Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KONSERVASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN HERITAGE BUTON DI SULAA KOTA BAUBAU La Ziha, Ashrar; Kadir, Ishak; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Heritage atau warisan pusaka, secara umum mencakup pusaka alam, pusaka budaya ragawi dan tak ragawi, serta pusaka saujana. Di Buton tepatnya di Kota Baubau terdapat be-berapa warisan pusaka baik budaya ragawi dan tak ragawi. Namun, Keberlangsungan Heritage Buton menjadi salah satu permasalahan utama, yakni lunturnya minat serta pengetahuan masyarakat terhadap Heritage Buton, tentunya fenomena ini yang perlu diperhatikan mengingat pentingnya melestarikan dan juga mempertahankan Heritage Buton untuk kedepanya. Kawasan Konservasi Sulaa yang ada di Kota Baubau merupakan Asset Pusaka Buton, dengan sejarah dan adat istiadat yang tetap terjaga, sehingga dengan adanya Kawasan Heritage Buton di kawasan Sulaa bisa menjadi daya penunjang serta wadah keberlangsungan, pengetahuan dan pelestarian Heritage Buton di Kota Baubau. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket.  Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada dalam kawasan konservasi Sulaa berfungsi untuk mewadahi serta menjadi pusat Kebudayaan Buton dan juga keterkaitan  Kawasan Heritage Buton di Sulaa  dan  konservasi aristektur yaitu mengembalikan wajah dari obyek pelestarian Sulaa, memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang Kawasan Heritage Buton, mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan Bangunan serta Kawasan agar tetap terjaga dan saling bersinergi, tercermin dalam suatu Kawasan Heritage Buton Menampilkan kaerifan lokal, dalam wujud bangunan dirancang dalam hal ini nilai Arsitektur Buton. Kata kunci: Kawasan heritage, konservasi arsitektur, sulaa                                                                        ABSTRACT Heritage or inheritance in general, includes natural heirlooms, physical and intangible cultural heirlooms, and Saujana relics. In Buton, precisely in the City of Baubau, there are several heirlooms, both physical and non-physical. However, the sustainability of Heritage Buton became one of the main problems, namely the fading of interest and knowledge of the community towards Heritage Buton, of course, this phenomenon needs to be considered given the importance of preserving and also maintaining Heritage Buton for the future. The Sulaa Conservation Area in the City of Baubau is an Asset Heirloom of Buton, with history and customs maintained, so that the presence of the Buton Heritage Area. In the Sulaa area can be a supporting force and a place of sustainability, knowledge, and preservation of Heritage Buton in the City of Baubau The design was carried out by the method of collecting field data through unstructured interviews and literature studies. Then proceed with data analysis which results in the concept of design, the design, and the mockups. The results of the study concluded that the location within the Sulaa conservation area serves to accommodate and become a cultural centre of Buton and also the linkage of the Buton Heritage Area in Sulaa and the architectural conservation of restoring the face of the Sulaa conservation object, utilizing the conservation object to support the Buton Heritage Area, directing the development of the Buton Heritage Area now aligned with Buildings and Regions to keep awake and synergize with each other, reflected in a Buton Heritage Area Showing local characteristics, in the form of buildings designed in this case the Buton Architecture values.. Keywords: Heritage area, conservation of architecture, sulaa 
PENERAPAN ARSITEKTUR VERNAKULER MUNA PADA GEDUNG PELESTARIAN ALAT MUSIK “RAMBI WUNA “ DI KOTA RAHA Saputra, Ahong; Nurjannah, Irma; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAKKesenian alat musik “Rambi Wuna” merupakan kesenian musik daerah Kabupaten Muna dimana mempunyai peran sangat penting di bidang  kesenian karena merupakan salah satu aset yang sangat penting dalam perkembangan parawisata dan menjadi ciri khas daerah Kota Raha Kabupaten Muna. Kesenian Alat musik Rambi Wuna merupakan suatu seni dalam memukul alat musik yang terdiri dari dua alat musik utama yaitu alat musik (Mbololo) Gong dan (Ganda) Gendang. Alat musik Rambi Wuna mempunyai peranan yang sangat penting dalam acara - acara kebudayaan di Kota Raha Kabupaten Muna dimana alat musik ini dimanfaatkan sebagai iringan dalam acara kebudayaan tersebut. Untuk mengembangkan dan menumbuhkan kembali kepedulian masyarakat tentang kesenian alat musik tradisional “Rambi wuna” dibutuhkan wadah yang dapat memberikan pengenalan dan pengetahuan kembali terhadap masyarakat akan pentingnya alat musik tradisional Rambi Wuna yang menjadi ciri khas Kabupaten Muna. Kata Kunci: Pelestarian Alat Musik, Rambi Wuna, Arsitektur Vernakuler   ABSTRAKInstrument "Rambi Wuna" is a musical art Muna area, which had a very important role in the field of art because it is a very important asset in the development of tourism and become the hallmark of the City of Raha Muna. Musical instrument Rambi Wuna Art is an art in the hit musical instrument consisting of two main musical instrument is a musical instrument (Mbololo) Gong and (double) drum. Wuna Rambi musical instrument has a very important role in the events - cultural events in the city of Raha Muna where the instrument is used as accompaniment in the cultural event. To develop and grow back the public awareness of the art of traditional musical instruments "Rambi wuna" requires a container that can provide an introduction to and knowledge back to the community on the importance of traditional musical instruments Rambi Wuna that characterizes Muna. Keywords: preservation of musical instruments, rambi wuna, architecture vernakuler 
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Labengki Melalui Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Hasbi, Muhammad; Sudarsono, Sudarsono; Jaya, Ld.M.Golok; Pagiling, Luther; Nurjannah, Irma; Kadir, Abd.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.399 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v1i1.9900

Abstract

Sampah plastik menjadi persoalan karena susah terurai. Salah satu upaya mengurangi sampah plastik dengan mengolah sampah plastic tersebut menjadi bahan bakar. Desa Labengki merupakan salah satu tujuan wisata yang ada di kabupaten konawe utara, sehingga kebersihan dan keindahan pulau labengki harus terus dipelihara. Olehnya itu KKN Tematik FT UHO menawarkan pengolahan sampah plastik menjadi pirolisis. Hasil dari pirolisis dapat dijadikan sebagai bahan bakar seperti bensin. Penggunaannya dapat diterapkan pada kendaraan, sehingga kebutuhan akan kelangkaan bahan bakar juga dapat teratasi.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA DESAIN PERPUSTAKAAN KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO DI KENDARI Afandi, Muhammad; Nurjannah, Irma; Tahir, Muhammad Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan perpustakaan UHO dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan fungsi perpustakaan sebagai prasaranapendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsasehingga keberadaan perpustakaan sangatlah penting dan berdampak besar pada peradaban umat manusia khususnya dibidang pendidikan. Seiring waktu, eksistensi perpustakaan UHO cenderung kurang diminati dan tidak sesuai dengankarakteristik pengguna mayoritas yaitu kaum milineal yang menyukai hal- hal baru, ekspresif, menarik dan berfikiranterbuka. Oleh karena itu senada dengan tema yang diinginkan, maka penulis mengambil pendekatan arsitektur metafora.Penelitian ini ditunjukkan untuk; Pertama, mengolah tapak yang tepat pada perpustakaan UHO dengan pendekatanarsitektur Metafora; Kedua, mengolah kebutuhan ruang yang sama pada perpustakaan UHO; Ketiga, menerapkan prinsipprinsiparsitektur metafora pada perpustakaan UHO. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory, sumber dataterdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; Pertama, gedung perpustakaan UHO menerapkanprinsip- prinsip pemusatan tempat sehingga aksebilitas mudah; Kedua, dalam pengolahan kebutuhan ruang menerapkanprinsip function follow forms yaitu kebutuhan ruang mengikuti bentuk bangunan; Ketiga, esensi arsitektur Metafora danesensi perpustakaan disinergikan sehingga menghasilkan perancangan yang diterapkan pada bentuk dan tampilanbangunan.Kata Kunci : Perpustakaan, Universitas, Arsitektur Metafora, Kendari.ABSTRACTUHO's library planning is motivated by the needs and functions of libraries as infrastructure for education, research,preservation, information, and recreation to increase the intelligence and empowerment of the nation so that the existenceof libraries is very important and has a major impact on human civilization, especially in the field of education. Over time,the existence of UHO libraries tends to be less desirable and does not match the characteristics of the majority users,namely millennials who like new things, are expressive, interesting and open-minded. Therefore, in line with the desiredtheme, the author takes a metaphorical architectural approach. This research is shown to; First, cultivate the rightfootprint in the UHO library with a Metaphor architecture approach; Second, processing the same space requirements inthe UHO library; Third, apply the principles of deconstruction architecture to the UHO library. This research usesgrounded theory method, the data source consists of primary and secondary data. Data collection techniques consist ofobservation, interview, and documentation techniques. Based on the results of this research design, it is concluded asfollows; First, the UHO library building applies the principles of centralization so that accessibility is easy; Second, inprocessing space requirements, the principle of function follow forms is applied, namely the space requirements follow theshape of the building; Third, the essence of Metaphor architecture and the essence of the library are synergized to producedesigns that are applied to the shape of the building.Keywords : Libraries, Universities, Architecture of Metaphor, Kendari
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP WATERFRONT CITY PADA PERENCANAAN PUSAT WISATA KULINE DI KOTA LAMA KENDARI Jannah, Syamsinar Miftahul; Nurjannah, Irma; Noraduola, Dwi Rinnarsuri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangannya Kota Lama Kendari menjadi pusat perekonomian pertama di Kota Kendari ditandai denganberdirinya Pasar Tradisional pertama pada tahun 1964, namun seiring perkembangan zaman kearah yang lebih modernKota Lama Kendari mengelami penurunan perekonomian dalam hal perdagangan. Seperti yang kita ketehaui bahwakawasan kota lama saat ini menjadi destinasi wisata baru di kota Kendari setelah berdirinya jembatan bahteramas yangmenjadi salah satu ikon baru. Dan harus adanya wadah seperti pusat wisata kuliner yang dapat memenuhi kebutuhanpengunjung dalam berwisata guna memajukan kembali perekonomian dibidang perdagangan di kota lama kendari. Olehkarena itu senada dengan penempatan lokasi perencanaan yang terletak disekitar teluk Kendari maka penulis mengambilpendekatan Waterfront City. Ditujukan untuk; pertama; menentukan tapak/site dalam merencanakan pusat wisata kulinerdengan pendekatan Waterfront City di Kota Lama Kendari; Kedua, mengetahui apakah potensi pada Tapak dapatmendukung perencanaan pusat wisata kuliner di Kota Lama Kendari; Ketiga, mengetahui proses perencanaan gedung pusatwisata kuliner dengan pendekatan Waterfront City. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dankualitatif, analisa, kemudian tahap rancangan. Berdasarkan hasil desain perencanaan disimpulkan sebagai berikut; Pertama,tapak ditempatkan pada ruang terbuka disebelah Pelabuhan nusantara; Kedua, potensi pada tapak meliputi view telukKendari yang mendukung aktivitas berwisata; Ketiga, pendekatan waterfront city diterapkan pada fisik bangunan danKawasan pusat wisata kuliner.Kata Kunci : Kota Lama Kendari, Pusat Wisata Kuliner, Waterfront City.ABSTRACTThe development of Kendari Old Town into the first economic center in Kendari City was marked by the establishmentof the first Traditional Market in 1964, but along with the development of the times towards a more modern Kendari OldTown experienced a decline in the economy in terms of trade. As we know that the old city area is now a new touristdestination in the city of Kendari after the establishment of the Bahteramas bridge which became one of the new icons. Andthere must be a container such as a culinary tourism center that can meet the needs of visitors on a tour in order to repromotethe economy in the trade sector in the old city of Kendari. Therefore, in line with the placement of the planninglocation which is located around Kendari Bay, the author takes the Waterfront City approach. Intended for; first;determine the site/site in planning a culinary tourism center with a Waterfront City approach in the Old Town of Kendari;Second, to find out whether the potential in site can support the planning of a culinary tourism center in Kendari OldTown; Third, knowing the process of planning a culinary tourism center building with a Waterfront City approach. Thisstudy uses quantitative and qualitative data collection methods, analysis, then the design stage. Based on the results of theplanning design, it is concluded as follows; First, the site is placed in an open space next to the Indonesian port; Second,the potential on the site includes the view of Kendari Bay which supports tourist activities; Third, the waterfront cityapproach is applied to the physical building and the culinary tourism center area.Keywords : Kendari Old Town, Culinary Tourism Center, Waterfront City.
TIPOLOGI RUANG TERBUKA PUBLIK PADA KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN DESA BAJO INDAH Irma Nurjannah; IMade Krisna Adhi Dahrma
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.736 KB)

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Publik (RTP) sangat penting sebagai penyeimbang lingkungan, pembentuk ruang kota yang nyaman dan pembangun rasa serta visual khas yang memiliki nilai estetika tersendiri serta sebagai tempat berbagai kalangan dengan berbagai macam latar belakang berkumpul untuk melakukan interaksi sosial. Desa Bajo Indah yang terletak di daerah pesisir memiliki karakter ruang yang khas sehingga memiliki tipe ruang terbuka publik yang dipengaruhi oleh aktifitas nelayan yang sebagian besar bergantung pada aktifitas dipesisir. Kawasan pemukiman yang cukup padat dan berada mengikuti bentuk linier pesisir memiliki karakter dan jenis tipe ruang terbuka publik yang beraneka ragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka publik di Desa Bajo Indah yang mayoritas penduduknya menghabiskan lebih banyak waktu di pesisir untuk bersosialisasi. Penelitian Secara kualitatif dimaksudkan untuk melihat pembagian tipologi ruang terbuka publik berdasarkan posisinya terhadap daratan, peralihan dan perairan. Dari penelitian ini diketahui bahwa dominasi tipologi ruang terbuka publik lebih didominasi oleh tipologi ruang terbuka hijau di area transisi yang sebagian besar merupakan pemanfaatan ruang untuk aktifitas sosial bersama.Kata Kunci: tipologi, ruang terbuka publik, Desa Bajo Indah
IDENTIFIKASI MANFAAT PEMBANGUNAN JEMBATAN BAHTERAMAS BAGI KAWASAN KOTA LAMA Imade Krishna Adhi Dharma; Irma Nurjannah
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.279 KB)

Abstract

Jembatan merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting dalam pembangunan daerah, begitupun bagi pemerintah Kota Kendari. Pemerintah kota kendari membuat banyak program pembangunan yang salah satunya yaitu pembangunan ekonomi daerah yang dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur jalan berupa Jembatan Bahteramas yang dibangun di Kelurahan Kandai, Kota Kendari. Jembatan ini akan menghubungkan Kawasan Kota Lama dan Pulau Bungkutoko. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat yang dihasilkan dari pembangunan Jembatan Bahteramas ini terhadap masyarakat kawasan kota lama. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang ditelaah melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data yang diperoleh berasal dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pembangunan jembatan bahterams ini akan memberikan beberapa manfaat seperti kelancaran lalu lintas, pertumbuhan ekonomi daerah, percepatan penyediaan infrastruktur, dan meningkatkan aspek social. Kata Kunci: Infrastruktur, Jembatan, Pembangunan Jembatan, Jembatan Bahteramas Kendari
ECOLOGICAL PATH SEBAGAI ELEMEN GREEN INFRASTRUCTURE DI KOTA KENDARI (Studi Kasus: Konsep Green Infrastructure Tahun 2017-2037 pada Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Kendari) I Made Krisna Adhi Dahrma; Arief Saleh Sjamsu; Irma Nurjannah; Dwi Rinnasuri Nuroduola
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGreen Infrastructure atau Infrastruktur hijau adalah adalah interkoneksi jaringan dari area alami dan ruangterbuka yang melestarikan nilai dan fungsi ekosistem alam, menjaga udara dan air yang bersih dan menyediakansejumlah manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kota Kendari sebagai kota berkembang saat initelah mengembangakan sistem penataan RTH berbasis green infrastructure sebagai konsep dasar dalampengembangan masterplan tahun 2017-2037. Salah satu elemen dari green infrastructure ini adalah ecologicalpath yang berfungsi sebagai struktur hijau ekologi pada kawasan perkotaan. Keberadaan RTH sangat pentinguntuk meningkatkan kualitas ekologi perkotaan dan memiliki manfaat lainnya sehingga keberadaannya perludikontrol dan diperhatikan. Permasalahan yang timbul saat ini adalah RTH di Kota Kendari dalam peranannyasebagai ecological path belum mendapat perhatian dan prioritas dalam pengembangannya. Padahal fungsi danperanannya sebagai penyangga ekologi kota sangat penting bagi sebuah kota, sehingga arah pengembangan RTHdengan fungsi ekologi perlu dipertimbangkan untuk prioritas penataan kedepannya. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk megetahui sejauh mana wujud aplikasi ecological path pada konsep Green Infrastructure padapengembangan penataan RTH di Kota Kendari dan bagaimana bentuk-bentuk pemanfaatannya. Metode padapenelitian ini secara kuantitatif untuk mengetahui kondisi RTH Kota Kendari dari sisi ketersediaan oksigenperkotaan yang ditunjang oleh keberadaan RTH perkotaan sebagai elemen dalam green infrastructure dan secaraKualitatif untuk mengetahui wujud dan pemanfaatan RTH dengan menggunakan konsep ecological path sebagaielemen green infrastructure di Kota Kendari. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ecological path padakonsep pengembangan RTH di Kota Kendari melalui green infrastructure dapat terlihat dari pemanfaatannyayang ditujukan sebagai penyokong ekologi kota dalam bentuk microclimate modifier dan siklus oksigenperkotaan.Kata Kunci : Ecological Path, Ruang Terbuka Hijau, Green InfrastructureABSTRACTGreen Infrastructure is a network interconnection of natural areas and open spaces that preserve the valueand function of natural ecosystems, maintain clean air and water and provide a number of benefits for humansand other living things. Kendari City as a developing city has developed a green infrastructure-based greenspace structuring system as a basic concept in the development of the 2017-2037 master plan. One element ofthis green infrastructure is the ecological path that functions as an ecological green structure in urban areas.The existence of green space is very important to improve the quality of urban ecology and has other benefits sothat its existence needs to be controlled and considered. The problem that arises at this time is that green openspace in the city of Kendari in its role as an ecological path has not received attention and priority in itsdevelopment. Whereas its function and role as a city ecological buffer are very important for a city, so thedirection of developing green space with ecological functions needs to be considered for future structuringpriorities. The purpose of this study is to determine the extent of ecological path application in the GreenInfrastructure concept in the development of green space management in Kendari City and how the forms areutilized. The method in this study is quantitative to determine the condition of Kendari City Green Space in termsof the availability of urban oxygen which is supported by the presence of urban Green Open Space as an elementin green infrastructure and qualitatively to know the form and utilization of Green Open Space using the conceptof ecological path as an element of green infrastructure in Kendari City. From the results of this study it isknown that the ecological path in the concept of green open space development in Kendari City through greeninfrastructure can be seen from its use which is intended to support the ecology of the city in the form ofmicroclimate modifiers and urban oxygen cycles.Kata Kunci : Ecological Path, Green open space, Green Infrastructure
PERILAKU PENUNGGU PASIEN DI RUMAH SAKIT PROVINSI SULAWESI TENGGARA (Suatu Kajian tentang Antropologi Ruang) IRMA NURJANNAH
UNITY - Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.243 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ruang yang tersedia dengan kegiatan pengguna ruang pada rumah sakit Provinsi Sulawesi Tenggara, serta faktor-faktor apa yang menyebabkan timbulnya pola perilaku penunggu pasien dan hubungan antara ruang yang tersedia dengan kegiatan menunggu pasien. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, Pendekatan kualitatif lebih menekankan pada adanya pemahaman bukan pada pencarian kebenaran. Oleh karena itu metode yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara mendalam dan pengamatan terlibat. Hasil penelitian ini adalah perilaku menunggui pasien dalam jumlah yang lebih dari satu orang di rumah sakit Provinsi Sulawesi Tenggara, sama dengan perilaku penunggu pasien yang terjadi di rumah-rumah sakit di Indonesia yang merupakan gejala yang sangat umum terjadi. Yang diperkirakan akan tetap berlangsung sampai waktu yang tidak bias diramalkan. Perilaku tersebut timbul dari adanya budaya yang melatar belakangi kehidupan bersama dalam kelompok. Sebagai makhluk social, manusia mempunyai kecenderungan untuk hidup dalam kelompok. Kehidupan bersama dalam kelompok ini berbeda antara masyarakat sederhana yang hidup di pedesaan dengan masyarakat kompleks yang hidup di kota. Ditinjau dari sisi pasien maka keberadaan penunggu pasien masih merupakan hal yang sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang terhadap rasa takut dan tertekan akibat suasana asing rumah sakit dengan segala peralatan, obat-obatan dan tenaga paramedic yang harus dihadapinya. Kehadiran penunggu pasien dalam hal ini keluarga, kerabat dan teman, merupakan factor yang dapat dipercaya dapat memberikan ketenangan bagi si pasien yang pada gilirannya kemudian akan berdampak pada keluarga dan kerabat di pasien, yang secara langsung mengamati perkembangan kesehatan si pasien. Dengan dan komunikasi antara pasien dan keluarga yang akan memberikan dampak positif bagi pasien yang tetap terjaganya interaksi menungguinya. Kata Kunci: Prilaku, Pasien, Penunggu, Antropologi Ruang
MODEL PENATAAN KAWASAN KOTA LAMA KENDARI BERDASARKAN BUDAYA DAN AKTIVITAS MASYARAKAT SETEMPAT Irma Nurjannah; La Ode Abdul Syukur
Metropilar - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol 11, No 1 (2013): Metropilar
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagian-bagian kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan bagian-bagian kawasan yang belum berkembang, yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan melalui penataan ruangnya. Selain itu juga untuk mengidentifikasi aktivitas masyarakat yang terkait dengan aktivitas ekonomi, dan sosial budaya, serta juga dilakukan kajian-kajian terhadap program-program yang telah direncanakan/dilaksanakan pemerintah terhadap penataan ruang kawasan Kota Lama Kendari sebagai bahan rujukan untuk penyusunan model penataan Kawasan Kota Lama Kendari yang berdasarkan budaya dan aktivitas masyarakat setempat.Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survey literatur, observasi, wawancara, dan materi visual yang kemudian dilakukan kajian dan analisa sesuai dengan permasalahan berdasarkan dengan teori yang ada.Dari penelitian ini diketahui bahwa kawasan kota lama Kendari memiliki potensi-potensi yang layak dikembangkan. Potensi kawasan kota lama Kendari tersebut bisa dilihat dari aspek historis, potensi geografis dan ekologis, potensi sosial budaya, potensi ekonomi. Berbagai potensi-otensi yang ada di kawasan kota lama Kendari tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Kawasan kota lama Kendari tidak hanya strategis untuk kegiatan pelabuhan dan perdagangan tetapi juga tetap memberdayakan potensi sosial budaya dan ekonomi masyarakatnya. Sehingga kawasan kota lama Kendari tidak hanya sebagai tempat hidup (pemukiman) tetapi juga sebagi mencari kehidupan (bekerja).