Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENDAPATAN USAHATANI PADI DENGAN VARIETAS INPARI 32 DI KELOMPOK TANI GANGSA 1 Dety Sukmawati; Jaka Sulaksana; Ida Marina; Faliq Aghna Harkhan
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v1i2.248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalh guna mengetahui pendapatan petani di kelompok tani Gangsa 1 yang terletak di Desa Jatitengah Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Desember 2016 sampai dengan Agustus 2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian wawancara terhadap responden petani. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Rata-rata biaya produksi pada usahatani padi per luas Rp. 8.478.400/ha. Rata-rata hasil produksi adalah sebanyak 4.900/kg, dan rata-rata pendapatan petani responden adalah sebesar Rp. 13.571.600/ha.
PENGARUH PERAN PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO: THE INFLUENCE OF THE ROLE OF AGRICULTURAL EXTENSION AGAINST THE USE OF THE JAJAR LEGOWO PLANTING SYSTEM Siti Aisyah; Izzal Taufik Nursalam; Kosasih Somantri; Jaka Sulaksana
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v2i1.249

Abstract

Penyuluhan pertanian adalah proses menginformasikan kepada masyarakat (petani) tentang segala sesuatu yang “belum (jelas) diketahui” dalam rangka meningkatkan/menerapkan produksi dan pendapatan/keuntungan melalui proses pembangunan pertanian. Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani se Kecamatan Cigasong, Kabupaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penyuluhan pertanian terhadap tingkat penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai teknik penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian berdampak pada tingkat pemanfaatan sistem pertanian jajar legowo. Hal ini karena dalam penyuluhan pertanian berfungsi sebagai pertukaran informasi dengan petani, proses informasi dan perubahan perilaku petani sesuai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. 49 orang atau 69% dinilai tinggi dan 22 orang atau 31% dinilai rendah.
VALUASI EKONOMI AGROWISATA SITU BOlANG (Suatu Kasus di Desa Jatisura Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu) Dede Cahyana; Jaka Sulaksana; Dinar Dinar; Ida Marina
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v1i1.2759

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi saat ini tidak terlepas dari aktivitas pembangunan yang ingin dicapai. Pembangunan di waktu lalu hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, namun tidak berkelanjutan secara lingkungan. Salah satu pembangunan berkelanjutan yang digunakan untuk memanfaatkan sumberdaya lingkungan adalah pembangunan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya perjalanan dan fasilitas terhadap tingkat kunjungan wisata, serta untuk menganalisis nilai ekonomi Agrowisata Situ Bolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Travel Cost Method (TCM) dengan sampel 60 responden dari pengunjung wisata. Penilaian ekonomi tidak langsung dengan metode Travel Cost Method (TCM) atau berdasarkan biaya perjalanan wisatawan. Hasil penelitian (l) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel biaya perjalanan dan fasilitas terhadap tingkat kunjungan wisata; (2) nilai total ekonomi Agrowisata Situ Bolang sebesar Rp l0.904.089.075/tahun. Merekomendasikan untuk tidak menaikan harga tiket masuk dan melakukan; (l) perbaikan akses jalan, fasilitas seperti toilet dan tempat sampah; (2) penambahan pohon rindang, wastafel cuci tangan dan unit cek suhu; melakukan promosi
ANALISIS USAHATANI SALAK ORGANIK DAN ANORGANIK Obi Nurhidayat; Sri Ayu Andayani; Jaka Sulaksana
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v1i1.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya usahatani salak organik dan anorganik serta perbandingan pendapatan antara petani salak organik dan anorganik. Penelitian ini dilakukan di Desa Indrakila Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Waktu penelitian dari bulan oktober sampai desember 2018. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Penentuan responden dilakukan dengan cara sensus, dengan jumlah 46 orang yang terdiri 12 petani salak pengguna pupuk organik dan 34 petani salak pengguna pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan struktur biaya antara budidaya salak organik dan anorganik dalam satu tahun tanam yaitu, total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak organik sebesar Rp.10.590.271,-/luas lahan atau Rp. 59.581.383,-/ha dan total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak anorganik sebesar Rp 12.000.309,-/luas lahan atau Rp. 69.020.529,-/ha. Total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak organik lebih rendah dibandingkan dengan total biaya budidaya salak anorganik. Hal ini disebabkan perbedaan penggunaan pupuk serta tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan usahatani salak organik maupun anorganik. Pendapatan usahatani salak organik dan usahatani salak anorganik sama-sama menguntungkan, namun jika dilihat dari nilai R/C rasio atas biaya total usahatani salak organik lebih tinggi jika dibandingkan usahatani salak anorganik yaitu sebesar 2,38,-/luas lahan dan 2,37 ,-/ha sedangkan usahatani salak anorganik sebesar 2,34,-/luas lahan dan 2,33,-/ha. Perbedaan nilai R/C rasio tersebut dikarenakan penggunaan biaya pada usahatani salak organik lebih efisien jika dibandingkan dengan usahatani salak anorganik.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN DODOL: DODOL PROCESSING BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY Aninda Mulya Perdanawati; Kosasih Sumantri; Jaka Sulaksana
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v2i1.5875

Abstract

Dodol merupakan salah satu pengolahan Agroindustri lanjutan yang dikembangkan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah produk, meningkatkan inovasi produk, serta meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha, baik yang berupa individu maupun kelompok usaha kecil dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai strategi pengembangan usaha bagi UMKM agar memiliki daya saing dan tetap bertahan dipasaran. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif, analisis SWOT, dan QSPM. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa total skor dengan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) yaitu sebesar 3.62 dan Eksternal Factor Evaluation (EFE) yaitu sebesar 3.36, serta matriks Internal dan Eksternal (IE) berada pada sel 1 yang menunjukkan posisi perusahaan berada dalam area growth and build. Alternatif Strategi Matriks SWOT menghasilkan 19 Strategi, dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah Mengembangkan usaha pengolahan dodol, membuat inovasi kemasan baru yang lebih modern dengan merubah tampilannya, serta mempertahankan mutu produk dengan stabil.
Alternatif Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Untuk Keberlanjutan Usaha Kelompok Tani Mahpud Iwan; Ida Marina; Jaka Sulaksana
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v2i2.6766

Abstract

Pemerintah membentuk program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang bertujuan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan melalui unsur ketersediaan pangan dan aksesibilitas masyarakat. Program ini menjembatani agar harga gabah ditingkat petani tidak anjlok dan harga beras ditingkat konsumen tidak tinggi. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Mukti Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Ukuran sampel ditentukan secara sengaja sebanyak 15 orang diantaranya adalah pengurus aktif PUPM dan stakeholder. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan utama yaitu hubungan baik dengan petani, kelemahan utama yaitu keterbatasan sumber daya, peluang utama yaitu peningkatan permintaan beras dan ancaman utama yaitu fluktuasi harga. Hasil analisis SWOT diketahui bahwa kondisi usaha yang dilakukan berada pada fase pertumbuhan dengan strategi utama yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas beras.
Review Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian Sebagai Sarana Pengabdian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Jaka Sulaksana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5411

Abstract

Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian adalah salah program atau kegiatan yang digagas oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan tujuan sebagai pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki oleh para penyuluh pertanian, termasuk di dalamnya adalah para penyuluh PNS, para calon penyuluh (penyuluh swadaya) dan mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian. Kegiatan Sertifikasi profesi penyuluh pertanian yang direview adalah kegiatan sertifikasi penyuluh pertanian sejak tahun 2017 sampai dengan kegiatan sertifikasi pada tahun 2023. Kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan adalah sertifikasi bagi para calon penyuluh, yaitu para penyuluh ASN dan P3K, mahasiswa Polbangtan, dan sertifikasi bagi para pengelola P4S. Uji Kompetensi yang dilaksanakan terdiri dari 6 unit kompetensi bagi level supervisor (penyuluh ASN dan P3K, dan mahasiswa Polbangtan) dan 5 unit kompetensi bagi level fasilitator (para calon penyuluh atau pengelola P4S). Hasil dari sertifikasi Sebagian besar  peserta mampu mencapai level kompeten sehingga dapat dikatakan kegiatan sertifikasi profesi penyuluh pertanian bermanfaat dalam menambah jumlah sumberdaya manusia siap pakai untuk penyuluhan pertanian.
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA ( Suatu Kasus pada Obyek Wisata di Desa Gununglarang Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka ) Jaka Sulaksana; dinar dinar; Hilman Maulana
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2235

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gununglarang Kecamatan  Bantarujeg Kabupaten Majalengka pada obyek wisata Pasir Ole-Ole mulai bulan Mei-September 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana gambaran tingkat partisipasi masyarakat dan untuk mengetahui pengaruh partisipasi terhadap kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif  kuantitatif dengan teknik penentuan responden menggunakan Purposive Sampling yaitu total sampel 42 orang, terdiri dari penjaga spot, penjaga karcis, parkir, dan pedagang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan Regresi Linear Sederhana menggunakan aplikasi SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowsiata pasir ole-ole termasuk kategori baik, seperti kontribusi, pengorganisasian dan pemberdayaan wisata misalnya penjagaan obyek wisata, pembuatan toilet dan pembaharuan spot foto. Partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dengan hasil 17,8% dan sisanya di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata Kunci      : Partisipasi masyarakat, Ekowisata, Kesejahteraan
Analisis Tingkat Kepuasan Anggota Terhadap Pelayanan Kelompok Tani Jaka Sulaksana; Dinar Dinar; Ega Syaiful Hidayat
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran pelayanan kelompok terhadap anggota dan tingkat kepuasan anggota terhadap pelayanan kelompok tani. Penelitian dilaksanakan di Kelompok tani Binangkit Desa Girimulya Kecamatan Banjaran. Hasil penelitian menunjukkan indicator/atribut kemudahan untuk menjadi anggota mendapat skor tertinggi sedangkan jumlah mesin produksi tani mendapat skor yang terendah. Skor ini didapat dari perbandingan antara kinerja (fakta) dengan harapan anggota. Indikator lainnya berada pada tingkat yang ideal yaitu di atas 80 persen. Secara total, tingkat kinerja Kelompok Tani Binangkit di Dusun Garasiang Desa Girimulya cukup memuaskan dengan rata-rata tingkat kesesuaian total 90 %. Ini menunjukan bahwa pelayanan yang di berikan sudah ideal karena idealnya tingkat kesesuaian 80%. Kata kunci :  Kepuasan anggota, pelayanan kelompok   
ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN CASCARA (Desa Lemahsugih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat) Dena Ismaya; Jaka Sulaksana; Ida Marina
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3551

Abstract

Tanaman kopi disebarkan oleh orang-orang Arab hingga menembus pasar Eropa dan Asia. perkembangan luas perkebunan dan produksi kopi di Indonesia cenderung berfluktuatif, Jika dirataratakan produktivitas kopi Indonesia dari tahun 2011-2017 sekitar 652.258 ton/tahun. Seiring dengan meningkatnya produksi kopi maka pengolahan kopi akan menghasilkan banyak limbah kulit kopi yang berdampak pada pencemaran lingkungan, Oleh karena itu, perlu sebuah terobosan baru guna mengolah limbah kopi agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis nilai pendapatan, kelayakan dan menentukan strategi pengembangan usaha pengolahan cascara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis SWOT dan QSPM. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa, Cascara dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sebanyak 29,4% dari penggunaan bahan baku sebanyak 100 kg. Perhitungan dengan menggunakan matriks IFE dan EFE diperoleh total skor sebesar 3,58 (IFE) dan 3,30 (EFE) dan pada matik matriks Grand Strategy usaha pengolahan Cascara dalam kuadran III. Alternatif strategi matriks SWOT menghasilkan tujuh strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah Melakukan pemberdayaan anggota kelompok tani untuk meningkatkan usahanya. Kata kunci: Pendapatan, Analisis SWOT, QSPM