Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Needs Analysis of Maritime English teaching Materials Development for D4 Nautical Study Program of the Indonesian State Maritime Polytechnic (Polimarin): Marselia Marselia; Mahsunah etik Rahayuningsih
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.068 KB) | DOI: 10.52492/jmp.v7i1.24

Abstract

It is a Research and Development study. This study aims to present the results of the needs analysis of Maritime English teaching materials in the D4 Nautical Study Program of the Indonesian State Maritime Polytechnic (Polimarin). The data in this study were obtained through a questionnaire was distributed and filled in by 60 respondents, namely active students of the D4 Polimarin Nautical Study Program. In addition, interviews were also conducted with lecturers who teach Maritime English and the Head of the D4 Nautical Study Program. The obtained data were analyzed qualitatively using needs analysis. The results of the analysis of the teaching material needs obtained show that basically the teaching materials have been provided by the lecturers, but have not been provided systematically in form of module or book. Students do not have teaching materials to handle and study them at home. The findings of this study will be used to develop and improve Maritime English teaching materials in the D4 Nautical study program. In the future, teaching materials will be developed in the form of module according to student needs in line with the applicable curriculum.
Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Kampus dan Motivasi Berprestasi Terhadap Disiplin Belajar Taruna Polimarin Semarang Novita Widyaningrum; Marselia
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.159 KB)

Abstract

Proses belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi dua arah yang melibatkan tenaga pendidik dan anak didik. Proses komunikasi tersebut terdiri dari beberapa unsur yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Salah satu unsur yang utama yang dapat mendukung lancarnya proses belajar mengajar adalah tersedianya sarana dan prasaran pendidikan dalam hal ini adalah kelengkapan fasilitas kampus yang memadai yang diharapkan mampu menumbuhkan motivasi berprestasi siswa/ mahasiswa dan meningkatkan disiplin belajar mereka. Atas dasar tersebut dalam penelitian ini, peneliti mengangkat judul Pengaruh Kelengkapan Fasilitas kampus dan Moivasi Berprestasi terhadap Disiplin Belajar Taruna Politeknik Maritim Negeri Indonesia           ( Polimarin ) Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan kelengkapan fasilitas kampus dan motivasi berprestasi terhadap disiplin belajar taruna Polimarin. Adapun ruang lingkup di dalam penelitian ini di lingkungan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (POLIMARIN )  dengan responden  yang berjumlah 50 orang (taruna-taruni Polimarin tingkat I (satu) dan tingkat 2 (dua).
Code Switching Analysis On Conversation Between Second Language Speaker Crews On Boardship On MT. Fortune Villa XLIII Marselia Marselia; Mahsunah Etik R
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya ekonomi global yang begitu cepat, hal ini juga diiringi dengan kemajuan teknologi, informasi dan teknologi komunikasi. maka tingkat interaksi antar individu dari berbagai belahan dunia juga meningkat secara drastis. Dengan adanya kemajuan dalam bidang tersebut, komunikasi interpersonal menuntut kita sekarang ini untuk menguasai lebih dari satu bahasa Bahasa adalah sebuah sistem tanda yang kita gunakan untuk herkomunikasi dengan orang lain Faktanya adalah bahwa kemampuan berbicara dengan lebih satu bahasa bukan hanya menimbulkan bilingualism akan tetapi juga membuat orang cenderung untuk mencampur (mix) atau mengubah (switch) bahasa kapanpun mereka berbicara. Dalam penelitian ini penulis fokus pada tiga permasalahan yaitu 1) Jenis atau Tipe alih kode yang terjadi atau dilakukan oleh kru kapal dalam percakapan mereka, 2) Faktor atau alasan yang mendorong para kru untuk melakukan alih kode, dan 3) Adakah dampak atau masalah yang timbul dari praktek alih kode ini dalam kegiatan kerja di kapal Beberapa teori diambil sebagai landasan dalam penelitian ini, antara lain teori tentang sosiolinguistik, kedwibahasaan, alih kode, faktor yang mempengaruhi alih kode dan fungsi alih kode digunakan untuk menganalisis permasalahan yang diajukan dalam penelitian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner dan catatan. Data disajikan dalam bentuk tabel sehingga mempermudah dalam menganalisa masalah dalam penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini. adalah 1) ada tiga jenis alih kode yang dilakukan oleh kru dalam interaksi mereka yaitu inter-sentential switching, intra-sentential switching dan tag switching 2) beberapa faktor ata alasan melatarbelakangi atau mendorong kru untuk melakukan alih kode antara lain membuat percakapan lebih mudah dimengerti oleh lawan tutur.mengarahkan topic pembicaraan dari formal ke informal dan sebaliknya, menciptakan interaksi yang lebih dekat dan santai. Kesulitan menemukan makna atau arti kata dalam bahasa yang anda gunakan, untuk menunjukkan solidaritas dengan orang lain. Untuk membuat lebih mudah memahami opini. Maksud mengklarifikasi menjelaskan isi pembicaraan kepada lawan bicara, dan pengulangan yang dilakukan sebagai klarifikasi berbicara mengenai topic tertentu. 3) Praktek alih kode tidak menimbulkan dampak dalam proses kerja di kapal, karena justru dengan alih kode, pesan atau informasi akan lebih mudah untuk dipahami atau dimengerti oleh lawan bicara.
Hubungan Alat Proteksi diri dengan Angka Kecelakaan Kerja di Kapal Kargo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Marselia Marselia; Nanang Indradi
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat bahan, proses pengolahan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja serta cara melakukan pekerjaannya. Keselamatan kerja bertujuan untuk mengamankan aset serta memperlancar proses produksi dengan disertai perlindungan terhadap tenaga kerja khususnya dan masyarakat pada umumnya agar terbebas dari kemungkinan bahaya kecelakaan, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan serta terhindar dari dampak negatif kemajuan teknologi. Oleh sebab itu, dalam peneltian ini peneliti mengangkat penelitian tentang hubungan penggunaan alat proteksi diri dengan angka kecelakaan kerja di kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ada dua perumusan masalah dalam penelitian ini 1) Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara alat proteksi diri dengan angka kecelakaan kerja di kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang; 2) Apakah alat proteksi diri dapat memberikan perlindungan yang tepat bagi keselamatan dan kesehatan kerja di kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif analitis melalui penggambaran objek penelitian untuk dianalisa dam dicari model pengembangan atas objek tersebut.Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kapal-kapal kargo yang sedang sandar atau berada di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling yaitu peneliti sudah menentukan secara langsung objek penelitian, baik untuk kapal maupun responden, yaitu kapal-kapal kargo yang sedang sandar di pelabuhan. Ada 3 metode pengumpulan data yaitu observasi, interview atau wawancara dan angket (kuesioner). Kesimpulan yang diperoleh adalah 1) bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara penggunaan alat proteksi diri dengan angka kecelakaan kerja di kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, hal ini menjelaskan bahwa semakin baik penerapan penggunaan alat proteksi diri maka akan semakin kecil resiko kecelakaan kerja yang kemungkinan terjadi di kapal, begitu pula sebaliknya semakin jelek penerapan penggunaan alat proteksi diri maka semakin besar potensi resiko kecelakaan kerja di kapal kargo; 2) sebagai salah satu usaha untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja, alat proteksi diri bisa menjadi solusi untuk menekan potensi resiko kecelakaan kerja di kapal kargo.
Analisis Penanganan Penyandaran Kapal untuk Menghindari Container Delay Mahsunah E. Rahayuningsih; Candra O. Putri; Mar’atus Sholikah; Deri Herdawan; Marselia Marselia
SAINTARA Vol 7 No 2 (2023): SAINTARA (September 2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v7i2.221

Abstract

PT Indo Container Lines is an international transportation firm that offers import/export, stevedoring, freight forwarding, and agency services. The investigation of ship berthing handling at PT Indo Kontainer Sarana BUP Multipurpose Terminal is the primary focus of this study. There are a number of underlying issues that need to be addressed in this study, including: the nature of the process by which container delays occur during ship berthing; the nature of the factors that contribute to such delays; the nature of the impact that results from such delays; and the nature of the agent's efforts to overcome such delays. The purpose of this study is to find ways to reduce the time it takes for ships to dock, which would otherwise cause the consignee to wait longer for their shipment and result in higher Terminal Handling Charges (THC). Ship berthing procedures and container loading and unloading operations at storage facilities for stacked cargo are included. This study employs the descriptive research approach and gathers its data via observation, interviews, documentation, and a review of the relevant literature. According to the study's findings, the problem with the MV Icon Corintus's berth might be solved if the ships, agents, and loading/unloading procedures all worked together more efficiently. This is done so that BUP PT Indo Kontainer Sarana doesn't have to pay extra to deal with ships parked at the port, disassemble containers, and stack them. Agents are responsible for docking ship operations, such as maintaining damaged engines or defective loading and unloading equipment.