Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Developing Assessment Instruments of PISA Model to Measure Students Problem-Solving Skills and Scientific Literacy in Junior High Schools Rosana, Dadan; Widodo, Eko; Setianingsih, Wita; Setyawarno, Didik
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v8i2.17468

Abstract

This study aims at producing an assessment instrument of the PISA model to measure students problem-solving skills and scientific literacy in junior high schools that are valid, practical, and having potential effects. This research employed the design of development studies. The analysis used the Item Response Theory (IRT) Rasch model based on the junior high school students' responses to the developed PISA assessment instrument on natural science subjects. The result of this study was a test set of PISA model for the material of Vibration, Wave, and Sound consisting of 40 items. The test was valid in terms of content, constructs, and language according to the expert assessment, and practical based on small group trials. It also had a potential effect based on the students answers and questionnaires results in the field test. The qualitative analysis showed that the developed test had several potential effects, i.e. the development of students' problem-solving skills and scientific literacy so that they gained a relatively high ability to solve a test with the PISA model. The results of quantitative analysis through field test trials showed that there was a significant effect from the application of the PISA model test to enhance students scientific literacy and problem-solving skills in the junior high school with the Sig. value of 0.000 which was less than the significance level of 0.05 ( = 5%).
PENGARUH MODEL CTL MELALUI KEBUDAYAAN MERTI DUSUN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS Safira Avistawati; Didik Setyawarno
Jurnal TPACK IPA Vol 9, No 1 (2025): Jurnal TPACK IPA (January,2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) ada tidaknya perbedaan kemampuan literasi sains peserta didik antara kelas model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui kebudayaan merti dusun dengan kelas model Direct Instruction. 2) pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui kebudayaan merti dusun terhadap kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan the matching only pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini terdiri dari enam kelas VIII SMP Negeri yang berlokasi di Magelang. Sampel penelitian ini sebanyak 59 peserta didik yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi berupa observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes berupa soal pretest-posttest. Kualitas instrumen soal dianalisis menggunakan Model Rasch dengan INFIT MNSQ berkisar 0,77-1,33. Analisis data yang dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) ada perbedaan secara signifikan kemampuan literasi sains peserta didik antara kelas model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui kebudayaan merti dusun dengan kelas model pembelajaran Direct Instruction. 2) Ada pengaruh positif yang signifikan dengan hasil uji effect size sebesar 1,66 yang termasuk dalam kategori kuat terhadap kemampuan literasi sains. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), kebudayaan merti dusun, kemampuan literasi sains. 
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Phet Simulation Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasional Ratih Vicha Anggraeni; Ismail Fikri Natadiwijaya; Didik Setyawarno
Jurnal TPACK IPA Vol 9, No 2 (2025): Jurnal TPACK IPA (August, 2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan PhET Simulation terhadap kemampuan berpikir komputasional peserta didik pada materi gerak dan gaya. Pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 64 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran PBL berbantuan PhET Simulation, sementara kelas kontrol menggunakan model Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan effect size. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir komputasional antara kedua kelas (p = 0,001 0,05), dengan nilai effect size sebesar 0,74 (kategori sedang ke tinggi). Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 83,59, meningkat dari 58,13, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 57,81 menjadi 79,22. Indikator berpikir komputasional dengan peningkatan tertinggi adalah pengenalan pola. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan PhET Simulation efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasional dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif di era abad ke-21.
Innovative Online Diagnostic Assessment for Evaluating Science Learning Readiness in the Merdeka Curriculum Framework Widowati Pusporini; Dadan Rosana; Didik Setyawarno; Eko Widodo; Maryati Maryati
Journal of Education and Teaching (JET) Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jet.v7i1.546

Abstract

The main objective of this study was to develop an Online Diagnostic Assessment (ODA) that can effectively measure junior high school students’ readiness to learn science within the framework of the Merdeka Curriculum. Unlike previous diagnostic tools that are mostly offline or limited in scope, this ODA provides an innovative, technology-based solution that identifies student readiness and misconceptions while offering timely feedback to support differentiated learning. Using the 4-D development model, the research includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. At the Define stage, the instrument grids were identified according to the curriculum. In the Design stage, the assessment prototype was developed using Google Form. The Develop stage involved validation by experts and field tests in two junior high schools, resulting in a valid and reliable instrument, with an Aiken's V value above 0.80, Cronbach's Alpha 0.736, and McDonald's Omega 0.768. The results of the EFA analysis showed all items had Measures of Sampling Adequacy (MSA) of more than 0.5. The distribution of respondents' scores shows that the instrument is effective in differentiating students' abilities. Thus, the developed ODA is valid, reliable, and ready to be used to assess students' readiness in science learning.
Workshop Optimalisasi Assessment as Learning Dalam Proses Pembelajaran Sebagai Upaya Rekonfigurasi Piramida Asesmen Bagi Pendidik di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur/ Malaysia Setyawarno, Didik; Maryati, Maryati; Rahayu, Dita Puji
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v10i1.90476

Abstract

Penilaian dalam proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan efektivitas pendidikan. Namun, praktik asesmen di Indonesia masih didominasi oleh Assessment of Learning (AoL), yang lebih menitikberatkan pada hasil akhir dibandingkan dengan proses pembelajaran itu sendiri. Assessment as Learning (AaL) merupakan pendekatan asesmen yang menempatkan peserta didik sebagai peserta aktif dalam proses evaluasi, sehingga mereka dapat merefleksikan pemahaman dan mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif. Namun, implementasi AaL di Indonesia masih terbatas karena kurangnya pemahaman pendidik, keterbatasan sumber daya, serta paradigma penilaian yang masih berorientasi pada nilai akhir. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan Assessment as Learning dalam proses pembelajaran melalui kegiatan workshop interaktif bagi pendidik di lembaga/satuan pendidikan di wilayah Yogyakarta. Kegiatan ini akan berfokus pada pemahaman konsep AaL, praktik perancangan instrumen asesmen berbasis refleksi dan metakognisi, serta strategi implementasi dalam pembelajaran. Selain itu, dikenalkan bagaimana pemanfaatan platform digitak sederhana yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan AaL dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan di salah satu SMP di Kota Yogyakarta yang dikolaborasikan dengan salah satu SMP mitra/MGMP IPA, sehingga memudahkan akses bagi semua guru yang akan mengikuti pelatihan ini. Metode yang digunakan dalam workshop ini mencakup sosialisasi teori AaL, simulasi penerapan asesmen, diskusi kelompok, serta evaluasi dan pendampingan pasca-workshop. Hasil kegiatan diharapkan guru dapat memahami pentingnya rekonstruksi piramida asesmen, di mana AaL menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil kegiatan juga diharapkan penerapan AaL lebih optimal sehingga menjadi sebuah upaya untuk perubahan paradigma dalam sistem asesmen dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, refleksi diri, dan pembelajaran yang berkelanjutan