Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i1.5185

Abstract

Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.
Perbaikan Desain Mesin Pencacah Daun Pelawan Untuk Meningkatkan Kemampuan Proses Pencacahan Suhdi, Suhdi; Damayanti, Lutiya; Saparin, Saparin
Jurnal Inovasi Teknologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/jitt.v2i1.220

Abstract

The Pelawan leaf chopper machine is an annual product of LPPM Universitas Brawijaya Malang and in collaboration with several universities, one of which is Bangka Belitung University which is focused on the Pelawan forest, Namang village, Central Bangka Regency. The chopping machine used has dimensions of 30 x 30 x 3 mm, and uses a 200-watt electric motor drive with a voltage of 220 V/150 Hz, with Rpm 2800 and 2 blades in the hopper. During the machine testing process, there were still deficiencies in the tool components which caused the results of the chopping to not be chopped properly. Therefore, it is necessary to identify existing problems and make design improvements to the pelawan leaf chopper machine to increase the capability of the chopping process. Identification was carried out on a pelawan leaf chopper machine in the Mechanical Engineering Laboratory at Bangka Belitung University. From the identification it is obtained; Firstly, the number of blades is 2, which causes the chopping process to not be optimal. Second, the distance between the hopper wall gaps is too wide, which affects the level of fineness of the chopped results. For this reason, design improvements were carried out to provide several alternative concepts (sketches) for the number of blades from various constructions on the machine. The alternatives given are 3 concept variants, the first is a 90° tilt propeller concept variant, the second is a 45° tilt screw layout concept variant and the third is a straight concept variant and a 90° tilt layout. In this research, variations of the concept following the assessment criteria and a distance between the blades of 45° enabled maximum results to be obtained.
Upaya Peningkatan Produksi Rumput Laut Melalui Budidaya Metode Rakit Apung di Dusun Gerupuk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Faris, Muhammad; Hajar, St.; Alvia, Sakila; Iman, Atifatul; Cokrowati, Nunik; Musafir; Suhendri, Salwa; Agustina, Dwi; Soliyanti; Rafif, M. Roid Al; Izzati, Amaeliya; Sa’ban, M. Iman Nichfu; Suryanto, Agung; Zohri, M.; Suhdi, Suhdi; Ningsih, Shinta Wahyu; Irfani, Febriana; Oktaviani, Tannia Rosali; Suprayogi, Slamet; Hendriawan, Rizki; Hanan, Nasril
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.168

Abstract

Gerupuk merupakan daerah penghasil rumput laut di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Mayoritas masyarakat Gerupuk menekuni kegiatan budidaya rumput laut dan menjadi penggerak perekonomian masyarakat. Budidaya rumput laut merupakan salah satu mata pencaharian penduduk Gerupuk. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui pendampingan budidaya rumput laut dengan metode rakit apung. Kegiatan dilakukan di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sasaran kegiatan ini adalah pembudidaya rumput laut di Gerupuk. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan yang memiliki beberapa tahapan yaitu: Persiapan Rakit Apung, Persiapan Tali Ris, Pengikatan Bibit, Pengangkutan Rakit Apung, Penanaman Bibit, Monitoring Rakit Apung, Pemanenan dan Pasca Panen. Hasil dari kegiatan ini adalah budidaya rumput laut dengan metode rakit apung dapat dilaksanakan oleh tim kegiatan bersama pembudidaya rumput laut dan mampu meningkatkan produksi rumput laut. Kesimpulan kegiatan ini adalah kondisi perairan Gerupuk mendukung untuk untuk dilakukannya budidaya rumput laut metode rakit apung dan dapat meningkatkan produksi rumput laut
PERAN AMERTA INDAH OTSUKA DALAM KESEHATAN MASYARAKAT Suhdi, Suhdi; Rosyid, Abd.; Khozairi, Moh; Firdaus, Waldi; Hasin, Nur; Farid, Moh; Rian Ramadan, Muhammad; Yuliyanto, Moh; Roihan, Roihan
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 3 No. 1 (2024): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/pps.v3i1.312

Abstract

Amerta Indah Otsuka merupakan perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produk dan program kesehatan. Artikel ini membahas peran perusahaan dalam menghasilkan produk kesehatan yang inovatif, serta kontribusinya terhadap program kesehatan masyarakat. Melalui metode penelitian kualitatif, data diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa produk seperti Pocari Sweat dan Nutricare memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi dan nutrisi yang baik. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga kesehatan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
PEMANFAATAN MESIN IRAT BAMBU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU MASYARAKAT DESA PERGAM KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri; Suhdi, Suhdi; Rosa, Firlya; Adib, Adam Zuyyinal
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v5i1.6185

Abstract

Desa Pergam merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung dengan luas wilayah 176,36 km2. Mata pencaharian penduduk antara lain sebagai petani, penambang, wiraswasta, pedagang, buruh bangunan, nelayan, dan ASN. Potensi desa Pergam sangat banyak, salah satunya adalah kerajinan tangan, anyaman berbahan bambu. Berdasarkan diskusi dengan calon mitra pengabdian, ketua PKK Desa Pergam, dan Kepala Desa Pergam didapatkan beberapa permasalahan mitra pengrajin anyaman bambu dalam menjalankan usahanya, antara lain: 1) pemotongan bambu dilakukan dengan gergaji secara manual; 2) pembelahan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan golok; 3) mengiratkan bambu dilakukan secara konvensional menggunakan pisau. Diantara tiga permasalahan tersebut, proses yang paling rumit adalah mengirat bambu. Untuk mengiratkan satu ruas bambu berukuran panjang sekitar 80 cm memerlukan waktu 60 menit dan menghasilkan sekitar 50 lembar bahan anyaman. Proses ini tidak efsiensi karena memerlukan waktu yang cukup lama. Berdasarkan uraian diatas, mitra pengabdian mengusulkan pemanfaatan mesin irat bambu untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi Teknik Mesin telah menyerahkan satu unit mesin irat bambu, yang diserahkan langsung kepada kepala Desa Pergam. Mesin tersebut mampu mengirat bambu berkisar 30 s.d 35 lembar dalam waktu 1 menit. Penggunaan mesin irat bambu lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional sehingga dapat meningkatkan produktivitas produk anyaman bambu.
Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Uji Kompetensi Pada BUMD Belitung Mandiri Wardhani, Rulyanti Susi; Suhdi, Suhdi; Pasaribu, Waldimer
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1299

Abstract

Ujian Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk Calon Direktur Perusahaan Perseroan Belitung Mandiri merupakan langkah strategis dalam memastikan kepemimpinan yang berkualitas dan selaras dengan visi perusahaan serta kebutuhan masyarakat Belitung. Studi ini menganalisis proses UKK yang menggabungkan metode inovatif menggunakan aplikasi Kahoot untuk evaluasi pengetahuan dan pemahaman, serta wawancara mendalam untuk menilai aspek kepemimpinan, integritas, dan visi strategis. Hasil menunjukkan bahwa para calon direktur memiliki pemahaman yang kuat tentang perusahaan, industri, dan isu-isu bisnis terkait, serta kemampuan berpikir cepat dalam merespons tantangan. Wawancara mengungkapkan kualitas kepemimpinan yang mumpuni, visi jangka panjang yang inspiratif, integritas yang tak tergoyahkan, dan komitmen kuat terhadap etika bisnis. Para kandidat juga menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi yang penting untuk menghadapi perubahan dan tantangan di masa depan. Proses UKK ini tidak hanya berfungsi sebagai alat seleksi, tetapi juga sebagai mekanisme untuk mengidentifikasi area pengembangan bagi para calon pemimpin. Temuan hasil UKK ini dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kontribusi Perusahaan Perseroan Belitung Mandiri terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Belitung dan mendapat pimpinan yang memiliki yang kreatif dan inovatif sehingga BUMD ini dapat bertahan, berkelanjutan serta adanya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Belitung
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK ‎MENINGKATKAN KEPUASAN NASABAH DI BMT-NU JATIM CABANG ‎PAKONG Roihan, Roihan; Kadir, Abdul; Suhdi, Suhdi; Hasin, Nor
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2025): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/pps.v4i1.861

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kepuasan nasabah dan mempertahankan loyalitas mereka terhadap lembaga keuangan, termasuk Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kualitas pelayanan di BMT-NU Jatim Cabang Pakong guna meningkatkan kepuasan nasabah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan diukur melalui lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (bukti fisik), yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Meskipun BMT telah berupaya memberikan pelayanan yang optimal, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterlambatan dalam proses transaksi, kurangnya kejelasan informasi produk, serta keterbatasan fasilitas fisik. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, BMT-NU Jatim Cabang Pakong menerapkan beberapa strategi, di antaranya digitalisasi layanan, pelatihan karyawan secara berkala, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi komunikasi dengan nasabah. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan nasabah, memperkuat loyalitas mereka, serta meningkatkan daya saing BMT dalam industri keuangan mikro syariah.
MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA Saparin, Saparin; Wijianti, Eka Sari; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rodiawan, Rodiawan; Ariksa, Jeri
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i1.5185

Abstract

Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.
MEKANISASI PEMBUATAN KOMPOS DI DESA PERGAM KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN Rodiawan, Rodiawan; Sari Wijianti, Eka; Setiawan, Yudi; Suhdi, Suhdi; Rosa, Firlya; Zuyyinal Adib, Adam; Puriza, Yonggi; Saparin, Saparin
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/7pqcah68

Abstract

Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2024 telah melaksanakan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Pergam Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan. Mitra pengabdian adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pergam. Untuk lanjutan pengabdian tahun 2025 berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Sukardi (kepala desa pergam) dan Ibu Nenih Sumarni (ketua PKK desa Pergam) adalah tentang pembuatan kompos. Saat ini dibutuhkan alat atau mesin untuk membantu dalam produksi kompos. Kendala saat ini yang dialami mitra yaitu pencacahan bahan-bahan untuk kompos masih dilakukan secara tradisional menggunakan pisau atau parang. Selain itu pengadukan untuk mencampur bahan kompos masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan tenaga yang besar dan waktu yang cukup lama. untuk mencacah bahan kompos bisanya diperlukan waktu berkisar 30 menit sehingga tidak efektif. Tim pengabdian berencana membantu mitra dengan menyiapkan mesin pencacah bahan organik. Mesin yang akan dihibahkan merupakan mesin dari hasil penelitian mahasiswa program studi Teknik Mesin. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan-bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Melalui proposal pengabdian ini, tim pengabdian akan membuat dan menyerahkan mesin pencacah sampah organik ke mitra, melakukan pendampingan penggunaan mesin, dan sosialisasi cara membuat pupuk kompos.