Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemilihan Supplier Material Berdasarkan Multi Attribute Decision Making (MADM) Menggunakan Metode SAW, WP dan TOPSIS Arlius Hamberto; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.647 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan konstruksi harus memperhatikan manajemen setiap divisi untuk menjadi perusahaan yang unggul, dalam hal ini khsususnya divisi penangananan material, oleh karena itu perusahaan harus memiliki kemampuan bekerjasama dengan supplier, yang diharapkan dapat melakukan pengelolaan manajemen material secara efektif dan efisien, sehingga perusahaan konstruksi dapat memenuhi kualitas dan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan konsumen tersebut. PT XYZ bekerjasama dengan supplier- supplier untuk peralatan dan material seperti kawat las, oksigen, cat, masker, thiner, selang, kaca, oli, material proyek dan sebagainya. Banyaknya supplier ini seharusnya menjadi pertimbangan khusus oleh tim pengadaan supplier untuk lebih selektif dan melakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan perusahaan, dengan memperhatikan aspek cost, quality, quantity dan time. Dari hasil pengamatan bahwa kurangnya evaluasi terhadap kinerja supplier membuat sulit dalam pengambilan keputusan yang bersifat objektif, sehingga hanya mengedapankan unsur subjektif dan sedikit kriteria seperti harga dan cara pembayaran, padahal menurut Dickson terdapat 22 kriteria untuk mengevaluasi atau memilih supplier.Oleh karena itu pemilihan supplier menjadi salah satu faktor penting untuk menjadikan perusahaan yang unggul.Multi Atribute Decision Making (MADM).Multi Atribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternative optimal dari sejumlah alternatif dengan atribut atau kriteria tertentu, metode MADM yang digunakan dalam penelitian ini adalah SAW, WP dan TOPSIS.Untuk pemilihan supplier dengan metode SAW diperoleh skor tertinggi untuk material plate pl  adalah PT CJP sebesar 0.883, material chp skor tertinggi diperoleh PT CJP sebesar 0.894, material plate fb diperoleh PT SKM sebesar 0.864, material angle l diperoleh PT CJP sebesar 0.888, material H beam h diperoleh PT CJP sebesar 0.906, material pipe dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906 dan material rb dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906. Untuk metode WP dan TOPSIS untuk semua material skor tertinggi diperoleh PT CJP.
PERENCANAAN AUDIT TAHUNAN BERDASARKAN RISIKO UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS FUNGSI AUDIT DI PT X Bernadeth Noveida; Putiri Bhuana Katili; Suparno MT
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.753 KB)

Abstract

Perkembangan bisnis yang berkembang pesat saat ini menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin ketat. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, terdapat risiko-risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan. Perencanaan audit ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan agar seluruh proses audit yang akan dijalankan dapat terlaksana dengan baik. Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam suatu PT adalah tidak terdapat ketetapan objek audit pada setiap proses produksinya. Audit yang dilakukan biasanya hanya berdasarkan opini-opini yang terbentuk dalam setiap proses kerja. pendekatan perencanaan audit lebih difokuskan pada risk based audit sehingga auditor internal dalam penyusunan perencanaan audit tahunan terlibat dalam identifikasi dan analisis risiko-risiko bisnis yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan adanya perancangan perencanaan proses audit di PT. X agar seluruh proses produksi yang dijalankan di PT. X dapat terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses bisnis di PT X, menentukan risiko untuk masing-masing proses bisnis, menentukan cara untuk menurunkan risiko dalam PT X, dan membuat rencana audit berdasarkan risk based. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif maupun kualitatif (mix method) dengan tipe penelitian deskriptif. Dimana data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Dari hasil penelitian didapat 22 risiko yang dibagi kedalam 8 jenis risiko. Dari jenis risiko tersebut didapat 32 objek audit dalam 11 proses kerja. Dimana kesimpulan penelitian ini dapat membuat program audit sebanyak 12 program audit. Sehingga diharapkan objek audit tersebut dapat diturunkan nilai risikonya dari probability impact matrix yang ada.
ANALISA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 DI PT. XYZ Ariesta Saputri; Putiri Bhuana Katili; Ade Irman Saeful Mutaqin S
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.347 KB)

Abstract

Suatu penjaminan kualitas sangat dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan kualitas yang diinginkan oleh konsumen. Sementara itu, quality assurance secara luas dijelaskan sebagai fungsi manajemen strategik yang berkaitan dengan berdirinya kebijakan, standar, dan sistem untuk pemeliharaan atau mempertahankan kualitas. Pada tahun 2010, PT. XYZ sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana implementasi ISO 9001:2008, apa saja data temuan/komplain, faktor apa saja yang menjadi penyebab adanya data temuan/komplain, dan langkah-langkah menuju ISO 9001:2015. Pengambilan data menggunakan metode brainstorming dan observasi dokumen perusahaan (System Quality Manual). System Quality Manual diuraikan sebagai diagram alir, data temuan/komplain diolah menggunakan diagram pareto untuk mencari jenis komplain dominan. Kemudian menggunakan diagram sebab – akibat untuk mencari penyebab adanya data temuan/komplain. Dari hasil dan analisis data penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 pada PT.XYZ diperoleh bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di PT.XYZ sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan penurunan jumlah komplain pelanggan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Faktor-faktor yang menjadi penyebab adanya data temuan/komplain adalah faktor tenaga kerja, metode, material, lingkungan, dan mesin.
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karywan PKWT di PT Agung Mandalika dengan Metode Analytical Hierarchi Process & Fuzzy Simple Additive Weighted Alfian Nugraha Saefulloh; Putiri Bhuana Katili; Suparno -
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.777 KB)

Abstract

PT. Agung Mandalika adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa konstruksi pada bidang elektrikal, mekanikal, dan sipil. Perusahaan yang sebagian besar karyawanya adalah pekerja PKWT ini, memiliki masalah dengan proses perekrutan karyawan yang akan diperpanjang kontraknya serta acuan dalam pemberian gaji. Penelitian ini bertujuan untuk Membuat tools penilaian kinerja karyawan PKWT yang nantinya dijadikan acuan untuk sistem pengontrakan kemabali serta bisa dijadikan penentuan upah karyawan PKWT. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tools yang dibuat menggunakan metode analytical hierarchi process & fuzzy simple additve weighted dengan tahapan awal pentuan bobot kriteria, kriteria yang di jadikan acuan adalah: hasil kerja dengan bobot 0,252, tanggung jawab kerja 0,214, taat k3 0,196, disiplin kerja 0,187, dan kemampuan individu 0,151, dari bobot tersebut penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan skala linkert dimana pekerja dinilai sesuai kriteria. Hasil penilaian kinerja serta perangkingan yang di dapat dari 16 karyawan PKWT adalah sebagai berikut: Syamsul 0.956, Nanang 0,938, Kamsin 0,923, Yanto 0,903, Handayadi 0,879, Rifki 0,865, Kadut 0,867, Arifin 0,866, Rohman 0,834, Dendi 0,827, Niko 0,815, Anto 0,811, Bahrudin 0,807, Mastari 0,805, Subari 0,804, dan Misro 0,791. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa seluruh karyawan memiliki kinerja “Sangat Baik” dan diusulkan dikontrak kembali dengan usulan kenaikan gaji sebesar 0.37% dari gaji sebelumnya, dimana nilai tersebut didapat dari rata-rata perubahan inflasi selasa satu tahun.
Pengukuran Kinerja Kualitas Pelayanan Departemen Logistik dengan Metode OMAX Marisa Satriansyah; Putiri Bhuana Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.524 KB)

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelabuhan dan departemen logistic service yang merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi PT. Xnkarena berperan besar bagi perusahaan dalam bidang operasional dan jasa pelayanan pelabuhan yang merupakan produk inti dari PT.X. Kualitas pelayanan terhadap pelanggan adalah tujuan utama dari departemen tersebut, sehingga diperlukan pengukuran kinerja untuk mengetahui bagaimanakah kinerja pada departemen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kimerja pada departemen tersebut. Pengukuran kinerja pada penelitian ini menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dimana pengukurannya difokuskan pada kriteria-kriteria inti, sehingga didapatkan kesimpulan departemen tersebut memiliki kinerja yang baik atau belum memuaskan ataupun buruk, yang selanjutnya diidentifikasi penyebab masalah pada kriteria tersebut dengan diagram fishbone dan diperbaiki dengan rancangan usulan perbaikan yang menggunakan metode 5W+1H. Berdasarkan hasil pengolahan data Januari 2012-Desember 2012 didapatkan Indeks Performansi departemen logistic service PT.X sebesar 8,055%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kinerja departemen logistic service PT. X tahun 2012 adalah  di bawah rata-rata atau masih di bawah kinerja standar.
Mitigating organizational risks in the Secretariat of the Finance Education and Training Agency: A House of Risk methodology Anggraeni, Shanti Kirana; Wahyuni, Nuraida; Soleha, Iim Imroatu; Katili, Putiri Bhuana; Ulfah, Maria
Journal Industrial Servicess Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v10i1.24578

Abstract

One regulation of the Head of the Financial Education and Training Agency (BPPK) states that the BPPK Secretariat is an Echelon II Unit within BPPK, tasked with coordinating duties, coaching, and providing administrative support to all BPPK elements. In its management process, the BPPK Secretariat encounters various opportunities and risks. This study aims to identify and manage organizational risks at the BPPK Secretariat. The House of Risk (HOR) method's Phase 1 is used for risk identification, analysis, and evaluation, while Phase 2 is used for risk mitigation. Additionally, the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method is used to assess severity and occurrence, and Pareto diagrams are used to determine priority risk sources. The study identified 22 risk events, 46 sources of risk, 5 priority risk sources, and proposed 9 mitigation actions. One identified risk event is the inadequate level of employee understanding of the learning organization, with the source of risk being the lack of optimal activities that can provide understanding to employees regarding the learning organization. This source of risk is a priority risk source, leading to proposed mitigation actions such as conducting socialization, dissemination, webinars, talk shows, and assistance activities about learning organizations.