Tatong Harijanto, Tatong
Program Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Optimalisasi Unit Rawat Jalan di RS X Widyaningrum, Kurnia; Harijanto, Tatong; Hartojo, Hartojo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.4

Abstract

Utilisasi pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator penting kinerja rumah sakit. Hasil studi pendahuluan di unit rawat jalan RS tempat studi menunjukkan nilai utilitas dan optimalisasi masih belum maksimal dan terjadi penurunan angka kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi unit rawat jalan dan solusi untuk meningkatkan optimalisasinya. Metode yang digunakan adalah dengan observasi, telaah dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gap antara utilitas ruang dan optimalisasi petugas. Utilitas ruang hanya 22,4% sedangkan optimalisasi masing-masing dokter sudah sangat optimal yaitu 141,6%, 172,9% dan 68,75%. Dengan menggunakan diagram fishbone ditemukan faktor–faktor utama kurang optimalnya unit rawat jalan adalah dari sumberdaya manusia yang kurang dan lingkungan yang kurang nyaman. Analisis 5 why's menemukan sistem monitoring dan evaluasi (monev) belum berjalan secara maksimal sebagai akar masalah. Solusi yang disepakati untuk meningkatkan optimalisasi di unit rawat jalan ini adalah dengan mengaktifkan kembali tim monev dengan pemberian pelatihan tentang monev.  Kata Kunci: Evaluasi kinerja rawat jalan, monitoring, optimalisasi, utilisasi
Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Kepala Ruang Rawat Inap tentang Pelaporan Kinerja Utilitas Bangsal di Rumah Sakit Riskiyah, Riskiyah; Harijanto, Tatong; Noor, Viva Maiga Mahliafa
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.11

Abstract

Pelaporan kinerja rawat inap merupakan komponen penting dalam evaluasi dan perencanaan rumah sakit. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya kinerja pelaporan rawat inap oleh kepala ruang karena lemahnya pemahanan tentang cara penghitungan dan pelaporan indikator kinerja rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman kepala ruang rawat inap dalam menghitung dan melaporkan indikator kinerja efisiensi ruang, mengidentifikasi solusi dan evaluasi dampak solusi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara tidak terstruktur kepada kepala bidang keperawatan, 5 kepala ruang serta 3 perawat di rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala ruang rawat inap tidak mengetahui apa saja indikator efisiensi rumah sakit dan definisinya, perhitungan kinerja bangsal tidak terdeskripsikan dalam Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) kepala ruang, tidak ada panduan cara menghitung indikator efisiensi rumah sakit khususnya BOR (Bed Occupancy Rate) di unit rawat inap, belum ada kebijakan dari rumah sakit untuk kepala ruang rawat inap melaporkan kinerja efisiensi ruangan perbulan/pertahun, belum ada sosialisasi dan pelatihan, tidak adanya evaluasi kinerja manajemen bangsal setiap bulan dari rumah sakit. Alternatif solusi yang dipilih rumah sakit untuk mengatasi semua penyebab adalah sosialisasi dan pelatihan tentang perhitungan indikator kinerja ruang kepada petugas rumah sakit. Dampak dari sosialisasi tersebut adalah para kepala ruangan dapat menghitung dan melaporkan indikator kinerja efisiensi dimasing-masing ruangan. Dapat disimpulkan lemahnya pemahaman kepala ruang tentang indikator kinerja karena tidak adanya pelatihan dan panduan yang disebabkan tidak ada dukungan kebijakan dan anggaran.Kata Kunci: Indikator efisiensi rumah sakit, kepala ruang, pemahaman, rawat inap
Analisis Rendahnya Laporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Gunawan, Gunawan; Harijanto, Harijanto; Harijanto, Tatong
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.986 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.16

Abstract

Data laporan IKP yang akurat sangat bermanfaat untuk pemetaan risiko keselamatan pasien dan dasar perbaikan sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa rendahnya laporan IKP dan  faktor  yang berpengaruh pada sistem pelaporan IKP di salah satu Rumah Sakit (RS) Malang. Metode yang digunakan adalah diskripsi analitik. Penggalian data dilakukan dengan telusur data laporan IKP, observasi lapangan, wawancara terstruktur dan survei dengan menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini adalah 20 petugas kesehatan dan keluarga pasien sebanyak 6 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi menggunakan microsoft excel. Hasil menunjukkan angka IKP lebih tinggi dari angka laporan IKP. Faktor penyebabnya adalah rendahnya laporan IKP yang disebabkan oleh rasa takut pada kepala unit kerja.Kesimpulan dari penelitian ini adalah data laporan IKP belum menggambarkan kondisi sebenarnya dari kejadian insiden keselamatan pasienyang terjadi di RS X. Faktor penyebab utama kondisi tersebut adalah kurangnya pemahaman tentang konsep pelaporan IKP. Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien
Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang Nurhaidah, Nurhaidah; Harijanto, Tatong; Djauhari, Thontowi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.4

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sarana pelayanan kesehatan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan rekam medis meliputi kelengkapan, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Rekam medis yang lengkap dan akurat dapat digunakan sebagai referensi pelayanan kesehatan, dasar hukum (medico legal), menunjang informasi untuk meningkatkan kualitas medis, riset medis dan dijadikan dasar menilai kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen, wawancara dan observasi. Studi dokumen dilakukan pada 40 rekam medis rawat inap yang belum dilakukan assembling, sedangkan wawancara dilakukan kepada petugas terkait untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan dokumen rekam medis. Observasi dilakukan untuk melengkapi data hasil wawancara. Hasil studi dokumen pada 40 dokumen rekam medis rawat inap didapatkan bahwa jumlah rekam medis yang tidak diisi lengkap adalah 100%, dengan presentasi ketidaklengkapan yang paling banyak adalah dari dokter. Hasil wawancara dan observasi ditemukan tidak adanya kebijakan, panduan dan SPO pengisian rekam medis, kesadaran dokter untuk mengisi rekam medis kurang, tidak adanya data ketidaklengkapan rekam medis, sistem monitoring dan evaluasi rekam medis tidak efektif dan alur berkas rekam medis rawat inap yang tidak sesuai dengan standar. Sebagai solusi untuk meningkatkan kelengkapan pengisian rekam medis yaitu dengan membuat kebijakan, panduan dan SPO tentang pengisian rekam medis.Kata Kunci: Ketidaklengkapan pengisian rekam medis
THE EFFECT OF USING THE ABC-EOQ-ROP METHOD ON THE FREQUENCY OF DRUG EMPTINESS IN THE HOSPITAL Burhan, M.; Winarsih, Sri; Harijanto, Tatong
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 17 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jam.2019.017.03.09

Abstract

This study aims to determine the effect of the use of inventory control methods of always better control (ABC), economic order quantity (EOQ), and reorder point (ROP) supported by a computer-based daily stock information system of drugs and consumable medical devices on the emptiness of drugsfrequency and vital types of medical devices use at the Bangil Hospital Pharmacy Installation.This type of quantitative research uses a preexperimental design with one group pre and post-test design. Data analysis using t-test and normality test with the Kolmogorov-Smirnov Test. The sample data used were emptiness drugs and vital consumables, with observations of vacancy data from May 2016 to May 2017, nine months before the intervention and three months after the intervention, the effects were analyzed using the t-test.The results show that there is a significant influence on the use of inventory control methods to reduce the frequency of emptiness of drugs and vital types of consumables. If there are emptiness drugs, make other efforts in fulfilling drug procurement.
CAUSES OF EMPTINESS DRUGS AND MEDICAL DEVICES CONSUMABLES AT THE REGIONAL PUBLIC HOSPITAL PHARMACEUTICAL WAREHOUSE Burhan, M.; Harijanto, Tatong; Roosalina, Arma
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 16 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.302 KB) | DOI: 10.21776/ub.jam.2018.016.03.20

Abstract

One of the main indicators of quality of hospitals Bangil is the incidence of emptiness drugs and medical devices consumables in the pharmaceutical warehouse. In January to August 2016, the incidence rate is still high vacancy. The high incidence of these gaps affects the quality of hospital services. This study aims to determine the factors that cause a high incidence of emptiness drugs and medical devices consumables in the pharmaceutical warehouseRegional public hospital at bangil. Factors that cause the problems can be found using the fishbone analysis method. The research is qualitative research with the informant as follows: head of the pharmacy, head of the outpatient pharmacy, head of the inpatient pharmacy, pharmaceutical warehouse chief, commitment maker official, technical implementation official. The data obtained from depth interviews with the informant. Identification of alternative solutions was conducted using Focus Group Discussion (FGD). Factors that were discovered and became a priority issue is no calculation of the minimum stock and maximum stock at the pharmacy module hospital information system (SIMRS). Alternative solutions isto create a policy on the calculation of minimum stock and maximum stock of drugs and medical devices consumable in hospital pharmacy.