Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

RANCANG BANGUN FIXTURE DALAM PROSES PENGENDURAN MUR CENTRIFUGAL OIL CLEANER DI PLTD MERAWANG Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan; Tri Suhendra
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.174 KB)

Abstract

Centrifugal Oil Cleaner (COC) adalah sebuah perangkat yang bekerja menggunakan prinsip sedimentasi berputar yang menempatkan objek dalam rotasi disekitar sumbu tetap dengan menggunakan gaya sentrifugal pada gravitasi yang ditempatkan pada Diesel ALLAN NO 2 di PLTD Merawang. Dalam perawatannya, bagian dinding rotor pada COC harus dibersihkan dengan cara mengendurkan mur pengikat rotor cover dari rotor body. Untuk mempermudah proses pembukaan COC, maka perlu dirancang fixture guna membantu dalam pengenduran mur pengikat rotor yang lebih efisien waktu, meminimalisasikan penggunaan peralatan dibandingkan pengenduran secara konvensional. Perancangan fixture menggunakan metode Pahl-Beitz dan proses pembuatan menggunakan mesin yang tersedia. Hasil waktu pengenduran mur COC secara manual lebih cepat 2 detik dibandingkan dengan menggunakan fixture. Namun, dalam penggunaan peralatan lebih sedikit dan hanya 1 operator terlibat sehingga keselamatan operator lebih terjamin
ANALISA KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) UNTUK PEMBUATAN PANEL PANJAT TEBING SESUAI STANDAR BSAPI Suhdi Suhdi; Sandra Mardhika; Firlya Rosa
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.63 KB)

Abstract

Komposit adalah suatu material yang terbuat dari kombinasi dua atau lebih material sehingga dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Bahan komposit yang biasa digunakan adalah komposit sintetis yaitu komposit yang menggunakan serat karbon sebagai bahan penguat komposit fiberglass. Panel panjat tebing adalah bagian dari perlengkapan panjat tebing yang biasanya terbuat dari fiberglass,dimana syarat dan standar dari pembuatan panel panjat tebing telah ditentukan oleh BSAPI. Pada penelitian inipembuatan panel panjat tebing dilakukan dengan menggunakan serat sabut kelapa (cocos nucifera) sebagai serat penguat yang telah dilakukan perendaman dalam NaOH 5% selama 2 jam, dilakukan menggunakan metode hand lay up, perbandingan resin dan katalis 1:100, perbandingan talk dan resin 1:1, dimensi benda uji yang dibuat menggunakan standar ASTM D638 untuk pengujian tarik dan ASTM D790 untuk pengujian lentur sesuai standar BSAPI. Dari pengujian didapatkan hasil uji tarik dan uji lentur yaitu kekuatan tarik 13,034 modulus elastisitas tarik 4359,322 Mpa, kekuatan lentur 24,515, modulus elastisitas lentur 3649,179. Jika dilihat dari hasil penelitian panel panjat tebing serat sabut kelapa maka kekuatan mekanik panel panjat tebing serat sabut kelapa belum mencapai kekuatan mekanik panel panjat tebing yang telah distandarkan oleh Badan Standarisasi dan Akreditasi Pemanjatan Indonesia (BSAPI).
PERHITUNGAN DIAMETER POROS PENUNJANG HUB PADA MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 BERDASARKAN ANALISA TEGANGAN GESER DAN FAKTOR KEAMANAN Firlya Rosa
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.718 KB)

Abstract

Abstrak Mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung yang bernama Tarsius X3 merupakan mobil listrik dengan menggunakan 2 motor listrik dengan kapasitas masing-masing sebesar 1 kw yang ditransmisikan secara terpisah oleh 2 buah rantai dan sprocket ke poros penggerak roda belakang. Poros penggerak roda belakang yang digunakan berbahan ulet dengan yield strength sebesar 622,46 N/mm2 dengan konstruksi yang terpisah antara poros penggerak roda belakang sebelah kanan dan poros penggerak roda belakang sebelah kiri sehingga beban yang diterima oleh masing-masing poros berbeda. Poros penggerak roda menerima beban normal maksimal sebesar 645,82 N dan torsi maksimal yang terjadi pada roda sebesar 68.469 Nmm dan jenis pembebanan yang terjadi merupakan beban kejut. Dari perhitungan manual dengan menggunakan teori tegangan geser maksimum (maximum shear stress theory atau Tresca atau Guest’s theory), didapatkan tegangan geser sebesar 26,65 N/mm2 dengan faktor keamanan sebesar 23,35 yang terjadi pada lubang penghubung hub roda dengan poros penggerak roda belakang. Faktor keamanan yang terjadi melebihi faktor keamanan beban kejut dengan nilai standar sebesar 12-16. Untuk mendapatkan faktor keamanan yang sesuai dengan nilai standar, maka dianalisa diameter minimum dan maksimum yang memenuhi faktor keamanan tersebut. Dengan menggunakan perhitungan teori tegangan geser maksimum secara manual, didapatkan diameter minimum 20,25 mm dan tegangan geser maksimum sebesar 51,87 N/mm2 dengan nilai faktor keamanan sebesar 12 dan diameter maksimum sebesar 22,16 mm dan tegangan geser minimum sebesar 38,91 N/mm2 dengan nilai faktor keamanan sebesar 16.
PERHITUNGAN DIAMETER MINIMUM DAN MAKSIMUM POROS MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 BERDASARKAN ANALISA TEGANGAN GESER DAN FAKTOR KEAMANAN Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.496 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri otomotif di Indonesia yang menggunakan sumber energi listrik masih bersifat kompetisi di lingkungan mahasiswa perguruan tinggi. Salah satunya adalah mobil listrik Tarsius X3 yang dimiliki Universitas Bangka Belitung yang mempunyai daya 2 kilowatt dengan poros sebagai sistem penggerak roda belakang yang digunakan untuk mentransferkan daya dari motor listrik ke roda. Berdasarkan hasil uji tarik material, material yang digunakan merupakan material ulet dengan yield strength sebesar 622,46 N/mm2, dan tensile strength sebesar 649,21 N/mm2. Poros merupakan jenis overhanging beam dimana ujung poros sebagai tumpuan mengalami tegangan puntir berdiameter 25,30 h6 dan mengalami beban shock dengan yang berkisar 12-16. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan diameter minimum dan maksimum poros berdasarkan beban shock dengan menggunakan maximum shear stress theory atau Guest’s theory yang dihitung secara manual. Dari hasil perhitungan didapatkan poros berdiameter minimum 21,66 mm dengan tegangan geser sebesar 51,87 N/mm2 dan safety factor sebesar 12 dan berdiameter maksimum 23,84 mm dengan tegangan geser sebesar 38,90 N/mm2 dan safety factor 16. Ini menunjukkan bahwa diameter poros 25,30 yang diaplikasikan pada poros mobil listrik masih mampu menahan beban-beban yang terjadi pada mobil listrik
ANALISA KESTABILAN KAPAL ISAP PASIR DARI KEDALAMAN 40 METER MENJADI 66 METER Firlya Rosa
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 2 (2016): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.472 KB)

Abstract

Abstrak Kapal isap pasir dapat dimodifikasi sebagai kapal isap material timah yang digunakan untuk perairan lepas pantai dengan kedalaman lebih dari 50 m. Untuk memenuhi kedalaman tersebut, perlu dilakukan modifikasi kapal isap pasir dengan memanjangkan ladder sesuai dengan kapasitas yang diinginkan. Penelitian ini memodifikasi kemampuan kapal isap pasir yang sudah ada dengan kedalaman pengerukan 40 m menjadi kapal isap timah dengan kedalaman 66 m. Tanpa merubah dimensi maupun geometri dari ponton dan peralatan yang sudah ada, membuang ladder 40 m, menambah peralatan pendukung pengerukan 66 m dan membuat konstruksi ladder untuk kedalaman 66 m menyebabkan perubahan stabilitas kapal sehingga perlu dianalisa kembali stabilitas kapal isap pasir modifikasi tersebut. Analisa dilakukan dengan mendata peralatan yang masih tetap digunakan, menghitung berat estimasi peralatan-peralatan yang dimodifikasi, menghitung peralatan-peralatan tambahan dan menempatkan posisi peralatan modifikasi terhadap titik acuan serta menentukan pusat titik massa (COG) yang baru dengan menggunakan metode momen. Dari hasil analisa didapatkan bahwa sudut kemiringan heel to starboard kapal isap modifikasi sama dengan kapal isap yang ada sebesar 0,2° yang menyebabkan kapal isap modifikasi mengalami kemiringan ke arah port kapal. Selain itu, sudut lengan pengembali (GZ) kapal isap modifikasi lebih rendah dibandingkan kapal isap pasir yang ada dan tidak memenuhi standar IMO. Dari hasil analisa, maka kapal isap pasir modifikasi perlu dilakukan perubahan geometri dan dimensi dari ponton untuk mendapatkan stabilitas dan memenuhi standar IMO.
MODIFIKASI DIAMETER INLET DAN PENGARUH KEKERASAN KARET TERHADAP HASIL LADA PADA MESIN PENGUPAS LADA SISTEM CRUSHER Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan; elyas kustiawan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.491 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i2.659

Abstract

Based on previous research, specifications of machine have a slope of a dish of 0.68 ° and inlet diameter of 30 mm, produce 1 kg/hour of input capacity and 0.64 kg/hour of output capacity. From the evaluation results, to increase the input capacity it is necessary to increase the inlet diameter and analyze the effect of rubber hardness on the results of peeling pepper. Modifiying the inlet diameter, input capacity increase to 6 kg/hour or increasing 5 times compared to the input capacity of the previous research. For hardness of rubber 60 shore A, the percentage of pepper peeled was 72.13% with an engine output capacity of 4.33 kg/hour. For rubber hardness of 70 shore A, the percentage of pepper peeled was 73.03% with an engine output capacity of 4.38 kg / hour. Visually, dry pepper with a hardness of 60 shore A whiter than dry pepper hard with a hardness of 70 shore A.
Mesin Pengolah Sampah Organik Dalam Rangka Memberikan Alternatif Solusi Pengolahan Sampah Daun di Desa Lalang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur Firlya Rosa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v1i1.3386

Abstract

The making of organic waste processing machines, especially organic waste from plants in Lalang Village, Manggar District, East Belitung Regency is one of the objectives of the Kuliah Kerja Nyata (KKN) thematic of Universitas Bangka Belitung students. The utilization of organic waste to make compost is an alternative solution to the problem of overcoming landfilling and burning of waste which causes global warming. The design and manufacture of organic waste processing machines, brief training on the use of tools, counseling on making compost from the results of the machine process and counseling on machine maintenance are the main activities in this thematic KKN activity. The results of this activity will have an impact on the community to utilize organic waste from their own yard to be used as compost around the environment at low cost through the use of waste that can pollute the environment so as to produce something that is useful and valuable.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK KELOMPOK KERAJINAN PEWTER DI PANGKALPINANG Rodiawan Rodiawan; Firlya Rosa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.157

Abstract

Kelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsumen
GEOMETRIC MORPHOMETRIC BANANA LEAF MIDRIB AS WIND TURBINE AIRFOIL PROFILE Rosa, Firlya; Sutikno, Priyono; Suweca, I Wayan; Moelyadi, Mochammad Agoes
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.898 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v8i2.6095

Abstract

Profil airfoil merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja turbin angin sumbu horizontal. Sejumlah penelitian telah mengadopsi bentuk dan gerak binatang baik binatang air maupun binatang yang terbang. Anatomi alami pelepah daun pisang menjadi salah satu inspirasi untuk pemodelan profil airfoil. Profil pelepah dari tujuh sampel daun pisang dipetakan dengan menggunakan teknik morfometri geometrik berbasis landmark. Analisis sampel menggunakan metode statistik dan analisis aerodinamis airfoil menggunakan perangkat lunak QBLADE dengan perubahan bilangan Reynolds mulai dari 3E5 hingga 7E5 pada interval 1E5. Ada tujuh sampel dengan variasi profil dan variasi aerodinamis yang konstan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semua model memiliki koefisien angkat tinggi, koefisien hambat rendah, dan glide ratio tinggi. Sampel 1 pada bilangan Reynolds 7E5 memiliki glide ratio tertinggi dengan nilai 123,07. Dari hasil analisa aerodinamis didapatkan bahwa dalam kondisi kecepatan angin rendah, profil airfoil berdasarkan morfologi pelepah pisang dapat diterima untuk turbin angin.
PEMANFAATAN MESIN IRAT BAMBU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU MASYARAKAT DESA PERGAM KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri; Suhdi, Suhdi; Rosa, Firlya; Adib, Adam Zuyyinal
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v5i1.6185

Abstract

Desa Pergam merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah 176,36 km2. Mata pencaharian penduduk antara lain sebagai petani, penambang, wiraswasta, pedagang, buruh bangunan, nelayan, dan ASN. Potensi desa Pergam sangat banyak, salah satunya adalah kerajinan tangan, anyaman berbahan bambu. Berdasarkan diskusi dengan calon mitra pengabdian, ketua PKK Desa Pergam, dan Kepala Desa Pergam didapatkan beberapa permasalahan mitra pengrajin anyaman bambu dalam menjalankan usahanya, antara lain: 1) pemotongan bambu dilakukan dengan gergaji secara manual; 2) pembelahan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan golok; 3) mengiratkan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan pisau. Diantara tiga permasalahan tersebut, proses yang paling rumit adalah mengirat bambu. Untuk mengiratkan satu ruas bambu berukuran panjang sekitar 80 cm memerlukan waktu 60 menit dan menghasilkan sekitar 50 lembar bahan anyaman. Proses ini tidak efsiensi karena memerlukan waktu yang cukup lama. Berdasarkan uraian diatas, mitra pengabdian mengusulkan pemanfaatan mesin irat bambu untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi Teknik Mesin telah menyerahkan satu unit mesin irat bambu, yang diserahkan langsung kepada kepala Desa Pergam. Mesin tersebut mampu mengirat bambu berkisar 30 s.d 35 lembar dalam waktu 1 menit. Penggunaan mesin irat bambu lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional sehingga dapat meningkatkan produktivitas produk anyaman bambu.