Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Computational Thinking dalam Menyelesaikan Masalah pada Materi Program Linear Elinda Elinda; Laelasari Laelasari; Jajo Firman Raharjo
PRISMA Vol 12, No 1 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i1.2635

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan computational thinking siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi program linear, serta mengetahui respon siswa terhadap pemahaman computational thinking dalam menyelesaikan masalah pada materi program linear. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi, 2 siswa yang memiliki kemampuan awal matematis yang rendah, 2 siswa yang memiliki kemampuan awal matematis yang sedang yang di ambil dari 24 populasi, dan satu tenaga pendidik untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yakni tes tertulis, wawancara dan angket respon siswa. Kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan indikator kemampuan computational thinking. Teknik analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyejian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan computational thinking dalam menyelesaikan masalah pada materi program linear yang dimiliki siswa dapat dikatakan rendah karena hasil dari tes tertulis masih terdapat siswa yang belum dapat menyelesaikan soal tersebut dengan memenuhi indikator dari computational thinking. Respon siswa terhadap pemahaman computational thinking dalam menyelesaikan masalah pada materi program linear dari hasil angket yang diproleh memiliki interpretasi yang baik.
Analisis: Kemampuan Literasi Matematis Ditinjau dari Disposisi Matematis Siswa Salistia, Salistia; Wida Nadhifah Rahmayati; Nurul Ikhsan Karimah; Jajo Firman Raharjo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 1 (2024): IJHESS AUGUST 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i1.1091

Abstract

The results of the Mathematical Literacy Research discuss Indonesia's involvement in PISA since 2000, which has never experienced a significant increase in ranking until 2018. Even the 2018 PISA results showed that Indonesia was ranked in the bottom 10 in the world with an average score of Indonesian students mathematical literacy of 359, while the average was 489. This study aims to describe the mathematical literacy skills of grade X students in solving PISA questions in terms of mathematical disposition abilities. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach with three instruments to be used in this study, namely a mathematical disposition scale questionnaire, a mathematical literacy test, and interview guidelines. The research instrument was first consulted with the collaborating lecturer. The results of the disposition test from 33 grade X.1 students were then analyzed to determine the grouping of students' mathematical disposition abilities. The mathematical disposition scale is given to students in three groups: high, medium, and low. The subjects of this study were four students in the class with different levels of mathematical disposition abilities. Based on the results of this study, the literacy abilities of students reviewed in mathematical disposition tend to vary. Students with a high level of disposition have better literacy and problem-solving skills than those with a medium or low level of disposition
PROSES ABSTRAKSI REFLEKTIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN PIAGET Sutrisna, Nia; Pramuditya, Surya Amami; Raharjo, Jajo Firman; Setiyani, Setiyani
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i2.3152

Abstract

Kemampuan abstraksi reflektif siswa merupakan suatu kemampuan yang menjelaskan alur berfikir siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, abstraksi reflektif sangat penting untuk mengembangkan kognitif seseorang saat mempelajari suatu konsep. Berdasarkan Piaget dalam mempelajari matematika yang bersifat abstrak, siswa melalui beberapa tahapan yaitu tahap konkret, semi konkret, dan abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses abstraksi siswa dalam menyelesaikan materi bangun ruang pada sub materi jarak titik ke titik, titik ke garis, dan titik ke bidang. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan kualitatif dan subjek dalam penelitian ini peneliti mengambil satu orang siswa kelas X MIPA tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan memberikan soal tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melewati tahapan proses abstraksi yang dinyatakan oleh Piaget
Design of an Electronic Test for Geometry Material Based on Students' Numeracy Literacy and Metacognitive Knowledge Siska Firmasari; Setiyani; Jajo Firman Raharjo; Mohammad Dadan Sundawan; Rismayani
Journal of Education Technology Vol. 7 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v7i4.63608

Abstract

Making electronic tests of students' numeracy skills based on metacognitive knowledge is important for students to have. Metacognitive knowledge are essential in mathematics performance. For this reason, it is significant to make metacognitive knowledge the basis of teaching, especially in teaching mathematics. This study aimed to design an electronic test based on students' Numerical Literacy Ability and Metacognitive Knowledge. The study used the ADDIE development model focusing on evaluating geometry material. This study chose subjects with random sampling from a high school that has good quality. The first stage of this study was to determine the nine research subjects by conducting initial interviews with class IX students. Then from the research subjects, researchers obtained information about numeracy literacy skills and metacognitive knowledge using test and interview methods. The results of a descriptive and in-depth analysis of the students' numeracy literacy skills and metacognitive knowledge became the basis for designing the electronic test. The study found that the electronic test design proved valid with an excellent category and practical with a positive response of 82.63%. This electronic-test design assessment shows that the digital-based instrument evaluation can have a broader range of users. The results of this study can be a recommendation for a digital-based evaluation instrument that adapts to the scope of the latest curriculum in Indonesia.
An Analysis of Principals’ Digital Literacy Capabilities as Instructional Leaders in Indonesia Dwiniasih, Dwiniasih; Jaja, Jaja; Raharjo, Jajo Firman
International Journal of Applied Sciences and Smart Technologies Volume 06, Issue 2, December 2024
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijasst.v6i2.8843

Abstract

The role of principals as instructional leaders requires them to continuously improve their skills in designing and implementing 21st-century learning. This involves developing their digital literacy capabilities as part of technology integration. This research is a case study that aims to analyze the digital literacy capabilities of principals in Kuningan and Cirebon, Indonesia, as instructional leaders in designing and implementing 21st-century learning. The participants of this study were 20 elementary school headmasters. To collect the data, the authors used a teacher observation checklist, with the observer being the teacher in charge of the training. The results of this study showed that the headmasters, as supervisors and instructional leaders, had strong digital literacy capabilities. They were able to easily use technology, and the applications were clear and understandable to them. Furthermore, the participants found it easy to become skilled with the system, learn to operate it, and interact with it. They also showed high mental effort, required much care and attention, and found it easy to navigate and remember how to perform tasks with the system. Overall, this study highlights the importance of developing digital literacy capabilities among instructional leaders, particularly in the context of 21st-century learning. The study provides insights for educators and policymakers on how to support principals in improving their digital literacy capabilities to serve as effective instructional leaders in the digital age. Keywords: Digital Literacy, instructional leaders, principals’ capabilities
Analisis Strategi Marketing Product, Price, Place, dan Promotion (4P) dalam Pengembangan Bisnis Start-up Gojek Berbasis Aplikasi Mobile Diani, Diani; Raharjo, Jajo Firman
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i2.1454

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong munculnya berbagai start-up salah satunya gojek berbasis aplikasi mobile di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, penerapan strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing Product, Price, Place, dan Promotion (4P) pada bisnis start-up gojek digital berbasis aplikasi mobile dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap salah satu start-up gojek. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada aspek Product, inovasi fitur dan pengalaman pengguna menjadi kekuatan utama; pada aspek Price, strategi penetapan harga kompetitif mampu menarik pengguna awal; pada aspek Place, distribusi melalui platform digital mempermudah jangkauan pasar; dan pada aspek Promotion, pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan influencer efektif meningkatkan brand awareness. Analisis SWOT mengungkapkan kekuatan pada inovasi produk, peluang dari pertumbuhan pengguna internet, kelemahan pada keterbatasan modal promosi, serta ancaman dari kompetitor sejenis. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara strategi 4P dan hasil analisis SWOT sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam pengembangan start-up gojek berbasis aplikasi mobile.
PROSES ABSTRAKSI REFLEKTIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN PIAGET Sutrisna, Nia; Pramuditya, Surya Amami; Raharjo, Jajo Firman; Setiyani, Setiyani
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i2.3152

Abstract

Kemampuan abstraksi reflektif siswa merupakan suatu kemampuan yang menjelaskan alur berfikir siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, abstraksi reflektif sangat penting untuk mengembangkan kognitif seseorang saat mempelajari suatu konsep. Berdasarkan Piaget dalam mempelajari matematika yang bersifat abstrak, siswa melalui beberapa tahapan yaitu tahap konkret, semi konkret, dan abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses abstraksi siswa dalam menyelesaikan materi bangun ruang pada sub materi jarak titik ke titik, titik ke garis, dan titik ke bidang. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan kualitatif dan subjek dalam penelitian ini peneliti mengambil satu orang siswa kelas X MIPA tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan memberikan soal tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melewati tahapan proses abstraksi yang dinyatakan oleh Piaget