Minimnya penerapan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran anak usia dini menjadi tantangan di tengah meningkatnya urgensi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Salah satu pendekatan sederhana yang bermakna adalah pembiasaan aktivitas memilah sampah yang diterapkan mulai sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas memilah sampah dan kecerdasan naturalis anak usia 4 – 6 tahun di PAUD Nurul Amal, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 40 anak yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstruktur yang memuat indikator aktivitas memilah sampah dan kecerdasan naturalis, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linieritas, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara aktivitas memilah sampah dan kecerdasan naturalis anak (r = 0,239; ρ < 0,05), meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah dengan kontribusi sebesar 5,71%. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pemanfaatan aktivitas memilah sampah sebagai bentuk pembiasaan lingkungan yang konkret dan terukur dalam konteks Pendidikan anak Usia Dini. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas lingkungan sederhana dapat berfungsi sebagai stimulus awal dalam menumbuhkan kepekaan ekologis bagi anak usia dini, serta memberikan implikasi praktis bagi pendidik jenjang PAUD dan kontribusi teoretis bagi kajian kecerdasan naturalis anak usia dini.