Wince Wince, Wince
Information System Department, School of Information System, Bina Nusantara University Jln. K. H. Syahdan No. 9, Jakarta 11480, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DEVELOPMENT MODEL FOR SUPPORTING THE ACCOMPLISHMENT OF ACADEMIC LEVEL: CASE STUDY OF BINA NUSANTARA UNIVERSITY Heripracoyo, Sulistyo; Saputra, Wawan; Wince, Wince
CommIT (Communication and Information Technology) Journal Vol 7, No 1 (2013): CommIT Vol. 7 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/commit.v7i1.579

Abstract

The fact that a small number of lecturers who are able to meet or pass the requirementsfor obtaining or enhancing the academic hierarchy (JJA/Jenjang Jabatan Akademis) is the reasonof the study. An analysis was performed on the historical data of the university faculty members.Analysis of historical data was done by making use of a data warehouse and data miningapplications to describe and map lecturer’s JJA care, as well as with the data mining tool WEKAversion 3.6.6. to know some of the variables that affect the maintenance of the JJA at BinaNusantara University. Results of this study are most between the ages of 30 and 45 years old, andfor analysis based on a paper having an excellent outcome is the level of lecturer (Lektor) andAssociate Professor. Based on these results, it needs special attention especially those agedbetween 30 and 45 and who have JJA Associate Professor and Lecturer (Lektor).
Strategi Pembelajaran Diferensiasi pada Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti untuk Mengakomodasi Keragaman Peserta Didik Astuti, Yulisa Dwi; Wince, Wince; Fadriati, Fadriati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.511

Abstract

Keragaman peserta didik dalam konteks pendidikan saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, guru dihadapkan pada heterogenitas peserta didik dari segi gaya belajar, minat, kesiapan belajar, dan latar belakang budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran diferensiasi yang diterapkan oleh guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengakomodasi keragaman tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada beberapa sekolah menengah pertama di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi dalam aspek konten, proses, dan produk pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa. Strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta pencapaian kompetensi secara lebih merata. Kesimpulannya, pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap keragaman. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta dukungan kebijakan sekolah agar strategi diferensiasi dapat diterapkan secara optimal dan konsisten dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.  
Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Taksonomi Bloom Revisi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik di SMAN 1 Gunung Talang Putri, Yuliana; Amra, Abhanda; Yoma, Abdul Razzak; Amri, Irzan; Wince, Wince
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Taksonomi Bloom Revisi guna meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS) peserta didik di SMAN 1 Gunung Talang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 72% instrumen evaluasi yang digunakan masih mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower-Order Thinking Skills/LOTS), sedangkan hanya 18% yang mencapai tingkat HOTS. Sebagai respon, dikembangkan sistem evaluasi digital yang mengintegrasikan matriks dua dimensi taksonomi Anderson dan Krathwohl serta 48 indikator HOTS yang diadaptasi dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil validasi ahli menunjukkan skor Aiken’s V sebesar 0,842 yang menandakan validitas tinggi, sedangkan uji kepraktisan menghasilkan skor rata-rata 0,785. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan valid dan praktis untuk diterapkan di kelas. Integrasi Google Workspace meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi praktik evaluasi, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam penilaian autentik berbasis teknologi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas penerapan Taksonomi Bloom Revisi dalam pendidikan Islam dan secara praktis menghadirkan model evaluasi digital inovatif yang kontekstual dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan evaluatif peserta didik.
Relevansi Konsep Multiple Intelligences, Spiritual Quotient, dan Adversity Quotient dalam Konteks Pengembangan Potensi Manusia terhadap Pendidikan Islam Putra, Rudi Yongki Nanda; Wince, Wince; Fitriani, Wahidah
YASIN Vol 5 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i6.8592

Abstract

Although the development of human potential in education has been widely studied, research that specifically integrates the concepts of Multiple Intelligences, Spiritual Quotient, and Adversity Quotient within the context of Islamic education remains limited and tends to be partial. This study aimed to analyze the relevance and integration of these three concepts in developing human potential in Islamic education. It employed a qualitative approach with an analytical–critical literature study design. Data sources were obtained from nationally accredited journals and reputable international journals, academic books, and relevant scientific documents published within the last 5–10 years, selected using purposive sampling techniques. Data were collected using a document review instrument and analyzed through critical thematic analysis. The findings indicate that Multiple Intelligences is relevant for accommodating the diversity of learners’ potentials and fitrah, Spiritual Quotient functions as the foundational value system and transcendental orientation of Islamic education, and Adversity Quotient plays an important role in shaping learners’ resilience and perseverance in facing learning and life challenges (Gardner, 2018; Zohar & Marshall, 2019; Stoltz, 2017). These results contribute to the development of Islamic education theory by proposing an integrative conceptual framework that holistically links intellectual intelligence, spirituality, and psychological resilience (Muhaimin, 2020; Suyadi, 2020). The study concludes that integrating these three concepts in Islamic education is essential for forming intelligent, virtuous, and resilient individuals. The implications of this research include theoretical contributions to enriching the literature on Islamic education and practical implications for educators and administrators of Islamic educational institutions in designing holistic, value-oriented learning, as well as opening opportunities for further empirical studies to examine the implementation of this integrative framework in Islamic educational practice.