Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Ability To Write Scientific Articles among University Students Views from Five Institutions in Indonesia Hernawan Hernawan; Dadang S. Anshori; Syihabuddin Syihabuddin; Yeti Mulyati
Scope : Journal of English Language Teaching Vol 8, No 1 (2023): Scope: Journal of English Language Teaching
Publisher : Pusat Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/scope.v8i1.19506

Abstract

The low ability to write scientific articles in students must be addressed immediately. This factor is increasingly prominent when the learning model used is not in accordance with the learning outcomes of the course. This research aims to measure the ability to write scientific articles of university students in Indonesia before and after the application of the Genre-Based Writing Model synthesized with Critical Literacy. A quantitative approach was used in this research with a quasi-experimental research method. The data sources of this research were students from four universities in Indonesia with a total of 144 students. The research data were the students' scientific articles. The data collection technique in this research was the test technique. Based on the results of the research, students' abilities before being treated with the Genre-Based Writing model synthesized with Critical Literacy were in the sufficient category, while after being treated with the model students' abilities were in the excellent category. In other words, there was a significant increase in students' ability to write scientific articles between before and after being treated with the Genre-Based Writing model synthesised with Critical Literacy.
Balancing Linguistic Goals and Community Relevance: Lessons from Documenting the Baduy dalam Sundanese Language Hernawan; Eri Kurniawan; Retty Isnendes; Rd. Dian Dia-an Muniroh; Haris Santosa Nugraha; Bradley McDonnel; Michael Ewing
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 1 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i1.657

Abstract

Language documentation plays a critical role in preserving linguistic diversity and cultural heritage. However, balancing the academic goals of linguists with the practical needs and interests of indigenous communities remains a challenge. This study reports on the first phase of documenting the relatively isolated indigenous language of Baduy Dalam in Banten, Indonesia. Using a linguist-centered approach, the fieldwork involved eliciting language data and recording daily narratives, culminating in the creation of a small Baduy dictionary. While the project succeeded in capturing targeted word forms and sentence structures, local informants expressed concerns about its relevance to their community. These findings highlight the limitations of linguist-driven documentation efforts, suggesting the need for approaches that prioritize community engagement and shared ownership of language preservation initiatives. A shift towards community-based and multidisciplinary methodologies may foster greater participation, ensuring that language documentation aligns with both academic and local community objectives.
Apakah Kita Benar-benar Menghidupi Sila Kemanusiaan? Menafsir Nilai Humanis Ungkapan Tradisional Sunda Yayat Sudaryat; Temmy Widyastuti; Hernawan Hernawan; Dede Kosasih; Zulfikar Alamsyah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (Special Issue) (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91641

Abstract

Nilai kemanusiaan dalam budaya Sunda tidak hanya diwariskan melalui ajaran formal, tetapi juga melalui ungkapan tradisional yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ungkapan-ungkapan tersebut merefleksikan nilai humanisme yang sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai humanisme serta kearifan lokal Sunda yang terkandung dalam ungkapan tradisional Sunda dengan merujuk pada nilai moral sila kedua Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data penelitian berupa ungkapan tradisional Sunda yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku peribahasa Sunda, kamus budaya, dan naskah budaya, serta sumber lisan melalui wawancara dengan informan budayawan dan tokoh masyarakat Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna filosofis ungkapan. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional Sunda secara dominan merepresentasikan nilai kemanusiaan berupa keadilan sosial, kesetaraan martabat manusia, empati dan cinta kasih (silih asih), pengembangan potensi diri (silih asah), serta tanggung jawab sosial dan kepedulian (silih asuh), yang selaras dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai medium internalisasi nilai Pancasila yang kontekstual dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya dalam pembelajaran Pancasila, bahasa, dan budaya Sunda, serta sebagai rujukan dalam pelestarian nilai-nilai humanisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Prinsip Kesopanan dalam Kumpulan Cerita Pendek Néangan Karya Caraka Muhammad Ghifari Sharih Al-Iman; Nunuy Nurjanah; Hernawan Hernawan
Jurnal IKADBUDI Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v15i2.96620

Abstract

Penelitian ini didorong oleh fakta bahwa kumpulan cerpen Néangan karya Caraka terdiri dari tuturan yang mencerminkan prinsip-prinsip kesopanan. Kesopanan merupakan sebuah norma yang mengatur manusia mengenai sopan tidaknya sebuah perilaku dari sudut pandang susila, agama dan budaya. Sebuah kesopanan dapat tergambarkan melalui penggunaan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dan mendeskripsikan tahapan kesopanan, maksim kesopanan, serta tuturan yang mematuhi dan melanggar maksim kesopanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik analisis unsur langsung. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Néangan karya Caraka. Instrumen yang digunakan adalah kartu data digital. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa terdapat beberapa tuturan yang menunjukkan tahapan kesopanan, dengan jumlah terbanyak terdapat pada tahapan bahasa loma (225 tuturan). Selain itu, maksim kesopanan yang paling sering ditemukan dalam penelitian ini adalah maksim kebijaksanaan (200 tuturan). tuturan yang mematuhi maksim kesopanan (325 tuturan) merupakan tuturan yang paling sering ditemukan.