Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Karakteristik Proses Pemesinan CNC Bubut Baja St 41 dan Aisi 4340 Terhadap Morfologi Struktur dan Kekasaran Permukaan Qosidh, Evan; Siahaan, Erwin; Lubis, Sobron
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10695

Abstract

Proses pemesinan pada pembuatan poros dapat dilakukan dengan menggunakan mesin bubut, dari hasil proses pembubutan pada poros akan didapatkan nilai kekasaran permukaan dari poros yang telah di bubut. Respon karakteristik kualitas kekasaran permukaan yaitu kekasaran yang paling rendah yang paling baik (Smaller is Better), berbeda dengan karakteristik kualitas mata pahat yaitu yang lebih besar yang lebih baik (Bigger is Better).Parameter yang digunakan yaitu kecepatan potong, gerak makan, serta kedalaman potong. Parameter kecepatan potong senilai 200 (m/min), 230 (m/min), 260 (m/min). Parameter gerak makan senilai 0,1 (mm/rev) , 0,2 (mm/rev) , 0,3 (mm/rev). Parameter kedalaman potong senilai 0,3mm. Ketiga parameter tersebut divariasikan berdasarkan desain eksperimen pendekatan, sehingga didapatkan 9 variasi parameter. Setiap variasi parameter dilakukan percobaan sebanyak 1 kali percobaan. Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil kekasaran dari setiap variasi parameter pengujian hasil kekasaran dilakukan pengambilan data sebanyak 3 kali. Hasil kekasaran yang terendah yaitu senilai 1,335 µm pada St 41, hasil kekasaran terendah terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 200 (m/min), gerak makan 0,1 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,3mm. Untuk hasil kekasaran yang paling tinggi seniali 6,498 µm, terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,3 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,3 mm pada St 41. Perbandingan hasil kekasaran yang terendah yaitu senilai 1,408 µm pada AISI 4340, hasil kekasaran terendah terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,1 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,3mm. Untuk hasil kekasaran yang paling tinggi seniali 7,348 µm, terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,3 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,3 mm pada AISI 4340. Pada penelitian ini didapatkan parameter yang optimal yaitu pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,1 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,3mm dengan perbandingan kekasaran permukaan dengan variasi parameter yang sama maka dari kedua material tersebut yaitu St 41 dan AISI 4340 maka didapat kekasaran permukaan yang terendah yaitu pada St 41. Perbandingan St 41 dan AISI 4340 dengan parameter Vc yaitu 200 (m/min), 230 (m/min) dan 260 (m/min) dengan gerak makan yaitu f = 0,1 (mm/rev), f = 0,2 (mm/rev). dan f = 0,3 (mm/rev) maka dapat dilihat pada grafik dan table bahwa mendapatkan nilai kekasaran terendah pada di baja St 41.
Pengaruh Parameter Pemesinan terhadap Kekasaran Produk 3D Printing FDM dengan Menggunakan Bahan ABS Calvin Chen; Sobron Yamin Lubis; Rosehan Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.595 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7301

Abstract

3D printing atau manufaktur adiktif merupakan teknologi yang saat ini perkembanganannya cukup pesat dan banyak diaplikasikan sebagai teknologi rapid prototyping. Filamen acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan merupakan salah satu jenis polimer yang sering digunakan dalam teknologi 3D printing. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rapid Prototyping FDM (Fused Deposition Modeling) mesin dengan berbagai kombinasi parameter. Pemilihan parameter untuk 3 jenis parameter, masing-masing parameter divariasikan dengan 3 variasi. Material yang digunakan adalah material ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene). Itu metode penelitian menggunakan metode Taguchi. Respon yang dihasilkan hanya kekasaran permukaan. Eksperimen menghasilkan parameter optimal: Kecepatan Cetak 60 mm/s, Suhu Pencetakan 240 ° C, Tinggi Lapisan 0.1 mm.
Penggunaan Progressive Dies Untuk Mengurangi Ketinggian Burr Pada Pembuatan Connection Plate Heater Lam, Silvester; Lubis, Sobron; Rosehan, Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i3.15432

Abstract

Dies merupakan sebuah alat tekan yang berfungsi untuk memotong atau membentuk plat logam yang berbentuk lembaran (sheet metal) menjadi bentuk yang diinginkan. Dies umumnya terdiri dari beberapa jenis seperti conventional dies, inverted dies, compound dies, dan progressive dies. Salah satu komponen yang dapat dibuat menggunakan dies adalah connection plate heater. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil produksi connection plate heater dengan ketinggian burr yang minim. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian pada compound dies yang biasanya dipakai untuk memproduksi connection plate heater, dari 10 spesimen didapatkan rata-rata ketinggian burr pada proses piercing 0,628 mm dan pada proses blanking 0,239 mm, sehingga rata-rata burr dari 10 spesimen connection plate heater menggunakan compound dies adalah 0,434 mm. Karena hasil burr dari compound dies cukup tinggi, selanjutnya dilakukan perancangan ulang dies untuk memproduksi connection plate heater. Jenis dies yang dipilih adalah progressive dies dengan pertimbangan proses produksi nantinya dapat dilakukan dengan menggunakan autofeeder. Dari hasil rancangan progressive dies ini, kemudian dilakukan pengujian dan diambil 10 spesiemen didapatkan rata-rata ketinggian burr pada proses piercing 0,123 mm dan pada proses blanking 0,108 mm, sehingga rata-rata burr dari 10 spesimen connection plate heater menggunakan progressive dies adalah 0,116 mm.