Aep Saepudin
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Metode Talaqqi melalui Pembelajaran Hybrid pada Mata Pelajaran Tahfidz Al-Qur’an Jessieca Annisa Meygamandhayanti; Aep Saepudin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1163

Abstract

Abstract. One method of memorizing the Qur'an that is fun and suitable for children is the talaqqi method. Right now the whole world is shocked by the existence of a virus called Corona. Therefore, SD Featured Al'-Izzah Bandung carries out hybrid learning activities. Based on this phenomenon, the problems in this research are formulated as follows: (1) How is planning? (2) How is it implemented? (3) How is the evaluation and results? (4) What are the supporting and inhibiting factors?. This research uses descriptive qualitative. The data sources selected in this study were the principal, vice principal of the curriculum section, the main teacher and the companion teacher for tahfidz Qur'an. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this research is that the learning planning is guided by the rules that have been set by the module. In its implementation, it has been carried out well by using google meet for online by carrying out 7 stages and using a classical approach, and is equipped with the Qur'an. There are three types of evaluation, namely daily, mid semester, and end of semester. In the supporting and inhibiting factors, the inhibiting factors are more dominant so that the results are not optimal. Abstrak Salah satu metode menghafal Al-Qur’an yang menyenangkan dan cocok untuk usia kanak-kanak yaitu metode talaqqi. Saat ini seluruh dunia dihebohkan dengan adanya virus bernama corona. Oleh karena itu, SD Unggulan Al’-Izzah Bandung melaksanakan kegiatan pembelajaran secara hybrid. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan? (2) Bagaimana pelaksanaan? (3) Bagaimana evaluasi dan hasil? (4) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat?. Penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data yang dipilih dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru utama dan guru pendamping tahfidz Qur’an. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah dalam perencanaan pembelajaran berpedoman pada aturan yang sudah ditetapkan oleh modul. Dalam pelaksanaannya sudah terlaksana dengan baik dengan menggunakan google meet bagi online dengan melaksanakan 7 tahapan serta menggunakan pendekatan klasikal, dan dilengkapi Al-Qur’an. Dalam evaluasi terdapat tiga jenis yaitu harian, tengah semester, dan akhir semester. Dalam faktor pendukung dan penghambat lebih dominan faktor penghambat sehingga hasilnya belum maksimal.
Implikasi Pendidikan dari Qur’an Surat An-Nisa Ayat 36 tentang Etika Bertetangga terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga Azkia Rahman Kafie; Aep Saepudin; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5094

Abstract

Abstract. Human is a social being which means he needs another human being. Human cannot control his own life in daily life. As a result, humans need help of other humans. Islam has established rules and moral values for every believer, including those related to social life that ensure happiness for every Muslim. However, based on what is happening today, Muslims themselves are far from the principles that have been set by Islam. Neighbors are part of one form of life socialization. As a social being, everyone has a desire to have a neighbor. The reason is, without neighbors, the neighborhood will not be comfortable. However, having neighbors who do not know manners is also one of the causes of uncomfortable housing. The purpose of this study is to find out the opinions of Mufassir about QS. An-Nisa verse 36, to find out the Essence of QS. An-Nisa verse 36 according to Mufassir, to find out the opinions of Education experts on neighboring Ethics, to find out the Educational Implications of QS. An-Nisa verse 36 concerning Neighboring Ethics towards the Efforts to Invest Neighboring Ethics in the Family. This study uses a qualitative approach. The research is carried out by observing on certain sources, examining books, articles or others related to the title. The type of the research used is library research, which is carried out to solve a problem that basically rests on a critical and in-depth review of relevant literature materials. In obtaining data, facts and information that will complete and explain the problems in writing the thesis, the researcher uses descriptive methods. The essence of Surat An-Nisa verse 36 is: 1) a benchmark of one's faith seen from the actions of one's neighbors, 2) positioning neighbors as part of the family, and 3) good interactions in the family to build harmonious relationships among neighbors. Meanwhile for the Educational Implications of the Surah An-Nisa verse 36 concerning Neighborly Ethics on Education in the Family is that 1) people are obliged to instill a religious soul in family members, 2) families participate in community activities in the community, 3) parents and family members foster love and affection for neighbors, and 4) good neighbors are a source of happiness. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya membutuhkan manusia lainnya. Manusia tidak dapat mengontrol kehidupannya sendiri dalam sehari-hari. Akibatnya, manusia membutuhkan bantuan manusia lain. Islam telah menetapkan aturan serta nilai moral bagi setiap pemeluknya, termasuk yang berkaitan dalam kehidupan sosial yang menjamin kebahagiaan bagi setiap muslim. Namun, berdasarkan apa yang terjadi saat ini, umat Islam sendiri jauh dari prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan oleh Islam. Bertetangga merupakan bagian dari salah satu bentuk sosialisasi kehidupan. Sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki keinginan untuk mempunyai tetangga. Alasannya, tanpa adanya tetangga, lingkungan tempat tinggal tidak akan nyaman. Akan tetapi, memiliki tetangga yang tidak tahu sopan santun jua menjadi salah satu penyebab tidak nyamannya tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pendapat para Mufassir tentang QS. An-Nisa ayat 36, mengetahui Esensi dari QS. An-Nisa ayat 36 menurut para Mufassir, mengetahui pendapat para pakar Pendidikan tentang Etika Bertetangga, mengetahui Implikasi Pendidikan dari QS. An-Nisa ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan mencermati sumber tertentu, mencari, menelaah buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan judul. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research), yaitu tela’ah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penela’ah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Dalam memperoleh data, fakta dan informasi yang akan melengkapkan dan menjelaskan permasalahan dalam penulisan skripsi, peneliti menggunakan metode deskriptif. Esensi dari Surat An-Nisa ayat 36 yaitu: 1) tolok ukur keimanan seseorang dilihat dari perbuatan terhadap tetanggnya, 2) memposisikan tetangga sama halnya bagian dari keluarga, dan 3) interaksi yang baik di keluarga membangun hubungan yang harmonis di kalangan tetangga. Sedangkan untuk Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nisa Ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Pendidikan di Keluarga adalah 1) orang tua berkewajiban untuk menanamkan jiwa yang religius kepada anggota keluarga, 2) anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di rukun warga, 3) orang tua dan anggota keluarga menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada tetangga, dan 4) tetangga yang baik merupakan sumber kebahagiaan.
The Development of Reflective Practices for Islamic Religious Education Teachers Yedi Purwanto; Aep Saepudin; Sofaussamawati Sofaussamawati
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v0i0.24155

Abstract

Continuous professional development for teachers is crucial in order to enhance their competence and professionalism. It is equally important for student teacher candidates to engage in field practice activities that promote self-reflection. The main objective of this research is to investigate how self-reflection among prospective Islamic Religious Education teachers contributes to the development of their professionalism. The study involved six participants from two universities, namely Unisba (Universitas Islam Bandung) and UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Qualitative methods were employed, utilizing case studies based on Stake's approach (1978). The data collection process involved interviews, observations, and documentation techniques. The analysis was conducted through several stages, including data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results reveal that reflective practice enhances pedagogical competence by implementing high-quality, innovative, and creative teaching methods, particularly within the classroom setting. These findings have practical implications for the field practice of Islamic Religious Education teachers in schools. They serve as a valuable resource for teachers to develop new strategies in addressing challenges within the teaching and learning process, ultimately contributing to their professional growth and establishing cultural references.
Implikasi Pendidikan dari QS An-Nisa Ayat 36 terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga Azkia Rahman Kafie; Aep Saepudin; Eko Surbiantoro
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1797

Abstract

Abstract. Human is a social being which means he needs another human being. Human cannot control his own life in daily life. As a result, humans need help of other humans. Islam has established rules and moral values for every believer, including those related to social life that ensure happiness for every Muslim. However, based on what is happening today, Muslims themselves are far from the principles that have been set by Islam. Neighbors are part of one form of life socialization. As a social being, everyone has a desire to have a neighbor. The reason is, without neighbors, the neighborhood will not be comfortable. However, having neighbors who do not know manners is also one of the causes of uncomfortable housing. The purpose of this study is to find out the opinions of Mufassir about QS. An-Nisa verse 36, to find out the Essence of QS. An-Nisa verse 36 according to Mufassir, to find out the opinions of Education experts on neighboring Ethics, to find out the Educational Implications of QS. An-Nisa verse 36 concerning Neighboring Ethics towards the Efforts to Invest Neighboring Ethics in the Family. This study uses a qualitative approach. The research is carried out by observing on certain sources, examining books, articles or others related to the title. The type of the research used is library research, which is carried out to solve a problem that basically rests on a critical and in-depth review of relevant literature materials. In obtaining data, facts and information that will complete and explain the problems in writing the thesis, the researcher uses descriptive methods. The essence of Surat An-Nisa verse 36 is: 1) a benchmark of one's faith seen from the actions of one's neighbors, 2) positioning neighbors as part of the family, and 3) good interactions in the family to build harmonious relationships among neighbors. Meanwhile for the Educational Implications of the Surah An-Nisa verse 36 concerning Neighborly Ethics on Education in the Family is that 1) people are obliged to instill a religious soul in family members, 2) families participate in community activities in the community, 3) parents and family members foster love and affection for neighbors, and 4) good neighbors are a source of happiness. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya membutuhkan manusia lainnya. Manusia tidak dapat mengontrol kehidupannya sendiri dalam sehari-hari. Akibatnya, manusia membutuhkan bantuan manusia lain. Islam telah menetapkan aturan serta nilai moral bagi setiap pemeluknya, termasuk yang berkaitan dalam kehidupan sosial yang menjamin kebahagiaan bagi setiap muslim. Namun, berdasarkan apa yang terjadi saat ini, umat Islam sendiri jauh dari prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan oleh Islam. Bertetangga merupakan bagian dari salah satu bentuk sosialisasi kehidupan. Sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki keinginan untuk mempunyai tetangga. Alasannya, tanpa adanya tetangga, lingkungan tempat tinggal tidak akan nyaman. Akan tetapi, memiliki tetangga yang tidak tahu sopan santun jua menjadi salah satu penyebab tidak nyamannya tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pendapat para Mufassir tentang QS. An-Nisa ayat 36, mengetahui Esensi dari QS. An-Nisa ayat 36 menurut para Mufassir, mengetahui pendapat para pakar Pendidikan tentang Etika Bertetangga, mengetahui Implikasi Pendidikan dari QS. An-Nisa ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Upaya Penanaman Etika Bertetangga di Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan mencermati sumber tertentu, mencari, menelaah buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan judul. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research), yaitu tela’ah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penela’ah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Dalam memperoleh data, fakta dan informasi yang akan melengkapkan dan menjelaskan permasalahan dalam penulisan skripsi, peneliti menggunakan metode deskriptif. Esensi dari Surat An-Nisa ayat 36 yaitu: 1) tolok ukur keimanan seseorang dilihat dari perbuatan terhadap tetanggnya, 2) memposisikan tetangga sama halnya bagian dari keluarga, dan 3) interaksi yang baik di keluarga membangun hubungan yang harmonis di kalangan tetangga. Sedangkan untuk Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nisa Ayat 36 tentang Etika Bertetangga Terhadap Pendidikan di Keluarga adalah 1) orang tua berkewajiban untuk menanamkan jiwa yang religius kepada anggota keluarga, 2) anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di rukun warga, 3) orang tua dan anggota keluarga menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada tetangga, dan 4) tetangga yang baik merupakan sumber kebahagiaan.
Implementasi Metode Talaqqi melalui Pembelajaran Hybrid pada Mata Pelajaran Tahfidz Al-Qur’an Jessieca Annisa Meygamandhayanti; Aep Saepudin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1163

Abstract

Abstract. One method of memorizing the Qur'an that is fun and suitable for children is the talaqqi method. Right now the whole world is shocked by the existence of a virus called Corona. Therefore, SD Featured Al'-Izzah Bandung carries out hybrid learning activities. Based on this phenomenon, the problems in this research are formulated as follows: (1) How is planning? (2) How is it implemented? (3) How is the evaluation and results? (4) What are the supporting and inhibiting factors?. This research uses descriptive qualitative. The data sources selected in this study were the principal, vice principal of the curriculum section, the main teacher and the companion teacher for tahfidz Qur'an. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this research is that the learning planning is guided by the rules that have been set by the module. In its implementation, it has been carried out well by using google meet for online by carrying out 7 stages and using a classical approach, and is equipped with the Qur'an. There are three types of evaluation, namely daily, mid semester, and end of semester. In the supporting and inhibiting factors, the inhibiting factors are more dominant so that the results are not optimal. Abstrak Salah satu metode menghafal Al-Qur’an yang menyenangkan dan cocok untuk usia kanak-kanak yaitu metode talaqqi. Saat ini seluruh dunia dihebohkan dengan adanya virus bernama corona. Oleh karena itu, SD Unggulan Al’-Izzah Bandung melaksanakan kegiatan pembelajaran secara hybrid. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan? (2) Bagaimana pelaksanaan? (3) Bagaimana evaluasi dan hasil? (4) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat?. Penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data yang dipilih dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru utama dan guru pendamping tahfidz Qur’an. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah dalam perencanaan pembelajaran berpedoman pada aturan yang sudah ditetapkan oleh modul. Dalam pelaksanaannya sudah terlaksana dengan baik dengan menggunakan google meet bagi online dengan melaksanakan 7 tahapan serta menggunakan pendekatan klasikal, dan dilengkapi Al-Qur’an. Dalam evaluasi terdapat tiga jenis yaitu harian, tengah semester, dan akhir semester. Dalam faktor pendukung dan penghambat lebih dominan faktor penghambat sehingga hasilnya belum maksimal.