Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Peran Modal Sosial pada Kelompok Tani dalam Upaya Meningkatkan Potensi Unggulan di Kabupaten Brebes Hafiz Rafi Uddin; Ruhadi; Fais Maulana
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.253 KB) | DOI: 10.55927/fjas.v1i2.813

Abstract

Kelompok tani merupakan sebuah wadah bagi masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, kelompok tani hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang beragam, seperti di daerah Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, di daerah ini terkenal dengan sektor pertanian yang sangat bagus, didukung dengan sumber daya alam yang sangat memadai memberikan peluang mata pencaharian maupun sebagai pekerjaan bagi masyarakat, dikenal sebagai penghasil komoditas pertanian yang sangat bagus, maka tidak lepas dari adanya peranan kelompok tani. Karena kelompok tani dapat dijadikan sebagai wadah di dalam masyarakat maka hal tersebut tentu saja harus adanya modal sosial. Tujuan pada penelitian ini merupakan untuk mendeskripsikan maupun untuk mengetahui dari adanya peranan modal sosial (kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial) pada kelompok tani yang ada di Kabupaten Brebes.
Komunitas Pengrajin Kerajinan Enceng Gondok Sebagai Dimensi Modal Sosial dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Hafiz Rafi Uddin; Ruhadi; Fais Maulana
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2022): July 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i3.642

Abstract

Dalam rangka mewujudkan proses pembangunan yang memberikan pencapaian terhadap kesejahteraan masyarakat ini dapat juga dipengaruhi oleh salah satunya yakni dengan eksistensi kekuatan modal sosial. Salah satu contoh praktik kehidupan dimensi modal sosial ini berada di daerah sekitar Danau Rawa Pening yaitu Desa Tuntang. Artikel ini akan membahas mengenai kerajinan enceng gondok sebagai dimensi modal sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Tipe penelitian ini adalah deskriptif, Hasil penelitian ini berisi kutipan-kutipan untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan, masyarakat desa memiliki sikap kreatif. Hal ini karena eceng gondok memungkinkan masyarakat untuk mengidentifikasi peluang bisnis dan keberadaan ruang komersial. Komunitas pengrajin kerajinan enceng gondok ini merupakan salah satu gambaran dimensi modal sosial.
Peran PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Dalam Program Percepatan Penurunan Angka Stunting Di Desa Kramat Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus Tahun 2024 Fadhila Rania Rakhmadanti; Ruhadi
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i3.27317

Abstract

Stunting is one of the serious problems in human resource development in Indonesia. This condition is characterized by growth disorders in childern due to chronic malnutrition that lasts for a long time. The Indonesian government has issued Presidential Regulation No. 72 of 2021 on Accelerating The Reduction of stunting, in which Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serve as the main coordinator. This study aims to determine the role of Pelaksana Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) in the program to accelerate the reduction of stunting rates in Kramat Village, Kudus District, as well as to identify the obstacles faced in the implementation of the program. The method used in qualitative with an institutionalist approach. Data sources include primary and secondary sources, with data collection tchniques involving interviews, observations, and documentation. Validation techniques included source triangulation and technique triangulation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusions. The research findings indicate that PLKB play a crucial rolr as intermediaries between institutions, implementers of socialization and education, implementers of accompaniment, and field monitors. However, challenges include budget conctraints, lack of community understanding, and technical difficulties in the field. Enhanced cross-sectoral collaboration and reguler training for cadres are needed to strengthen efforts to accelerate the reduction of stunting.
IMPLEMENTASI ASESMEN SUMATIF MELALUI APLIKASI ZYA-CBTPADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VIIIDI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 WONOSOBO Zulham Nugroho; Ruhadi; Tutik Wijayanti; Eni Rahmawati
Unnes Civic Education Journal Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v11i2.58400

Abstract

Technological developments have driven the transformation of learning evaluation  from conventional systems to digital ones through Computer-Based Testing (CBT).  Consequently, MTsN 1 Wonosobo, through its policy, has implemented ZYA-CBT-based  summative assessment in the madrasah, specifically for the subject of Pancasila  Education, to enhance the practicality of summative assessment and ensure student  integrity. This study employs a qualitative descriptive approach with a field research..  Data were collected through observation, interviews, and documentation, then  analyzed via data reduction, data presentation, and conclusion drawing, utilizing  triangulation of sources and techniques to ensure data validity. The results of the study  indicate that the implementation of summative assessment using ZYA-CBT proceeded  effectively and systematically through the planning, implementation, and evaluation  stages. Thus, the use of ZYA-CBT at MTsN 1 Wonosobo can improve effectiveness,  efficiency, and objectivity, as well as strengthen students’ character of honesty through  direct supervision and via the system, although its implementation still faces challenges  related to the system, internet connectivity, and students’ device readiness.