Rifaida Eriningsih, Rifaida
Balai Besar Tekstil, Kementerian Perindustrian, Bandung

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EKSPLORASI DESAIN PERMUKAAN PADA BAHAN NON WOVEN SABUT KELAPA UNTUK PRODUK KREATIF Eriningsih, Rifaida; Suantara, Dermawati; Mutia, Theresia
Arena Tekstil Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.048 KB)

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu perkembangan industri yang diawali dari pemanfaatan kreatifitas,keterampilan, bakat dan daya cipta individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta kesejahteraan. Produkprodukkreatif yang dihasilkannya dapat meningkatkan produktifitas, nilai tambah dan penggunaan sumber dayaalam serta dapat memberdayakan IKM.Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya, yaitu pembuatan kain non wovenyang memanfaatkan sabut kelapa, baik seratnya (coir fiber) maupun gabusnya (coco peat). Metoda pembuatannyaadalah dengan cara pengikatan secara kimia (chemical bonded) antara kain tenun sebagai dasar dengan serat kelapa,menggunakan matriks polimer resin sebagai pengikat, dan dengan menonjolkan desain permukaan. Desainpermukaan diciptakan dengan 3 variasi yaitu desain percobaan I, II dan III dengan variasi warna serat kelapamelalui proses pemasakan, pemutihan dan pencelupan, serta variasi bentuk taburan serat dan gabus sesuai kreasi diatas kain dasar. Dari variasi tersebut dibuat produk-produk kria dengan paduan jahitan, sulaman ataupun lukisan,yang bertujuan mengikuti trend yang diminati pasar yaitu kembali ke alam untuk membantu menunjang industrikreatif. Proses finishing dilakukan dengan memberikan proses anti air dan minyak untuk meningkatkankeawetannya.Hasil uji sifat fisik dan ketahanan luntur warna dengan cat pigmen dan zat warna reaktif memberikan nilaiyang relatif baik. Hasil uji tahan luntur warna terhadap benang jahit dan benang sulam, yang digunakan untukmembentuk variasi desain permukaan menunjukkan nilai baik dan cukup. Berat bahan non woven rata-rata adalahlebih besar dari 300 g/m2, yang dapat dikategorikan sebagai kain berat, sehingga dapat dirujuk pada mutu KainDenim. Hasil uji kekuatan tarik dan ketahanan luntur warnanya memenuhi persyaratan SNI 08-0560-89, Mutu KainDenim. Dari tinjauan aspek ekonomi dengan asumsi penggunaan sabut kelapa 500 kg/hari dan rencana penjualanproduk kria 120.000 buah/tahun seharga rata-rata Rp 50.000 – Rp. 80.000, akan diperoleh laba per tahun 5,9 % -19,7%, titik pulang pokok (BEP) 83,3 – 93,1 dan return on investment (ROI) terlaksana pada tahun ke 4.
MODIFIKASI ATBM UNTUK PEMBUATAN MOTIF TENUN IKAT Islam, Saeful; Rakhmatiara, Emma Yuniar; Widiana, Ineu; Eriningsih, Rifaida
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.112 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian diversifikasi proses pembuatan motif tenun ikat menggunakan ATBM printing. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan variasi motif tenun ikat yang lebih variatif, proses lebih cepat, tahapan proses lebih pendek, pengerjaan yang lebih mudah, relatif lebih murah dan dengan faktor kesalahan kecil. Proses pembuatan motif tenun ikat dilakukan dengan menambah meja printing pada bagian belakang ATBM yaitu antara boom lusi dan sisir tenun. Motif tenun ikat dibuat pada screen kemudian dilakukan printing pada untaian-untaian benang lusi di atas meja printing. Proses pertenunan dilakukan setelah motif pada benang lusi kering. Untuk mempercepat pengeringan motif, pada pasta printing ditambahkan isopropanol (IPA) dengan rentang konsentrasi 10g/kg-50 g/kg pasta printing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas pasta yang diperoleh 6000 cps-13000 cps, waktu kering 7 menit-22 menit, beda warna 0,34-0,72 dan penurunan warna sampai dengan 2,68% serta tahan luntur warna motif terhadap pencucian dengan nilai 4-5 standar skala abu-abu. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa viskositas pasta masih memenuhi persyaratan untuk proses hand printing, waktu kering relatif cepat, beda warna dan penurunan warna yang relatif kecil, dengan ketahanan luntur warna yang cukup baik.
PENGGUNAAN WEBS SERAT ALGINAT/POLIVINIL ALKOHOL HASIL PROSES ELEKTROSPINING UNTUK PEMBALUT LUKA PRIMER Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat digunakan di bidang bio medis, antara lain sebagai bahan baku pembalut luka primer (kontak langsung dengan luka) karena  bersifat nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempereepat pertumbuhan jaringan baru.  Produk tersebut mulai diteliti sebagai biomaterial dengan teknologi elektrospining.  Serat - serat hasil elektrospining berukuran diameter <100 nm - 500 nm, umumnya digolongkan sebagai serat nano. Polimer alginat tidak dapat membentuk serat nano, sehingga harus dicampur dengan polimer lain, misalnya PVA(polivinil alkohol). Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat yang dapat digunakan sebagai pembalut luka, tetapi dengan metoda elektrospining, maka akan diperoleh membran berkualitas lebih tinggi karena mempunyai luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Untuk itu dilakukan penelitian pembuatan webs (Iembaran tipis) atau membran dari  serat alginate/PVA melalui teknologi elektrospining, karena metodanya mudah. Tujuannya adalah  untuk  mendapatkan  pembalut  luka  berskala  mikro  hingga  nano.  Percobaan  dilakukan  dengan mengunakan variasi komposisi larutan pintal Alginat 3%/PVA 10% (7/3,6/4,5/5,4/6,3/7),     jarak (10 cm, 15 cm,20 cm,  25 cm) dan tegangan (12 KVA, 15 KVA, 18 KVA, 23 KVA). Pengujian terhadap produk akhir meliputi analisa gugus fungsi, analisa struktur mikro, uji resistensi terhadap mikroba dan uji pre klinis. Hasil penelitian menunjukkan proses elektrospining menggunakan larutan Alginat 3%/PVA 10% 4/6,  pada tegangan 15 KVA dengan jarak 15 cm, akan menghasilkan webs serat dengan ukuran diameter mayoritas antara 100 nm - 300 nm. Selain itu, produk tersebut  bersifat anti bakteri  dan lolos uji pre klinis, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat berfungsi sebagai pembalut luka dengan kualitas yang lebih baik dibanding pembalut luka alginat konvensional, yaitu mampu mempercepat penyembuhan luka dari 24 jam menjadi 1jam. Kata kunci : webs (membran), serat alginat/PVA, elektrospining, pembalut luka, biomedis
SERAT NANO GELATIN/POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KEPERLUAN TEKSTIL MEDIS Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material berserat nano penting dalam rangka mencari bahan yang kompetitif, strategis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Serat nano untuk produk teksti medis  berukuran  lebih kecil dari 500 nm. Di bidang medis, biomaterial yang banyak digunakan antara lain alginat, chitosan dan gelatin, karena sifatnya yang nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempercepat pertumbuhan sel baru. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang terdapat pada kulit, otot dan tulang. Gelatin banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang medis, misalnya untuk pembalut luka, scafold (untuk rekayasa jaringan) dan lain sebagainya. Namun,  sampai saat ini produk tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil medis melalui proses elektrospining. Padahal produk akhirnya akan berkualitas tinggi, karena memiliki luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Tujuan penelitian ini adalah membuat lembaran tipis (membran) dari serat gelatin/polivinil alkohol dengan metoda elektrospining untuk produk tekstil medis berkualitas nano, yang dapat digunakan sebagai  pembalut luka.  Percobaan dilakukan menggunakan variasi kondisi proses agar diperoleh kondisi yang optimal. Pengujian yang dilakukan  meliputi analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis. Dari hasil uji diketahui bahwa produk dapat digolongkan sebagai produk tekstil medis berkualitas nano. Produk hasil penelitian ini telah lolos uji pre klinis dan dapat digunakan sebagai pembalut luka, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat mempercepat penyembuhan luka. Kata kunci:  gelatin, serat berskala mikro hingga nano, elektrospining, tekstil medis, pembalut luka
PENGGUNAAN WEBS SERAT ALGINAT/POLIVINIL ALKOHOL HASIL PROSES ELEKTROSPINING UNTUK PEMBALUT LUKA PRIMER Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat digunakan di bidang bio medis, antara lain sebagai bahan baku pembalut luka primer (kontak langsung dengan luka) karena  bersifat nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempereepat pertumbuhan jaringan baru.  Produk tersebut mulai diteliti sebagai biomaterial dengan teknologi elektrospining.  Serat - serat hasil elektrospining berukuran diameter <100 nm - 500 nm, umumnya digolongkan sebagai serat nano. Polimer alginat tidak dapat membentuk serat nano, sehingga harus dicampur dengan polimer lain, misalnya PVA(polivinil alkohol). Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat yang dapat digunakan sebagai pembalut luka, tetapi dengan metoda elektrospining, maka akan diperoleh membran berkualitas lebih tinggi karena mempunyai luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Untuk itu dilakukan penelitian pembuatan webs (Iembaran tipis) atau membran dari  serat alginate/PVA melalui teknologi elektrospining, karena metodanya mudah. Tujuannya adalah  untuk  mendapatkan  pembalut  luka  berskala  mikro  hingga  nano.  Percobaan  dilakukan  dengan mengunakan variasi komposisi larutan pintal Alginat 3%/PVA 10% (7/3,6/4,5/5,4/6,3/7),     jarak (10 cm, 15 cm,20 cm,  25 cm) dan tegangan (12 KVA, 15 KVA, 18 KVA, 23 KVA). Pengujian terhadap produk akhir meliputi analisa gugus fungsi, analisa struktur mikro, uji resistensi terhadap mikroba dan uji pre klinis. Hasil penelitian menunjukkan proses elektrospining menggunakan larutan Alginat 3%/PVA 10% 4/6,  pada tegangan 15 KVA dengan jarak 15 cm, akan menghasilkan webs serat dengan ukuran diameter mayoritas antara 100 nm - 300 nm. Selain itu, produk tersebut  bersifat anti bakteri  dan lolos uji pre klinis, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat berfungsi sebagai pembalut luka dengan kualitas yang lebih baik dibanding pembalut luka alginat konvensional, yaitu mampu mempercepat penyembuhan luka dari 24 jam menjadi 1jam. Kata kunci : webs (membran), serat alginat/PVA, elektrospining, pembalut luka, biomedis
SERAT NANO GELATIN/POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KEPERLUAN TEKSTIL MEDIS Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material berserat nano penting dalam rangka mencari bahan yang kompetitif, strategis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Serat nano untuk produk teksti medis  berukuran  lebih kecil dari 500 nm. Di bidang medis, biomaterial yang banyak digunakan antara lain alginat, chitosan dan gelatin, karena sifatnya yang nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempercepat pertumbuhan sel baru. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang terdapat pada kulit, otot dan tulang. Gelatin banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang medis, misalnya untuk pembalut luka, scafold (untuk rekayasa jaringan) dan lain sebagainya. Namun,  sampai saat ini produk tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil medis melalui proses elektrospining. Padahal produk akhirnya akan berkualitas tinggi, karena memiliki luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Tujuan penelitian ini adalah membuat lembaran tipis (membran) dari serat gelatin/polivinil alkohol dengan metoda elektrospining untuk produk tekstil medis berkualitas nano, yang dapat digunakan sebagai  pembalut luka.  Percobaan dilakukan menggunakan variasi kondisi proses agar diperoleh kondisi yang optimal. Pengujian yang dilakukan  meliputi analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis. Dari hasil uji diketahui bahwa produk dapat digolongkan sebagai produk tekstil medis berkualitas nano. Produk hasil penelitian ini telah lolos uji pre klinis dan dapat digunakan sebagai pembalut luka, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat mempercepat penyembuhan luka. Kata kunci:  gelatin, serat berskala mikro hingga nano, elektrospining, tekstil medis, pembalut luka