Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

VISUAL MASKOT IDENTITAS MASYARAKAT TRADISIONAL JAWA BARAT PADA KEMASAN LAPIS BOGOR SANGKURIANG Triyadi, Agus
Kreatif : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif Vol. 5 No. 2 (2023): KREATIF : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/files.v5i2.56

Abstract

Lapis Bogor Sangkuriang merupakan salah satu produk kuliner khas kota Bogor yang terkenal. Nama Sangkuriang sendiri merupakan kisah legenda yang cukup tersohor di Jawa Barat. Bolu Lapis Bogor Sangkuriang menggunakan nama Sangkuriang sebagai merk dagangnya dan maskot karakter visual masyarakat khas Jawa Barat yang berupa visualisasi seorang pemuda sunda yang menggunakan baju tradisionalnya berupa baju khas kebudayaan sunda yang memakai sarung di slempangkan pada bahu dan ikat kepala pangsi di kepala pada kemasan bolu lapisnya. Lapis Bolu Sangkuriang membutuhkan maskot identitas kemasan yang mewakili identitas produk sebagai kearifan lokal, kekhasan karakter budaya dan sumber daya alam dari kota Bogor sebagai salah satu daerah penghasil umbi umbian talas bogor yang terlihat dari talas yang di bawa oleh maskot pemuda sunda tersebut. Desain kemasan berperan penting dalam pemasaran suatu produk. Kemasan dan maskotnya berperan penting dalam visual yang mudah diingat oleh para pembeli bolu lapis. Rekonstruksi image tersebut menjadi identitas yang berperan pula dalam pemasaran suatu produk terutama meningkatkan penjualan dan sebagai media promosi yang baik juga, sehingga konsep oleh oleh khas tradisional kota Bogor bisa lebih dikenal, disukai dan dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, terutama masyarakat Jawa Barat. Dengan begitu maka Lapis Bogor Sangkuriang bisa lebih di kenal masyarakat terutama pembeli dalam pemasarannya melalui visual maskot identitas masyarakat tradisional Jawa Barat pada kemasan.
Proksemiks Ruang Akses Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dalam Kajian Desain Dan Lingkungan Binaan Yusa, I Made Marthana; Ramadhani, Nugrahardi; Triyadi, Agus
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No.2, October (2023)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v2i2.334

Abstract

Artikel ini mengungkap hasil pengamatan proksemiks ruang akses Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada salah satu area ATM di kampus Institut Teknologi Bandung. Pengamatan proksemiks menggunakan pendekatan desain dan lingkungan binaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi lapangan. Data visual berupa foto (still images) dan video dianalisis menggunakan pendekatan proksemik atau yang dikenal sebagai semiotika ruang. Penelitian ini menggunakan teori-teori mengenai semiotika ruang (proxemics), kecenderungan perilaku mengantri, juga didukung dengan studi literatur pada konsep-konsep desain dan lingkungan binaan (built environment). Melalui penelitian ini didapatkan banyak hal terkait taksonomi ruang (taxonomi of space), perilaku manusia dalam ruang terkait proksemik, dan terdapat sirkulasi manusia secara alami sebagai respon terhadap ruang. Dari penelitian ini juga disampaikan rekomendasi bahwa dalam merancang suatu lingkungan binaan atau built environment, desainer hendaknya memerhatikan posisi suatu titik pusat aktivitas, seperti yang dipilih sebagai studi kasus pada artikel ini adalah ATM. Hal lain yang terkait dengan posisi adalah akses, dan potensi traffic yang terjadi di lingkungan sekitar titik pusat aktivitas.
Perupaan Karakter Mang Ohle di Koran Pikiran Rakyat Sebagai Realita Pemikiran Rakyat di Jawa Barat Triyadi, Agus
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2017
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v1i1.141

Abstract

The caricature as part of the drawing works has a straightforward language, verbal, social criticism but is funny and intriguing. The presence of Mang Ohle caricature as a documentation and social criticism characteristic of innocent but smart, such as fictional Sundanese figures are very populist, namely Kabayan, while caricature is critical, satirical, but not make people angry. The Cartoonist Didin Basoeni has a principle, "Herang caina beunang laukna", which means "when the water clear, it is easier to look at the fish". That is, make criticism that avoids conflict. In this article disclosed the analysis of strategy of Mang Ohle characterization as the agent of the people voice in conveying their aspiration in the Pikiran Rakyat newspaper printed edition.