Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MIKROENKAPSULASI PIGMEN DARI KUBIS MERAH: STUDI INTENSITAS WARNA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Diah Mustika Lukitasari; Renny Indrawati; Rosita Dwi Chandra; _ Heriyanto; Leenawaty Limantara
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.61 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2017.28.1.1

Abstract

Utilization of artificial food colorants has obtained particular concern for long time consumption. Red cabbage (Brassica oleracea L. var. capitata forma rubra L.) was extracted to produce a candidate for natural food colorant through a one-step physical extraction and microencapsulation. The color strength was determined by measuring: (1) tinctorial strength, (2) color degradation kinetics at various pH, and (3) thermostability. Yield level and antioxidant activity were enclosed as supporting data. The results showed that extract of red cabbage exhibited vivid red until green color at various pH and was nearly stable at pH 2 and 3, meanwhile its thermostability was fairly good at pH 3, 4, 8, and 9. The encapsulated red cabbage extract produced high color intensity at pH 2 for red color and pH 9 for blue color with a yield level of  5.53%. It also showed antioxidant activity with IC50 value of 725.65±0.086 ppm in methanol solvent and 258.25±0.097 ppm in water-methanol solvent.
TERAPI FOTODINAMIK ANTIMIKROBA: PROSPEK BARU DALAM PENANGANAN PANGAN? Renny Indrawati; Amelia Myristi Lolita; Leenawaty Limantara
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.911 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.8771

Abstract

Terapi fotodinamik antimikroba merupakan kombinasi reaksi fisika dan kimia yang melibatkan interaksi antara sensitizer, cahaya, dan oksigen, untuk menghasilkan spesi oksigen reaktif yang dapat memicu kematian sel mikroba. Sensitizer merupakan senyawa kimia yang dapat teraktivasi oleh cahaya. Senyawa yang dapat digunakan sebagai sensitizer antara lain adalah dari kelompok zat warna dengan struktur trisiklik (riboflavin, metilen biru, eritrosin), tetrapirol (klorofil, porfirin, ftalosianina), serta fukokoumarin (psoralen, ksantotoksin). Cahaya yang digunakan tidak terbatas pada rentang ultra-violet, sebagaimana telah banyak diaplikasikan pada metode disinfeksi, tetapi juga dapat berasal dari rentang panjang gelombang cahaya tampak. Pembentukan spesi oksigen reaktif dapat melalui jalur mekanisme transfer energi ataupun transfer elektron. Metode inaktivasi mikroba secara fotodinamik menawarkan perlakuan tanpa panas, waktu kerja yang singkat, meminimalkan kemungkinan berkembangnya resistensi mikroba, serta ramah lingkungan. Kajian pustaka ini akan membahas tentang komponen terapi fotodinamik antimikroba, mekanisme reaksi, perkembangan penelitian di dalam dan luar negeri, serta prospek aplikasinya dalam penanganan pangan.
Terapi Alternatif Penyakit Kardiovaskuler dengan Pigmen Alami Katarina Purnomo Salim; Renny Indrawati; Leenawaty Limantara
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i11.893

Abstract

Pola diet dan gaya hidup kurang sehat menyebabkan berbagai kasus hiperkolesterol dan obesitas. Berbagai pengobatan untuk mengatasi permasalahan tersebut masih terus diperbaharui, tak hanya dengan obat-obatan sintetik namun juga obat alam berbasis senyawa bioaktif tumbuhan tingkat tinggi. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa pigmen alami, yang diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi maupun rendah, juga mampu memberikan manfaat terapi hampir serupa untuk membantu menurunkan prevalensi penyakit kardiovaskular. Beberapa pigmen seperti fukosantin, astasantin, lutein, dan fikosianin dibuktikan memiliki sifat antioksidan alami serta bioaktivitas spesifik dalam metabolisme lemak tubuh, sehingga dapat digunakan untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh kerusakan oksidatif, termasuk penyakit kardiovaskular.The unhealthy life style and poor diet become the reason of most hypercholesterol and obesity cases. Numerous studies are still continuously conducted to overcome heart conditions, not only with synthetic drugs but also natural herbals from bioactive compounds of higher plants. Several natural pigments studies showed comparable activities in decreasing cardiovascular disease prevalence. Fucoxanthin, astaxanthin, lutein, and phycocyanin are natural antioxidants, playing beneficial role in the metabolism of body fats. They can be applied for diseases associated with oxidative stress, including cardiovascular problems.
Functional Food Development of Natural Colorant Additives from Mulberry Fruit Extract (Morus nigra L) with Bioactive and Hedonic Evaluation: Natural Food Colorant from Mulberry Fruit Yuyun Yuniati; Ratna Yulianti Wijaya; Lidwina Angelica Soetantijo; Juliana; Renny Indrawati
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fst.vi.5130

Abstract

All modern lifestyles such as unhealthy eating patterns and lack of exercise can trigger the accumulation of free radicals in the human body, where the human body cannot neutralize these free radicals fast enough because of the large number of free radicals that have accumulated in it. Therefore, antioxidant compounds need to be consumed to suppress free radicals. In this study, mulberry is promoted as a natural, functional, and dye source that has been explored for further applications in food and beverages. This research aims to develop natural coloring products from mulberry fruit through extraction and encapsulation processes. Furthermore, hedonic testing was also carried out to determine the panelist's preference level for jelly products using mulberry fruit dyes. Mulberry fruit is extracted, encapsulated by freeze drying method, and processed into a natural dye in jelly products. Mulberry fruit extract contains vitamin C 4.1 g/ml, anthocyanin content of 215.16 mg/L, and antioxidant activity of 73.25. Mulberry encapsulates can be used as a natural dye in jelly products. Based on hedonic testing, jelly products made from natural dyes have superior taste and texture. Further development of natural mulberry fruit encapsulated dyes needs to be done to increase solubility, color sharpness, aroma and color stability
Ragam Metode Ekstraksi Karotenoid dari Sumber Tumbuhan dalam Dekade Terakhir (Telaah Literatur) Maleta, Hana Susanti; Indrawati, Renny; Limantara, Leenawaty; Brotosudarmo, Tatas Hardo Panintingjati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10008

Abstract

Karotenoid adalah pigmen yang memberikan warna kuning, jingga hingga merah. Karotenoid merupakan pigmen pendamping klorofil atau zat hijau daun yang menjalankan fungsi penyerapan energi cahaya untuk fotosintesis. Sumber karotenoid utama adalah tumbuhan, yang selanjutnya dikonsumsi dan dimetabolisme atau terakumulasi dalam tubuh hewan. Terdapat lebih dari 3000 jenis karotenoid, dan beberapa jenis telah diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan. Beberapa studi menyebutkan karotenoid berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dan membantu memelihara kesehatan mata. Ekstrak karotenoid telah diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan nutrasetikal. Dengan demikian, perkembangan teknologi metode ekstraksi karotenoid menjadi penting untuk diikuti. Ekstraksi karotenoid dilakukan dengan metode konvensional seperti maserasi ataupun modern seperti cairan superkritis, ultrasound asssisted extraction, enzimatik, pulsed electric field, dan pressurized liquid extraction. Sejumlah studi metode ekstraksi karotenoid dalam dekade terakhir disajikan dan dibahas dalam review berikut.
Karakterisasi Pektin yang Diekstraksi dari Kulit Pisang Ambon Hijau (Musa acuminata Colla) dengan Spektroskopi FT-IR dan Analisis Kemometrik Indrawati, Renny; Nitte, Olivia Laura; Yuniati, Yuyun
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 1 (2024): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.1.70208.1-11

Abstract

Limbah kulit buah pisang ambon hijau (Musa acuminata Colla) merupakan salah satu kandidat bahan baku pektin yang murah dan mudah ditemukan. Ekstraksi pektin dapat dilakukan dengan berbagai metode dan pelarut asam, namun akan mempengaruhi rendemen serta karakteristik pektin yang dihasilkan. Di sisi lain, spektroskopi FTIR dapat digunakan untuk karakterisasi pektin secara cepat, mudah, dengan sejumlah kecil sampel, tetapi data spektrum vibrasi pada rentang bilangan gelombang yang cukup luas seringkali tidak mudah dibedakan antar sampel. Analisis kemometrik multivariat dapat diterapkan untuk memudahkan analisis data. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik pektin yang diekstraksi dari kulit pisang dengan variasi pelarut (asam klorida dan asam sitrat) dan waktu ekstraksi (5, 10, dan 15 menit) menggunakan metode microwave, serta melakukan komparasi pektin hasil ekstraksi terhadap pektin komersial dengan metode analisis FTIR dan kemometrik. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan ekstraksi pektin yang dikonfirmasi dengan adanya vibrasi gugus fungsi pektin pada spektrum FTIR. Analisis semi-kuantitatif dengan perbandingan data serapan gugus karboksil teresterifikasi dan karboksil bebas menunjukkan pektin hasil ekstraksi dengan pelarut asam sitrat memiliki derajat esterifikasi lebih tinggi dibandingkan hasil ekstraksi dengan asam klorida. Analisis komponen utama mengonfirmasi kedekatan spektrum pektin hasil ekstraksi dengan asam sitrat ataupun asam klorida selama 10 menit dengan spektrum pektin komersial.Characterization of Pectin Extracted from Banana Peels (Musa acuminata Colla) using FTIR Spectroscopy and Chemometric Analysis. The peel of green banana Musa acuminata Colla is a potential source of pectin. Pectin extraction can be performed using various methods and solvents, but it might influence the characteristics of the result. On the other hand, FTIR spectroscopy can be used to rapidly and simply characterize pectin, but the vibrational data over a wide range of wavenumbers is not easily distinguished between samples. Multivariate chemometric analysis can be applied to ease data analysis. This study aimed to compare the characteristics of pectin obtained after microwave-assisted extraction of the banana peels using different solvents (hydrochloric acid and citric acid) and extraction time (5, 10, and 15 minutes), as well as to compare those pectins toward its commercial grade using chemometric analysis. The result showed successful pectin extraction, as revealed by particular vibrations of functional groups in the pectin structure. Based on semi-quantitative analysis, the absorption band ratio between esterified carboxyl groups and free carboxyl groups revealed that the pectin extracted using citric acid had a higher degree of esterification than that extracted using hydrochloric acid. Principal component analysis confirmed the closeness of pectin obtained after 10 minutes of extraction using citric acid or hydrochloric acid to that of commercial pectin.