Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTERACTION Communication Studies Journal

Strategi Komunikasi Interpersonal Kepala Desa dalam Meningkatkan Pelayanan Bantuan Sosial Masyarakat di Desa Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Kanisa, Anggun; Murdiati, Eni; Manalullaili, Manalullaili
Interaction Communication Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v2i1.4085

Abstract

Tujuan dalam penelitian pertama, untuk mengetahui mengetahui Strategi Komunikasi Interpersonal Kepala Desa dalam meningkatkan pelayanan Bantuan Sosial Masyarakat. Kedua, untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat Kepala Desa dalam menanggapi aduan keluhan masyarakat tentang bantuan sosial di Desa Gunung Megang Kabupaten Muara Enim. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yaitu pertama, aspek pemahaman: komunikasi antara masyarakat dan kepala desa membahas mengenai penjelasan bansos tepat sasaran, perangkat desa gunung megang wajib mutahirkan data kependudukan secara berkala, seperti halnya semua perangkat desa harus memiliki call center termasuk dinas sosial yang juga harus selalu memperbaharui data-data penerima bantuan sosial. Aspek kesenangan: masyarakat memberikan tanggapan mereka yang berbeda-beda mengenai bantuan sosial yang kadang dianggap tepat sasaran atau tidak sesuai dengan pemahaman dan kemampuan dalam mengenali secara luas tentang penerimaan bantuan sosial kepada masyarakat. Aspek pengaruh dan sikap: komunikasi yang terbentuk dengan menanggapi setiap keluhan mengenai bansos yang terkadang dianggap tidak tepat sasaran. Aspek hubungan: komunikasi masyarakat dengan petugas kantor desa sudah berjalan dengan optimal. Kedua, faktor pendukung: pelayanan masyarakat dan pemilihan media yang tepat dari kantor Desa Gunung Megang menggunakan aplikasi Sapawarga dan Website Solidaritas yang telah memenuhi kriteria administrasi, dianggap layak menerima bantuan sosial. Sedangkan faktor penghambat: komunikasi rendah dikarenakan ada juga masyarakat yang tidak mau mengeluhkan langsung permasalahan bansos, petugas kantor desa tidak memahami lingkungan sekitar dan terciptanya prangka buruk dari masyarakat mengenai bansos yang dianggap tidak tepat sasaran.
Komunikasi Kelompok pada Komunitas “Yuk Menggambar Bareng” dalam Meningkatkan Kohesivitas Saputera, Yuda; Syarifuddin, Achmad; Manalullaili, Manalullaili
Interaction Communication Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v2i1.4089

Abstract

Komunikasi kelompok merupakan unsur penting dalam membangun hubungan yang erat dan kerja sama yang solid di dalam suatu komunitas. Dalam komunitas kreatif seperti Yuk Menggambar Bareng, komunikasi yang terjalin antar anggota tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga berperan dalam membentuk rasa kebersamaan dan keterikatan antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi kelompok berkontribusi dalam meningkatkan kohesivitas di antara anggota komunitas Yuk Menggambar Bareng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa anggota komunitas, serta observasi selama kegiatan komunitas berlangsung. Penelitian ini juga memperhatikan dinamika komunikasi verbal dan nonverbal yang terjadi dalam interaksi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok dalam komunitas ini berlangsung secara terbuka, dan partisipatif. Kohesivitas kelompok terwujud dalam bentuk komitmen, kerja sama, dan tujuan bersama. Hal ini menciptakan suasana inklusif yang mendorong anggota untuk saling mendukung, berbagi ide, dan berkolaborasi. Proses komunikasi yang terbangun secara konsisten ini terbukti memperkuat rasa saling memiliki dan mempererat hubungan antaranggota. Kesimpulannya, komunikasi kelompok yang efektif memainkan peran penting dalam meningkatkan kohesivitas komunitas Yuk Menggambar Bareng, serta dapat menjadi model pengembangan komunitas berbasis kreativitas dan kolaborasi.