Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PERILAKU MEROKOK DAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN TINGKAT HEALTH LITERACY: SURVEY DI KOTA SEMARANG Sri Handayani; Muhammad Iqbal; Achmad Binadja; Nurjanah Nurjanah; Enny Rachmani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.567

Abstract

Perilaku merokok dan konsumsi alkohol nyatanya adalah perilaku yang beresiko terjangkit penyakit tidak menular (PTM). Meningkatnya kasus PTM secara signifikan diperkirakan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan teknologi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi alkohol dengan tingkat health literacy. Penelitian  ini merupaka penelitian survey dengan Instrument dalam peneleitian ini menggunakan Indonesian’s Health Literacy Survey Questionnaire (HLS-EU-SQ10-ISN) yang sudah tervalidasi. Pengolahan data menggunakan analisis binary logistic untuk mengetahui nilai OR pengaruh masing-masing variabel. Berdasarkan hasil uji hubungan didapatkan bahwa perilaku merokok berhubungan dengan tingkatHL (pValue: 0,001; OR: 1,871; CI: 1,303-2,688). Secara langsung perilaku merokok merupakan faktor yang berpengaruh terhadap tingat HL (pValue: 0,030; OR: 1,543; CI: 1,042-2,285). Seorang perokok memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk memiliki tingkat HL pada problematic-Inadequate. Pada perilaku konsumsi alkohol juga merupakan faktor yang berhubungan (pValue: 0,001; OR: 2,692; CI: 1,505-4,813) dan berpengaruh  (pValue: 0,023; OR: 2,073; CI: 1,108-3,879). Seseorang dengan perilaku kesehatan negative cenderung memiliki tingakt health literacy yang rendah. Kata Kunci: Perilaku merokok, Perilaku konsumsi alkohol, tingkat health lietarcy
Sosialisasi Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Enny Rachmani; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.488

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa telah mengeluarkan Pedoman Teknis RDS pada tahun 2018. Kecamatan Gubug telah mengambil langkah strategis dan berani, dengan menetapakan kebijakan bagi seluruh desa yang berada di wilayahnya untuk mengalokasikan 10% anggaran Dana Desa untuk menangani permasalahan Kesehatan di di desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pemerintah Desa Penadaran, diperoleh beberapa permasalahan terkait dengan Penerapan Program Kesehatan yang sejalan dengan Rumah Desa Sehat di desa Penadaran. Metode Pelaksanaan terdiri dari, (1) Perijinan pelaksanaan kegiatan, (2) Penyamaan persepsi kegiatan, (3) Survey Kesiapan Desa terhadap penerapan Rumah Desa Sehat (RDS), (4) Sosialisasi Program Rumah Desa Sehat (RDS), (5) Pendampingan pembentukan struktur organisasi pengelola Rumah Desa Sehat (RDS). Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah 100% siap untuk menerapkan Rumah Desa Sehat. Kesiapan dokumen pembentukan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran sudah mencapai 90%. Tindak lanjut kegiatan perlu dilakukan grand launching penerapan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Optimalisasi Pengelolaan Homestay Melalui Pelatihan Aplikasi SIMBOK-KU Berbasis Website dan Android pada Masyarakat Desa Candirejo yang Tergabung di PT. Wimbo Emik Rahayu; Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi; Karis Widyatmoko; Ibnu Utomo Wahyu Mulyono; Imang Dapit Pamungkas; Dian Indriana Hapsari; Nurjanah Nurjanah
Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.526 KB) | DOI: 10.47065/jrespro.v3i2.2764

Abstract

The development of tourism has been progressing rapidly. Tourism has now spread to the countryside, where a tourist village can be found. A tourist village is a village that has unique and distinctive values. Homestays are one of the supporting facilities required for the development of tourist villages. But unfortunately, in homestay management there are many limitations, including mastery of technology. Technology itself has an important role because digital-based homestay management can further increase efficiency and integration in homestay management. Because of that, Dian Nuswantoro University partnered with PT Wimbo to design a homestay management information system called SIMBOK-KU. This system makes it easy to monitor reservations, payments, service standards, and even homestay customer satisfaction. On November 12, 2022, this system went live. This system is a solution to several obstacles encountered in website management, such as difficulties in dividing customers among homestay members, inability to fulfill cashless payments, difficulty verifying reservations and payments through travel agents, difficulties managing financial reports, and difficulties managing homestay service standards.
Kesenjangan Integrasi Pelaporan dan Pencatatan Kasus Tbc di Fasiltas Kesehatan Indonesia Ana Shodaqotul Fauziyah; MG Catur Yuantari; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51136

Abstract

Pelaporan kasus Tuberkulosis (TBC) merupakan komponen penting dalam upaya eliminasi TBC, namun implementasinya di fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan integrasi sistem pelaporan TBC dan kepatuhan pelaporan melalui literature review. Kajian dilakukan terhadap tujuh artikel terbitan 2020–2024 yang membahas pencatatan dan pelaporan TBC di Indonesia, dengan fokus pada kendala, pelatihan, beban kerja ganda, serta rekomendasi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, beban tugas ganda, serta penerapan standar operasional prosedur yang belum merata. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga masih menghadapi masalah teknis berupa error jaringan, data ganda, dan integrasi yang belum optimal. Selain itu, keterbatasan kebijakan dan pendanaan turut memengaruhi kualitas data dan kepatuhan pelaporan. Kesenjangan integrasi pelaporan TBC masih menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan strategi perbaikan melalui penguatan kapasitas SDM, pelatihan berkelanjutan, stabilisasi sistem informasi, serta dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor.
Pengaruh Diabetes Miletus terhadap resiko terjadinya katarak : Sebuah Studi Tinjauan Pustaka Kwik Kezia Kusumawati Hadinata; Nurjanah Nurjanah; Eti Rimawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51548

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang paling sering ditemui dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk masalah penglihatan seperti katarak. Katarak adalah penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah, dan jumlah penderitanya lebih tinggi di antara mereka yang menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara diabetes melitus dan munculnya katarak melalui tinjauan sistematis artikel-artikel terkait.Studi ini mengadopsi metode tinjauan sistematis dengan pendekatan prisma. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan BMC menggunakan kata kunci yang relevan. Sebanyak 3. 878 artikel ditemukan, lalu disaring dan dianalisis menurut kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang layak untuk ditelaah.Kebanyakan artikel menunjukkan bahwa diabetes melitus adalah faktor risiko yang signifikan bagi munculnya katarak. Faktor lain yang mempengaruhi termasuk usia tua, lama menderita DM, pengendalian glikemik yang buruk, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet. Kesimpulannya, ada hubungan yang konsisten antara DM dan kejadian katarak. Deteksi awal serta pengelolaan DM yang baik dapat membantu mengurangi risiko kebutaan akibat katarak pada individu yang menderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes melitus, Katarak, Faktor risiko, Komplikasi Mata