Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Multidimensional Scalling untuk Keberlanjutan Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir Siregar, Aflahun Fadhly; Salsabila; Pirngadi, Rahmat Suryanto
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shallots have been a prime commodity in North Sumatra. The well-known cultivation center for shallots in North Sumatra is around Lake Toba, located at an altitude of 900 to 2000 meters above sea level, specifically in Samosir Regency. Sianjur Mulamula District is one of the main shallot-producing areas in Samosir Regency. This study aims to identify the factors affecting the sustainability of shallot farming and assess the sustainability status of shallot farming in Sianjur Mulamula District, Samosir Regency. The research method employed is Multi-Dimensional Scaling (MDS), evaluated from the Ecological, Economic, Socio-Cultural, Technological, and Institutional dimensions. The analysis results show that the sustainability index of shallot farming is 49.02, indicating a less sustainable condition. Further analysis identifies several sensitive attributes influencing the sustainability of shallot farming based on different dimensions. In the ecological dimension, the sensitive attributes include land suitability, land compatibility, and land potential. In the economic dimension, price is a key factor affecting sustainability. Meanwhile, the social dimension highlights the importance of family participation in the farming process. In the technological dimension, the processing industry is a significant sensitive attribute, and in the institutional dimension, extension activities play a crucial role in supporting sustainability. These findings are expected to provide recommendations for developing more sustainable policies and practices in shallot farming.
SOSIALISASI PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT DALAM KEGIATAN USAHA TANI BERKELANJUTAN DI SMK NEGERI 1 RUNDENG Pirngadi, Rahmat Suryanto
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1968

Abstract

Jumlah lahan gambut di Indonesia saat ini mencapai 22,5 juta hektar. Bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia saat ini memaksa masyarakat mulai melakukan aktivitas pertanian di atas lahan gambut. SMK Negeri 1 Rundeng adalah sebuah sekolah menegah kejuruan yang berada di kecamatan Rundeng Kota Subulussalam provisnsi Aceh. Sebagian besar kecamatan Rundeng terdiri dari lahan gambut. Lahan gambut di kecamatan Rundeng telah mengarah pada kerusakan akibat dari kegiatan pertanian yang dilakukan oleh petani dengan cara mengeringkan air diatas permukaan lahan gambut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kepahaman kepada siswa SMK Negeri 1 Rundeng tentang bagaimana pengelolaan lahan gambut dalam kegiatan usaha tani berkelanjutan. Dalam kegiatan sosialisasi, materi yang disampaikan meliputi , partama : menyampaikan meteri dari definisi lahan gambut, kedua : menyampaikan materi fungsi dari  lahan gambut dan ketiga : manyampaikan cara melakuakan kegiatan usaha tani yang benar diatas lahan gambut. Dari hasil sosialisasi didapatkan bahwa pertama : sebelum dilakukan sosialisasi, sebagian besar siswa tidak mengetahui apa definisi dari lahan gambut, dan setelah dilakukan sosialisasi seluruh siswa mengetahui definisi dari lahan gambut, kedua : sebelum dilakukan sosialisasi, para siswa tidak mengetahui fungsi dari lahan gambut, dan setelah dilakukan sosialisasi, seluruh siswa mengetahui tentang fungsi dasar dari lahan gambut yaitu terutama sebagai cadangan karbon dan cadangan air, ketiga : sebelum dilakukannya sosialisasi, siswa tidak mengetahui tentang cara bertani yang benar diatas lahan gambut, setelah dilakuan sosialisasi, siswa mulai mngerti tentang bagai mana cara Bertani yang benar diatas lahan gambut, terutama dalam mempertahankan air gambut serta tidak melakukan pembakaran dalam pembersihan lahan pertanian
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Jasa Teknologi Penggilingan Padi Berjalan Di Kecamatan Samadua Pirngadi, Rahmat Suryanto; Cemda, Abdul Rahman; S, Nomi Noviani
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v5i1.2566

Abstract

Salah satu bentuk modernisasi penggilingan padi adalah munculnya penggilingan padi berjalan. Jasa teknologi penggilingan padi berjalan merupakan bentuk dari adanya perubahan sosial yang dulunya hanya menetap, para pelanggan datang bila ingin menggunakan jasa teknologi penggilingan paditersebut, kini seiring perubahan zaman dan kemajuan teknologi alat penggilingan padi pun dapat dipindah-pindahkan tempatnya sesuai dengan lokasi pelanggan yang ingin menikmati jasa penggilingan padi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kepuasan konsumen terhadap jasa teknologi penggilingan padi berjalan yang ada di kecamatan Samadua kabupaten Aceh Selatan. Metode dalam penelitian ini mengguankan metode analisis deskriptif kualitatif, dengan menilai empat variabel kepuasan konsumen. Hasil penelitian didapatkan bahwa respon konsumen pada variabel kualitas pelayanan 75% respon konsumen merasa puas dan 25% respon konsumen merasa tidak puas. Pada variabel kepuasan konsumen terhadap hasil 90% respon konsumen merasa puas dan 10% respon konsumen merasa tidak puas. Pada variabel kepuasan konsumen terhadap harga, 100% respon konsumen merasa puas terhadap harga jasa teknologi penggilingan padi berjalan yang ada di kecamatan Samadua. Pada variabel kualitas dalam mengakses jasa, 70% konsumen membarikan respon puas dan 30 % konsumen memberikan respon tidak puas.
Peran Penyuluh Terhadap Keputusan Petani Padi Dalam Adopsi Teknologi Combine Harvester Di Kecamatan Labuhan Deli Pirngadi, Rahmat Suryanto; Gurning, Riris Nadia Syafrilia
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i1.3107

Abstract

Tingginya permintaan beras dikalangan konsumen sering kali tidak seimbang dengan produksi padi yang dihasilkan ditingkat petani yang ada di Indonesia. Rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh petani padi sawah menjadi salah satu faktor rendahnya hasil produksi padi dalam negeri. Tinggi rendahnya tingkat adospi teknologi oleh petani padi sawah tidak terlepas dari peran penting tenaga penyuluh pertanian dalam memperkenalkan teknologi kepada petani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran penyuluh terhadap keputusan petani padi sawah dalam mengadopsi teknologi combine harsverter di Kecamatan Labuhan Deli. Untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini menggunakan metode survey, dimana 145 responden memberikan penilaian terhadap lima peran penyuluh yang terdiri dari sepuluh indikator. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa peran penyuluh sebagai motivator mendapatkan nilai persentase sebesar 78% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai edukator mendapatkan nilai sebesar 68% dengan kategori penilaian baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai komunikator mendapatkan nilai sebesar 66% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester. Peran penyuluh sebagai fasilitator mendapatkan nilai 52% dengan kategori penilaian sangat baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester dan peran penyuluh sebagai organisator mendapatkan nilai sebesar 57% dengan kategori penilaian baik dalam mempengaruhi keputusan petani padi untuk adopsi teknologi combine harvester di Kecamatan Labuhan Deli.
Hijrah Sehat Bersama Kelor: Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Kelor Untuk Kesejahteraan Keluarga Noviani, Nomi; Wahyuni, Sri; Habibie, Dian; Sugiar, Sugiar; Pirngadi, Rahmat Suryanto
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2343

Abstract

Dalam konteks ekonomi, pemanfaatan kelor dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap pangan berkualitas. Penelitian mengungkapkan bahwa Moringa oleifera dapat menjadi komoditas yang bernilai tinggi, baik sebagai sumber makanan maupun sebagai bahan baku obat tradisional. Metode penelitian yang akan digunakan dalam program "Hijrah Sehat Bersama Kelor" berfokus pada pendekatan multidisiplin yang mencakup analisis biologi, pemberdayaan masyarakat, dan kajian kebudayaan. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi dan memaksimalkan pemanfaatan Moringa oleifera sebagai sumber daya alami untuk mendukung kesejahteraan keluarga dalam konteks kesehatan, gizi, dan ekonomi. Hasil dan pembahasan yang disampaikan menunjukkan bahwa program "Hijrah Sehat Bersama Kelor" telah berhasil meningkatkan pengetahuan, pola konsumsi, dan keberdayaan ekonomi masyarakat. Moringa oleifera terbukti menjadi sumber daya penting yang memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. Dengan dukungan lebih lanjut dan keterlibatan aktif masyarakat, potensi Moringa sebagai solusi gizi dan ekonomi menjadi sangat menjanjikan.
Pemasaran Dan Distribusi Produk Agribisnis Padi Sawah (Oryza sativa L.) S, Nomi Noviani; Wahyuni, Sri; Habibie, Dian; Pirngadi, Rahmat Suryanto
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12118

Abstract

Indonesia memiliki berbagai subsektor pertanian seperti pertanian rakyat, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan,. Dimana untuk tanamana padi sawah merupakan subsektor tanaman pangan. sangat vital sebagai bahan pokok dan sumber karbohidrat utama bagi penduduk Indonesia. Tujuan penelitian yang tercantum dalam makalah ini adalah untuk menggambarkan pola distribusi dan strategi pemasaran agribisnis padi sawah serta menganalisis faktor-faktor produksi padi dan menganalisis marjin pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana jalur distribusi, biaya pemasaran, dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi kesejahteraan petani dan efisiensi rantai pemasaran padi. Meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dan memastikan ketahanan pangan. Pada masa panen raya, tantangan dalam pemasaran muncul, termasuk mekanisme penetapan harga dan permasalahan distribusi. Kebijakan harga dasar gabah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memotivasi petani agar tetap bergairah dalam Bertani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis marjin pemasaran dan biaya produksi, sedangkan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan pola distribusi dan strategi pemasaran. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara
THE ANALISIS SUPPLY CHAIN BERAS ORGANIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Cemda, Abdul Rahman; Pirngadi, Rahmat Suryanto; Laksa, Liona
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6531

Abstract

Serdang Bedagai is the largest organic rice producing district in Sumatra Utara. The largest producer of organic rice in North Sumatra Province, the increase in production of organic rice in Serdang Bedagai Regency is directly proportional to the increase in organic rice land area. Increased consumer demand for organic rice does not mean that farmers get greater profits, because there are several market players in the process of distributing organic rice to consumers. The purpose of this study is to determine the pattern of marketing marketing channels, marketing functions, profit margins received by each marketing actor as well as Farmer's Share. and Farmer's Share of the organic rice supply chain in Serdang Bedagai Regency. This research uses a descriptive qualitative analysis approach with a snowball sampling method. The results of this study found that there are four patterns of organic rice marketing channels in Serdang Bedagai Regency. The functions of organic rice marketing institutions in Serdang Bedagai Regency consist of the functions of buying, selling, drying, milling, weighing, packaging and transport. In channel 1 there is no marketing margin, because farmers directly sell organic rice to consumers with the Farmer's, share value of 100%. In marketing channel 2, the marketing margin of Rp. 7,000/Kg with a Farmer's Share value of 48.1%. In marketing channel 3, the marketing margin is Rp. 2,500/Kg with a Farmer's Share value of Share value of 40.6%, and in marketing channel 4 the marketing margin is Rp. 4,500/Kg with a Farmer's Share value of 36.1%.
Analisis Pendapatan Petani Padi Organik dan Pendapatan Petani Non Organik Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Cemda, Abdul Rahman; Pirngadi, Rahmat Suryanto; Siregar, Aflahun Fadhly
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.13641

Abstract

Indonesia is a country with a tropical climate with a high level of soil fertility, making it possible to increase production results in the agricultural sector. The concept of sustainable agriculture is an environmentally friendly agricultural concept by prioritizing environmental, social and economic aspects. Perbauangan is one of the largest organic and non-organic rice producing sub-districts in Serdang Bedagai District, where currently many farmers have slowly switched to cultivating organic rice. The problem that will be examined in this research is to analyze the income of organic and non-organic rice in Serdang Bedagai District using a case study of Perbaungan SubDistrict. Lubuk Bayas village is the village that is the research site for analyzing the income of organic rice farmers, while Melati II village is the village that is the research site for analyzing the income of non-organic rice. The analytical model used to solve this problem is using income analysis with the equation
THE ANALYSIS REVENUE OF PREMIUM MELON FRUIT FARMERS AT PUSAT PENGUMPULAN HASIL TANAMAN KEKAL PENGELUARAN MAKANAN PERADONG MALAYSIA Rahmat Suryanto Pirngadi; Farhan Aditya Sagala
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 3 No. 6 (2023): December
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v3i6.1214

Abstract

Malaysia is a country located on the equator that has a tropical climate with a high level of soil fertility that makes it possible to increase production in the agricultural sector. Where agriculture is the most substantial field in contributing to the gross domestic product of Malaysia. Peradong Food Produce Collection Center is an agricultural institution managed by the Department of Agriculture of the State of Malaysia located in Peradong. Peradong is one of the Districts in Kuala Terengganu, Terengganu Province, Malaysia. This institution focuses on increasing innovation in agriculture, especially peremium melon plants by establishing 16 greenhouses for melon plant cultivation with 4 assisted farmers. The research location was carried out at the Peradong Food Expenditure Perennial Crops Collection Center with the sampling technique carried out by the census method. The analysis model used in solving this problem is using income analysis with the equation ???? = ???????? - ????????. From the results of the analysis, it was found that the net income earned by assisted farmers from the cultivation of premium melon farming at the Peradong Food Expenditure Perishable Crops Collection Center was RM 16,058 / MT / farmer.
SOSIALISASI KONSEP PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA NAMO MIRIK Suryanto Pirngadi, Rahmat; Rahman Cemda, Abdul; Harahap, Mailina; Rahmadani Manik, Juita; Trisna Mei Br Kabeakan, Nana; Fadhly Siregar, Aflahun
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1372-1382

Abstract

Desa Namo Mirik salah satu desa yang berada di kecamatan Kuta Limbaru kabupaten Deli Serdang, dimana desa ini memiliki potensi kawasan pertanian, terutama dalam budidaya jagung. Praktek budidaya tanaman jagung di desa Namo Mirik masih jauh dari konsep pertanian berkelanjutan. Tujuan dilakukan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam praktek pertanian berkelanjutan seperti perlindungan daerah tangkapan air, peningkatan interaksi sosial antar petani serta antar kelompok tani serta peingkatan keinginan petani dalam mengadopsi teknologi untuk kegiatan usaha tani jagung dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Dari hasil sosialisasi didapatkan bahwa, terdapat peningkatan pengetahuan petani sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi dimana sebelum dilakukannya sosialisasi tingkat pengetahuan petani dari tiga topik sosialisasi paling tinggi 26-50% sementara setelah dilakukan sosialisasi tingkat pengetahuan petani meningkat menjadi 76-100%.