Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Life Science

PENGARUH MODUL DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB KONSEP PROTISTA MIRIP HEWAN Dewi Hernawati; Norma Yunita; Sri Wahjuningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i1.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modul digital terhadap hasil belajar siswa dengan sub konsep Protista Mirip Hewan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experiment (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent Control Group Design kepada 66 partisipan secara between subject (pemberian perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelompok). Teknik analisis data menggunakan uji statistik non parametrik, dimana uji hipotesisnya menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan asymp sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Karena 0,000 < α = 0,05 , maka Ho ditolak artinya terdapat pengaruh modul digital terhadap hasil belajarsiswa kelas X MIPA. Data yang diperoleh di analisis menggunakan metode analisis uji gain ternormalisasi. Berdasarkan hasil analisis di peroleh bahwa penggunaan pengaplikasian modul digital dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penggunaan media dengan modul digital dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen ( ̅= 0,20). Sedangkan pada kelompok kontrol yang hanya diberikan media seperti biasa yaitu power point mengalami penurunan ( ̅= -0,02). Berdasarkan hasil uji gain ternormalisasi, kelompok eksperimen masuk kedalam kriteria rendah ( ̅= 0,20 < 0,30) sedangkan kelompok kontrol masuk kedalam kriteria terjadi penurunan ( ̅= -0,02 < 0,00).
Indeks Ekologi Gastropoda sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Air Tawar Situ Bangendit Nurul Fitri; Hudi Hernawan; Sri Wahjuningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i2.1725

Abstract

Beberapa aktivitas masyarakat disekitar perairan situ secara langsung maupun tidak langsung dapatberdampak terhadap kualitas perairan sungai diantaranya dapat mempengaruhi faktor-faktor biotik danabiotik yang mengakibatkan rusaknya ekosistem di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui indeks ekologi gastropoda sebagai bioindikator pencemaran air yang terdapat di EkowisaSitu Bagendit pada bulan April – Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif denganpendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dan metode penentuan stasiun dengan purposive samplingmethod terhadap 10 stasiun. Sampel yang diambil meliputi pengukuran parameter biotik (gastropoda) sertaabiotik. Hasil pengukuran parameter biotik penelitian menunjukkan famili dari tiga stasiun berjumlah5 famili diantaranya famili Thiaridae, famili Ampullariidae, famili Viviparidae, Lymnaeidae dan FamiliLittorinidae, dan terdiri dari 16 spesies dengan total 1495 individu. Rata-rata nilai indeks keanekaragamanadalah 1,6860 termasuk kategori sedang, kenekaragaman tertinggi adalah spesies Melanoides formensis(0,3570) dan terendah adalah, spesies Thiara rufis (0,0044). Rata-rata nilai indeks kelimpahan adalah,100,6091 termasuk kategori sangat banyak, nilai kelimpahan tertinggi pada spesies Melanoides formosensis(28,2274) dan terendah pada spesies Thiara rufis (0,01). Rata-rata nilai indeks dominansi adalah, 0,1852termasuk kategori rendah nilai dominansi tertinggi pada spesies Melanoides formosensis (0,0796) dominansiterendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kemerataan adalah, 28,5078 termasuk kategoristabil, nilai kemerataan tertinggi pada spesies Pomaceae maculata (3,5338) dan Lymnea Rubiginosa (3,5338)terendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kepadatan adalah, 149,5 termasuk kategoritinggi, nilai kepadatan tertinggi pada spesies Melanoides formenssis (42,2) terendah pada spesies Thiararufis (0,1).
JENIS DAN PERSEBARAN ANGGREK DI BEBERAPA LOKASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Sri Wahjuningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v1i2.1750

Abstract

Saat ini diperkirakan keberadaan dan kekayaan jenis anggrek di alam sudah mengalami perubahan. Salah satu cara untuk mengetahui kekayaan atau keberadaan jenis-jenis anggrek di suatu kawasan yaitu dengan cara menidentifikasi dan menginventarisasi jenis di habitat alamnya. Pulau Jawa merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat endemisitas jenis-jenis anggrek yang cukup tinggi termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). TNGC merupakan lahan bekas alih fungsi kawasan dari hutan produksi sehingga ada kemungkinan flora dan fauna yang ada di kawasan Gunung Ciremai telah berkurang termasuk tumbuhan anggrek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi jenis-jenis anggrek yang ada di hutan alam TNGC dan melakukan pengecekan keberadaan dan persebaran jenis anggrek di beberapa Blok di TNGC yaitu : Blok Kopi Cilaja, Gunung Putri dan Cigorowong. Pada kegiatan ini, didapatkan 13 jenis anggrek dimana keanekaragaman anggrek yang tertinggi terdapat di Kopi Cilaja sebanyak 11 jenis, Gunung Putri sebanyak 9 jenis dan Blok Cigorowong hanya 1 jenis. Setelah dilakukan diidentifikasi, dari 15 jenis angrek yang ditemukan ternyata 9 jenis termasuk ke dalam jenis anggrek epifit dan 6 jenis anggrek terrestrial atau tanah. Apabila diklasifikasi berdasarkan nilai jual, dari 15 jenis yang ditemukan hanya 8 jenis anggrek yang mempunyai nilai jual. Berdasarkan hal ini, ke-8 jenis anggrek ini sangat cocok untuk dikembangkan dan dibudidaya terutama dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN Gunung Ciremai.