Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENUMBUK SAGU UBI KAYU UNTUK PROSES PEMBUATAN BERAS ARUK DENGAN MOTOR LISTRIK 0,5 HP Mahdi, Mahdi; Rosa, Firlya; Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari
JURNAL TURBULEN Vol 1 No 1 (June 2018)
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.922 KB)

Abstract

The pulverization of cassava sago is one of the main of traditional aruk rice.To get a chewy and very chewy level of sago requiresto pulverize ± 50 minutesfor 1 kg cassava sago. To speed up the pulverization process, it was designed a sagopulverization machine with a 0.5 HP electric motor power. The design method uses the French method, with the pulley and v-belt as atransmission system to actuate the eccentric shaft so that the pounder will move up and down. The fixed variable is time and it will set for 10 minutes and 12 minutes with result analysis using visualization method to 10 respondents. The force that generated by eccentric shaft and transmitted to the pounder of 1.010 N produce the chewy level of sago at 10 minutes to pulverization process  with capacity 6 kg / hour and the very chewy level at time 12 minutes with capacity 5 kg / hour.This machine will  reduce time of pulverization process until 76-80% compared to the manual process. Keywords: Aruk rice, grinding machines, electric motors, elasticity
RANCANG BANGUN PENGUPAS BIJI LADA MENGGUNAKAN SISTEM CRUSHER Rosa, Firlya; Rodiawan, Rodiawan; Saparin, Saparin
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 2 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.861 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i2.3127

Abstract

Processing of post-harvest pepper includes threshing pepper from its stem, soaking and paring of pepper seeds. Paring of pepper seeds is still traditional. Pepper put into sacks and soaked for 10-14 days then trampled using human power. Using the traditional system takes a long time and the peel is not perfectly flaked and the energy required is huge. Therefore, it is necessary to design and manufacture the machine to replace the human power function, process and  time of paring. The tool will be made by using a crusher system where 2 pieces of rubber-coated disks are rubbing against each other and flooded with the goal of shifting the pepper's peel meet the rubber. The disc consists of one dish in permanent and another will rotate that is transmitted by the bevel gear and the source of energy is electric motor. The dimension of the dish is 400 mm in diameter, the dimensions of the hole to put pepper is 30 mm and rotating speed of dish 15 rpm. The pepper used in this research is freshly picked pepper without soaking. Variables measured by time and exfoliation results. The research was found that 89% of the pepper was flaked perfectly, 11% did not exfoliate perfectly, the machine capacity is 1 kg/hour.Alat pengupas biji lada merupakan alat untuk membantu para petani lada dalam mempercepat proses pengupasan biji lada di mana pengupasan kulit biji lada secara tradisional memerlukan waktu selama 10-14 hari. Alat ini dirancang untuk  dapat digunakan di rumah-rumah penduduk yang berdaya listrik rendah. Mekanisme pengupasan dengan menggunakan sistem crusher dengan 2 buah piringan yang dilapisi karet di mana biji lada berada di antara 2 buah piringan. Piringan terdiri dari piringan diam dan piringan berputar beralur yang diputar dengan motor listrik berdaya 735 watt yang ditransmisikan oleh bevel gear. Dimensi piringan berdiameter 400 mm dengan kemiringan 0,68° dan dimensi lubang masuk lada berdiameter 30 mm serta piringan berputar sebesar 15 rpm. Pengujian alat menggunakan lada yang baru dipetik tanpa dilakukan perendaman. Parameter kinerja yang diamati dan dianalisis meliputi waktu proses pengupasan lada, persentase lada terkelupas, persentase lada yang tidak terkelupas dan lada yang hilang terbawa air serta kapasitas mesin dengan jumlah sampel sebanyak 3 sampel dengan berat masing-masing sampel lada sebesar 100 gram. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 89% lada terkelupas dengan sempurna, 11% tidak terkelupas secara sempurna dengan kapasitas mesin sebesar 1 kg/jam. Dari hasil uji coba didapatkan bahwa waktu proses pengupasan biji lada menggunakan alat ini lebih singkat dibandingkan dengan pengupasan biji lada secara tradisional dan dapat digunakan di rumah-rumah yang berdaya rendah.
RANCANG BANGUN PENGUPAS BIJI LADA MENGGUNAKAN SISTEM CRUSHER Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan; Saparin Saparin
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 2 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.861 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i2.3127

Abstract

Processing of post-harvest pepper includes threshing pepper from its stem, soaking and paring of pepper seeds. Paring of pepper seeds is still traditional. Pepper put into sacks and soaked for 10-14 days then trampled using human power. Using the traditional system takes a long time and the peel is not perfectly flaked and the energy required is huge. Therefore, it is necessary to design and manufacture the machine to replace the human power function, process and  time of paring. The tool will be made by using a crusher system where 2 pieces of rubber-coated disks are rubbing against each other and flooded with the goal of shifting the pepper's peel meet the rubber. The disc consists of one dish in permanent and another will rotate that is transmitted by the bevel gear and the source of energy is electric motor. The dimension of the dish is 400 mm in diameter, the dimensions of the hole to put pepper is 30 mm and rotating speed of dish 15 rpm. The pepper used in this research is freshly picked pepper without soaking. Variables measured by time and exfoliation results. The research was found that 89% of the pepper was flaked perfectly, 11% did not exfoliate perfectly, the machine capacity is 1 kg/hour.Alat pengupas biji lada merupakan alat untuk membantu para petani lada dalam mempercepat proses pengupasan biji lada di mana pengupasan kulit biji lada secara tradisional memerlukan waktu selama 10-14 hari. Alat ini dirancang untuk  dapat digunakan di rumah-rumah penduduk yang berdaya listrik rendah. Mekanisme pengupasan dengan menggunakan sistem crusher dengan 2 buah piringan yang dilapisi karet di mana biji lada berada di antara 2 buah piringan. Piringan terdiri dari piringan diam dan piringan berputar beralur yang diputar dengan motor listrik berdaya 735 watt yang ditransmisikan oleh bevel gear. Dimensi piringan berdiameter 400 mm dengan kemiringan 0,68° dan dimensi lubang masuk lada berdiameter 30 mm serta piringan berputar sebesar 15 rpm. Pengujian alat menggunakan lada yang baru dipetik tanpa dilakukan perendaman. Parameter kinerja yang diamati dan dianalisis meliputi waktu proses pengupasan lada, persentase lada terkelupas, persentase lada yang tidak terkelupas dan lada yang hilang terbawa air serta kapasitas mesin dengan jumlah sampel sebanyak 3 sampel dengan berat masing-masing sampel lada sebesar 100 gram. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 89% lada terkelupas dengan sempurna, 11% tidak terkelupas secara sempurna dengan kapasitas mesin sebesar 1 kg/jam. Dari hasil uji coba didapatkan bahwa waktu proses pengupasan biji lada menggunakan alat ini lebih singkat dibandingkan dengan pengupasan biji lada secara tradisional dan dapat digunakan di rumah-rumah yang berdaya rendah.
PELAPISAN EMAS PADA KERAJINAN TANGAN PEWTER UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL Firlya Rosa
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electroplating is process surface treatment on the electropolishing object or manually polishing objects to achieve higher value. Electroplating is the transfer of the metal ions with electric current through the electrolyte to create a layer on metal. Gold plating on pewter that  contain SN = 90-95%, Sb = 3-10%. and Cu = 1-3% aims to improve the quality of the surface of the object brighter and shiny. Initial coating with the appropriate current and the standard time immerse will produce perfectly electroplating metal. From the research, the initial coating using brass with brass plating, and initial coating using copper with copper cyanide solution will produce a brighter coating of gold and uniform weight of additional metal. Copper plating using copper with acid plating in higher current condition and long immersion will produce a black surface on pewter material.
ANALISA LANJUT PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAHAN PEWTER DENGAN REDUKSI 50% PADA PROSES PENGEROLAN BAHAN Firlya Rosa; Suhdi Suhdi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengurangan ketebalan, penghalusan dan perataan permukaan pada pelat pewter dari proses penuangan oleh usaha kecil di Pulau Bangka masih dilakukan dengan menggunakan metode pengamplasan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses tersebut lama. Untuk membantu proses tersebut, maka dilakukan proses pengerolan dengan menggunakan mesin roller press. Bahan pewter yang digunakan dengan komposisi timah 97%, tembaga 2%, antimon 1% dengan dimensi benda uji awal 150 x 50 x 3-3,5 menggunakan 3 sampel dengan rata-rata kekuatan tarik awal 52,18 MPa dan rata-rata kekerasan bahan awal sebesar 12,56 VHN. Dari hasil reduksi sebesar 50% didapatkan bahwa terjadi  perubahan dimensi dengan rata-rata kenaikan panjang sebesar 100,48%, kenaikan lebar sebesar 6,86%, penurunan ketebalan akhir rata-rata sebesar 1,69 m. Deformasi yang terjadi menyebabkan perubahan kepadatan butiran pada mikro struktur bahan sehingga rata-rata kekuatan tarik meningkat sebesar 60 MPa dan rata-rata kekerasan akhir bahan meningkat menjadi 13,1 VHN.
ANALISA HASIL UJI COBA MESIN PENGUPAS BIJI LADA MENGGUNAKAN SISTEM CRUSHER DENGAN VARIASI KEMIRINGAN PIRINGAN SEBESAR 0,53° Firlya Rosa
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume IV Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.381 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.2906

Abstract

Pengupasan lada secara tradisional yang dilakukan oleh petani dengan cara perendaman lada yang dimasukkan ke dalam karung pada kondisi air mengalir selama 10-14 hari. Kulit lada yang telah lunak kemudian ditekan menggunakan tangan sehingga kulit akan terkelupas. Untuk membantu proses pengupasan lada tanpa adanya peredaman maka dirancang dan dibuat mesin pengupas lada dengan menggunakan motor listrik sebesar 1 kW dengan putaran 1400 rpm, menggunakan reducer dan bevel gear sebagai penerus putaran. Sistem penekanan atau crusher menggunakan 2 piringan yang dilapisi karet dan dipasang secara horizontal. Piringan atas dalam keadaan tetap dan piringan bawah berputar dengan putaran sebesar 15 rpm. Antara piringan atas dan piringan bawah mempunyai jarak dan kemiringan sebesar 0,53°. Lada yang digunakan dalam penelitian ini merupakan lada yang baru dipetik tanpa dilakukan perendaman. Variabel yang diukur berdasarkan berat awal, berat akhir lada terkelupas, waktu proses dan hasil pengelupasan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 50% lada terkelupas dengan sempurna, 12,21% lada tidak terkelupas secara sempurna dan berat kulit lada sebesar 37,79%. Rata-rata waktu proses yang diperlukan selama 3,47 menit dengan lada yang terkelupas bewarna kuning dan kapasitas mesin sebesar 0,52 kg/jam.
PENINGKATAN STABILITAS KAPAL ISAP TIMAH MODEL KATAMARAN (CATAMARAN) DENGAN METODE OPTIMASI Firlya Rosa; I Wayan Suweca
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.608 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.533

Abstract

Peraturan pemerintah daerah mengijinkan penambangan timah dilakukan oleh masyarakat umum di darat maupun di laut. Penambangan timah di laut memerlukan kapal isap timah yang sesuai dengan kondisi lingkungan, murah dan aman. Kapal isap timah pertama yang dibuat masih dalam tahap uji coba yang telah dibuat dengan rancangan sederhana yang terdiri dari dua buah silinder lambung kapal (model katamaran/catamaran). Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki kekurangan unjuk kerja stabilitas dengan cara mengubah dimensi lambung tanpa mengubah lebar kapal dan menempatkan peralatan kapal isap timah untuk mendapatkan letak titik pusat massa dan letak titik pusat apung yang baik. Letak titik pusat massa didapatkan dengan cara menghitung optimasi berat minimum ponton dan software maxsurf digunakan untuk menghitung stabilitas arah melintang dan stabilitas arah memanjang kapal. Upaya peningkatan stabilitas dengan cara optimasi penempatan posisi bagian kapal isap timah pada arah melintang dan memanjang serta optimasi diameter dan tebal ponton kapal isap timah dapat meningkatkan stabilitas kapal dan memenuhi standar karakteristik IMO.
RANCANG BANGUN MESIN PENUMBUK SAGU UBI KAYU UNTUK PROSES PEMBUATAN BERAS ARUK DENGAN MOTOR LISTRIK 0,5 HP Mahdi .; Firlya Rosa; Saparin .; Eka Sari Wijianti
Jurnal Turbulen Vol 1, No 1 (June 2018)
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.626 KB) | DOI: 10.36767/turbulen.v1i1.344

Abstract

The pulverization of cassava sago is one of the main of traditional aruk rice.To get a chewy and very chewy level of sago requiresto pulverize ± 50 minutesfor 1 kg cassava sago. To speed up the pulverization process, it was designed a sagopulverization machine with a 0.5 HP electric motor power. The design method uses the French method, with the pulley and v-belt as atransmission system to actuate the eccentric shaft so that the pounder will move up and down. The fixed variable is time and it will set for 10 minutes and 12 minutes with result analysis using visualization method to 10 respondents. The force that generated by eccentric shaft and transmitted to the pounder of 1.010 N produce the chewy level of sago at 10 minutes to pulverization process  with capacity 6 kg / hour and the very chewy level at time 12 minutes with capacity 5 kg / hour.This machine will  reduce time of pulverization process until 76-80% compared to the manual process. Keywords: Aruk rice, grinding machines, electric motors, elasticity
ANALISA TEGANGAN POROS MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 MENGGUNAKAN SOFTWARE Firlya Rosa; Joko Mardi Utomo
Jurnal Turbulen Vol 2 No 1 (June 2019)
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36767/turbulen.v2i1.520

Abstract

The development of the automotive industri in Indonesia that uses electrical energy sources is still a competition in the environment of college students. One of them is the Tarsius X3 electric car that has 2 kilowatts of power with a rear drive system that is used to transfer power from the electric motor to the wheels. Development, design and analysis of the drive shaft using software, aims to determine the surface tension and deformation that occurs on the shaft. Stress analysis uses the theory of energy distortion (von mises). Loading on the shaft is based on, electrical motor torsion, the weighing of car and stress of the shaft material permits by conducting tensile testing of the ASTM E-8 method as input for simulating CAD software (Inventor). The software simulation results show that the von mises maximum stress occurs at 162.463 MPa and the minimum stress occurs at 0.0011 MPa. The maximum deformation occurs at4.74 x 10-2mm and a minimum of 0 mm. The stress and deformation that occur is still at the safety factor limit of 3.83 at under static conditions. Keywords: Shaft, Von Mises Stress, Safety Factor, Deformation
Analisa Sifat-Sifat Serat Alam Sebagai Penguat Komposit Ditinjau Dari Kekuatan Mekanik Rodiawan Rodiawan; Suhdi Suhdi; Firlya Rosa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.557 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.117

Abstract

Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar  material komposit yang akan di gunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradasi secara alami di alam. Penggunaan serat alam adalah solusi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekutan mekanik komposit dengan mengkombinasikan matrik polimer yang diperkuat dengan serat alam. Polimer yang digunakan adalah jenis resin YUKALAC 157 BQTN –EX dengan pengeras MEKPO. Penguat yang digunakan adalah masing-masing serat resam (dicranopteris linearis), serat ijuk (arenga Pennata) dan jerami padi. Setiap serat mendapatkan perlakuan perendaman pada  NaOH 5% selama 2 jam. Standar uji menggunakan ASTM D638 untuk uji tarik dan D5941 untuk uji impak. Dari hasil pengujian diperoleh uji tarik yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 26,8747 MPa, modulus elastisitas yang paling tinggi adalah serat jerami padi yaitu 4427,4030 MPa, dan nilai regangan yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 0,5482%. Nilai kerja patah tertinggi adalah serat ijuk yaitu 18,1500J dan nilai kekuatan impak tertinggi adalah serat ijuk yaitu 0,1120 J/mm2.