern Coastal Region of North Sumatera Dolly Sojuangan Siregar; Rosmayati; Rahmat Suryanto Pirngadi; Anggreiny
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 11 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v11i1.16406

Abstract

The production of palm sugar in Indonesia has great economic potential but is mostly carried out traditionally without quality standards. This condition reduces the competitiveness, selling value, and market access of local products. This community service activity, conducted in Sungai Ular Village, Teluk Belida street, Secanggang District, Langkat Regency, North Sumatra Province, aims to enhance local producers’ skills in manufacturing standardized palm sugar that meets the Indonesian National Standard (SNI 3743:2021). The method included socialization, technical training, application of appropriate technology, production mentoring, and quality evaluation. Ten local artisans participated and were trained in hygienic production, modern packaging, and digital marketing. The results showed an 80 percent improvement in participants’ skills, a 20 percent increase in production efficiency, and the creation of two new product variants: palm sugar granules and palm syrup. This program successfully formed the “Kelompok Usaha Gula Aren Sungai Ular” business group, which now produces the branded product “Gula Aren Sungai Ular” with PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) certification and active digital branding. The training serves as a model of community economic empowerment based on local potential and cultural identity.
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kecamatan Panyabungan Barat Amelia Zahra Yusnar; Rahmat Suryanto Pirngadi
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i3.1212

Abstract

The conversion of agricultural rice farming land happens continuously in Panyabungan Barat Sub-District, Mandailing Natal District, where in the last five years, it was recorded that 404 Hectares of paddy field were lost due to land conversion. Apart from expanding settlements, papaya cultivation is the most significant factor in converting paddy fields at Panyabungan Barat Sub-District. This research aimed to compare the incomes of wet-rice farmers before and after the conversion of wet-rice land in the Panyabungan Barat sub-district. The analytical method in this study uses income analyses. The research results found that farmers' income before land conversion was IDR12,627,000/Ha/planting season, and after land conversion, farmers earned an income of IDR361,500,500/Ha/planting season. If the farmer's income is converted in terms of months, then before the land conversion, farmers earn an income of IDR2,104,000/month, while after the land conversion, farmers earn an income of IDR10,041,680 / Ha/month.
Pemasaran Dan Distribusi Produk Agribisnis Padi Sawah (Oryza sativa L.) Nomi Noviani S; Sri Wahyuni; Dian Habibie; Rahmat Suryanto Pirngadi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12118

Abstract

Indonesia memiliki berbagai subsektor pertanian seperti pertanian rakyat, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan,. Dimana untuk tanamana padi sawah merupakan subsektor tanaman pangan. sangat vital sebagai bahan pokok dan sumber karbohidrat utama bagi penduduk Indonesia. Tujuan penelitian yang tercantum dalam makalah ini adalah untuk menggambarkan pola distribusi dan strategi pemasaran agribisnis padi sawah serta menganalisis faktor-faktor produksi padi dan menganalisis marjin pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana jalur distribusi, biaya pemasaran, dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi kesejahteraan petani dan efisiensi rantai pemasaran padi. Meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dan memastikan ketahanan pangan. Pada masa panen raya, tantangan dalam pemasaran muncul, termasuk mekanisme penetapan harga dan permasalahan distribusi. Kebijakan harga dasar gabah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memotivasi petani agar tetap bergairah dalam Bertani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis marjin pemasaran dan biaya produksi, sedangkan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan pola distribusi dan strategi pemasaran. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara
TRANSFORMASI LIMBAH IKAN MENJADI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN GUNA PENINGKATAN PENDAPATAN BERKELANJUTAN KELOMPOK NELAYAN MAJU BERSAMA DI DESA TANJUNG REJO Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila; Rahmat Suryanto Pirngadi
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i3.1532

Abstract

Desa Tanjung Rejo, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan. Desa ini memiliki potensi besar dalam sektor maritim, termasuk perikanan, pariwisata, dan kawasan hutan mangrove seluas 602.181 ha. Pendapatan nelayan yang rendah dan limbah ikan yang tidak terkelola dengan baik menjadi masalah utama, dengan limbah ikan mencapai 50-100 kg per hari yang dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Permasalahan mitra Limbah ikan dapat mencemari air dan udara jika tidak dikelola dengan baik. Program ini bertujuan untuk mengelola limbah ikan secara efektif, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, serta memberikan dampak positif baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Metode pelaksanaan antara lain metode Penentuan lokasi dengan, metode pendekatan, metode pelaksanaan, metode pembagian tugas. Adapun kesimpulan dari kegiatan penyuluhan anatar lain: Sebelum penyuluhan: Mayoritas peserta hanya tahu istilah “pupuk organik”, tapi tidak paham ciri, jenis, manfaat, dan potensi limbah ikan. Setelah penyuluhan: Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan di semua aspek, termasuk potensi limbah ikan menjadi pupuk bernilai ekonomi. Sebelum pelatihan: Tidak ada peserta yang mengetahui bahan, proses, atau nilai ekonomis pupuk dari limbah ikan. Setelah pelatihan: Semua peserta memahami dan mampu menjelaskan bahan, teknik fermentasi, waktu penggunaan, dan manfaat ekonomisnya.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Tanjung Baru Nomi Noviani; Dian Habibie; Rahmat Suryanto Pirngadi
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6857

Abstract

Dinamika pertanian saat ini yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dengan penguatan SDGs, melalui pertanian yang berkelanjutan dan di kaitkan dengan ekonomi pertanian yang membahas secara luas bagaimana peningkatan pendapatan petani, terutama petani yang mempunyai lahan yang sempit, dengan mengacu kepada ASTA CIPTA no.6. membahas bagaimana cara meningkatakann pendapatan dalam bidang pertanian dengan mengarah kepada ekonomi pertanian secara berkelanjutan dan luas. Sehingga para petani dengan luas lahan yang sempit melalui penelitian ini dapat menjadi acuan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa, Untuk mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis mendalam terhadap usahatani padi organik Desa Tanjung Baru mengungkapkan profil petani yang matang (usia 30-50 th, pengalaman 18-20 th) dengan lahan 3 hektar yang sesuai. Transisi dari konvensional ke organik menunjukkan perbaikan signifikan: pergeseran struktur biaya dengan penurunan input eksternal 80-85% dan peningkatan tenaga kerja, tetapi tetap menguntungkan dengan R/C ratio 2,14 dan B/C ratio 1,80. Variabilitas produksi sangat rendah (CV=3,87%), menunjukkan homogenitas tinggi dalam penerapan SOP organik antar petani. Analisis regresi berganda mengidentifikasi dosis kompos (β=+0,850), luas lahan (β=+1,200), dan bibit (β=+0,095) sebagai faktor penentu utama dengan R²=0,762. Analisis SWOT menunjukkan posisi internal kuat (IFE=4,90) dan eksternal dinamis (EFE=5,75), memposisikan strategi pada Kuadran I (Growth). Strategi SO prioritas adalah sertifikasi organik kolektif + penetrasi niche market (urban consumers 30%, B2B institutional 40%, D2C online 30%), meningkatkan pendapatan +39,5% melalui penerimaan rata-rata Rp 10.879/kg. Peningkatan farmer's share dari 50-60% menjadi 75-80% melalui multi-channel marketing, infrastruktur pascapanen optimal (reduksi losses 15%→5%, tambah Rp 14 juta/musim), dan hilirisasi produk (margin +30-150%, tambah Rp 62,65 juta/musim) menciptakan ekosistem agribisnis berkelanjutan.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIANJUR MULA MULA KABUPATEN SAMOSIR Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila; Reyza Suwanto Sitorus; Hilda Julia; Nursamsi; Rahmat Suryanto Pirngadi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1702

Abstract

Keberlanjutan usahatani merupakan aspek penting dalam pembangunan pertanian karena dipengaruhi oleh faktor- faktor keberlanjutan. Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, sebagai salah satu sentra budidaya bawang merah, masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kondisi empiris di lapangan yang didukung oleh berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani bawang merah dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga bawang merah dan biaya usahatani), faktor sosial (penyerapan tenaga kerja dan motivasi petani), faktor ekologi (kondisi tanah dan irigasi air), serta faktor kelembagaan (keikutsertaan penyuluhan dan kelompok tani). Sinergi antar faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, kapasitas petani, efisiensi usaha, serta mendukung keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir.
THE ANALISIS SUPPLY CHAIN BERAS ORGANIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Abdul Rahman Cemda; Rahmat Suryanto Pirngadi; Liona Laksa
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6531

Abstract

Serdang Bedagai is the largest organic rice producing district in Sumatra Utara. The largest producer of organic rice in North Sumatra Province, the increase in production of organic rice in Serdang Bedagai Regency is directly proportional to the increase in organic rice land area. Increased consumer demand for organic rice does not mean that farmers get greater profits, because there are several market players in the process of distributing organic rice to consumers. The purpose of this study is to determine the pattern of marketing marketing channels, marketing functions, profit margins received by each marketing actor as well as Farmer's Share. and Farmer's Share of the organic rice supply chain in Serdang Bedagai Regency. This research uses a descriptive qualitative analysis approach with a snowball sampling method. The results of this study found that there are four patterns of organic rice marketing channels in Serdang Bedagai Regency. The functions of organic rice marketing institutions in Serdang Bedagai Regency consist of the functions of buying, selling, drying, milling, weighing, packaging and transport. In channel 1 there is no marketing margin, because farmers directly sell organic rice to consumers with the Farmer's, share value of 100%. In marketing channel 2, the marketing margin of Rp. 7,000/Kg with a Farmer's Share value of 48.1%. In marketing channel 3, the marketing margin is Rp. 2,500/Kg with a Farmer's Share value of Share value of 40.6%, and in marketing channel 4 the marketing margin is Rp. 4,500/Kg with a Farmer's Share value of 36.1%.