Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Lingua Skolastika

MITOS DALAM RITUAL SIRAMAN GONG KYAI PRADAH MASYARAKAT JAWA DI LODOYO Chatarina, Lela; Sukatman, Sukatman; Nura Murti, Fitri
Lingua Skolastika Vol 1 No 1 (2022): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v1i1.33266

Abstract

Setiap daerah memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda antara daerah satu dengan yang lainya. Salah satu daerah yang memiliki berbagai macam budaya adalah Lodoyo dan sebagian masyarakatnya masih mempercayai adanya mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah. penelitian ini dibuat karena sebagian besar masyarakat Jawa di Lodoyo masih mempercayai ritual Siraman Gong Kyai Pradah tersebut. Terdapat wujud mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah yang berupa cerita mengenai perjalanan Pangeran Prabu serta keruntuhan Kerajaan Majapahit di tanah Lodoyo. Cerita ini diungkapkan oleh Juru Kunci yang memimpin proses ritual Siraman Gong Kyai Pradah dan masyarakat yang mempercayai akan adanya mitos tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dalam penelitian ini berjumlah 28 data yang berupa tuturan dari wujud mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah masyarakat Jawa di Lodoyo. Data dalam penelitian ini berupa informasi tentang mitos dalam ritual ruwatan masyarakat Jawa di Lodoyo, berbagai informasi mengenai kegiatan ritual Siraman Gong Kyai Pradah yang dilakukan oleh masyarakat beserta wujud mitosnya, nilai budaya yang terkandung dalam wujud mitos, fungsi mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah bagi masyarakat Jawa di Lodoyo, dan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA kurikulum 2013 revisi tahun 2017 pada KD 3.7 mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulisan dan pada KD 4.7 menceritkan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar atau dibaca. Teknik pengumpulan data adalah cara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara etnografis, dokumentasi, serta transkripsi dan terjemahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga jenis. Pertama adalah instrumen panduan wawancara, kedua yaitu pemandu pengumpul data, dan yang ketiga yaitu instrument pemandu analisis data. Prosedur penelitian yang dilakukan, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian.Kata kunci: mitos, ritual Siramnan Gong Kyai Pradah, budaya Jawa
Identitas Budaya Bugis Dalam Kumpulan Cerpen Sala Dewi Karya Emil Amir Serta Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Pembelajaran Sastra Di Sma Hamidah, Nur Sufi; Sukatman, Sukatman; Murti, Fitri Nura
Lingua Skolastika Vol 3 No 1 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i1.44551

Abstract

This study aims to describe and explain the Bugis culture which exists in the collection of Sala Dewi's short stories by Emil Amir. It was chosen because it has contain values of viscous local culture, character building that can be used as a role model for students, and each short story has good reputation, so this collection can be told has good credibility. This study is uses a descriptive qualitative method with an ethnographic research design that uses the Spradley data analysis method. Words, phrases, sentences, or paragraphs are the source of the data which represent physical culture, social system, cultural system, and cultural values of Bugis culture. This research adapted from Koentjaraningrat's theory. The data were collected by documentation and interview, and analyzed by using the Spradley analysis method, including domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis. The results of this study shows that the four forms of Bugis culture in the collection of Sala Dewi's short stories are mutually sustainable, spread over four short stories, and expressed through inter-character dialogue, character monologues, or character narratives. Hereinafter, the results of this study were used as teaching materials in the XI grade of senior high school students in Indonesian as a part of Language and Literature materials.
Semiotika dalam Novel Catatan Juang karya Fiersa Besari dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Pembelajaran Sastra di SMA Wahyu, Syarifah Saptaning; Sukatman, Sukatman; Siswanto, Siswanto
Lingua Skolastika Vol 2 No 2 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i2.42110

Abstract

Simbol-simbol yang terdapat dalam novel merupakan bentuk tanda yang memiliki makna dan interpretasi yang berbeda. Semiotika sebagai teori pendukung untuk menyamakan makna dan interpretasi yang tersirat dalam novel dapat diterapkan dengan baik. Salah satu novel yang cukup relevan adalah novel Catatan Juang karya Fiersa Besari. Selain berupa penciptaan simbol untuk menemukan makna yang tersirat, novel ini juga mengandung motivasi yang dikenal dengan novel fiksi Self-Improvement. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika sastra dan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, narasi dan dialog, serta silabus. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Catatan Juang, buku teori pendukung, artikel, dan jurnal. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah teknik reduksi data, penyajian data, prosedur analisis data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi temuan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud simbol, makna simbol, fungsi simbol dan pemanfaatannya sebagai bahan alternatif pembelajaran sastra di kelas XII SMA pada materi mengidentifikasi unsur kebahasaan dalam novel.
Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-X: Kajian Wacana Kritis Norman Fairclough Kurniawan, Vendi; Sukatman, Sukatman; Widjajanti, Anita
Lingua Skolastika Vol 3 No 2 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i2.51158

Abstract

Penelitian ini menganalisis pidato pelatikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X menggunakan kajian analisis wacana kritis Norman Fairclough. Analisis wacana kritis memandang muatan wacana tidak pernah netral, melainkan digunakan sebagai sarana untuk memproduksi dan mereproduksi makna oleh subjek untuk kepentingan tertentu. Pada pidato Presiden Joko Widodo terdapat ideologi-ideologi yang tersusun rapi dalam bahasa yang berguna untuk melegitimasi kekuasaannya dan mengendalikan perilaku seseorang atau kelompok. Teori analisis wacana kritis Norman Fairclough digunakan untuk memahami wacana, yang membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Apa saja dimensi teks dalam Pidato Pengukuhan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Bagaimana praktik diskursif dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Bagaimana praktik sosiokultural dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: (1) Dimensi teks dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Praktik diskursif dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Praktik sosial budaya dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X.