Sobar Al Ghazal
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Studi Komparatif Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam Ciwidey Kab. Bandung dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung Asri Fauziah; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.185 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3835

Abstract

Abstract, The yellow book is a source of knowledge and one of the important elements of the learning process in Islamic boarding schools in shaping intelligence, understanding, and piety morality. However, nowadays many say that many students in Islamic boarding schools have difficulty in learning the yellow book. So, it takes the right method in the learning process to make it easier for students to learn and understand the yellow book. This study aims to determine the learning method at the Pondok Pesantren Tanjung Salam and Pondok Pesantren Al-Falah Dago as well as the factors that support and inhibit the learning of the yellow book with the formulation of the problem: 1) How is the method of learning the yellow book at the Tanjung Salam Islamic Boarding School and Al-Islamic Boarding School. Falah Dago?, 2) What are the supporting and inhibiting factors for implementing the yellow book learning at Tanjung Salam Islamic Boarding School and Al-Falah Dago Islamic Boarding School?. This study uses a qualitative approach using descriptive methods. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. The researcher is the key instrument while the informant is a yellow book teacher. The results of this study arealthough both have similarities both in the use of the yellow book as a source of learning/knowledge, heterogeneous levels of santri education, and both Islamic boarding schools based on salafi (traditional), but there are differences in the application of the method. Likewise with the supporting and inhibiting factors both found differences. Abstrak. Kitab kuning merupakan sumber ilmu dan salah satu unsur penting proses pembelajaran di Pondok Pesantren dalam membentuk kecerdasan, pemahaman, serta moralitas kesalehan. Namun dewasa ini banyak yang menyatakan bahwa banyak santri di pesantren yang kesulitan dalam mempelajari kitab kuning. Maka, dibutuhkan metode yang tepat dalam proses pembelajaran guna mempermudah santri dalam mempelajari dan memahami kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago serta faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pembelajaran kitab kuning dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago?, 2) Apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Tanjung Salam dan Pondok Pesantren Al-Falah Dago?. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Peneliti sebagai instrument kunci sedangkan informannya adalah pengajar kitab kuning. Hasil penelitian ini adalah walaupun keduanya memiliki kesamaan baik dalam pengggunaan kitab kuning sebagai sumber belajar/ilmu, jenjang pendidikan santri yang heterogen, dan sama-sama pondok pesantren yang berbasis salafi (tradisional), akan tetapi ada perbedaan dalam penerapan metodenya. Begitupun dengan faktor pendukung dan penghambat keduanya ditemukan perbedaan.
Analisis Pendidikan terhadap Q.S Ali Imran Ayat 137-138 tentang Sinergisitas Iman, Ilmu, dan Akhlak Fuad Bahrudin; Sobar Al Ghazali; Alhamuddin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.332 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4075

Abstract

Abstract. Education as a scientific activity must be based on the principles of faith and monotheism. The Qur'an in every discussion about science (knowledge) is inseparable from the value of faith. Experts formulate educational goals to form students to have strong faith, have noble character, and have useful knowledge. As explained in the Al-Qu'an Surah Ali Imraan verses 137-138, it calls on humans to learn and take lessons and examples from the previous people. So that human beings can walk on this earth following the provisions of Allah SWT in order to avoid human groups who lie to Allah SWT. This research uses descriptive-analytical method. The collection technique uses library research by examining in depth various interpretations, books and articles related to the main research problem. From this research, it is concluded that an educator must have a synergy of faith, noble character, in order to have useful knowledge. The implications contained in the Qur'an Surah Ali Imrran Verse 137-138 are (1) So that humans can take lessons from past history, from the sunnahs of Allah that applied to humans before. (2) So that humans know the way of life that is straight and true, where the Qur'an is the one who becomes the educator and becomes the light of the way of human life. (3) In order for humans to become educators to create human beings who are faithful, knowledgeable and civilized, it is impossible for education providers alone, there must be intervention from parents/guardians of students and the community, which is very important in monitoring so that they become pioneers of education at home and in their respective environments each. Abstrak. Pendidikan sebagai aktivitas ilmu pengetahuan harus dilandasi prinsip keimanan dan ketauhidan. Al-Qur’an dalam setiap pembicaraanya tentang ilmu (pengetahuan) tidak terlepas dari nilai keimanan. Para ahli merumuskan tujuan pendidikan untuk membentuk para peserta didik memiliki keimanan yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana di jelaskan di dalam Al-Qu’'an surat Ali Imraan ayat 137-138, menyeru kepada manusia agar belajar dan mengambil hikmah dansuri tauladan dari umat terdahulu. Aagar umah manusian dapat berjalan di muka bumi ini mengikuti ketentuan-ketentuan Allah SWT agar terhindar dari golongan manusia yang berdusta kepada SWT. penelitian ini menggunakan Metode deskriptif-analitis, Teknik pengumpulan menggunakan kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam dari berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh simbpulan bahwa seorang pendidik harus memiliki sinergitas keimanan, berakhlak mulia, agar mempunyai lilmu yang bermanfaat. Implikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Ali Imrran Ayat 137-138 adalah (1) Agar manusia bisa mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu, dari sunnah-sunnah Allah yang berlaku pada manusia sebelumnya. (2) Agar manusia mengetahui jalan hidup yang lurus dan benar, dimana Al-Qur’an lah yang menjadi pendidik dan menjadi penerang jalan hidup manusia. (3) Agar manusia dapat menjadi pendidik untuk mewujudkan manusia yang beriman, berilmu dan beradab tidak mungkin dilaksanakan oleh penyelenggara pendidikan semata, harus ada campur tangan orang tua/wali murid serta masyarakat sangat penting dalam memonitoring hingga menjadi pelopor pendidikan di rumah dan di lingkungan masing-masing.
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini Reza Nurul Fauziah; Sobar Al Ghazal; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.721 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4245

Abstract

Abstract. Human quality can not only be measured in terms of scientific excellence and expertise alone, but also measured by the quality of morals. High knowledge without being accompanied by noble character will be in vain. Knowledge without morality will lead to destruction. Various phenomena and social phenomena among people who are not good have become a daily scene. This degradation of children's behavior occurs because of the lack of moral education since childhood. Moral education should ideally be carried out in children from an early age in the context of inculcating moral values. This study aims to explore and describe the concept of moral education according to Sheikh Umar Baradja contained in the book Akhlak Lil Banin. This study uses qualitative methods while the type of research used is library research. The discussion is carried out based on a literature review as well as several articles that are relevant to the object of study being studied. Based on the results of the study, it is known that the concept of moral education according to Sheikh Umar Baradja is very relevant to the current moral education in view of the objectives, materials and methods presented in the book of Morals Lil Banin. The results of this study after an in-depth research study, show that the concept of moral education in the book of morals lil banin includes the importance of moral education from an early age, the basis of moral education in the Qur'an and Hadith, the objectives and methods of moral education, the scope of morals towards Allah SWT. , Rasulullah SAW, family, relatives, neighbors, society as well as various kinds of morals (morals and morals of mazmumah). Abstrak. Kualitas manusia tidak hanya dapat diukur dari segi keunggulan keilmuan dan keahlian semata, tetapi juga diukur dari kualitas akhlaknya. Ilmu yang tinggi tanpa disertai dengan akhlak yang mulia akan menjadi sia-sia. Ilmu tanpa akhlak akan membawa kepada kehancuran. Berbagai fenomena dan geja sosial dikalangan masyarakat yang kurang baik sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Degradasi perilaku anak ini terjadi karena kurangnya Pendidikan akhlak sejak kecil. Penddikan akhlak idealnya dilakukan pada anak sejak usia dini dalam rangka penanaman nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan konsep Pendidikan akhlak menurut Syekh Umar Baradja yang terdapat dalam kitab Akhlak Lil Banin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah library research. Pembahasan dilakukan berdasarkan telaah Pustaka serta beberapa tulisan yang relevan dengan objek kajian yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsep Pendidikan akhlak menurut Syekh Umar Baradja sangat relevan dengan Pendidikan akhlak saat ini melihat dari tujuan, materi dna metode yang di sampaikan dalam kitab Akhlak Lil Banin. Hasil penelitian ini setelah dilakukan kajian penelitian yang mendalam, menunjukan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam kitab akhlak lil banin mencakup pentingnya Pendidikan akhlak sejak dini, dasar Pendidikan akhlak Al-Qur’an dan Hadist, tujuan dan metode Pendidikan akhlak, ruang lingkup akhlak terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW, keluarga, kerabat, tetangga, masyarakat serta macam-macam akhlak (akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah).
Nilai-Nilai Aqidah Islam yang Terkandung dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy Intan Nurfauziah; Sobar Al Ghazal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.709 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4597

Abstract

Abstract. Nowadays value of aqidah has an important role for a person in living life, especially in the understanding and application of islamic religious values that he embraced. Aqidah value the main key for a person to live in harmony. Aqidah value can be obtained from anywhere, not only fixated on textbooks, but also can be obtained from literary works, one of which is novelsThis study aims to explore and analyze the values of aqidah and character typology contained in the Novel kembara rindu so that readers can understand and learn from the wisdom conveyed by the author. This research discusses the values of moral education contained in the novel of fouras the main characters, This research uses qualitative approach which is descriptive analysis approach, and using literature research method.The results of this study are moral values conducted by 4 main characters in the novel, one of which is Syifa who has an honest nature and Ridho who religious blessing and trust And also in the novel contained aqidah values such as,(1) such as taqarub to Allah such as praying, praying, blessing Allah, dzikir, istighfar and reading the Qur'an (2) Typology of characters in novels related to aqidah, such as hard workers, syaja'ah (brave), religious , honest and helpful (3) The implications of the values of aqidah in the novel of the longing traveler for a Muslim, such as praying, seeking religious knowledge, religious and gentle educators, broadcasting the Qur'an, covering aurat and loving orphans. Abstrak. Dewasa ini, nilai- nilai aqidah memiliki peranan penting bagi seseorang dalam menjalani kehidupan, terutama dalam pemahaman serta penerapan nilai-nilai agama Islam yang dianutnya. Nilai-nilai Aqidah dapat diperoleh darimana saja, tidak hanya terpaku kepada buku pelajaran, namun juga dapat diperoleh dari karya sastra, salah satunya adalah novel.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan deskriptif analisis,Hasil penelitian ini adalah nilai-nilai aqidah yang dilakukan oleh empat tokoh utama di dalam novel, salah satunya dalah syifa yang memiliki sifat jujur dan ridho yang religius dan amanah. Dan juga di dalam novel tersebut terkandung nilai-nilai aqidah seperti, (1)seperti taqarub kepada Allah seperti berdoa,sholat, ridho Allah,dzikir, istighfar dan membaca Al-Qur’an(2)Tipologi tokoh di dalam novel yang berkaitan dengan aqidah, seperti pekerja keras, syaja’ah (berani), religius,jujur dan tolong menolong (3)Implikasi nilai-nilai aqidah dalam novel kembara rindu bagi seorang muslim,seperti menunaikan sholat,menuntut ilmu agama,pendidik yang religius dan penuh kelembutan,mensyiarkan Al-Qur’an, menutup aurat dan menyayangi anak yatim.
Peran Motivasi Guru PAI dalam Peningkatan Kedisiplinan Siswa di SD Al-Husainiyyah Bandung Lina Erliana; Helmi Aziz; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.9 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4614

Abstract

Abstract. Islamic education is one of the basic sciences that plays an important role in shaping the character of the mindset and behavior of students. Initial observations made at SD Al-Husainiyyah Bandung became the basis that it turned out that there were several problems with regard to student discipline. The reality showed a tendency such as some students not doing homework or assignments. Therefore PAI teachers or classroom teachers are required to motivate students in discipline and encourage children to apply disciplined attitudes. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated "What is the role, what should be done in increasing motivation, how are the supporting and inhibiting factors of discipline". Furthermore, the objectives in this study are described in the following points: (1) to be able to reveal how efforts are made to improve student discipline at Al-Husainiyyah Elementary School, (2) to analyze how the role of PAI teachers in improving student discipline at SD AL-Husainiyyah Husainiyyah, (3) to determine the supporting and inhibiting factors of discipline in Al-Husainiyyah Elementary School. The researcher used qualitative descriptive method. The data sources used are primary data sources, namely teachers of Islamic education subjects at Al-Husainiyyah Elementary School Bandung and secondary data sources in the form of documents. With data collection techniques, namely interviews, observations. Conducting interviews with teachers of Islamic religious education subjects at SD Al-Husainiyyah Bandung. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation. The results of this study: that the PAI teacher's efforts to improve discipline are by providing understanding and understanding, the supporting supporting factors are that the students have received new knowledge and are easy to apply and the inhibiting factor is that there are still some students who are lazy so that they do not discipline. Abstrak. Penddikan Agama Islam merupakan salah satu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukan karakter pola pikir dan tingkah laku siswa. Pengamatan awal yang dilakukan di SD Al-Husainiyyah Bandung menjadi dasar bahwa ternyata terdapat beberapa masalah berkenaan dengan kedisiplinan siswa.Kenyataan menunjukan kecenderungan seperti sebagian siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas. Oleh karena itu guru PAI atau guru kelas dituntut untuk memotivasi siswa dalam kedisiplinan dan mendorong anak-anak untuk menerapkan sikap disiplin.. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan “ Bagaimana peran, Apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan motivasai, bagaimana faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan “. Selanjutya, tujuan dalam penelitian ini di uraikan dalam pokok-pokok sebagai berikut: (1) untuk apat mengungkapkan bagaimana upaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SD Al-Husainiyyah, (2) untuk menganalisis bagaimana peran guru PAI dalam menigkatkan kedisiplinan siswa di SD AL-Husainiyyah, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari kedisiplinan di SD Al-Husainiyyah. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitataif. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung dan data sumber sekunder berupa dokumen. Dengan teknik pengumpulan data yaitu waawancara, observasi. Melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran pendidikan agama Islam SD Al-Husainiyyah Bandung. .Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah redukasi data, penyajian data. Hasil dari penelitian ini: bahwa upaya guru PAI dala menngkatkan kedisiplinan ialah dengan memberikan pengertian dan pemahaman, faktor pendukung pendukung ialah para siswa udah dalam menerima pengerahuan yang baru serta mudah dalam pengaplikasiannyapun dan faktor pnghambat ialah masih ada beberapa siswa yang bermalas-malasan sehingga ia tidak disiplin.
Implikasi Pendidikan QS. Ali Imron Ayat 104 tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap Akhlak Ahmad Yusuf Afandi; Sobar Al Ghazal; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.394 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4629

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to know the content of QS. Ali Imron verse 104 according to the commentators, knowing the opinion of education experts about amar ma'ruf nahi munkar, knowing the essence of the QS. Ali Imran verse 104 and knowing the implications of amar ma'ruf nahi munkar in moral education. This study uses a descriptive-analytical method of collection technique, namely library research by studying in depth various interpretations, books and articles related to the subject matter of the research. The results contained in the Qur'an Surah Ali Imran verse 104 are (1) To be a good human being before Allah, there is an obligation that must be carried out to get to his pleasure, namely amar ma'ruf nahi munkar, whether using actions or words and the weakest way to prevent evil is to use the heart. (2) A person who believes must instill in his heart to invite and teach good things to others so that they can live in harmony and avoid the wrath of Allah subhana wata'ala., In conclusion, Amar ma'ruf nahi munkar is an obligation that must be done In carrying out its implementation, it is necessary to have a group of Muslims engaged in the field of da'wah who always give warnings, whenever there are signs of division and deviation. firmly calls for virtue, enjoins what is right (good) and forbids what is evil (evil). Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui isi kandungan QS. Ali Imron ayat 104 menurut para mufassir, mengetahui pendapat para ahli pendidikan tentang amar ma’ruf nahi munkar, mengetahui esensi QS. Ali Imran ayat 104 dan mengetahui implikasi amar ma’ruf nahi munkar dalam pendidikan akhlak, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 104 adalah (1) Untuk menjadi manusia yang baik di hadapan allah maka ada sebuah kewajiban yang harus di jalan kan untuk menuju ridho nya yaitu amar ma’ruf nahi munkar, baik itu menggunakan perbuatan atau perkataan dan selemah-lemah mencegah kemunkaran yaitu menggunakan hati. (2) Seseorang yang beriman haruslah menanamkan dalam hati nya untuk mengajak dan mengajarkan hal yang baik kepada sesama nya agar dapat hdup rukun dan terhindar dari murka nya Allah subhana wata’ala., Kesimpulannya Amar ma’ruf nahi munkar merupakan suatu kewajiban yang harus di laksanakan dalam pelaksanaan nya perlu adanya segolongan umat islam yang bergerak dalam bidang dakwah yang selalu memberi peringatan, bila mana nampak gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan Karena pada ayat ini di perintahkan agar supaya di antara umat Islam ada segolong umat yang berlatih di bidang dakwah yang dengan tegas menyerukan kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah yang mungkar (keji).
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Menggunakan Metode Iqro di TPQ X Rengasdengklok Karawang Ali Mahfud; Sobar Al Ghazal
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1482

Abstract

Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the iqro method in improving the ability to read the Qur'an at TPQ X Rengasdengklok Karawang. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. Data analysis is done by compiling data, connecting data, reducing, presenting data, then concluded. The results of this study reveal 4 findings, namely: 1) Teacher planning in improving the ability to read the Qur'an with the iqro method and has not fully met the criteria, because in the planning there are still some things that have not been fully implemented. 2) The implementation of the teacher in improving the ability to read the Qur'an with the iqro method is in accordance with the existing concept or the implementation clearly follows the rules of the iqro method. 3) Teacher evaluation in improving the ability to read the Qur'an with the Iqro method in its implementation can be said to be still less effective. 4) As for the obstacle, it is constrained by time, place and lack of educators. The conclusion is that the use of the iqro method in improving the ability to read Al-Qur’an is less effective because of the lack of teachers and the absence of learning evaluation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode iqro dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ X Rengasdengklok Karawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analasis data dilakukan dengan cara menyusun data, menghubungkan data, mereduksi, menyajikan data, kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini mengungkapkan 4 temuan yaitu: 1) Perencanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode iqro dan belum sepenuhnya memenuhi kriteria, karena dalam perencanaanya masih ada beberapa hal yang belum sepenuhnya terlaksana. 2) Pelaksanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode iqro sudah sesuai dengan konsep yang ada atau pelaksanaanya sudah jelas mengikuti aturan metode iqro. 3) Evaluasi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro dalam pelaksanaannya dapat dikatakan masih kurang efektif. 4) adapun kendalanya yaitu terkendala oleh waktu, tempat dan juga kurangnya tenaga pendidik. Kesimpulannya yaitu penggunaan metode iqro dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an kurang efektif karena kurangnya guru dan tidak adanya evaluasi pembelajaran.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Konsep Khauf dan Raja’ Menurut Imam Al-Ghazali Syintia Nisa Utami; Sobar Al Ghazal; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6252

Abstract

Abstract. Khauf and raja’ is the path taken to draw closer to Allah. Khauf or fear is present in a person because he commits sinful and evil deeds or is forbidden by Allah. The more people know about Allah, the more those fears can influence a person to restrain lust and avoid forbidden deeds. So, raja’ or hope is very necessary because it is to encourage the heart to obey and worship God and it is easier to endure in the face of hardships and difficulties.This research uses a qualitative approach with a descriptive method and uses library research techniques by studying in depth various books and articles or sources related to the subject matter of the research. From this research, it was concluded that Imam al-Ghazali’s persfective about khauf and raja’ in their practice can cultivate commendable morals, keep away from all things forbidden by Allah and can increase obedience so as to make a person become taqwa and earnest in carrying out good deeds. As the values of moral education derived from the concept of khauf and raja’ Imam al-Ghazali, namely: (1) Educate everyone to always stay away from Allah's prohibitions for fear of His wrath; (2) Cultivate the politeness and always joyful person when doing good; (3) Educate everyone to be earnest and not easily discouraged; (4) To bear a person who is always tawakkal to Allah after making serious efforts. Abstrak. Khauf dan raja’ adalah jalan yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Khauf atau rasa takut hadir pada diri seseorang dikarenakan melakukan perbuatan dosa dan maksiat atau yang dilarang oleh Allah. Semakin orang mengetahui ilmu tentang Allah, maka ketakutan-ketakutan itu dapat mempengaruhi seseorang untuk menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan yang dilarang. Maka raja’ atau harapan sangat diperlukan karena untuk mendorong hati agar taat dan beribadah kepada Allah serta lebih mudah untuk bertahan dalam menghadapi kesusahan dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik penelitian library research (kajian kepustakaan) dengan mengkaji secara mendalam berbagai buku dan artikel atau sumber yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa khauf dan raja’ Imam al-Ghazali dalam pengamalannya dapat menumbuhkan akhlak yang terpuji, menjauhkan dari segala hal yang dilarang oleh Allah dan dapat meningkatkan ketaatan sehingga menjadikan seseorang menjadi taqwa dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal kebaikan. Sebagaimana nilai-nilai pendidikan akhlak yang diperoleh dari konsep khauf dan raja’ Imam al-Ghazali, yaitu: (1) Mendidik setiap insan agar senantiasa menjauhi larangan Allah karena takut akan kemurkaan-Nya; (2) Menumbuhkan pribadi yang santun dan senantiasa bergembira ketika melakukan kebaikan; (3) Mendidik setiap insan untuk bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa; (4) Melahirkan insan yang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha secara bersungguh-sungguh.
Analisis Falsafah Pendidikan Islam dalam Buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia Karya Haidar Bagir Khairil Harja Dinata; Sobar Al Ghazal; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6920

Abstract

Abstract. This study aims to gain clarity regarding: (1) The nature of Islamic education in Indonesia through ontological analysis in the book Restoring Schools to Restore Humans by Haidar Bagir (2) Sources of education, methods of building education, elements of education, educational goals and types of education through epistemological analysis in the book Restoring Schools for Restoring Humans by Haidar Bagir (3) Prophetic values ​​and educational use values ​​for humans through axiological analysis in the book Restoring Schools for Restoring Humans by Haidar Bagir. Data collection in this study used Library Research by going through 3 stages of data analysis, namely data reduction, data presentation, and data analysis. This study shows that: (1) in outline education according to Haidar Bagir is a movement towards revolution that is useful for changes in education in the future. (2) in outline the educational epistemology suggested by Haidar Bagir is to build moral or character education, by changing learning to be happy, being able to provide learning according to student intelligence and not only emphasizing the cognitive side. (3) Broadly speaking, the axiology in Haidar Bagir's view is useful for producing human beings with good morals so that they are able to compete in life in the future. So it can be concluded that from this research, education needs to change, with solutions to provide moral or character education so that humans are not defeated by AI (Artificial Intellegence) Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai: (1) Hakikat pendidikan Islam di Indonesia melalui analisis ontologis dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir (2) Sumber pendidikan, metode membangun pendidikan, unsur pendidikan, sasaran pendidikan dan macam-macam pendidikan melalui analisis epistemologi dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir (3) Nilai-nilai profetik serta nilai guna pendidikan bagi manusia melalui analisis aksiologi dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Library Research dengan melalui 3 tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) secara garis besar pendidikan menurut Haidar Bagir merupakan sebuah pergerakan menuju revolusi yang berguna untuk perubahan dalam pendidikan di masa depan. (2) secara garis besar epistemologi pendidikan yang disarankan Haidar Bagir ialah membangun pendidikan akhlak atau karakter, dengan mengubah pembelajaran menjadi bahagia, mampu memberikan pembelajaran sesuai kecerdasan siswa dan tidak menekankan sisi kognitif saja. (3) secara garis besar aksiologi dalam pandangan Haidar Bagir ini bermanfaat untuk menghasilkan manusia yang berakhlak baik sehingga mampu bersaing dalam kehidupan ke depannya. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini pendidikan perlu berubah, dengan solusi memberikan pendidikan moral atau karakter agar manusia tidak kalah dengan AI (Artificial Intelligence).
Analisis Konsep Pendidikan Islam Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas dengan Orientasi Pendidikan Islam Nisa Lisyani; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6088

Abstract

Abstract. The era of globalization is characterized by quality competition which requires all parties in various fields, including the field of education, to always increase their competition, so that in such conditions the demand for the quality of human resources is highly prioritized. The cycle of Islamic education that should be designed is relevant to changing times and the needs of society in an era, both concepts, teacher quality, objectives, curriculum and others. If new challenges are faced using the old strategy then all efforts undertaken will fail. The author tries to recommend several ideas through the thoughts of Islamic figures who provide ideas and concerns regarding Islamic education, one of which is Syed Muhammad Naquib Al-Attas who was born on September 5, 1931 in Bogor, West Java. The approach used in this research is qualitative (qualitative research) using a type of literature research because it is based on library data. In this study the authors used the method of content analysis (content analysis). Syed Muhammad Naquib Al-Attas argues that humans are physical and spiritual beings as well as consisting of aspects of spirit (ruh), soul (nafs), heart (qalb) and intellect (aql). When it is related to the body, humans are referred to as the animal soul (al-nafs al-hayawaniyyah) and when it is related to the rational soul (al-nafs al-nathiqah). The implication for education is that the orientation of Islamic education according to al-Attas directs humans so that a rational soul can lead the animal soul contained in the term ta'dib because the structure in it includes knowledge (ilm), teaching (ta'lim) and upbringing (tarbiyah). This means that education in the ta'dib concept is not only limited to the transfer of knowledge by educators but directs how the initial human potential leads to the final goal, namely happiness in the world and in the hereafter. Abstrak. Era globalisasi ditandai dengan kompetisi mutu yang menuntut semua pihak dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan untuk senantiasa meningkatkan kompetisinya, sehingga dalam kondisi yang demikian tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia sangat diprioritaskan. Siklus pendidikan Islam yang harusnya didesain relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat pada suatu era, baik konsep, kualitas guru, tujuan, kurikulum dan lain-lain. Jika tantangan-tantangan baru dihadapi dengan menggunakan strategi lama maka segala usaha yang dijalankan akan menemui kegagalan. Penulis mencoba merekomendasikan beberapa gagasan lewat pemikiran tokoh Islam yang memberikan gagasan dan perhatiannya mengenai pendidikan Islam salah satunya yaitu Syed Muhammad Naquib Al-Attas yang lahir pada 5 September 1931 di Bogor, Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (qualitative research) dengan menggunakan jenis penelitian pustaka karena didasarkan pada data-data kepustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis konten (content analysis). Syed Muhammad Naquib Al-Attas berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk jasadilah dan ruhaniah sekaligus yang terdiri dari aspek ruh (ruh), jiwa (nafs), hati (qalb) dan intelek (aql). Ketika berkaitan dengan jasad, manusia disebut sebagai jiwa hewani (al-nafs al-hayawaniyyah) dan ketika berkaitan dengan jiwa rasional (al-nafs al-nathiqah). Implikasinya terhadap pendidikan, maka orientasi pendidikan Islam menurut al-Attas mengarahkan manusia supaya jiwa rasional dapat memimpin jiwa hewani yang terdapat dalam istilah ta’dib karena struktur di dalamnya mencangkup pengetahuan (ilm), pengajaran (ta’lim) dan pengasuhan (tarbiyah). Artinya pendidikan dalam konsep ta’dib dilakukan tidak hanya terbatas pada pentransferan ilmu oleh pendidik tetapi mengarahkan bagaimana potensi awal manusia menuju arah tujuan akhir yakni bahagia di dunia dan di akhirat.