Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Warga melalui Pelatihan Pembuatan Marshmallow Bunga Telang sebagai Alternatif Camilan untuk Anak Cahyani, Intan Martha; Wulan, Ariani Hesti; Hanhadyanaputri, Eka Susanti; Sulistyarini, Indah; Pebriani, Tris Harni; Kresnawati, Yani; Suprijono, Agus; Suwarmi, Suwarmi; Hanandi, Afwin; Adhityasmara, Dhimas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3325

Abstract

Telang merupakan tanaman merambat yang tumbuh liar dengan bunga seperti kupu-kupu dan berwarna khas biru keunguan. Kandungan bunga telang diantaranya antosianin dan vitamin C sehingga banyak dimanfaatkan sebagai antioksidan kuat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendukung kecerdasan anak sehingga perlu inovasi pengolahan camilan. Marshmallow merupakan salah satu jenis kembang gula yang digemari anak-anak karena teksturnya yang kenyal dan ringan. Bahan utama marshmallow adalah gelatin yang dipasaran tidak hanya berasal dari sapi tapi juga bagi yang tentunya belum terjamin kehalalannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan warga mengenai cara pembuatan marashmallow bunga telang yang merupakan solusi ibu bijak untuk memberikan camilan sehat kaya manfaat dan terjamin halal dan berkualitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan pengenalan tanaman telang, budidaya, manfaat dan khasiat bunga telang serta cara marshmallow bunga telang baik dalam bentuk demonstrasi langsung maupun diskusi interaktif. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok demonstrasi langsung mengenai cara pembuatan marshmallow bunga telang dengan pendampingan dari tim penyaji sehingga dapat terjadi diskusi dua arah secara langsung. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan hasil adanya antusiasme yang tinggi sehingga pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan warga dapat lebih baik lagi. Dengan demikian, kegiatan ini selanjutnya dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menciptakan atau inovasi-inovasi anternatif camilan yang tidak hanya enak namun juga sehat, kaya manfaat namun juga terjamin halal.
Pemanfaatan Jahe untuk Suplemen Kesehatan di Dusun Demungan, Kab. Semarang Wulan, Hesti; Kresnawati, Yani; Sulistyarini, Indah; H.P., Eka; Adhityasmara, Dhimas; Harni, Tris; suprijono, Agus; Martha Cahyani, Intan; Suwarmi, Suwarmi
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.976 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.25

Abstract

Masa pandemic Covid-19 dibutuhkan tambahan kegiatan masyarakat untuk menopang ekomoni masyarakat. Pada masa ini juga diperlukan suplemen yang dapat untuk meningkatkan imun keseharan masyarakat. Jahe salah satu herbal yang sudah banyak dikenal dan ditanam masyarakat. Ada 3 jenis jahe, yaitu jahe gajah, emprit dan merah. Jahe yang banyak ditanam di Dusun Demungan adalah jahe emprit. Salah satu pengolahan jahe yang ditawarkan pada pengabdian masyarakat ini adalah mengolah menjadi serbuk instan dan syrup. Sediaan ini mudah cara pembuatannya dan menggunalan alat yang sederhana. Penggunaan sediaan ini juga mudah digunakan, dapat langsung diseduh dengan air panas maupun air dingin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan langsung tatap muka dengan warga dengan mempertimbangkan Prokes Covid-19 dengan metode penyuluhan dan demontrasi. Warga diajarkan proses pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, sampai pada pengemasan sediaan. Alat-alat yang dipakai disesuaikan dengan alat-alat yang dimiliki warga (secara tradisional). Dengan kegiatan pengabdian ini antusiasme warga sangat baik, dan ada keinginan untuk membuat UMKM, untuk pengemasannya warga dapat memakai kemasanyang banyak dijumpai dan kemasan yang higinis. Pengolahan sediaan ini juga dapat menambah ekonomi warga, karena sumber bahan simplisia yang tersedia melimpah, alat yang tidak membutuhkan investasi
INOVASI BUNGA LAVENDER SEBAGAI REPELLENT SPRAY DAN AROMATERAPI DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DEMUNGAN, TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG Suwarmi, Suwarmi; Suprijono, Agus; Kresnawati, Yani; Hesti W.S, A.Ariani; Susanti Hp, Eka; Martha Cahyani, Intan; Harni Pebriani, Tris; Sulistyarini, Indah; Maharani, Ika; Bayu Kristianto, Yosua; Adhityasmara, Dhimas; Hanandi, Afwin
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019-2021 di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini mendorong dilakukannya kegiatan fogging dan edukasi serta sosialisasi pencegahan DBD yaitu penerapan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) tempat penampungan air, dan pencegahan lainya. Salah satu tanaman yang dapat menjauhkan serangga adalah bunga lavender, dimana minyaknya digunakan sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan serangga. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga Dusun Demungan terkait DBD dan cara pencegahannya, serta workshop pembuatan minyak bunga lavender sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan nyamuk dan sebagai aromaterapi. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025 di rumah Kepala Dusun Demungan yamg dihadiri oleh 50 orang peserta. Tim PkM memberikan edukasi tentang demam berdarah dan cara pencegahannya dengan bantuan power point, serta workshop tentang pembuatan repellent spray dan lilin aromaterapi dari minyak bunga lavender. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui diskusi interaktif dan pengisian kuesioner tentang tingkat kepuasan peserta. Kegiatan PkM ini bermanfaat dan berdampak positif, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi tingkat kepuasan peserta. Indikator kepuasan yang diperoleh adalah 0,90 melebihi batas indikator minimum 0,80. Nilai ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat relevan dan bermanfaat oleh masyarakat dan tujuan kegiatan PkM telah tercapai.