Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT AROMATERAPI DENGAN BAHAN DASAR MINYAK KELAPA BAGI SISWA/i SMK KESEHATAN GALANG INSAN MANDIRI BINJAI - SUMATERA UTARA Muharni Saputri; Nilsya Febrika Zebua; salmah handayani Lubis; Nurul karima; ari usman
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 1 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.181 KB) | DOI: 10.36490/jpmtnd.v1i2.301

Abstract

Kegiatan pelatihan formulasi sediaan sabun padat aromaterapi dengan menggunakan bahan dasar minyak kelapa dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Tjut Nyak Dhien. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri dengan peserta 45 orang siswa-siswi. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk memberi pengetahuan dan penjelasan tentang sabun padat aroma terapi, menjelaskan manfaat pengolahan minyak kelapa menjadi sabun aroma terapi, serta mampu membuat sabun padat dengan bahan dasar minyak kelapa menggunakan bahan tambahan jeruk (citrus) sebagai pewangi bagi siswa–siswi SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai formulasi sediaan sabun dan bahan dasar minyak kelapa dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi siswa-siswi SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri, serta mampu memanfaatkan pengolahan minyak kelapa menjadi sabun aromaterapi dan dapat memformulasi sabun dengan bahan dasar minyak kelapa.
Penyuluhan Branding Profesi Apoteker dan Edukasi Terkait Diabetes di SMA Negeri 16 Medan Salmah Handayani Lubis
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 - Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i1.559

Abstract

In order to welcome the 53rd Anniversary of the Faculty of Pharmacy, University of North Sumatra and World Pharmacist Day 2022, the professional organization of Pharmacists (IAI) in Medan city and several universities / Health Institutes in Medan city which have Pharmacist study programs are involved in these activities. In connection with this, I as a representative of the Tjut Nyak Dhien University College as well as the IAI Medan City branch manager through the community service and disaster response team participated in holding these activities in several schools, one of which was SMA Negeri 16 Medan. The purpose of this activity is to introduce the pharmacist profession to SMA Negeri 16 students in the form of educational levels to achieve the pharmacist profession, the duties and responsibilities of pharmacists, the work fields of the pharmacist profession, the job prospects of the pharmacist profession in the future and the role of pharmacists in society, one of which is contained in community service activities through counseling activities branding the pharmacist profession and education related to diabetes.
Analisis Karakteristik Pasien dan Penggunaan Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) pada Pasien Geriatri dengan Osteoartritis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar Fenny Hasanah; Desy Natalia Siahaan; Eva Sartika Dasopang; Salmah Handayani Lubis; Arya Tata Prianka
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2697

Abstract

Obat antiinflamasi non steroid (OAINS) merupakan terapi farmakologi yang banyak digunakan dalam mengatasi nyeri pada pasien osteoartritis. Osteoartritis adalah kondisi degeneratif sendi yang umum terjadi pada populasi geriatri dan menyebabkan keterbatasan fungsi serta menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasien, penggunaan OAINS, dan menilai kerasionalan penggunaannya pada pasien geriatri di RSUD Dr. Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar.Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap 80 data rekam medik pasien geriatri dengan osteoartritis periode 2022–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (78,75%), memiliki komorbiditas (21,25%), dan mengalami nyeri sedang (96,25%). Natrium diklofenak adalah OAINS yang paling banyak digunakan (83,75%). Rasionalitas penggunaan obat dinilai berdasarkan lima indikator: tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat frekuensi; seluruhnya terpenuhi (100%).Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan OAINS pada pasien geriatri dengan osteoartritis di rumah sakit tersebut tergolong rasional
Profil Kepatuhan dan Hubungan Pemberian Allopurinol dengan Perubahan Kadar Asam Urat pada Pasien di Puskesmas Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan Salmah Handayani Lubis; Fenny Hasanah; Desy Natalia Siahaan; Eka Ayu Lestari
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1069

Abstract

Background: Hyperuricemia is a metabolic disorder that may lead to gout arthritis and complications if not optimally managed. Allopurinol is the first-line therapy, but treatment success is strongly influenced by patient adherence and achievement of target uric acid levels. Objective: This study aimed to analyze the adherence profile and the correlation of allopurinol administration with changes in uric acid levels among patients at Bandar Khalifah Primary Health Center. Methods: A prospective descriptive observational design was conducted on 55 patients receiving allopurinol therapy from February to April 2025. Data were collected from medical records, laboratory results, and the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire. Results: Most patients (96%) experienced a reduction in uric acid levels, but the mean post-therapy level (6.46 mg/dL) remained above the target of <6 mg/dL. Mild adverse effects were reported in 14.5% of patients, while 85.5% had no complaints. High adherence was found in 54.5% of patients, moderate adherence in 30.9%, and low adherence in 14.6%. Conclusion: Allopurinol therapy demonstrated good clinical effectiveness and safety; however, dose optimization and regular monitoring are required, particularly in patients with low adherence or comorbidities, to achieve the recommended uric acid target.
Pengaruh Edukasi Penyimpanan dan Konsumsi Suplemen Mikronutrien Ganda terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Untuk Pencegahan Oksidasi Suplemen di Puskesmas Salmah Handayani Lubis; Wiji Sri Kusumaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37463

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi. Suplemen Mikronutrien Ganda atau Multiple Micronutrient Supplement (MMS) direkomendasikan sebagai strategi pencegahan anemia, namun di tingkat masyarakat ditemukan keluhan perubahan warna MMS menjadi coklat tua atau kehitaman setelah penyimpanan beberapa bulan. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran dan berpotensi menurunkan kepatuhan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai mekanisme oksidasi zat besi pada MMS serta cara penyimpanan dan konsumsi yang benar guna mencegah degradasi sediaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test pada 16 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kebumen II, Jawa Tengah. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyimpan MMS di dapur (62,5%) dan memindahkan tablet dari kemasan Botol (56,25%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 57,5 menjadi 88,8 (p0,001) setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait stabilitas sediaan dan faktor-faktor yang memengaruhi oksidasi. Disimpulkan bahwa perubahan warna MMS lebih banyak dipengaruhi oleh praktik penyimpanan yang tidak tepat dibandingkan kualitas produk, dan edukasi terstruktur merupakan solusi efektif untuk menjaga mutu serta mendukung keberhasilan program pencegahan anemia pada ibu hamil