Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERENCANAAN RESORT DENGAN ARSITEKTUR TROPIS DI NEW KAWASAN PANGANDARAN Faryd Achmad Maulana; DWI JATI LESTARININGSIH; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.395

Abstract

ABSTRACT Pangandaran, with the support of infrastructure, accommodation, promotional activities, and development of tourist areas, has made the economic area around the Pangandaran area increase. However, Pangandaran Beach tourism objects have not been packed properly with the absence of adequate accommodation facilities in the area. Then the increase in accommodation facilities will be developed properly in order to increase the number of tourists staying. The concept of tropical architecture is an architectural concept that is currently being developed by using modern materials such as industrial steel and glass to define interior spaces to create an architecture with a structural framework that is balanced with the freedom of free flowing open space. The desired design is able to apply the concept of climate response to sites and buildings through building orientation, openings, lighting and ventilation. Keywords: Pangandaran; Resort; Tropical Architecture ABSTRAK Pangandaran dengan dukungan infrastruktur, akomodasi, kegiatan promosi, dan pengembangan kawasan wisata menjadikan kawasan ekonomi di sekitar kawasan Pangandaran meningkat. Akan tetapi obyek wisata Pantai Pangandaran ini belum di kemas dengan baik dengan tidak adanya sarana akomodasi yang memadai di kawasan tersebut. Maka peningkatan sarana akomodasi akan di kembangkan dengan baik guna lebih memperbanyak jumlah wisatawan yang menginap. Konsep arsitektur tropis merupakan konsep arsitektural yang sedang berkembang pada saat ini dengan menggunakan material modern seperti baja industri dan kaca untuk menentukan ruang interior sehingga menciptakan arsitektur dengan kerangka struktur yang di seimbangkan dengan kebebasan ruang terbuka yang mengalir bebas. Desain yang di harapakan yaitu mampu menerapakan konsep respon terhadap iklim pada tapak dan bangunan melalui orientasi bangunan, bukaan, pencahayaan dan penghawaan. Kata kunci : Pangandaran; Resort; Arsitektur Tropis
DesignING Post Modern ARCHITECTURE APARTMENT AT PURWOKERTO Tegar Pamungkas; Dwi Jati Lestariningsih; Yohannes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 20, No 2 (2019): Teodolita
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.028 KB) | DOI: 10.53810/jt.v20i2.306

Abstract

Houses are one of the basic human needs that function as a place to live and shelter from outside threats,the need for housing or shelter is increasing in line with the increasing population. Purwokerto is a citywith a fairly high population development, this affects the number of residential needs and the less landthat can be utilized. For this reason, the concept of developing vertical housing or apartments arises,apartments can be a solution to the lack of available land. The architectural style that developed in the cityof Purwokerto is modern architecture that can be seen from existing buildings, for which the writer uses apost modern architectural style so that it can lift local elements. Key Words: Apartement, Purwokerto, Post ModernABSTRAKRumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempatberlindung dari acaman luar, kebutuhan akan rumah atau hunian semakin meningkat sejalan denganbertambahnya jumlah penduduk. Purwokerto merupakan kota dengan perkembangan penduduk yang cukuptinggi hal ini berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan hunian dan semakin sedikitnya lahan yang dapatdimanfaatkan. Untuk itu munculah konsep pembangunan hunain vertikal atau apartemen, Apartemen dapatmenjadi solusi dari minimnya lahan yang tersedia. Gaya arsitektur yang berkembang di kota Purwokertoadalah arsitektur modern yang dapat dilihat dari bangunan existing yang ada, untuk itu penulismenggunakan gaya arsitektur post modern sehingga dapat mengangkat unsur lokal.Kata Kunci : Apartemen, Purwokerto, Post Modern
KAJIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP HARGA PROPERTI PERUMAHAN DI PERKOTAAN DWI JATI LESTARININGSIH; BASUKI BASUKI
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2627.624 KB) | DOI: 10.53810/jt.v16i1.124

Abstract

An urban population tended to increase from time to time as a result theconcentration of employment and urbanization . The population growthincreasing the needs of housing in urban areas. This research assessing thegovernment policies that can affect property prices housing in 10 big cities inIndonesia.The data presented in the form of secondary obtained from Bank Indonesia andBPS that published online. Data collection by searching internet . Data analysisuses simulation method by time series data using 10 cities at 2003-2010 withEviews program. `The results of research shows that the political conditions and global finansialcrisis occurring in a period of 2003-2010 affect residential property housingprices. Monetary policy by the government in terms of interest rates and inflationresponded by positive and negative in property housing market. The elasticity ofper capita income the inhabitants of large more high from the small town . ` Inthis case the of highest elasticity is Jabodebek and Surabaya .On the upcoming research expected to enter technical factors and managementsuch as: design, quality, number of rooms, buildings age and wide spaces with afield survey.Key words : government regulation, housing property, pemerintah, jokowi, berita ,joko widodo
PERENCANAAN KAWASAN WISATA BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNACULAR DI BANJARNEGARA DINDA KARTIKA SARI; DWI JATI LESTARININGSIH; YOHANA NURSRUWENING
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 22, No 1 (2021): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v22i1.394

Abstract

ABSTRACT (ABSTRAK) The cultural diversity possessed by each region in Indonesia is the main capital in tourism in Indonesia, culture with its uniqueness has several potentials that deserve to be raised in the wider community as a cultural tourism destination. These cultural potentials include the daily lives of residents, crafts and performances, as well as the beauty of the environment and architecture. This cultural tourism area is a place for cultural diversity, the utilization of cultural heritage potential, as a tourist attraction in line with the purpose of cultural development, namely cultural tourism. The planning of this cultural tourism area uses a neovernacular architectural approach that brings back traditional elements (local forms) into new buildings with more modern technology. Neo-vernacular architecture does not apply any of the principles of vernacular architecture or modern architecture but rather applies cultural elements and vernacular architectural traditions with technology in modern architecture into new works but emphasizes the visual appearance of buildings. Key words : Banjarnegara, Culture, Neo-Vernakuler, Tourism ABSTRAK Keragaman budaya yang dimiliki setiap daerah di Tanah Air Indonesia menjadi modal utama dalam kepariwisataan di Indonesia, budaya dengan keunikannya memiliki beberapa potensi yang layak untuk diangkat pada masyarakat luas sebagai destinasi wisata budaya. Potensi budaya tersebut antara lain keseharian warga, kerajinan dan pertunjukan, serta keasrian lingkungan dan arsitekturnya. Kawasan wisata budaya ini sebagai wadah dari keaneka ragaman budaya, pemanfaatan potensi warisan budaya, sebagai daya tarik wisata sejalan dengan tujuan pengembangan kebudayaan yaitu kepariwisataan budaya. Perencanaan kawasan wisata budaya ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakuler yang membawa kembali unsur tradisional (bentuk lokal) ke dalam bangunan baru dengan teknologi yang lebih modern. Arsitektur neo-vernakular tidak menerapkan salah satu prinsip arsitektur vernakular maupun arsitektur modern melainkan menerapkan unsur kebudayaan dan tradisi arsitektur vernakular dengan teknologi pada arsitektur modern ke dalam karya baru namun lebih ditekankan pada penampilan visual bangunan. Kata Kunci : Banjarnegara, Budaya, Neo-Vernakuler, Wisata
ORIENTASI DAN HIRARKI PADA TATA RUANG PERMUKIMAN ABOGE CIKAKAK DI WANGON, BANYUMAS WITA WIDYANDINI; DWI JATI LESTARININGSIH
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v15i2.135

Abstract

Permukiman komunitas Aboge di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas dapat dikatakansebagai permukiman yang usianya cukup tua, karena permukiman ini lahir bersamaandengan berdirinya Mesjid Saka Tunggal Cikakak pada tahun 1288 H atau 1522 M.Permukiman ini memiliki elemen tata ruang yang meliputi: mesjid, makam, pelataran, rumahadat, hunian/tempat tinggal, sumber mata air, dan hutan. Kesemua elemen-elemenpermukiman tersebut membentuk suatu tata ruang tersendiri yang memiliki orientasi danhirarki tertentu. Untuk itulah, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui arah orientasiserta tingkatan hirarki elemen-elemen tata ruang pada permukiman komunitas Islam Abogedi Desa Cikakak, Wangon, Banyumas.Karena tujuan penelitian ini adalah menggali dan menemukan orientasi dan hirarkisuatu tata ruang permukiman, maka metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif dengan metode analisisnya menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan datadilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu:survei atau pengamatan langsung ke permukimankomunitas Islam Aboge, wawancara dengan perangkat Desa Cikakak dan tokoh komunitasIslam Aboge, serta dengan melakukan dokumentasi yang berupa foto, pengukuran, danpemetaan permukiman.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa orientasi hunian rumahtinggal di permukiman Aboge Cikakak terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu : orientasi rumah adatkuncen ke arah Utara-Selatan, orientasi rumah tinggal warga di sekitar mesjid ke arahUtara-Selatan-Barat, sedangkan orientasi rumah warga di luar radius 100 meter dari mesjidadalah bebas dapat ke arah Utara-Selatan-Timur-Barat. Sedangkan untuk hirarki padapermukiman Aboge Cikakak diperoleh kesimpulan bahwa hirarki tertinggi ada di makam,kemudian mesjid dan rumah adat kuncen, selanjutnya rumah tinggal warga, dan hirarkiterendah ada di persawahan sebagai lahan mata pencaharian sebagian besar komunitasAboge Cikakak.Keyword : Orientasi, hirarki, tata ruang, permukiman Aboge
THE EXISTENCE OF BULUPITU CITY PARK IN THE DISRUPTION ERA (EKSISTENSI TAMAN KOTA BULUPITU DI ERA DISRUPSI) Dwi Jati Lestariningsih; Basuki -
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 20, No 1 (2019): Teodolita
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v20i1.293

Abstract

The development of the economy of the city along with the growth of the building as the city'sfacilities and infrastructure. City park is one of the means which must be in a city, for a complex function.In the disruption era where most activity conducted in virtual worlds is certainly influential to the existenceof the grounds of the city. Technology advances very quickly whether the existence of the grounds of thecity still needed? A city will be convenient with green open space. City park Bulupitu Purwokerto is a greenopen space located in the complex of Terminal Bulupitu Purwokerto. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection by field observationsand interviews with respondents to the questionnaire enclosed. The number of respondents 140 peoplevisitors the Park. The sample is chosen randomly (random sampling). Data are processed using percentage technique  and than analyzed with descriptive technique.  The results of this research showed that in the disruption era, there is an element of the landscapeshould be eliminated because it was not functioning (telephone box), the element that has decreasedfunction (conventional library). The addition of the landscape elements due to technological advances inthe form of spot photos (umbrellas garden and photo booth). The existence of the city park is importantenough as public activities of leisure (58.6%). Review of the role of ecology, this city park as a breedinggrounds for biological diversity (92.5%). From these results it was concluded that in the disruption era isthe existence of the grounds of the city still needed by society for public activity, play a role in maintainingthe sustainability of nature. Furthermore, in designing city parks must be looking at the trend of  publicbehavior.Keyword : city park, Bulupitu, existence ABSTRAK Perkembangan perekonomian kota seiring dengan pertumbuhan bangunan sebagai sarana danprasarana kota. Taman kota merupakan salah satu sarana yang harus ada di suatu kota, karena fungsinyayang komplek. Di era disrupsi dimana sebagian  aktivitas dilakukan di dunia maya tentunya berpengaruhpula terhadap eksistensi taman kota. Kemajuan teknologi yang sangat cepat ini apakah eksistensi tamankota masih diperlukan? Suatu kota akan nyaman jika memiliki ruang terbuka hijau.  Taman Kota BulupituPurwokerto merupakan ruang terbuka hijau yang berada di komplek Terminal Bulupitu Purwokerto.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data denganmelakukak observasi lapangan dan wawancara kepada responden dengan kuesioner tertutup. Jumlahresponden 140 orang pengunjung taman. Sampel dipilih secara acak (random sampling). Data diolahmenggunakan teknik persentase, selanjutnya dianalisis dengan teknik diskripsi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di era disrupsi, ada elemen lansekap yang harus dihilangkan karena sudah tidak berfungsi (bok telepon), elemen yang mengalami penurunan fungsi (gerobak baca).Penambahan elemen lansekap akibat kemajuan teknologi berupa spot foto (taman payung dan foto booth).Eksistensi taman cukup penting sebagai wadah aktivitas mengisi waktu luang (58.6%). Ditinjau dari peranekologi, taman dapat menjaga keseimbangan ekosistem, sebagai tempat berkembang biak keanekaragamanhayati (92.5%). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa di era disrupsi ini eksistensi taman kota masihdiperlukan oleh masyarakat sebagai wadah untuk beraktivitas, berperan dalam menjaga kelestarian alam.Selanjutnya, dalam merancang taman kota diperlukan kejelian dalam melihat trend perilaku masyarakat.   Kata kunci: taman kota; Bulupitu; eksistensi
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN RENTAL OFFICE DI PURWOKERTO Wahyu Ashari; Yohana Nursruwening; Dwi Jati Lestariningsih
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.3134

Abstract

Kota Purwokerto sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan, yang berpengaruh pada aktivitas komersial, terutama di pusat kota. Pertumbuhan ekonomi berjalan sejajar dengan kebutuhan wadah (bangunan) sebagai tempat aktivitas berupa rental office. Penerapan arsitektur modern pada bangunan rental office bertujuan menampilkan bangunan dengan gaya modrn yang simple. Penekanan pada konsep arsitektur modern yang disempurnakan menjadi bangunan modern berlantai banyak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perkantoran dan jasa dan efisiensi penggunaan lahan kota. Metode yang digunakan antara lain observasi, dokumentasi dan kajian Pustaka. Data yang telah diolah dianaliss dengan menggunakan metode korelatif yaitu menghubungkan data yang satu dengan lainnya dan secara deskriptif. Hasil analisis berupa suatu konsep perancangan rental office meliputi bentuk massa bangunan, penampilan bangunan, struktur serta utilitas yang mengaplikasikan prinsip-prinsip arsitektur modern dari Le Corbusier. Pilotis, rancangan bebas denah dasar, desain bebas fasade, jendela horizontal dan roof garden, Cladding warna putih memberi kesan ringan dan modern.
REDESAIN KAWASAN PARIWISATA MENARA SIGER DI BAKAUHENI HARBOUR CITY Wahyu Krismanto; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.452

Abstract

Menara siger sebagai monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, sebagai perwujudan dari mahkota pengantin perempuan dari adat Lampung. Arsitek Menara siger adalah Ir.Hi. Anshori Djausal M.T. (putra Lampung). Untuk lokasi menara siger sendiri berada di Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan yang lokasinya di area penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera atau penyeberangan (ASDP) bakauheni. Dari beberapa isu / berita mengenai perencanaan area pariwisata berbasis internasional di area bakauheni dengan sebutan bakauheni harbour city, tahap awal direncanakan pengembangan area menara siger menjadi area pendidikan, kebudayaan dan pengenalan kepada wisatawan. Dari alasan tersebut laporan ini menjelaskan beberapa ide yang ingin penulis angkat sebagai tugas akhir dalam mendapatkan gelar setara S1 fakultas teknik dengan meredesain/mengembangkan kawasan pariwisata menara siger menjadi area pengenalan, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh Provinsi Lampung dengan tetap mempertahankan menara siger menjadi inti dari area tersebut. Kata Kunci : Redesain, Kawasan Pariwisata, Menara Siger, Bakauheni Harbour City.
PENATAAN DAN PENGEMBANGAN TAMAN REPTIL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI PURBALINGGA Dinda Kartika Sari; Yoh Wahyu Dwi Yudono; Dwi Jati Lestariningsih
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purbalingga is considered the best district that packs tourism development, one of the most famous tourist destinations in Purbalingga Regency is the Reptile Park Tourism Object, namely Sanggaluri Park. The physical condition of Sanggaluri Park has a lot of damage that makes visitors feel uncomfortable, there is no renovation and there is still a lack of maintenance so that the facilities are getting worse day by day. From several existing facilities at Sanggaluri Park, it was found that there was a decrease in quality for humans and animals, animal show areas, cages, and also other facilities that needed to be improved to support the function as a place for conservation, recreation and education. The structuring and development efforts are intended to create a new direction or pattern without leaving the existing environmental context and one of them is the development of the Reptile Park area into a tourist attraction using environmental themes. It is hoped that using the Ecological Architecture approach can be an effort to care for the current and future environment, be able to protect and maintain nature and the ecosystem in it and can create comfort for its residents.
Penataan Kembali Kawasan Wisata Pantai Teluk Penyu Dengan Konsep Recreational Waterfront di Kota Cilacap WITA WIDYANDINI; REINARD DAVID ABEL SETIYOKO; DWI JATI LESTARININGSIH
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pariwisata merupakan hal yang penting bagi suatu daerah karena dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi suatu daerah dari setiap objek wisata yang ada. Perkembangan sektor pariwisata di suatu derah akan turut membawa perkembangan di sektor lain. Kota Cilacap memiliki sektor pariwisata yang menarik dan potensial, salah satu obyek wisata di kota Cilacap yaitu Pantai Teluk Penyu. Pantai Teluk Penyu merupakan pantai landai yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa. Pantai Teluk Penyu memiliki potensi wisata yang besar . Daya tarik yang ada di Pantai Teluk Penyu sayangnya tidak didukung dengan adanya penataan lansekap kawasan yang efisien dan menarik. Penelitian ini membahas mengenai fenomena yang melatarbelakangi dilakukannya penataan kembali kawasan wisata Pantai Teluk Penyu di Kota Cilacap, sehingga metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah perlunya dilakukan penataan kembali kawasan wisata Pantai Teluk Penyu dengan konsep Recreational Waterfront agar kawasan wisata pantai Teluk Penyu dapat menyediakan sarana untuk berbagai kegiatan rekreasi bagi wisatawan.