Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PERILAKU MEROKOK DAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN TINGKAT HEALTH LITERACY: SURVEY DI KOTA SEMARANG Sri Handayani; Muhammad Iqbal; Achmad Binadja; Nurjanah Nurjanah; Enny Rachmani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.567

Abstract

Perilaku merokok dan konsumsi alkohol nyatanya adalah perilaku yang beresiko terjangkit penyakit tidak menular (PTM). Meningkatnya kasus PTM secara signifikan diperkirakan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan teknologi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi alkohol dengan tingkat health literacy. Penelitian  ini merupaka penelitian survey dengan Instrument dalam peneleitian ini menggunakan Indonesian’s Health Literacy Survey Questionnaire (HLS-EU-SQ10-ISN) yang sudah tervalidasi. Pengolahan data menggunakan analisis binary logistic untuk mengetahui nilai OR pengaruh masing-masing variabel. Berdasarkan hasil uji hubungan didapatkan bahwa perilaku merokok berhubungan dengan tingkatHL (pValue: 0,001; OR: 1,871; CI: 1,303-2,688). Secara langsung perilaku merokok merupakan faktor yang berpengaruh terhadap tingat HL (pValue: 0,030; OR: 1,543; CI: 1,042-2,285). Seorang perokok memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk memiliki tingkat HL pada problematic-Inadequate. Pada perilaku konsumsi alkohol juga merupakan faktor yang berhubungan (pValue: 0,001; OR: 2,692; CI: 1,505-4,813) dan berpengaruh  (pValue: 0,023; OR: 2,073; CI: 1,108-3,879). Seseorang dengan perilaku kesehatan negative cenderung memiliki tingakt health literacy yang rendah. Kata Kunci: Perilaku merokok, Perilaku konsumsi alkohol, tingkat health lietarcy
Sosialisasi Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Enny Rachmani; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.488

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa telah mengeluarkan Pedoman Teknis RDS pada tahun 2018. Kecamatan Gubug telah mengambil langkah strategis dan berani, dengan menetapakan kebijakan bagi seluruh desa yang berada di wilayahnya untuk mengalokasikan 10% anggaran Dana Desa untuk menangani permasalahan Kesehatan di di desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pemerintah Desa Penadaran, diperoleh beberapa permasalahan terkait dengan Penerapan Program Kesehatan yang sejalan dengan Rumah Desa Sehat di desa Penadaran. Metode Pelaksanaan terdiri dari, (1) Perijinan pelaksanaan kegiatan, (2) Penyamaan persepsi kegiatan, (3) Survey Kesiapan Desa terhadap penerapan Rumah Desa Sehat (RDS), (4) Sosialisasi Program Rumah Desa Sehat (RDS), (5) Pendampingan pembentukan struktur organisasi pengelola Rumah Desa Sehat (RDS). Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah 100% siap untuk menerapkan Rumah Desa Sehat. Kesiapan dokumen pembentukan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran sudah mencapai 90%. Tindak lanjut kegiatan perlu dilakukan grand launching penerapan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Optimalisasi Pengelolaan Homestay Melalui Pelatihan Aplikasi SIMBOK-KU Berbasis Website dan Android pada Masyarakat Desa Candirejo yang Tergabung di PT. Wimbo Emik Rahayu; Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi; Karis Widyatmoko; Ibnu Utomo Wahyu Mulyono; Imang Dapit Pamungkas; Dian Indriana Hapsari; Nurjanah Nurjanah
Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.526 KB) | DOI: 10.47065/jrespro.v3i2.2764

Abstract

The development of tourism has been progressing rapidly. Tourism has now spread to the countryside, where a tourist village can be found. A tourist village is a village that has unique and distinctive values. Homestays are one of the supporting facilities required for the development of tourist villages. But unfortunately, in homestay management there are many limitations, including mastery of technology. Technology itself has an important role because digital-based homestay management can further increase efficiency and integration in homestay management. Because of that, Dian Nuswantoro University partnered with PT Wimbo to design a homestay management information system called SIMBOK-KU. This system makes it easy to monitor reservations, payments, service standards, and even homestay customer satisfaction. On November 12, 2022, this system went live. This system is a solution to several obstacles encountered in website management, such as difficulties in dividing customers among homestay members, inability to fulfill cashless payments, difficulty verifying reservations and payments through travel agents, difficulties managing financial reports, and difficulties managing homestay service standards.
Pelatihan Chse Pengelolaan Homestay pada Desa Candirejo yang Tergabung di PT Wimbo Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi; Emik Rahayu; Aji Kusumah Ramdhani; Karis Widyatmoko; Imang Dapit Pamungkas; Joseph Aldo Irawan; Nurjanah Nurjanah; Dian Indriana Hapsari; Ibnu Utomo Wahyu Mulyono
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i1.875

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk pada masyarakat salah satunya pada sektor industri pariwisata. Seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia mengalami kondisi tersebut, seluruh elemen pada sektor pariwisata di Indonesia mengalami penurunan pendapatannya secara drastis sebab wisatawan khawatir berpergian dan terpapar Covid-19. Salah satu yang terdampak oleh Covid-19 ini ialah homestay yang dikelola masyarakat desa Candirejo. Sebuah kebijakan dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environment Sustainability) untuk meningkatkan kembali kepercayaan para wisatawan. Masyarakat desa Candirejo sebagai pengelola homestay harus mendapatkan sertifikat CHSE sebagai bentuk pengakuan secara resmi dari negara karena telah menerapkan protokol kesehatan melalui penerapan CHSE dalam bidang pariwisata. Universitas Dian Nuswantoro bermitra dengan PT Wimbo merancang sebuah pelatihan CHSE bagi pengelola homestay untuk memberikan pengetahuan perihal penerapan CHSE. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 26 November 2022. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat desa Candirejo yang tergabung dalam kegiatan pelatihan CHSE dalam pengelolaan homestay di masyarakat desa Candirejo. ABSTRACT The Covid-19 pandemic has had a negative impact on society, one of which is the tourism industry sector. The whole world, including Indonesia, is experiencing this condition, all elements in the tourism sector in Indonesia have experienced a drastic decline in their income because tourists are worried about traveling and being exposed to Covid-19. One of those affected by Covid-19 is the homestay managed by the Candirejo village community. A policy was issued by the Ministry of Tourism and Creative Economy namely CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environmental Sustainability) to increase the trust of tourists. The people of Candirejo village as homestay managers must obtain a CHSE certificate as a form of official recognition from the state because they have implemented health protocols through the implementation of CHSE in the tourism sector. Dian Nuswantoro University partnered with PT Wimbo to design a CHSE training in homestay management to provide knowledge about CHSE implementation. The implementation of this training was carried out on November 26, 2022. The activity took place smoothly with enthusiastic greetings from the Candirejo village community who participated in CHSE training activities in managing homestays in the Candirejo village community.