Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PSIKOEDUKASI POSITIVE PARENTING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Yang Roswita; Endang Widyorini; Emiliana Primastuti; Waldetrudis Adelina
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1929

Abstract

Pada masa perkembangan anak usia dini peran lingkungan sangat dibutuhkan terutama dalam hal stimulasi agar anak usia dini dapat berkembang secara optimal. Pengasuhan dalam keluarga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk memberikan pengasuhan yang terbaik pada anak usia dini. Psikoedukasi positive parenting pada orangtua di Paud Belia Semarang bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan penerapan positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada anak usia dini di Paud Belia Semarang. Psikoedukasi positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada Anak usia dini bagi orangtua dilakukan dalam 7 bagian utama yaitu bagian satu berisi pemahaman tentang tugas perkembangan anak , bagian kedua materi Kemandirian pada anak usia dini dan tugas pengamatan orangtua tentang kemandirian anak (tugas pengamatan dilakukan dirumah) bagian ketiga pemetaan perilaku bermasalah (role Play), bagian keempat penjelasan tentang positive parenting, bagian lima strategi meningkatkan kemandirian anak , bagian keenam kalimat positif, orangtua melakukan role play . Bagian ketujuh tehnik modifikasi perilaku meningkatkan kemandirian. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan Psikoedukasi. Partisipan dalam psikoedukasi yang dilakukan berjumlah sebanyak 14 orang ibu. Kegiatan Pengabdian ini dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pretest dan posttest. Berdasarkan uji statistik nonparametrik the Wilcoxon Ranked Test diketahui bahwa psikoedukasi positive parenting untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini dengan menggunakan strategi modifikasi perilaku tidak meningkatkan kemandirian anak secara signifikan. (z=1,564 dengan p=0,118).
The relationship between authoritarian parenting style, emotional intelligence and cyber aggression in university students Agata Ika Paskarista; Suparmi -; Emiliana Primastuti
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 7 Number 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.086 KB) | DOI: 10.26858/jppk.v7i2.22875

Abstract

This study aims to investigate the relationship between authoritarian parenting style, emotional intelligence, and cyber aggression in undergraduate students in a private university in Central Java. There were three hypotheses tested in the study, including 1) the major hypothesis: there is a relationship between authoritarian parenting style, emotional intelligence and cyber aggression; 2) the first minor hypothesis: there is a positive relationship between authoritarian parenting style and cyber aggression; and 3) the second minor hypothesis: there is a negative relationship between authoritarian parenting style and cyber aggression.  This was a quantitative correlational study conducted on 105 research subjects. The data were collected using the authoritarian parenting style scale, the emotional intelligence scale and the cyber aggression scale. The results of hypothesis testing showed that there is a relationship between authoritarian parenting style, emotional intelligence and cyber aggression (R=0.476; p<0.01).  The results of the first minor hypothesis testing found a positive relationship between authoritarian parenting style and cyber aggression (rxy=0.386; p<0.05). The results of the second minor hypothesis testing found a negative relationship between emotional intelligence and cyber aggression (rxy=-0.402; p<0.05). The statistical test results showed that the three hypotheses were accepted. This study is hoped to encourage university administrators to consider the procurement of a program aiming to reduce students’ cyber-aggression behavior.
PSIKOEDUKASI POSITIVE PARENTING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Roswita, Yang; Widyorini, Endang; Primastuti, Emiliana; Adelina, Waldetrudis
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1929

Abstract

Pada masa perkembangan anak usia dini peran lingkungan sangat dibutuhkan terutama dalam hal stimulasi agar anak usia dini dapat berkembang secara optimal. Pengasuhan dalam keluarga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk memberikan pengasuhan yang terbaik pada anak usia dini. Psikoedukasi positive parenting pada orangtua di Paud Belia Semarang bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan penerapan positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada anak usia dini di Paud Belia Semarang. Psikoedukasi positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada Anak usia dini bagi orangtua dilakukan dalam 7 bagian utama yaitu bagian satu berisi pemahaman tentang tugas perkembangan anak , bagian kedua materi Kemandirian pada anak usia dini dan tugas pengamatan orangtua tentang kemandirian anak (tugas pengamatan dilakukan dirumah) bagian ketiga pemetaan perilaku bermasalah (role Play), bagian keempat penjelasan tentang positive parenting, bagian lima strategi meningkatkan kemandirian anak , bagian keenam kalimat positif, orangtua melakukan role play . Bagian ketujuh tehnik modifikasi perilaku meningkatkan kemandirian. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan Psikoedukasi. Partisipan dalam psikoedukasi yang dilakukan berjumlah sebanyak 14 orang ibu. Kegiatan Pengabdian ini dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pretest dan posttest. Berdasarkan uji statistik nonparametrik the Wilcoxon Ranked Test diketahui bahwa psikoedukasi positive parenting untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini dengan menggunakan strategi modifikasi perilaku tidak meningkatkan kemandirian anak secara signifikan. (z=1,564 dengan p=0,118).
PENGARUH PELATIHAN PSIKOEDUKASI TERHADAP PEMAHAMAN ORANGTUA MENGENAI RESILIENSI ANAK CERDAS ISTIMEWA (GIFTED) DAN IMPLIKASINYA PADA ANAK Widyorini, Endang; Roswita, M. Yang; Primastuti, Emiliana; Wijaya, Daniswara Agusta
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1605

Abstract

Masalah rendahnya resiliensi sering terjadi pada anak cerdas istimewa, dengan tingkat inteligensi yang tinggi dan karakteristik kepribadaian yang khas yang berbeda dengan anak yang lain, membuat mereka berpotensi memiliki kesulitan dan kegagalan dalam penyesuaian diri baik dengan orang lain, maupun dengan dirinya sendiri. Metode penelitian denga quasi-experiment, dengan single group pretest-posttest. Partisipan adalah 16 orangtua yang memiliki anak  gifted yang bergabung dalam Parents Support Group of Gifted Children yang bertempat tinggal di Yogyakarta. Pendekatan dalam eksperimen menggunakan psikoedukasi dengan pelatihan. Pelaksanan dilakukan dengan daring, dilakukan dalam lima kali pertemuan selama lima minggu dengan materi sebagai berikut, pertama pemahaman tentang resiliensi, kedua problem resiliensi anak cerdas istimewa, ketiga mengidentifikasi protective factors dan risk factors pengembangan resiliensi anaknya, ke empat dan kelima pelatihan untuk meningkatkan pelatihan Mindfulness-Strength Focused dan Coping & Problem-Solving Focused Strategy. Hasil analisis stattistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada resiliensi anak gifted (t=t 4.467, p<0.00). Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan orangtua tentang karakteristik anak gifted, resiliensi, dan mampu menerapkan tehnik-tehnik seperti Mindfulness-Strength Based Parenting, Mindfulness Breathing Exercise, setelah orangtua mendapat pelatihan atau psikoedukasi tentang resiliensi.