Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Aktivitas Jus Buah Terong Belanda terhadap Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit Tikus Anemia Simarmata, Risma Romaulina; WH, Nugrahaningsih; ., Lisdiana
Life Science Vol 6 No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih merupakan penyakit yang memiliki prevalensi tinggi di dunia, salah satunya disebabkan oleh kurangnya zat besi di dalam tubuh. Absorbsi zat besi di dalam tubuh ditingkatkan oleh vitamin C. Terong belanda merupakan buah yang kaya akan zat besi dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus terong belanda terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit tikus anemia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Tikus diberi paparan NaNo2 sampai anemia. Kemudian tikus diberi perlakuan dengan jus terong belanda, K1: Kontrol, diberi aquades selama 14 hari, K2: dosis 40%, K3: dosis 60%, K4: dosis 80% masing-masing 2 ml/ekor/hari selama 14 hari. Kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit diukur dengan alat auto hematology analyzer kemudian diuji dengan ANOVA one way dan diuji lanjut dengan uji LSD. Hasil pengamatan menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebelum perlakuan pada K1: 11,516 g/dl, K2: 11,583 g/dl, K3: 12,133 g/dl, K4: 10.80 g/dl. Jumlah eritrosit pada K1: 6,19x106, K2: 6,40x106, K3: 6,39x106 dan K4: 5,75x106. Sementara setelah perlakuan dengan jus terong belanda rerata kadar hemoglobin pada K1: 11,233 g/dl, K2: 14,583 g/dl, K3: 14,144 g/dl, K4: 14,366 g/dl. Sedangkan jumlah eritrosit pada K1: 6,163x106, K2: 7,483x106, K3: 7,598x106 dan K4: 7,607x106. Hasil analisis ANOVA dengan nilai p=0,00 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit secara signifikan setelah perlakuan. Uji LSD dengan hasil p=0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan sehingga dapat disimpulkan bahwa jus terong belanda mampu meningkatkan kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit pada tikus anemia. Anemia is a disease that has a high prevalence in the world, one of which is caused by a lack of iron in the body. Iron absorption in the body is enhanced by vitamin C. Solanum Betaceum is a fruit that is rich in iron and vitamin C. This study aims to determine the influence of Solanum Betaceum juice on hemoglobin levels and the number of red cell anemia mice. The study was conducted using a pretest-posttest control group design. Mice given NaNO2 exposure to anemia. Then the mice were treated with Dutch eggplant juice, K1: Control, were given distilled water for 14 days, K2: a dose of 40%, K3: a dose of 60%, K4: a dose of 80% each 2 ml/head /day for 14 days. Levels of hemoglobin and red cell count was measured by means of auto hematology analyzer were then tested by one-way ANOVA and further tested with LSD. The results showed a mean hemoglobin levels before treatment at K1: 11,516 g/dl, K2: 11,583 g/dl, K3: 12.133 g/dl, K4: 10.80 g/dl. The number of erythrocytes in K1: 6,19x106, K2: 6,40x106, K3: 6,39x106 and K4: 5,75x106. While after treatment with Solanum Betaceum juice mean hemoglobin K1: 11.233 g/dl, K2: 14.583 g/dl, K3: 14.144 g/dl, K4: 14.366 g/dl. While the number of erythrocytes in K1: 6,163x106, K2: 7,483x106, K3: 7,598x106 and K4: 7,607x106. Results of ANOVA analysis with p = 0.00 <0.05 indicates that there are increased levels of hemoglobin and number of erythrocytes significantly after treatment. LSD test with the result p = 0.001 <0.05 indicates that there are differences in levels of hemoglobin and red cell count between the control group and the treatment group so that it can be concluded that the Solanum Betaceum juice can increase levels of hemoglobin and the number of red cell anemia in mice.
Efek Pemberian Ekstrak Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Kadar MDA Tikus Hiperglikemia Fadah, Isti; WH, Nugrahaningsih
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47142

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder marked by increased blood glucose or hyperglycemia that occurs due to abnormality of insulin secretion, insulin work, or both. Diabetes mellitus condition caused excessive free radicals formation that damage pancreas beta cells. Antioxidant from flavonoid is known to overcome DM by preventing free radicals. Several studies reported that grapefruit rind extract content has antioxidant activity and may reduce the blood glucose level. This study aimed to analyze the effect of grapefruit rind extract to blood glucose and malondialdehyde (MDA) levels of white male rats with hyperglycemia. This study was an experimental study using a pretest-posttest with control group design. As many as 25 white male Wistar strain rats were divided into five treatment groups (the positive control was given metformin 150 mg/kgBB, the negative control was given no treatment, and the grapefruit rind extract treatment was given dosages of 125, 250, and 500 mg/kgBB. The data analysis was carried out using One Way ANOVA and Tukey HSD techniques. The study result shows that grapefruit rind extract provision differs significantly on blood glucose levels, but only slightly different on MDA levels. The study conclusion is that grapefruit rind extract provision on hyperglycemia white male rats causes the blood glucose level decrease, and has no effect on the MDA level. In this study, the effective dosage of grapefruit rind extract to decrease the blood glucose level is the 500 mg/kgBB dosage. Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Pada kondisi diabetes melitus mudah terjadi pembentukan radikal bebas yang berlebih sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas. Antioksidan yang berasal dari flavonoid diketahui dapat berperan mengatasi DM dengan menangkal radikal bebas. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kandungan dalam ekstrak kulit buah jeruk bali memiliki aktivitas antioksidan dan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pemberian ekstrak kulit buah jeruk bali terhadap kadar glukosa darah dan kadar malondialdehyde (MDA) tikus putih jantan yang mengalami hiperglikemia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pretest and posttest with control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam lima kelompok perlakuan (kontrol positif diberi obat metformin 150 mg/kgBB, kontrol negatif tidak diberi perlakuan, dan perlakuan ekstrak kulit buah jeruk bali dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB. Analisis data menggunakan teknik OneWay ANOVA dan Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah jeruk bali berbeda secara signifikan pada kadar glukosa darah, namun tidak berbeda signifikan pada kadar MDA. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak kulit buah jeruk bali pada tikus putih jantan hiperglikemia berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan tidak berpengaruh pada kadar MDA. Pada penelitian ini dosis ekstrak kulit buah jeruk bali yang efektif pada penurunan kadar glukosa darah adalah dosis 500 mg/kgBB
Struktur Histopatologis Lambung Tikus Wistar yang Diberi Ekstrak Daun Singkong (Manihot utillisima Pohl.) secara Kronik WH, Nugrahaningsih; Luthfiani, Addina Nur; Lisdiana, Lisdiana; Peniati, Endah
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54459

Abstract

Cassava leaves contain sodium (Na), potassium (K), and iron (Fe) which can increase the body's blood pressure. In addition, the chemical content of cassava leaves can also act as an anti-hypertension agent. However, cassava leaves also contain hydrogen cyanide (HCN) which at certain doses can cause toxic effects. This study aims to determine the safety of long-term consumption by observing the damage to gastric organ cells in Wistar rats after administration of cassava leaf extract (Manihot uttilisima Pohl.) for 90 days. Cassava leaf extract was made by maceration method using distilled water as a solvent. This research is an experimental laboratory research with a posttest only control group research design. This study used 36 Wistar rats which were randomly divided into 4 groups consisting of group I (control) given 10 ml/w of distilled water, group II (treatment group) given cassava leaf extract 80 mg/bb, group III (treatment group) given cassava leaf extract 400 mg/bb, group IV (treatment group) was given cassava leaf extract 2000 mg/bb. Organ sampling was carried out after 90 days of treatment, all rats were killed by cervical dislocation, then their stomach organs were taken. To determine the histopathological structure between the control group and the treatment group, the data from the gastric histopathological test of Wistar rats were analyzed using descriptive analysis. did not affect the histopathological structure of the stomach of Wistar rats. Daun singkong mengandung natrium (Na), kalium (K), dan besi (Fe) yang mampu meningkatkan tekanan darah tubuh.Selain itu, kandungan kimia dari daun singkong juga dapat berperan sebagai agen anti hipotensi. Akan tetapi, pada daun singkong juga mengandung hidrogen sianida (HCN) yang pada dosis tertentu dapat menyebabkan efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamananan konsumsi jangka panjang dengan melihat kerusakan sel organ lambung pada tikus Wistar setelah pemberian ekstrak daun singkong (Manihot uttilisima Pohl.) selama 90 hari. Ekstrak daun singkong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut akuades. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian postest only control group. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Wistar yang secara acak dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari kelompok I (kontrol) diberi akuades 10 ml/bb, kelompok II (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 80 mg/bb, kelompok III (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 400 mg/bb, kelompok IV (kelompok perlakuan) diberi ekstrak daun singkong 2000 mg/bb. Pengambilan sampel organ dilakukan setelah 90 hari perlakuan, semua tikus dimatikan denggan cara dislokasi cervicalis, kemudian organ lambungnya diambil. Untuk mengetahui struktur histopatologi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan data hasil uji histopatologi lambung tikus Wistar dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak daun singkong secara oral selama 90 hari pada dosis 80mg/bb,400 mg/ bb, dan 2000 mg/ bb tidak memberikan pengaruh pada gambaran struktur histopatologi lambung tikus Wistar.
The Analysis of Biology Learning Assesment Implementation in Jepara High School During Covid-19 Pandemic Rohman, Alif Khoirur; Widiyaningrum, Priyantini; WH, Nugrahaningsih
Journal of Innovative Science Education Vol 11 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v11i1.57895

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed education that was previously conducted face-to-face to online learning. However, it is still necessary to conduct a learning assessment to determine student learning achievement. This study aims to describe the application of assessment in Biology learning in 3 public high schools in Jepara Regency. This research is a descriptive research with a qualitative approach. Data were taken by means of document analysis, observation and interviews. Data were analyzed using the Milles & Huberman model which consisted of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the biology teachers of SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Pecangaan and SMAN 1 Welahan have compiled a complete lesson plan and online learning assessment instrument. Assessment techniques used in online learning vary from multiple choice, essay questions, simple practicum, independent projects and portfolios. While the online assessment applications used by teachers include google form, quizizz, google classroom, microsoft teams. The teacher begins learning by providing material to be explained to students, but when a more specific explanation is needed, the teacher usually uses the help of a learning video or video conference using the Zoom Meeting application or Google Meet. Cognitive, affective and psychomotor assessments can be carried out by teachers in online learning.
Molecular Mechanisms of Increased Platelets: An In Silico of the Active Compounds in Psidium guajava Salwa, Khoerina; Susanti, R.; Utomo, Didik Huswo; Yuniastuti , Ari; WH, Nugrahaningsih
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i1.3519

Abstract

Dengue virus infection causes thrombocytopenia. Psidium guajava is widely used by people to increase platelet counts. This research aims to analyze in silico the molecular mechanisms of compounds in guava fruit in increasing platelets. The compounds in guava fruit were taken from Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, which include secondary metabolites such as flavonoids, terpenoids, tannins, alkaloids, and fatty acids. Target proteins were predicted using PharmMapper. Protein interaction networks were created using STRING, visualized, and analyzed using Cytoscape. Potential target proteins were identified by topology, modularity, functional, and KEGG pathway analysis. Degree and betweenness centrality are parameters in topological analysis and the cluster with the highest score is selected as the functional module. The results showed that MAPK1, MAPK14, and AKT1 are involved in many inflammatory pathways, and MMP9 is a target protein directly involved in increasing vascular permeability. The compounds arjunolic acid, farnesene, beta-carotene, and alpha-linolenic acid inhibit MAPK1, citral, ellagic acid, palmitic acid, and oleanolic acid inhibit MAPK14, guaijaverin, pantothenic acid, and citric acid inhibit AKT1, guaijaverin and pantothenic acid inhibit MMP9. It was concluded that the bioactive compounds in guava fruit play a role in increasing platelets by inhibiting the MAPK, PI3K-Akt pathways, and leukocyte trans-endothelial migration, thereby inhibiting or reducing the production and expression of inflammatory mediators and vascular permeability.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DALAM PEMENUHAN GIZI BAGI ANAK PRA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN KALISEGORO Yuniastuti, Ari; Sugianto; WH, Nugrahaningsih; Lisdiana; Setiati, Ning; Isnaeni, Wiwi; Rudyatmi, Ely
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i5.133

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Stunting berdampak negatif terhadap kecerdasan anak dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada anak, seperti diabetes mellitus, kanker, dan penyakit jantung koroner pada saat dewasa nantinya. Stunting dapat dicegah dengan dengan berbagai strategi yaitu intervensi gizi spesifik (kecukupan asupan makanan dan gizi, pola asuh, dan pengobatan infeksi/penyakit) dan gizi sensitif (akses pangan bergizi; akses pengasuhan gizi ibu dan anak; akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan; dan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi). Pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan sensitif ini sebaiknya secara terpadu. Pengalaman global menunjukkan bahwa menerapkan tindakan terpadu untuk menargetkan kelompok prioritas di area prioritas merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan, serta mencegah stunting. Namun, di wilayah kelurahan Kalisegoro pengetahuan ibu-ibu PKK tentang pemenuhan gizi seimbang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya edukasi terkait makanan gizi seimbang untuk mencegah stunting. Berdasarkan gambaran dari potret permasalahan yang dihadapi mitra, maka dilakukan kegiatan Pelatihan tentang makanan bergizi untuk anak pra sekolah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal daun kelor, cara pengolahan menjadi berbagai produk makanan untuk anak pra sekolah yang benar oleh Tim pengabdian Unnes dengan sasaran Ibu-ibu PKK. Pada tahap awal telah dilakukan pertemuan dengan ibu Ika Setyowati selaku ketua PKK dan sosialisasi pada ibu PKK tentang rencana kegiatan pengabdian dan penyuluhan tentang makanan gizi seimbang. Tahap selanjutnya adalah pelatihan cara pengolahan bahan pangan lokal menjadi berbagai aneka produk makanan seperti : 1) Dimsum daun kelor, 2) Poding kelor, dan 3) Nugget ikan dan daun kelor. Luaran kegiatan pengabdian ini antara lain publikasi pada jurnal Karya Abdi Masyarakat Penerbit LPPM Universitas Jambi dengan judul artikel “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Dalam Pemenuhan Gizi Bagi Anak Pra Sekolah Sebagai Upaya Pencegahan  Stunting Di Kelurahan Kalisegoro” serta publikasi pada media online lokal Suara Merdeka, serta media online web MIPA, dan video kegiatan.     
Kadar Leptin Balita Stunting yang Diberi Makanan Tambahan Berbasis Daun Kelor dan Ikan Laut Fatiah, Nirmala Al; Yuniastuti, Ari; WH, Nugrahaningsih; Lisdiana, Lisdiana
Life Science Vol 13 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v13i1.76891

Abstract

Leptin plays a role in regulating the growth of bones and other body tissues. Leptin can affect the epiphyseal growth zones in long bones, contributing to height growth. The aim of this research is to analyze leptin levels and body height in toddlers before and after giving additional food based on Moringa leaves and sea fish. The supplementary feeding intervention was carried out for 10 weeks on 30 toddlers with stunted and very stunted nutritional status at the Sedan Community Health Center, Rembang Regency. Leptin levels in the blood were analyzed using ELISA, height measurements were carried out using a stadiometer, determination of nutritional status was guided by the PERMENKES regarding 2020 child anthropometry standards, and data analysis used the SPSS program. The results of the study showed that the average leptin level decreased and the average body height increased after the intervention of providing additional food based on Moringa leaves and sea fish. Thus, it can be concluded that decreasing leptin levels can cause a decrease in fat and adipogenesis which results in increased bone formation in the form of increased height in stunted toddlers at the Sedan Community Health Center, Rembang Regency.
Cytotoxic Effects of Cinnamon Powder and Lemongrass Oil-Enriched Roselle Tea on T47D Breast Cancer Cells Aisyah, Sabila; Cahyono, Edy; WH, Nugrahaningsih; Alighiri, Dante; Alauhdin, Mohammad; Zaky, Adrian Maulana; Handayani, Tri; Permatasari, Bella
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev15iss3pp186-197

Abstract

Breast cancer is the most prevalent cancer among women and is the leading cause of cancer-related mortality worldwide. This underlines the importance of preventive strategies to reduce the risk. Harnessing natural products like tea could be an alternative preventive strategy. In this study, the chemopreventive potential of roselle flower tea (Hibiscus sabdariffa L.) enriched with cinnamon oil (Cinnamomum burmannii) and lemongrass (Cymbopogon citratus) was evaluated. The tea was formulated using a stirred boiler tank and tested for its cytotoxicity against T47D cells using the MTT method. The cytotoxicity test showed that with the addition of cinnamon oil and lemongrass, roselle tea had more significant cytotoxic activity against T47D cancer cells than pristine roselle tea. Adding 5 g of cinnamon and lemongrass oil vapor for 15 seconds into the tea showed the highest cytotoxicity, with an IC50 of 730 μg/mL. This value is almost three times higher than without adding cinnamon oil and lemongrass. In conclusion, adding cinnamon oil and lemongrass to the roselle tea formulation can increase cytotoxic activity against T47D cancer cells, indicating its potential as a natural anti-cancer agent.Keywords: Chemopreventive, Cinnamon, Lemongrass, Roselle Tea, T47D Cells.
A Cytotoxic Activity of Clitoria ternatea Flower Tea with the Cinnamon and Lemongrass Oil Vapor against T47D Breast Cancer Cells Cahyono, Edy; Handayani, Tri; WH, Nugrahaningsih; Azid, Saffanah Binti Mohd Ab; Alighiri, Dante; Zaky, Adrian Maulana; Aisyah, Sabila; Permatasari, Bella
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v16i3.8480

Abstract

Breast cancer is a deadly disease for women. It is crucial to take preventive measures, one of which involves using natural ingredients as chemopreventive agents. Clitoria ternatea flowers, cinnamon, and lemongrass oil have been proven to have cytotoxic activity in several studies. This research aims to analyze the effect of adding cinnamon and lemongrass oil vapor to C. ternatea flower tea on the cytotoxic activity of T47D breast cancer cells. Cytotoxic activity testing was carried out colorimetrically using the MTT (3- (4,5-dimethylthiazol-2-yl) 2,5-diphenyl tetrazolium bromide) assay method. The results of the research showed that there was a decrease in the IC50 value of C. ternatea flower tea with the addition of cinnamon and lemongrass oil vapor. The IC50 value of C. ternatea flower tea without additional ingredients was the most potent with 14159 μg/mL, compared to 15 g addition of cinnamon with 1164 μg/mL; meanwhile, for 15 seconds of evaporation time for lemongrass, it was at 331 μg/mL, respectively This research shows the potential of C. ternatea flower tea with the addition of cinnamon and lemongrass oil vapor as a chemopreventive agent against breast cancer cells.
PENGARUH BAHAN BAKU TERHADAP AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKOENZIM : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sunarsih, Sarly; Mustikaningtyas, Dewi; WH, Nugrahaningsih; Widiatningrum, Talitha
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekoenzim merupakan larutan multi guna yang diproduksi dari hasil fermentasi limbah organik berupa limbah sisa sayuran dan buah-buahan, dan memiliki aktivitas antimikroba. penelitian sebelumnya menunjukan perbedaan hasil aktivitas antimikroba ekoenzim berdasarkan perbedaan bahan baku yang digunakan. Beberapa jenis bahan baku menunjukkan hasil aktivitas antimikroba ekoenzim yang baik, tetapi ditemukan pula bahan baku yang tidak menunjukkan aktivitas antimikroba sama sekali. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bahan baku pembuatan ekoenzim terhadap aktivitas antimikroba yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang ditulis berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Pencarian digital melalui Google Scholar, ScienceDirect, OpenAlex, dan Pubmed menghasilkan 24 artikel yang kemudian dianalisis. Hasil Penelitian menemukan bahwa bahan baku terbukti berpengaruh terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim, dikarenakan beberapa jenis bahan baku memberikan pengaruh positif terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim, sedangkan terdapat bahan baku yang tidak memberikan pengaruh dan memiliki hasil negatif terhadap aktivitas antimikroba ekoenzim. Bahan baku yang menujukan hasil positif terhadap aktivitas antimikroba adalah sampah kulit nanas, kulit jeruk, kulit pisang dan sisa tomat. Kelompok bahan baku ini menujukan hasil aktivitas antimikroba yang baik jika digunakan sebagai bahan baku tunggal maupun dalam campuran, baik itu dengan sampah buah-buahan lainnya maupun sampah sayur-sayuran. Bahan baku yang tidak menunjukkan aktivitas antimikroba adalah daun kayu putih. Pembuatan ekoenzim dengan atau campuran daun kayu putih sebaiknya dihindari guna memaksimalkan potensi aktivitas antimikroba ekoenzim.