Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KELINCAHAN DAN KOORDINASI MATA KAKI TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING PADA TIM SEPAK BOLA MADRASAH ALIYAH NEGERI 4 MUARA FAJAR Asman, M. Rifky Mappesameng; Vai, Aref; Mandan, Ali
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2023): EDISI 2 JULI-DESEMBER 2023
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The problem in this study is that there are shortcomings and weaknesses of the basic technical factors in MAN 4 Muara Fajar football players, namely sloppy dribbling during matches, so that it is not clear in which direction the ball should dribble. The aim of this study was to prove the relationship between dexterity of eye and foot coordination and dribbling ability. The population in this study was the MAN 4 Muara Fajar football team using a total sampling technique with a total of 16 students. This type of research uses an instrumented correlation approach, namely the Dribbling test, data analysis techniques for the Varian's test and the Linearity test. Based on the results of the study described by the authors in the previous chapter, the following conclusions can be drawn: There is a joint relationship between agility and ankle coordination on dribbling ability in the MAN 4 Muara Fajar Sepak bola team, where rtab has a significant level α (0 .05) = 0.514, meaning Rcount (0.901) > rtab (0.514). Key Words: Agility And Ankle Coordination, Dribbling, Football
Pelatihan Perwasitan Sepakbola pada Guru Olahraga Sekolah Dasar Batang Kulim Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Prima Aspa, Agus Prima Aspa; Kristiagust, Kristiagust; Rusmanto , Rusmanto; Mandan, Ali; Hendro, Yogi; Prayogo Ramadhan , Danang
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/trimas.v4i2.1073

Abstract

One of the oldest football problems, particularly in Indonesia, is the referee dilemma. Even though referees play a crucial role in the quality of a game, news regarding the plight of Indonesian football referees—from security assurances during games to salary delays—frequently receives less attention. Even yet, the caliber of the referee who serves as the match's leader has a significant impact on the match's overall quality. It is understandable that the referee will ultimately fail to provide exceptional leadership if the welfare and safety of the match equipment are disregarded. This may be inextricably linked to the development of a culture in which referees are the primary occupation and profession in Indonesia. Referees are the primary employees in Indonesia, therefore it makes perfect sense for them to rely on the money they get from each game they officiate. Through age group tournaments and internal contests, ASKAB Pelalawan Regency regularly coaches football. The Pengcab's contests require the assistance of a knowledgeable, unbiased, and competent referee in making decisions. By doing this, the elements of a game are not at a disadvantage, and the competition may proceed in a fun way and be held on a regular basis.
Pembelajaran sepakbola dalam pendidikan jasmani dengan bahan ajar yang inovatif: Upaya menuju kemandirian belajar Rahmatullah, Muhammad Imam; Aspa, Agus Prima; Faisal, Muhammad; Rusmanto, rusmanto; mandan, Ali; Mitsalina, Dinan
Sepakbola Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/sepakbola.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar sepakbola dengan menggunakan multimedia interaktif yang digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar dalam PJOK. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian uji coba lapangan menunjukkan aspek penilaian kemenarikan 82,6%, kejelasan 80%, ketepatan 76,7%, kemudahan 77,3%, kesesuaian 84,5& dan rata-rata 80,22% menunjukkan produk bahan ajar dalam penelitian ini sangat valid. Kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa bahan ajar sepakbola multimedia interaktif layak digunakan dalam pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kemandirian belajar dalam PJOK. Harapannya penelitian selanjutnya dapat melengkapi instrumen baik teori ataupun praktiknya Football learning in physical education with innovative teaching materials: An endeavor towards learning independence Abstract: This study aims to produce football teaching materials using interactive multimedia used to improve learning independence in PJOK. This type of research uses development research with the ADDIE development model consisting of five stages, namely, analyze, design, development, implementation, and evaluation. Research data were collected using questionnaires and data analysis techniques using quantitative descriptive analysis. The results of the field trial study showed aspects of attractiveness assessment of 82.6%, clarity of 80%, accuracy of 76.7%, ease of 77.3%, suitability of 84.5& and an average of 80.22% indicating that the teaching material product in this study is very valid. The conclusion is that interactive multimedia football teaching materials are suitable for use in PJOK learning to improve learning independence in PJOK. It is hoped that further research can complete the instrument both in theory and practice.
Pembelajaran sepakbola dalam pendidikan jasmani dengan bahan ajar yang inovatif: Upaya menuju kemandirian belajar Rahmatullah, Muhammad Imam; Aspa, Agus Prima; Faisal, Muhammad; Rusmanto, Rusmanto; Mandan, Ali; Mitsalina, Dinan
Sepakbola Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/sepakbola.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar sepakbola dengan menggunakan multimedia interaktif yang digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar dalam PJOK. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian uji coba lapangan menunjukkan aspek penilaian kemenarikan 82,6%, kejelasan 80%, ketepatan 76,7%, kemudahan 77,3%, kesesuaian 84,5& dan rata-rata 80,22% menunjukkan produk bahan ajar dalam penelitian ini sangat valid. Kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa bahan ajar sepakbola multimedia interaktif layak digunakan dalam pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kemandirian belajar dalam PJOK. Harapannya penelitian selanjutnya dapat melengkapi instrumen baik teori ataupun praktiknya Football learning in physical education with innovative teaching materials: An endeavor towards learning independence Abstract: This study aims to produce football teaching materials using interactive multimedia used to improve learning independence in PJOK. This type of research uses development research with the ADDIE development model consisting of five stages, namely, analyze, design, development, implementation, and evaluation. Research data were collected using questionnaires and data analysis techniques using quantitative descriptive analysis. The results of the field trial study showed aspects of attractiveness assessment of 82.6%, clarity of 80%, accuracy of 76.7%, ease of 77.3%, suitability of 84.5& and an average of 80.22% indicating that the teaching material product in this study is very valid. The conclusion is that interactive multimedia football teaching materials are suitable for use in PJOK learning to improve learning independence in PJOK. It is hoped that further research can complete the instrument both in theory and practice.
Upaya Pengembangan Potensi Olah Raga Usia Dini melalui Program KKN Syahriadi, Syahriadi; Juita, Ardiah; S , Wedi; Mandan, Ali; Fitriyeni, Fitriyeni; Akbar, Rio Arjuna; Aprian, Muhammad
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1083

Abstract

Pembinaan olahraga juga perlu mempertimbangkan potensi daerah, termasuk sumber daya manusia, alam, dan sarana prasarana yang ada. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga, serta memberikan wawasan tentang identifikasi bakat olahraga bagi anak usia dini di Kabupaten Kampar. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini akan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan unsur masyarakat, sekolah, serta lembaga kepemudaan di Kabupaten Kampar, metode yang dilakukan yaitu dengan metode pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA): melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan dan CBR (Community Based Rehabilitation): pendekatan berbasis masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik dan olahraga. Sport Science sendiri melibatkan pendekatan ilmiah guna memaksimalkan performa atlet. Pengembangan ilmu ini sudah mencakup metode identifikasi bakat seperti Sport Search, yang memungkinkan anak usia 11-15 tahun untuk mengetahui potensi olahraga mereka melalui serangkaian tes fisik. Kegiatan pengabdian ini melibatkan siswa SD 007 Pulau Tinggi dengan melibatkan 50 peserta. Tahap-tahap kegiatan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tes identifikasi bakat, dan evaluasi. Setiap siswa menjalani serangkaian tes selama 3,5 jam yang diakhiri dengan pemberian angket untuk mengukur respons peserta. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa, serta minat yang kuat untuk melanjutkan pengembangan bakat olahraga mereka. Program pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan motivasi dalam mendukung pengembangan olahraga usia dini. Dukungan lintas sektor (sekolah, desa, dan orang tua) menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi program ini.