Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SERAGAM SEKOLAH MENEGAH ATAS BERTEMAKAN PAKAIAN TRADISIONAL DI INDONESIA Karina Tandoko; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v5i2.16505

Abstract

Indonesia terdiri dari suku, bahasa, kepercayaan, suku, tradisi, dll. Ada sekitar 300 suku bangsa di Indonesia. Sebagai negara yang kaya akan budaya, setiap budaya memiliki karakteristik, makna, dan kepercayaannya yang berbeda. Dalam melestarikan budaya lokal Indonesia, pendidikan merupakan faktor kunci yang harus diterapkan pada generasi mendatang. Salah satu bentuk pelestarian budaya yang dipraktekkan dalam lingkungan pendidikan formal adalah pemakaian pakaian adat pada semua jenjang pendidikan di Indonesia. Cara ini telah diterapkan di setiap tahunnya pada hari Kartini, yang dirayakan setiap tanggal 21 April. Di beberapa daerah seperti di Jawa Barat dan Bali, pakaian tradisional dijadikan sebagai seragam di setiap minggunya pada hari tertentu. Namun, penerapan pakaian tradisional sebagai seragam sekolah menegah atas masih belum dikembangkan secara maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong minat untuk merevitalisasi dalam menerapkan budaya dan menonjolkan karakteristik pakaian tradisional per daerah masing-masing ke dalam seragam sekolah menengah atas. Metode analisa ini digunakan dalan penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif studi kasus, yang berfokuskan pada latar belakang yang berfokus pada latar belakang, interaksi dan kondisi komunitas tertentu dari pakaian tradisional lokal menjadi seragam sekolah menengah atas.
Pengaruh Hypebeast Street Style Terhadap Kebutuhan Fashion Konsumen (Studi Kasus Komunitas Dance di Kota Bandung dan Jakarta) Estining Dyah Wulandari; Yan Yan Sunarya
VISUALIDEAS Vol. 3 No. 2 (2023): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/visualideas.vol3.iss2.2023.1436

Abstract

Tren merupakan sebuah hal yang erat kaitannya dengan fashion atau pakaian. Perkembangan tren fashion yang kian pesat, menimbulkan terciptanya gaya-gaya baru dalam berbusana. Salah satunya adalah gaya berbusana street style. Gaya berbusana ini terus berkembang hingga akhirnya memunculkan istilah-istilah baru dan tren baru dalam dunia fashion. Hypebeast merupakan istilah baru yang digunakan sebagai sebutan untuk orang-orang yang terobsesi dengan hal-hal baru yang sedang menjadi trend dalam dunia fashion khususnya pada gaya berbusana street style. Tren gaya berbusana Hypebeast sedikit banyak memberikan dampak pada gejolak fashion yang sedang terjadi. Orang-orang berlomba untuk tampil trendi dengan menggunakan produk dari brand ternama seperti BAPE, Supreme, Stussy, Off White, Anti Social Social Club dan masih banyak lagi. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat pengaruh atau dampak dari tren gaya berbusana Hypebeast terhadap kebutuhan fashion konsumen, khususnya para anggota komunitas dance di Kota Bandung dan Jakarta.
Aplikasi Jbatik sebagai Media Perancangan Motif Batik dalam Workshop Guru Seni Budaya SMK Irving Gustav Salim; Yanyan Sunarya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.6115

Abstract

Perkembangan dunia teknologi yang terjadi di berbagai bidang termasuk desain batik, membuat Dinas Pendidikan jenjang SMK di Provinsi Banten melakukan kerjasama dengan PT. Batik Fraktal Indonesia selaku pengembang software Jbatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan software Jbatik Versi 4 oleh para guru sebagai media pembelajaran pada praktik pelajaran Seni Budaya jenjang SMK di Provinsi Banten. Penelitian tergolong kualitatif serta menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data-data yang didapatkan dari para responden. Observasi dilakukan secara luring dan daring dalam rentan waktu selama satu bulan terhitung sejak hari pertama pelatihan hingga para guru mempraktikannya didalam kelas Seni Budaya. Jbatik merupakan software desain motif batik yang memanfaatkan konsep pengulangan atau Fraktal, sehingga dapat menghasilkan motif yang lebih variatif. Penelitian ini dijelaskan menghasilkan data kualitatif berupa data deskripsi yang diolah dari hasil observasi selama pelatiha serta angket yang diisi oleh responden yang terdiri dari guru dan beberapa peserta didiknya. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai literasi,referensi, dan dasar untuk pengembangan software jbatik lebih lanjut maupun penggunaannya dalam praktik pembelajaran seni budaya didalam kelas.
“Mbok Mase” dan “Mbok Semok”: Reinterpretasi Karakter Perempuan Jawa dalam Kultur Batik Desy Nurcahyanti; Agus Sachari; Achmad Haldani Destiarmand; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1096

Abstract

Stigma masyarakat tentang karakter perempuan Jawa digambarkan sebagai sosok marginal yang tunduk pada kekuatan laki-laki, pengabdi, penurut, pelayan, bertutur kata lemah lembut, dan bergerak pelan dengan wajah menunduk. Deskripsi tersebut berubah secara dinamis dan mengalami reinterpretasi melalui peristiwa sejarah terkait peran perempuan Jawa dalam perjuangan penyetaraan hak dengan kaum laki-laki. Pemaknaan ulang karakter perempuan Jawa terjadi pada lingkup pengrajin batik di Girilayu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka bersepakat membentuk pencitraan untuk ciri khas produk batik dengan istilah “Mbok Semok”. Analisis perspektif sosio-kultural memperlihatkan bahwa karakter, kekuatan, dan peran para perempuan pengrajin batik tersebut sebagai motor penggerak perekonomian di Girilayu. Uraian tersebut memiliki kesamaan dengan karakter, kekuatan, dan peran perempuan juragan di Laweyan, Surakarta (Solo) dengan sebutan “Mbok Mase”, sebagai kunci keberhasilan perjalanan sebuah usaha batik keluarga. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya, analisis menggunakan metode komparatif berdasarkan konsep teori reinterpretasi dari Melville J. Herskovits. Hasil penelitian berupa deskripsi, latar belakang serta bentuk-bentuk reinterpretasi karakter perempuan Jawa dengan komparasi antara “Mbok Mase” di Laweyan, Surakarta dengan “Mbok Semok” di Girilayu, Karanganyar. Temuan penelitian adalah karakter, kekuatan, peran, sikap bahkan sistem di Girilayu dan Laweyan yang mereinterpretasi karakter perempuan Jawa merupakan etos kultur batik.