Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERENCANAAN KAWASAN WISATA BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNACULAR DI BANJARNEGARA DINDA KARTIKA SARI; DWI JATI LESTARININGSIH; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.394

Abstract

ABSTRACT (ABSTRAK) The cultural diversity possessed by each region in Indonesia is the main capital in tourism in Indonesia, culture with its uniqueness has several potentials that deserve to be raised in the wider community as a cultural tourism destination. These cultural potentials include the daily lives of residents, crafts and performances, as well as the beauty of the environment and architecture. This cultural tourism area is a place for cultural diversity, the utilization of cultural heritage potential, as a tourist attraction in line with the purpose of cultural development, namely cultural tourism. The planning of this cultural tourism area uses a neovernacular architectural approach that brings back traditional elements (local forms) into new buildings with more modern technology. Neo-vernacular architecture does not apply any of the principles of vernacular architecture or modern architecture but rather applies cultural elements and vernacular architectural traditions with technology in modern architecture into new works but emphasizes the visual appearance of buildings. Key words : Banjarnegara, Culture, Neo-Vernakuler, Tourism ABSTRAK Keragaman budaya yang dimiliki setiap daerah di Tanah Air Indonesia menjadi modal utama dalam kepariwisataan di Indonesia, budaya dengan keunikannya memiliki beberapa potensi yang layak untuk diangkat pada masyarakat luas sebagai destinasi wisata budaya. Potensi budaya tersebut antara lain keseharian warga, kerajinan dan pertunjukan, serta keasrian lingkungan dan arsitekturnya. Kawasan wisata budaya ini sebagai wadah dari keaneka ragaman budaya, pemanfaatan potensi warisan budaya, sebagai daya tarik wisata sejalan dengan tujuan pengembangan kebudayaan yaitu kepariwisataan budaya. Perencanaan kawasan wisata budaya ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakuler yang membawa kembali unsur tradisional (bentuk lokal) ke dalam bangunan baru dengan teknologi yang lebih modern. Arsitektur neo-vernakular tidak menerapkan salah satu prinsip arsitektur vernakular maupun arsitektur modern melainkan menerapkan unsur kebudayaan dan tradisi arsitektur vernakular dengan teknologi pada arsitektur modern ke dalam karya baru namun lebih ditekankan pada penampilan visual bangunan. Kata Kunci : Banjarnegara, Budaya, Neo-Vernakuler, Wisata
KONGSEN : RUMAH ADAT K YAI K UNCI DAN BEDOGOL DI PERMUKIMAN K OMUNITAS K EJAWEN BONOKELING, BANYUMAS WITA WIDYANDINI; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v17i1.214

Abstract

Komunitas kejawen Bonokeling tinggal di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas. Komunitas ini dipimpinoleh seorang Kyai Kunci. Komunitas dibagi menjadi 5 (lima) keluarga besar yang dipimpin oleh seorangBedogol. Kyai Kunci dan Bedogol mendapat rumah dinas yang bernama Kongsen. Sebagai rumah adat,Kongsen memiliki keunikan-keunikan yang tidak ditemui di rumah warga lainnya. Baik dari bentuk rumah,macam dan fungsi ruang, maupun pada pola sirkulasi di dalam rumah Kongsen. Untuk itu, penelitibermaksud menggali atau menemukan pola tata ruang dalam rumah Kongsen.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode analisisnya menggunakanmetode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu: 1). survei atau pengamatan,2). wawancara, 3). melakukan dokumentasi yang berupa foto, pengukuran, dan penggambaran rumahKongsen.Kesimpulan dari hasil penelitian adalah Kongsen selain sebagai rumah tinggal, juga berfungsi sebagaitempat ritual. Oleh karena itu, tata ruang dalam serta sirkulasi pada rumah Kongsen berbeda dengan rumahwarga lainnya.Kata Kunci : Bedogol, Bonokeling, Kejawen, Kongsen
PERAN ARSITEK DALAM FENOMENA PEMBANGUNAN PERKOTAAN Yohana Nursruwening
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.93 KB) | DOI: 10.53810/jt.v11i2.64

Abstract

Abstract            The land of Indonesia basically consists of many layers. The land of Indonesia physically experiences changes because of the improvement in society activity that is called development.Architects have big role in the change of the land of Indonesia through their design such as the developed and built environment, and the City Government involves inside as the authority holder element and the policy maker in the city development.The source of the development success lies on the creative efforts from the architects who give contribution in the discovery of new facts and new expressions for the development. Development brings improvement which influences a lot to the ideas of the task giver side.The continuity of the development planning which is acceptable in the eyes of society will be guaranteed.The key words: City Development, The Role of Architects, and Built Environment.
PENERAPAN FENG SHUI PADA PENATAAN RUMAH TINGGAL YOHANA NURSRUWENING; WITA WIDYANDINI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v18i1.221

Abstract

Rumah tinggal menjadi kebutuhan utama suatu keluarga yang memiliki fungsi utama sebagai tempattinggal sebuah keluarga, karena itu rumah didesain senyaman mungkin agar penghuninya merasatentram, damai, dan bahagia, serta memberikan keberuntungan kepada penghuninya. Untukmendapatkan rumah tinggal yang nyaman dan memberikan keberuntungan bagi penghuninya, makadalam membangun rumah didesain dengan menggunakan perhitungan tertentu yang dalam masyarakatTionghoa dikenal dengan nama Feng Shui. Berdasarkan Feng Shui kehadiran rumah tinggal bukanhanya sebagai bangunan yang fungsinya sebagai tempat tinggal saja, tapi dalam penataan komposisirumah akan membuka pintu rezeki bagi penghuninya bila dibangun dengan perhitungan yang baik.Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mempublikasikan kegiatan Tim Pengabdian Program StudiArsitektur Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto tentang penataan rumah denganmenggunakan konsep Feng Shui, yang bersifat eksploratif dengan membahas keterkaitan penerapanFeng Shui pada penataan rumah tinggal.Adanya kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi mitra Tim Pengabdian, dalam hal inimitra memperoleh pengetahuan dan wawasan, serta memahami cara menata rumah tinggalnya denganbaik, dengan menggunakan konsep Feng Shui.Kata kunci : Feng Shui, Penerapan, Penataan, Rumah Tinggal
THE YIN-YANG CONCEPT IN SPATIAL OF HOK TEK BIO CHINESE TEMPLE, PURWOKERTO Wita Widyandini; Yohana Nursruwening
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 20, No 1 (2019): Teodolita
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v20i1.298

Abstract

Hok Tek Bio temple is located in the Old Navan Kauman Muslim students. This temple in addition to functioning as a place of worship, also serves as a cultural center of the Chinese community, and socialcenter of the Chinese community in Purwokerto. One of the concepts used in Chinese society in building abuilding is the concept of Yin-Yang, which harmonize between the two conflicting elements that Yin and Yanginto a single unit that is in harmony, and balance. The purpose of this study is to explore and discover the application of the concept of Yin-Yang onspatial in Hok Tek Bio Temple Purwokerto. The method used is qualitative research methods. As for themethod of analysis using descriptive methods. The results of this study are Hok Tek Bio Temple Navan apply the concept of Yin-Yang on spatial. Theapplication of the concept of Yin-Yang is seen in circulation and layout inside the temple. Circulationpatterns in the temple produce imaginary North-South axis that produce spatial patterns in temples thatsymmetry and balance. Keywords:  Yin-Yang, spatial, chinese temple, Hok Tek BioABSTRAK Kelenteng Hok Tek Bio terletak di kawasan muslim santri Kauman Lama Purwokerto.  Kelenteng iniselain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga berfungsi sebagai pusat kebudayaan masyarakat Tionghoa, danpusat bersosialisasi masyarakat Tionghoa di Kota Purwokerto. Salah satu konsep yang digunakan masyarakatTionghoa dalam membangun suatu bangunan adalah konsep Yin-Yang, yang menyelaraskan antara duaunsur yang bertentangan yaitu Yin dan Yang menjadi satu kesatuan yang selaras, serasi, dan seimbang.  Tujuan dari penelitian ini adalah menggali dan menemukan penerapan konsep Yin-Yang pada tataruang dalam Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kualitatif. Adapun untuk metode analisisnya menggunakan metode deskriptif.  Hasil dari penelitian ini adalah Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto menerapkan konsep Yin-Yangpada tata ruangnya. Penerapan konsep Yin-Yang ini terlihat pada sirkulasi dan tata ruang bagian dalamkelenteng. Pola sirkulasi di dalam kelenteng menghasilkan sumbu imajiner Selatan-Utara yang menghasilkanpola tata ruang dalam kelenteng yang simetri dan seimbang.Kata-kata Kunci :  Yin-Yang, tata ruang, kelenteng, Hok Tek Bio
ELEMEN STRUKTUR BANGUNAN MESJID “SAKA TUNGGAL” BAITUSSALAM DI CIKAKAK, WANGON, BANYUMAS YOHANA NURSRUWENING; WITA WIDYANDINI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6668.691 KB) | DOI: 10.53810/jt.v16i1.125

Abstract

ABSTRACTIn an effort to get close to the real problems of the building of this research istaking an object on Baitussalam mosque, located in the Cikakak Village,Wangon, Banyumas. This mosque has a uniqueness that is not owned by anothermosque, which is constructed by using only one pole (saka) of wood, which bearthe entire burden of the mosque, that’s way the mosque is known as the "SakaTunggal" Mosque Cikakak. Is the structural elements in Baitussalam Mosque hasbeen able to respond the tropical climate in Banyumas, and to what extenttropical building’s technology can be applied to the Baitussalam Mosque inCikakak, Banyumas. Therefore, conducted research to determine the structuralanalysis of the mosque in the village Baitussalam Cikakak, Wangon, Banyumas.This research used a qualitative rationalistic method, and the method of analysisused descriptive qualitative method. Based on the analysis, we concluded that theBaitussalam Mosque in Cikakak, Banyumas is the Spiritual Architecture’sbuilding which structural elements used the combine of some traditional andmodern elements, so that resulted the transplantatip expression.Key words : Element structure, Building, Saka Tunggal, Cikakak Mosque
RUANG MESANIN PADA BANGUNAN DOMESTIK UNTUK MENCAPAI KENYAMANAN TERMAL Yohana Nursruwening
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v10i1.41

Abstract

Abstract Home is a place or environment created by humans for shelter and protection from enemy attack or other animals, as well as physical environment, cultural aspects, aspects of behavior and all aspects of human life. Home is the incorporation of several rooms where each room has a different activity. Because of differences in the activities that will be needed differentiator or room divider.The existence of a room in the house must be accompanied with the convenience for the purpose made space can be achieved optimally.Comfort room inside the house hanging from the ventilation system (air circulation). To solve the problem of the influence of climate in the tropics, then the application of space mesanin / split level on domestic building into a solution for comfort for the occupants to reach a successful buffer. Keywords: Space, mezanin, housing, thermal comfort, tropical architecture
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN RENTAL OFFICE DI PURWOKERTO Wahyu Ashari; Yohana Nursruwening; Dwi Jati Lestariningsih
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.3134

Abstract

Kota Purwokerto sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, yang berpengaruh pada aktivitas komersial, terutama di pusat kota. Pertumbuhan ekonomi berjalan sejajar dengan kebutuhan wadah (bangunan) sebagai tempat aktivitas berupa rental office. Penerapan arsitektur modern pada bangunan rental office bertujuan menampilkan bangunan dengan gaya modrn yang simple. Penekanan pada konsep arsitektur modern yang disempurnakan menjadi bangunan modern berlantai banyak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perkantoran dan jasa dan efisiensi penggunaan lahan kota. Metode yang digunakan antara lain observasi, dokumentasi dan kajian Pustaka. Data yang telah diolah dianaliss dengan menggunakan metode korelatif yaitu menghubungkan data yang satu dengan lainnya dan secara deskriptif. Hasil analisis berupa suatu konsep perancangan rental office meliputi bentuk massa bangunan, penampilan bangunan, struktur serta utilitas yang mengaplikasikan prinsip-prinsip arsitektur modern dari Le Corbusier. Pilotis, rancangan bebas denah dasar, desain bebas fasade, jendela horizontal dan roof garden, Cladding warna putih memberi kesan ringan dan modern.
PENGEMBANGAN TRADITIONAL GAME PARK DENGAN KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI DESA SUNYALANGU, BANYUMAS WITA WIDYANDINI; NOVIA RAHMAWATI; YOHANA NURSRUWENING
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i1.1175

Abstract

Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memanfaatkan sumber daya alam sebagai pembangunan pariwisata, salah satunya adalah Taman Brilian Angkruk Logawa yang berada di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas. Obyek wisata ini memiliki daya tarik wisatawan karena memiliki konsep untuk menyelamatkan kebudayaan daerah dan mengedukasi masyarakat untuk lebih mengenal permainan tradisional. Dalam merancang Traditional Game Park di Desa Sunyalangu, Banyumas ini, permainan tradisional anak khas Banyumasan menjadi konsep dasar dalam perancangannya. Konsep yang digunakan mengambil karakteristik dari Panggal, yaitu semacam gasing yang terbuat dari kayu. Panggal terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, badan, dan kaki. Hal itu dikaitkan dengan unsur bangunan yaitu kepala sebagai atap, badan sebagai dinding, dan kaki sebagai pondasi. Panggal memiliki karakteristik berputar pada porosnya. Perputaran tersebut menggambarkan sirkulasi pengunjung yang dibuat melingkar sehingga memudahkan akses pengunjung untuk berpindah-pindah secara dinamis. Untuk menambah daya tarik pengunjung, fasade bangunan dan fasilitas penunjang lainnya menggunakan warna yang cerah dan mencolok. Desain yang dihasilkan selain menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna, juga harus sesuai dengan nilai-nilai dan tradisi yang terkandung di lingkungan masyarakat setempat. Konsep yang diterapkan pada desain bangunan adalah Arsitektur Neo-Vernakular yaitu mendesain bangunan dengan mengambil bentuk dari elemen bangunan yang ada di lingkungan sekitar seperti bentuk atap rumah srotong dengan mengemasnya menjadi lebih modern tanpa mengesampingkan nilai tradisi setempat. Kata kunci : neo-vernakular, permainan tradisional, wisata
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA PERANCANGAN GEDUNG CONCERT HALL DI PURWOKERTO Wahyu Ashari; Yohana Nursruwening; Wita Widyandini
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 1 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i1.437

Abstract

Abstrak Musik di Indonesia berkembang cukup pesat di Kota Purwokerto. Ada 34 pertunjukan kesenian dan musik pada tahun 2020 dengan jumlah kenaikan pertunjukan kesenian dari tahun 2016-2020 sebesar 230%. Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat yang besar akan pertunjukan kesenian dan musik. Pertunjukkan kesenian dan musik selama ini biasanya diadakan di ballroom, mall, resto, GOR, bahkan juga di alun-alun yang tidak dirancang secara spesifik sebagai concert hall. Adapun gedung kesenian yang tersedia di Kota Purwokerto adalah Gedung Kesenian Soetedja yang masih sangat jauh dari segi kapasitas dan fungsinya sebagai concert hall. Untuk itu dibutuhkan suatu fasilitas yang mampu menghadapi tantangan tersebut, yaitu concert hall. Konsep desain yang diterapkan adalah arsitektur futuristik yang memvisualkan masa depan, selaras dengan perkembangan Kota Purwokerto yang menuju kota modern. Pengumpulan data dilakukan dengan 2 metode, yaitu kualitastif dan kuantitatif. Data yang diperoleh lalu dianalisa dan kemudian menjadi konsep dalam perencanaan dan perancangan concert hall di Purwokerto. Perancangan Gedung Concert Hall di Kota Purwokerto didesain dengan menggunakan pendekatan arsitektur futuristik, dimana konsep tersebut diterapkan pada bentuk massa bangunan, penampilan fisik bangunan, jenis material bangunan, serta struktur dan teknologi yang digunakan. Kata Kunci : Concert Hall, Futuristik, Seni Musik