Sobar Al Ghazal
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Efektifitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Kabupaten Belitung Annasdi Ahlun Naza; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6543

Abstract

Abstract. Naza, Annasdi Ahlun. 2022. Effectiveness of Problem-Based Learning Models to Improve Islamic Religious Education Learning Outcomes for Class VII A Students at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Thesis, Department of Islamic Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Islamic University of Bandung.This study aims to determine how the implementation, effectiveness, and the supporting and inhibiting factors of the application of the problem-based learning model in PAI class VII A subjects at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. To achieve the above objectives, this research uses a quantitative approach. The research location is in SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Using data collection methods, namely, observation, interviews, documentation and tests. The data analysis technique uses data requirements test and data hypothesis testing.The results of the data analysis showed that the Problem-Based Learning model had an effect on student achievement in PAI subjects in class VII A of SMP Negeri 1 Sijuk. This can be seen in the average pretest and post-test scores of the two groups. Students who study with the Problem-Based learning model (PBL) have an average score of 77.04, while students who study using conventional methods have an average score of 52.28 so that the difference in the post-test average score of the experimental and control groups is 24.76 .The learning process applied to the experimental class (class VIIA) uses the Problem-Based Learning model in four meetings with time allocation for each meeting of 2x40 minutes. In this study, the researcher who acts as the teacher is himself. In learning in the experimental class that uses the Problem-Based Learning model, there are several stages carried out by the teacher in learning.The implementation of learning using a problem-based learning model in PAI subjects at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung has met scientific rules. The results of the data analysis showed that the Problem-Based Learning (PBL) model had an effect on student achievement in PAI subjects in class VII A of SMP Negeri 1 Sijuk. This can be seen in the average pretest and post-test scores of the two groups. Students who study with the Problem-Based Learning Model (PBL) have an average score of 77.04, while students who study not using the problem-based learning method have an average score of 52.28 so that the difference between the post-test scores of the experimental and control groups is 24.76 Abstrak. Naza, Annasdi Ahlun. 2022. Efektifitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagimana implementasi, efektifitas, dan faktor pendukung dan penghambat dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PAI kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Untuk mencapai tujuan di atas penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian terletak di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Menggunakan metode pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji persyaratan datan dan uji hipotesis data. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI krlas VII A SMP Negeri 1 Sijuk. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai pretest dan post-test dari kedua kelompok tersebut. Siswa yang belajar dengan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki nilai rata-rata 77,04, sementara siswa yang belajar dengan metode konvensional memiliki nilai rata-rata 52,28 sehingga selisih nilai ratarata pos-test kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 24,76. Proses pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen (kelas VIIA) menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam empat kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk setiap pertemuan 2x40 menit. Pada pembelajaran ini yang bertindak sebagai guru adalah peneliti sendiri. Dalam pembelajaran pada kelas eksperimen yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah mempunyai beberapa tahapan yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Implementasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung sudah memenuhi kaidah saintifik. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI krlas VII A SMP Negeri 1 Sijuk. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai pretest dan post-test dari kedua kelompok tersebut. Siswa yang belajar dengan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki nilai rata-rata 77,04, sementara siswa yang belajar tidak dengan metode pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata-rata 52,28 sehingga selisih nilai ratarata pos-test kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 24,76.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Konsep Khauf dan Raja’ Menurut Imam Al-Ghazali Syintia Nisa Utami; Sobar Al Ghazal; A. Mujahid Rasyid
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1946

Abstract

Abstract. Khauf and raja’ is the path taken to draw closer to Allah. Khauf or fear is present in a person because he commits sinful and evil deeds or is forbidden by Allah. The more people know about Allah, the more those fears can influence a person to restrain lust and avoid forbidden deeds. So, raja’ or hope is very necessary because it is to encourage the heart to obey and worship God and it is easier to endure in the face of hardships and difficulties.This research uses a qualitative approach with a descriptive method and uses library research techniques by studying in depth various books and articles or sources related to the subject matter of the research. From this research, it was concluded that Imam al-Ghazali’s persfective about khauf and raja’ in their practice can cultivate commendable morals, keep away from all things forbidden by Allah and can increase obedience so as to make a person become taqwa and earnest in carrying out good deeds. As the values of moral education derived from the concept of khauf and raja’ Imam al-Ghazali, namely: (1) Educate everyone to always stay away from Allah's prohibitions for fear of His wrath; (2) Cultivate the politeness and always joyful person when doing good; (3) Educate everyone to be earnest and not easily discouraged; (4) To bear a person who is always tawakkal to Allah after making serious efforts. Abstrak. Khauf dan raja’ adalah jalan yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Khauf atau rasa takut hadir pada diri seseorang dikarenakan melakukan perbuatan dosa dan maksiat atau yang dilarang oleh Allah. Semakin orang mengetahui ilmu tentang Allah, maka ketakutan-ketakutan itu dapat mempengaruhi seseorang untuk menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan yang dilarang. Maka raja’ atau harapan sangat diperlukan karena untuk mendorong hati agar taat dan beribadah kepada Allah serta lebih mudah untuk bertahan dalam menghadapi kesusahan dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik penelitian library research (kajian kepustakaan) dengan mengkaji secara mendalam berbagai buku dan artikel atau sumber yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa khauf dan raja’ Imam al-Ghazali dalam pengamalannya dapat menumbuhkan akhlak yang terpuji, menjauhkan dari segala hal yang dilarang oleh Allah dan dapat meningkatkan ketaatan sehingga menjadikan seseorang menjadi taqwa dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal kebaikan. Sebagaimana nilai-nilai pendidikan akhlak yang diperoleh dari konsep khauf dan raja’ Imam al-Ghazali, yaitu: (1) Mendidik setiap insan agar senantiasa menjauhi larangan Allah karena takut akan kemurkaan-Nya; (2) Menumbuhkan pribadi yang santun dan senantiasa bergembira ketika melakukan kebaikan; (3) Mendidik setiap insan untuk bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa; (4) Melahirkan insan yang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha secara bersungguh-sungguh.
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Menggunakan Metode Iqro di TPQ X Rengasdengklok Karawang Ali Mahfud; Sobar Al Ghazal
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1482

Abstract

Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the iqro method in improving the ability to read the Qur'an at TPQ X Rengasdengklok Karawang. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. Data analysis is done by compiling data, connecting data, reducing, presenting data, then concluded. The results of this study reveal 4 findings, namely: 1) Teacher planning in improving the ability to read the Qur'an with the iqro method and has not fully met the criteria, because in the planning there are still some things that have not been fully implemented. 2) The implementation of the teacher in improving the ability to read the Qur'an with the iqro method is in accordance with the existing concept or the implementation clearly follows the rules of the iqro method. 3) Teacher evaluation in improving the ability to read the Qur'an with the Iqro method in its implementation can be said to be still less effective. 4) As for the obstacle, it is constrained by time, place and lack of educators. The conclusion is that the use of the iqro method in improving the ability to read Al-Qur’an is less effective because of the lack of teachers and the absence of learning evaluation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode iqro dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ X Rengasdengklok Karawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analasis data dilakukan dengan cara menyusun data, menghubungkan data, mereduksi, menyajikan data, kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini mengungkapkan 4 temuan yaitu: 1) Perencanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode iqro dan belum sepenuhnya memenuhi kriteria, karena dalam perencanaanya masih ada beberapa hal yang belum sepenuhnya terlaksana. 2) Pelaksanaan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode iqro sudah sesuai dengan konsep yang ada atau pelaksanaanya sudah jelas mengikuti aturan metode iqro. 3) Evaluasi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro dalam pelaksanaannya dapat dikatakan masih kurang efektif. 4) adapun kendalanya yaitu terkendala oleh waktu, tempat dan juga kurangnya tenaga pendidik. Kesimpulannya yaitu penggunaan metode iqro dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an kurang efektif karena kurangnya guru dan tidak adanya evaluasi pembelajaran.
Program Pembinaan Mental Health Siswa Kelas VIII di SMP Darul Hikam Bandung Intan Indah Permatasari; Sobar Al Ghazal; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8677

Abstract

Abstract. Mental Health plays an important role in adolescent development. The problem in this research is formulated as follows: (1) What is the Mental Health profile of students? (2) What are the forms of Mental Health coaching programs? (3) How are organization of Mental Health coaching programs? (4) How are Involvement of Islamic Religious Education teachers in Mental Health coaching programs? (5) What are the factors that hinder the implementation of Mental Health coaching programs?. Researcher using qualitative approach and a case study research design. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis technique used in this research is the Miles and Heberman model analysis, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are: The condition of Mental Health problems experienced by class VIII students at SMP Darul Hikam Bandung include stress and overthinking. Coaching program Mental Health is conducted through the PIKR.DH community and structured halaqah sessions in the planning, implementation, and evaluation stages. Islamic Religious Education teachers actively participate in the halaqah sessions every Friday. The factors hindering progress stem from the students' emotions and time constraints in the implementation of PIKR.DH. Abstrak. Kesehatan Mental berperan penting dalam perkembangan remaja. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran Mental Health Siswa? (2) Bagaimana bentuk program pembinaan Mental Health Siswa? (3) Bagaimana pengorganisasian program pembinaan Mental Health Siswa? (4) Bagaimana keterlibatan guru Pendidikan Agama Islam dalam program pembinaan Mental Health Siswa? (5) Apa saja faktor-faktot yang menghambat dalam pelaksanaan program pembinaan Mental Health Siswa?. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model Miles dan Heberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: Kondisi masalah Kesehatan Mental yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Darul Hikam Bandung mengalami stres dan overthinking. Program pembinaan Mental Health dilakukan melalui komunitas PIKR.DH dan halaqah yang terstruktur dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru PAI berperan aktif dalam kegiatan halaqah setiap Jumat. Faktor penghambat berasal dari emosi siswa dan kendala waktu dalam pelaksanaan PIKR.DH.
Efektivitas Metode Wafa dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qurán Ayu Dina; Sobar Al Ghazali; Labib Elmuna
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10424

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Huda. Metode Wafa menekankan pendekatan otak kanan melalui irama, gerakan, dan visualisasi sehingga pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan peserta didik kelas II, terdiri atas kelas eksperimen yang menggunakan metode Wafa dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca Al-Qur’an, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang belajar dengan metode Wafa mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, terutama pada aspek kelancaran membaca, ketepatan makhraj, dan penerapan hukum tajwid. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Wafa merupakan alternatif pembelajaran Al-Qur’an yang efektif di Madrasah Ibtidaiyah. Keberhasilannya didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, serta pengelolaan waktu yang optimal. Abstract. This study aimed to examine the effectiveness of the Wafa method in improving students' Qur'an reading ability at MI Al-Huda. The Wafa method emphasizes a right-brain learning approach through rhythm, movement, and visualization, making learning more engaging and easier to understand. This quantitative experimental study involved second-grade students divided into an experimental group using the Wafa method and a control group receiving conventional instruction. Data were collected through Qur'an reading tests, classroom observations, and documentation, then analyzed using statistical tests. The findings showed that students taught with the Wafa method demonstrated significantly greater improvement than those in the control group, particularly in reading fluency, correct makhraj (pronunciation), and the application of tajwid rules. These results indicate that the Wafa method is an effective alternative for Qur'an learning at the elementary Islamic school level. Its successful implementation depends on qualified teachers, adequate learning facilities, and effective time management to maximize learning outcomes.