Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Akademik Dengan Metode Servqual dan Importance Performance Analysis I Made Dwi Wira Ardana; I Nengah Rata Artana; Ida Bagus Kurniawan
Jurnal Manajemen dan Bisnis Kreatif Vol 8 No 2 (2023): JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS KREATIF
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/manajemen.v8i2.5319

Abstract

A B S T R A C TThe purpose of this study is to analyze student satisfaction with XYZ University academic services. The instrument in this study was a questionnaire compiled based on the dimensions of the quality of the servqual method, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy with 4 Likert scales. The sampling method uses the slovin approach, the sampling technique used is proportional sampling. Servqual method (service quality) is used to measure the service gap. To display the factors that determine satisfaction and service factors must be improved, the Importance Performance Analysis (IPA) method is used. From the results of the calculation of the Servqual score, an average gap value of -0.29 indicates a gap in the quality of academic services with what is expected by students, an average conformity level of 91.28% is in very suitable criteria (80 - 100%) indicating significantly XYZ University's academic service quality is close to what is expected by students, but still needs to be improved. From the IPA analysis, there are 18 academic service attributes that are considered important by students. A B S T R A KPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik Universitas XYZ, instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disusun berdasarkan dimensi kualitas metode Servqual yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dengan 4 skala likert. Responden penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas XYZ semester ganjil tahun akademik 2022/2023. Metode penarikan sampel menggunakan pendekatan slovin, teknik sampling yang digunakan adalah proportional sampling. Metode Servqual (service quality) digunakan untuk mengukur kesenjangan layanan (Service Gap). Untuk menampilkan faktor yang sangat menentukan kepuasan dan faktor pelayanan harus ditingkatkan digunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Dari hasil perhitungan score Servqual diperoleh nilai rata-rata gap sebesar -0,29 menunjukkan adanya gap kualitas layanan akademik dengan yang diharapkan oleh mahasiswa, rata-rata tingkat kesesuaian 91,28% berada pada kriteria sangat sesuai (80 – 100%) menunjukkan secara kualitas pelayanan akademik Universitas XYZ mendekati apa yang diharapkan oleh mahasiswa, akan tetapi masih perlu ditingkatkan lagi. Dari analisis IPA terdapat 18 atribut pelayanan akademik yang dianggap penting oleh mahasiswa.
Optimalisasi Pelayanan Prima (Excellent Service) di Sanctoo Suites & Villas, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Ni Kadek Widyastuti; Agus Satyananda Mastra; Putu Steven Eka Putra; I Nengah Rata Artana; Eko Sulistyo
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.89

Abstract

Pariwisata dan perhotelan adalah sektor yang menjanjikan dalam pemenuhan ekonomi masyarakat dan saling melengkapi. Hotel yang merupakan faktor utama dalam memberikan pengaruh terhadap pengalaman wisatawan selama perjalanan wisatanya. Pelayanan Prima atau yang diberikan oleh hotel dalam meningkatkan reputasi layanan akomodasi dapat memberikan peningkatan kunjungan wisatawan terutama ke Pulau Bali. Upaya memberikan citra positif suatu hotel, pihak pengelola, karyawan dan seluruh trainee memiliki peranan penting dalam menciptakan tujuan tersebut. Sanctoo Villas and Suite yang terletak di Desa Singapadu, Gianyar berupaka untuk meningkatkan layanan prima guna meningkatkan guest satisfaction. Namun SOP yang telah dibuat yang digunakan sebagai standar pelayanan belum dapat diimplementasikan dengan baik. Melalui sinergisitas dari bentuk kerjasama yang telah terjalin dengan Program Studi D4 Manajemen Perhotelan, diperlukan pendampingan dari akademisi untuk meningkatkan pengetahun mengenai Excellent Service yang mencakup customer service, grooming, hygiene dan sanitasi serta memberikan pemahaman akan pentingnya disaster preparedness untuk mengantisipasi layanan ketika terjadinya hal emergency di kemudian hari. Kegiatan pengabdian ini akan melibatkan manajer, karyawan, dan trainee dari Sanctoo Villas & Suites dan dosen tetap serta mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perhotelan.
How to Handling The Guest Complaint di The Sankara Suites and Villas Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Ni Kadek Widyastuti; Sidhi Bayu Turker; Putu Steven Eka Putra; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa; Agus Satyananda Mastra; I Nengah Rata Artana; Eko Sulistyo
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i1.308

Abstract

Industri pariwisata di Bali menunjukkan peningkatan signifikan pascapandemi, yang beriringan dengan meningkatnya ekspektasi dan keluhan dari tamu. Fenomena "revenge tourism" ini mendorong sektor perhotelan untuk lebih fokus pada kualitas layanan. Keluhan tamu, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak negatif pada reputasi hotel dan menurunkan tingkat kepuasan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf hotel dalam menangani keluhan tamu secara efektif dan profesional. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang melibatkan 50 staf dan trainee The Sankara Suites and Villas Ubud. Pelatihan mencakup pemahaman mendalam tentang perilaku keluhan tamu, studi kasus, dan simulasi roleplay untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan praktis staf dalam menangani keluhan. Partisipasi proaktif peserta menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap topik ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil membekali staf dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial untuk meningkatkan kualitas layanan dan, pada akhirnya, kepuasan tamu.
Implementasi Event Based Tourism (EBT) Melalui Pergelaran Genta Nusantara IV Gunungkidul 2025 Berbasis Community-Culture Base Tourism (C-CBT) di Kabupaten Gunungkidul, DIY I Nengah Rata Artana; Ni Kadek Widyastuti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Event Based Tourism (EBT) melalui Pergela ran Genta Nusantara IV Tahun 2025 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengusung pendekatan Community-Culture Based Tourism (C-CBT). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pergelaran Genta Nusantara IV secara efektif mengintegrasikan aspek kebudayaan lokal dan partisipasi komunitas sebagai fondasi atau kekuatan pengembangan pariwisata berbasis event, selain keindahan alam Kabupaten Gunungkidul. Keterlibatan aktif masyarakat di Gunungkidul dengan dibuktikan dari partisipasi 13 sanggar tari yang berasal dari Gunungkidul ikut dalam Pergelaran Nusantara ke-4 pada tahun 2025, selain itu ada juga peserta yang berasal dari Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemerintah dan masyarakat setempat mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menghasilkan dampak ekonomi yang positif, terutama yang berkaitan dengan promosi wisata Gunungkidul berbasis event, commuity-culture (EBT and C-CBT).Partisipasi komunitas seni yang terdiri dari pelajar, kaum wanita dan para pekerja seni budaya yang terhimpun melalui sanggar seni di Kabupaten Gunungkidul telah mampu memberikan kontribusi pada daya dukung bagi pengembangan strategi pengembangan wisata di Gunungkidul, disamping sebagai pelestarian seni budaya. Event Genta Nusantara ke- 4 pada 2025 ini sangat mungkin dikembangkan untuk sebuah sinergisitas dalam pelestarian seni budaya yang juga berdampak bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Krakal Gunungkidul, Yogyakarta I Nengah Rata Artana; Gusti Ngurah Joko Adinegara; Gusti Bagus Rai Utama; Cristimulia Purnama Trimurti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 4: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i4.15575

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena adanya potensi destinasi wisata Pantai Krakal yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Krakal yang terletak di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah oberservasi, wawancara, pengamatan berperan serta, penyebaran angket atau kuesioner, studi pustaka, melakukan literasi pustaka terkait dengan ruang lingkup penelitian. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode campuran (mix methode). Teknik analisis dan pengolahan data mengacu pada pendekatan konsep 4A (Atrakasi, Aksesibiltas, Amenitas, Ansilari), analisis SWOT (Strongness, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Teori Butler sebagai grand theory yang menjelaskan tentang Tourism Area Life Cyle (TALC) terkait tahapan pengembangan pariwisata yang terdiri dari eksplorasi, involusi, pengembangan, konsolidasi, stagnan, kemunduran atau kemajuan. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa destinasi wisata Pantai Krakal berada di posisi kuadran 5 dengan posisi IFAS pada angka 2,36, EFAS di posisi 2,59 serta secara deskriptif ada di posisi pertumbuhan dengan kondisi stabil, namun masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya adalah berbagai strategi pengembangan masih perlu dilakukan mengacu pada aspek SO, WO, ST, WT serta pemenuhan aspek 4A, sehingga dapat mengangkat potensi destinasi wisata Pantai Krakal, budaya dan mencetak SDM yang profesional untuk mencapai pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).