Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

WORKSHOP PEGIAT MEDSOS SEBAGAI AKTUALISASI CITIZEN JOURNALISM UNTUK PEWARTAAN GEREJA DI KEUSKUPAN MALANG Engelbertus Kukuh Widijatmoko; Ludovikus Bomans Wadu; Andri Fransiskus Gultom
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 2 No 2 (2020): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.788 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v2i2.1290

Abstract

Dalam Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berfokus kepada pengetahuan semata. Melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat mengembangkan kompetensi kewarganegaraan seperti pengetahuan, keterampilan dan watak/karakter. Untuk memperkuat kompetensi kewarganegaraan dalam konteks keterampilan warga negara salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan Citizenship Journalism. Oleh karena itu pengabdian ini akan memfokuskan pada keterampilan warga negara dalam konsep Citizenship Journalisme untuk mendukung kompetensi kewarganegaraan pegiat media sosial di paroki dalam wilayah Keuskupan Malang. Adapun luaran pada kegiatan pengabdian ini adalah database pengelola media sosial yang diikuti 31 paroki di Keuskupan Malang dan laporan pengabdian masyarakat.
PENGINTERNALISASIKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN GENERASI MUDA KOTA BATU MELALUI KEGIATAN RETRET Andri Fransiskus Gultom; Engelbertus Kukuh Widijatmoko; Ludovikus Bomans Wadu
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 2 No 2 (2020): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.652 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v2i2.1292

Abstract

Program pengabdian ini berfokus kepada pengintegrasian kewarganegaraan dengan menginternalisasikan karakter pada generasi muda kota Batu. Tujuan pengabdian lebih pada upaya mengembangkan kompetensi kewarganegaraan dengan basis pengetahuan, keterampilan dan karakter. Pengembangan karakter diinternalisasikan dengan kegiatan retret. Metode yang dilakukan dengan (1) diskusi bersama untuk menemukan citra diri dengan mengidentifikasi sisi positif dan sisi negatif pribadi; (2) memberi pemahaman dengan mengarahkan generasi muda sebagai peserta untuk menemukan makna diri dalam bentuk simbol-simbol nilai; (3) melatih diri dengan permainan yakni ada tantangan, membentuk karakter resilience, dan tetap melibatkan Tuhan; (4) sharing pada sesama teman dan keluarga; (5) merancang komitmen pada impian masa depan. Hasil dari pengabdian menunjukkan ada peningkatan persentase pra retret dan pasca retret. Ada dua model penginternalisasian karakter yang efektif dengan tingkat persentase di atas 90 persen yaitu dengan melibatkan Tuhan dan orangtua. Kata kunci— Internalisasi Karakter, Generasi Muda, Program Retret This dedication program focuses on integrating citizenship by internalizing character in the Young Generation of Batu City. The purpose of dedication is developing citizenship competencies with a knowledge-base, skills and character. Character development is internalized with retreat program. The methods are: (1) a joint discussion to find self-image by identifying the positive side and the personal negative side; (2) give understanding by directing participants to find self-meaning in the form of symbols of value; (3) training game with challenges, forming resilience characters, and still involve God; (4) sharing with friends and family; (5) design a commitment to the dream of the future. Results from devotion show there is an increase in the percentage of pre-retreat and post-retreat retreats. There are two effective character internalization models with a percentage rate above 90 percent that involves God and parents. Keywords— Character Internalization, Young Generation, Retreat
The Fragility of Church Unity and Diversity in the Metaphor of Jigsaw Puzzle Andri Fransiskus Gultom
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 4 (2025): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i4.2940

Abstract

Harls E.R. Siahaan and Johannis Siahaya offer a descriptive understanding in overcoming church diversity through the jigsaw puzzle metaphor. Metaphor, for them, becomes the basic element that forms a picture of church as a perfect and complete blueprint. This article focuses on substantively critiquing the articles of both authors as a form of dialectical continuity that unity and diversity have a broader horizon than just the jigsaw puzzle metaphor. This research uses a qualitative method with the following steps: verstehen (in-depth reading of the text), comparison, and interpretation. This research found that: (1) the explanation of the dialectical model is not explicitly elaborated, both semantically and in the paradigm of ontology; (2) the Jigsaw Puzzle metaphor becomes fragile because it is not based on the dialectical history of thought; (3) the neologisms such as: meroecclesia, somaecclesia, are not based on the history of thought and tend to favor Pentacostalism; (4) the discourse on hospitality is incommensurable with the jigsaw puzzle metaphor. This article reveals the differentiation between unity and diversity.
Kerangka Hukum Pendidikan Multikultural Melalui Culinary Diversity Ethics: Strategi Kebijakan untuk Promosi Pendidikan Tinggi Andri Fransiskus Gultom; Fahmi Arif Zakaria
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i4.4217

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya lingkungan akademik yang inklusif di tengah keberagaman budaya Kota Malang. Meskipun UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis secara tegas menjamin hak pendidikan tanpa diskriminasi, praktik eksklusivisme budaya masih menjadi tantangan dalam promosi pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka hukum pendidikan multikultural berbasis Culinary Diversity Ethics sebagai strategi inovatif untuk menarik minat pelajar Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan yaitu praktisi pendidikan, sosiolog, dan perwakilan pelajar Sekolah Menengah Atas. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etika keberagaman kuliner sebagai media pembelajaran mampu mencairkan sekat primordialisme dan meningkatkan daya tarik institusi pendidikan tinggi secara persuasif. Kebaruan penelitian ada pada penggunaan diplomasi kuliner (gastrosophy) dalam bingkai yuridis-pedagogis untuk mempromosikan nilai multikulturalisme. Perguruan tinggi perlu mengadopsi model ini dalam kurikulum pengenalan kampus untuk mewujudkan ekosistem pendidikan demokratis dan non-diskriminatif.
Optimalisasi Literasi Kritis Melalui Kampanye Kreatif Instagram dalam Membangun Etika Bermedia Sosial pada Remaja Andri Fransiskus Gultom; Ludovikus Bomans Wadu; Umi Tursini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.4130

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah menjadikan ruang digital sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, intensitas penggunaan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman etika dan literasi kritis yang memadai. Fenomena komunikasi yang kurang santun, penyebaran ujaran kebencian, serta maraknya informasi yang tidak terverifikasi menunjukkan adanya urgensi dalam penguatan kesadaran etika bermedia sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kritis dan kesadaran etis remaja dalam berinteraksi di ruang digital melalui kampanye edukatif berbasis media sosial Instagram. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi tahap perencanaan pesan kampanye, produksi konten visual berupa poster dan video singkat, serta penyebaran dan pendampingan interaksi audiens secara daring. Hasil pelaksanaan menunjukkan respons yang positif dari audiens, dengan capaian jangkauan sebanyak 409 tayangan, 48 tanda suka, serta berbagai bentuk interaksi seperti komentar dan pesan langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa kampanye digital berbasis media sosial efektif sebagai sarana edukasi publik dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, khususnya prinsip kemanusiaan dan persatuan, dalam konteks komunikasi digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran awal remaja untuk bersikap lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi serta berpartisipasi di ruang siber.