Untung Joko Cahyono
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengelolaan Ruang Publik Di Sekitar Persimpangan Jalan Untung Joko Cahyono
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.979 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.5

Abstract

Persimpangan jalan adalah tempat strategis yang sering memiliki conflict of interests yang sangat tinggi. Masyarakat, pemerintah/penguasa dan pengusaha dengan berbagai cara berusaha memanfaatkan tempat tersebut sesuai dengan keinginan dan persepsinya. Tulisan ini bertujuan menyoroti pemanfaatan ruang publik di sekitar persimpangan, dengan mengambil kasus beberapa persimpangan di Surakarta dan sekitarnya. Keruwetan dan kekacauan lalulintas sering terjadi, sehingga kenyamanan dan keamanan berlalu lintas sangat terganggu, terutama bagi pejalan kaki. Begitu juga secara visual, kota juga menjadi tidak indah dan tidak menyenangkan. Di persimpangan jalan selain terdapat jalur kendaraan, jalur pejalan kaki, penunjuk arah dan alat pengatur lalulintas, sering juga terdapat gardu jaga polisi/ormas, pkl, tempat istirahat, pangkalan becak/taksi, parkir, patung, monument, tugu, gapura, dan iklan outdoor. Perlu adanya penanganan yang serius mengenai ruang publik di sekitar persimpangan jalan dengan melibatkan masyarakat agar lebih memahami dan mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran lalulintas serta keindahan kota. Aspek perilaku secara societal perlu diperhatikan dan di terapkan dalam pengelolaan ruang kota yang sangat penting ini.Kata Kunci: persimpangan jalan, aksesibilitas, keindahan kota
Penguatan Kampung Iklim Baluwarti melalui Pemanfaatan Energi Surya untuk Penerangan Kawasan Heritage Pramesti, Leny; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi; Cahyono, Untung Joko; Mustaqimah, Ummul
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1153

Abstract

Kawasan heritage Baluwarti di Surakarta memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun belum didukung oleh sistem pencahayaan malam hari yang mampu menampilkan karakter arsitektur tradisional sebagai daya tarik visual. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas visual malam hari melalui penerapan sistem pencahayaan arsitektural bertenaga surya yang efisien, kontekstual, dan berkelanjutan. Sistem ini dirancang menyala otomatis dari senja hingga fajar tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN, dengan memanfaatkan panel surya monokristalin dan lampu LED hemat energi. Pelaksanaan dilakukan secara partisipatif bersama warga dan pemerintah kelurahan, dimulai dari survei, diskusi kelompok, hingga instalasi di titik-titik strategis. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas, rasa aman, dan nilai estetika kawasan di malam hari. Inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDGs-11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan dapat direplikasi sebagai model integratif antara teknologi ramah lingkungan dan pelestarian kawasan cagar budaya.
Pengelolaan Ruang Publik Di Sekitar Persimpangan Jalan Cahyono, Untung Joko
RUAS Vol. 10 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.5

Abstract

Persimpangan jalan adalah tempat strategis yang sering memiliki conflict of interests yang sangat tinggi. Masyarakat, pemerintah/penguasa dan pengusaha dengan berbagai cara berusaha memanfaatkan tempat tersebut sesuai dengan keinginan dan persepsinya. Tulisan ini bertujuan menyoroti pemanfaatan ruang publik di sekitar persimpangan, dengan mengambil kasus beberapa persimpangan di Surakarta dan sekitarnya. Keruwetan dan kekacauan lalulintas sering terjadi, sehingga kenyamanan dan keamanan berlalu lintas sangat terganggu, terutama bagi pejalan kaki. Begitu juga secara visual, kota juga menjadi tidak indah dan tidak menyenangkan. Di persimpangan jalan selain terdapat jalur kendaraan, jalur pejalan kaki, penunjuk arah dan alat pengatur lalulintas, sering juga terdapat gardu jaga polisi/ormas, pkl, tempat istirahat, pangkalan becak/taksi, parkir, patung, monument, tugu, gapura, dan iklan outdoor. Perlu adanya penanganan yang serius mengenai ruang publik di sekitar persimpangan jalan dengan melibatkan masyarakat agar lebih memahami dan mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran lalulintas serta keindahan kota. Aspek perilaku secara societal perlu diperhatikan dan di terapkan dalam pengelolaan ruang kota yang sangat penting ini.Kata Kunci: persimpangan jalan, aksesibilitas, keindahan kota
TRANSFORMASI RUMAH JAWA: MENYIASATI PERUBAHAN IKLIM MELALUI ADAPTASI ARSITEKTURAL LOKAL Daryanto, Tri Joko; Musyawaroh, Musyawaroh; Cahyono, Untung Joko
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104429

Abstract

Perubahan iklim global menuntut adaptasi dalam banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah arsitektur. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana rumah-rumah Jawa di Laweyan, Surakarta, menanggapi perubahan iklim dengan melakukan modifikasi terhadap sistem pencahayaan dan penghawaan untuk meningkatkan efisiensi energi serta kenyamanan termal. Fokus penelitian adalah pada adaptasi dari fungsi awalnya sebagai tempat tinggal menjadi lokasi komersial, yang membutuhkan penyesuaian desain yang substansial untuk memenuhi kebutuhan baru tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini memetakan berbagai pola adaptasi yang diintegrasikan dalam desain rumah- rumah tersebut, dengan mempertimbangkan pelestarian nilai-nilai kultural selain memenuhi fungsi fungsionalnya. Analisis dari lima sampel rumah yang telah mengalami modifikasi signifikan menunjukkan bahwa perubahan dalam arsitektur bukan hanya memenuhi fungsi baru, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi budaya yang lebih luas yang bertujuan untuk mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip desain lokal dapat direnovasi untuk menghadapi tantangan global sambil masih mempertahankan identitas kultural dan historis. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang adaptasi iklim dalam arsitektur tradisional, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, fungsionalitas, dan identitas kultural. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa, menunjukkan pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan kultural resonan. Ini mendemonstrasikan pentingnya mengadaptasi praktek arsitektur dalam menghadapi perubahan iklim, sambil tetap menghargai dan memelihara warisan budaya.