Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Kebijakan RTRW pada Zonasi Fungsi Ruang di Lingkungan Sekitar Pasar Silir Semanggi Pasca Alih Fungsi Lahan Putryana, Oktavia; Marlina, Avi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i1.22168

Abstract

Zonasi fungsi ruang perkotaan merupakan suatu bentuk pengendalian fungsi ruang dalam suatu wilayah guna tercapai pola peruntukan fungsi ruang yang lebih tertata dan efisien.  Namun demikian, zonasi saat ini mulai mengalami pergeseran menuju pada dominasi kegiatan perekonomian yang lebih memberikan kontribusi besar dalam proses terbentuknya zonasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan zonasi fungsi ruang di lingkungan Pasar Silir sebagai implementasi RTRW Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui penyandingan zona fungsi ruang di bagian utara, selatan, barat, timur Pasar Silir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zonasi fungsi ruang pada dasarnya terbentuk akibat dari adanya kebijakan RTRW kota. Namun dalam pengembangannya zonasi fungsi ruang dalam suatu wilayah dapat terbentuk akibat adanya penyebab dari luar individu (ekstern) yang terdiri atas adanya pasar sebagai pusat perekonomian, lokasi strategis wilayah, kepemilikan lahan pribadi, sistem retribusi terkait, dan adanya ruang-ruang yang belum dapat termanfaatkan. Sedangkan dari individu pribadi (intern) disebabkan oleh kecenderungan usia produktif, kepemilikan modal dan kemampuan/ keahlian masing-masing individu. Keywords : zoning, implementasi rtrw, pasar semanggi 
Hierarki Gerbang pada Bangunan Cina di Lasem Wijayanti, Ratna; Muqoffa, Mohamad; Marlina, Avi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tinggal didesain sedemikian rupa sehingga menjadi simbol jati diri dari pemilik rumah. Dalam simbolisasi bangunan suatu masyarakat tradisional, elemen-elemen bangunan memiliki makna khusus yang diakui sebagai elemen penting untuk kekuatan dan stabilitas bangunan. Orang Cina memiliki perhatian khusus dalam mendesain gerbang sebagai simbolisasi status sosialnya. Perbedaan status sosial tersebut diwujudkan dengan perbedaan gaya gerbang, ukuran, bentuk atap, warna, material dan ornamen yang terdapat pada gerbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui hierarki dari gerbang Cina yang berada di Lasem. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hierarki gerbang pada bangunan Cina di Lasem memiliki tingkatan tertentu disetiap bangunan, dengan ditemukannya rumah gerbang untuk strata sosial dan financial yang lebih tinggi, sedangkan gerbang Ruyi untuk strata sosial yang lebih rendah.
Pelatihan Pembuatan Diversifikasi Produk Berbahan Tanah Liat untuk Pengrajin Genting Desa Wirun Mojolaban Sukoharjo Kumoro W, Agung; Musyawaroh, Musyawaroh; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1133

Abstract

Pengrajin genting merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat Desa Wirun, dengan lebih dari 70 pengrajin yang tersebar di Dusun Kebak, Mertan, Ngambak Kalang, dan Godekan. Sejak awal abad ke-19, usaha ini telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengrajin kini menghadapi berbagai kendala, seperti sulitnya bersaing dengan produk genting modern serta ketergantungan produksi pada musim hujan yang sering menghambat kegiatan usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan pengrajin dalam mengembangkan diversifikasi produk berbahan dasar tanah liat, seperti batu bata tempel dan terakota, guna menjaga keberlanjutan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi edukatif dan pelatihan teknis yang difokuskan pada pengembangan keterampilan baru dan peningkatan ragam produksi. Keberhasilan program dinilai dari bertambahnya jenis produk yang dihasilkan, partisipasi aktif para pengrajin, serta keterlibatan pihak-pihak terkait seperti aparatur desa, BUMDes, dan mahasiswa. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk diversifikasi berupa batu bata tempel dan terakota, serta tingginya partisipasi dari pengrajin, pemangku kepentingan desa, BUMDes, dan mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini berhasil mendukung peningkatan daya saing produk lokal dan keberlanjutan ekonomi berbasis potensi tanah liat di Desa Wiru
Penguatan Kampung Iklim Baluwarti melalui Pemanfaatan Energi Surya untuk Penerangan Kawasan Heritage Pramesti, Leny; Daryanto, Tri Joko; Marlina, Avi; Cahyono, Untung Joko; Mustaqimah, Ummul
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1153

Abstract

Kawasan heritage Baluwarti di Surakarta memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun belum didukung oleh sistem pencahayaan malam hari yang mampu menampilkan karakter arsitektur tradisional sebagai daya tarik visual. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas visual malam hari melalui penerapan sistem pencahayaan arsitektural bertenaga surya yang efisien, kontekstual, dan berkelanjutan. Sistem ini dirancang menyala otomatis dari senja hingga fajar tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN, dengan memanfaatkan panel surya monokristalin dan lampu LED hemat energi. Pelaksanaan dilakukan secara partisipatif bersama warga dan pemerintah kelurahan, dimulai dari survei, diskusi kelompok, hingga instalasi di titik-titik strategis. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas, rasa aman, dan nilai estetika kawasan di malam hari. Inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDGs-11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan dapat direplikasi sebagai model integratif antara teknologi ramah lingkungan dan pelestarian kawasan cagar budaya.
Model Bait Suci Yerusalem dan Penerapannya dalam Arsitektur Spiritual Rumah Retret Kristen Natania, Stefani Ester; Santo, Joseph Christ; Marlina, Avi
Angelion Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i2.1039

Abstract

This study aims to discuss the model of the Jerusalem Temple in the Old Testament and its relevance to the concept of spiritual architecture in the design of Christian Retreat Houses. The temple itself is understood to be arranged into three areas or space zones, namely the court, the holy room, and the most holy room. When associated with the approach of spiritual architecture, this model reflects the spiritual journey of man from the profane zone to the sacred zone closer to God. The method used is qualitative descriptive qualitative based on literature, by collecting and processing data in the form of Bible, books, and articles to deepen the discussion. Through the study of theological literature and architectural theory, this study examines how aspects of the site, space, ornaments, and furnishings of the Temple can be applied to a Christian Retreat House that is contextual and appropriate today. The results of this study show that the integration between Temple model and spiritual architectural principles can provide a design framework concept for the design of Christian Retreat Houses. The results of this research are expected to contribute to religious architecture in Indonesia, as well as provide a conceptual approach that is in accordance with the teaching of the Christian faith. Penelitian ini bertujuan untuk membahas model Bait Suci Yerusalem dalam Perjanjian Lama dan relevansinya terhadap konsep arsitektur spiritual pada perancangan Rumah Retret Kristen. Bait Suci sendiri dipahami tersusun menjadi tiga area atau zona ruang, yaitu pelataran, ruang kudus, dan ruang maha kudus. Jika dikaitkan dengan pendekatan arsitektur spiritual, model ini mencerminkan perjalanan spiritual manusia dari zona profan menuju ke zona sakral yang lebih dekat dengan Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berdasarkan literatur, dengan mengumpulkan dan mengolah data yang berupa Alkitab, buku, dan artikel untuk memperdalam pembahasan. Melalui kajian literatur teologis dan teori arsitektural, penelitian ini mengkaji bagaimana aspek tapak, ruang, ornamen, dan perabot pada Bait Suci dapat diterapkan ke dalam sebuah Rumah Retret Kristen yang kontekstual dan sesuai pada masa kini. Hasil dari kajian ini menunjukkan integrasi antara model Bait Suci dan prinsip arsitektur spiritual dapat memberikan konsep kerangka desain pada perancangan Rumah Retret Kristen. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi arsitektur religius di Indonesia, sekaligus memberikan pendekatan konseptual yang sesuai dengan pengajaran iman Kristen.