Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

KESETARAAN GENDER DALAM KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT  DUSUN SEMPU, WONOKERTO, KABUPATEN SLEMAN Dian Azmawati; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.474 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.303

Abstract

Dusun Sempu berada di kaki gunung Merapi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai salah satu dari 13 dukuh di Desa wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah istimewa Yogyakart, mayoritas warga dusun bermata pencaharian sebagai petani, khususnya salak. Sempu memiliki 330 kk, dengan jumlah penduduk 1136, terdiri dari laki-laki 574 jiwa dan jumlah perempuan sebanyak 562 jiwa. Dusun ini sudah cukup maju, tampak dari kondisi ekonomi sebagian besar warganya dan fasilitas pendidikan serta kesehatan yang baik. Dalam aspek sosial kemasyarakatan, warga dusun sudah cukup maju dengan aktifnya organisasi, seperti organisasi kepemudaan yaitu Kelompok Karang Taruna dan arisan, serta keagamaan seperti TPA. Kegiatan musyawarah sering dilakukan oleh masyarakat Dukuh Sempu dalam rangka mencari sebuah solusi, dalam pertemuan arisan antar RT, rapat ibu-ibu PKK, Pertemuan bapak-bapak atau pada perkumpulan yang diadakan di Dukuh Sempu. Namun pengambilan keputusan masih sering dilakukan hanya dengan mendengarkan keputusan dari kaum laki-laki, sehingga peran perempuan dalam musyawarah dan pengambilan keputusan masih rendah. Kultur sosial budaya yang ada menempatkan perempuan pada kelas kedua. Hegemoni budaya patriarkhi menempatkan laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga, organisasi, maupun politik, sehingga partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif rendah, sehingga perempuan lebih memilih bersikap pasif. Kondisi tersebut mendorong kami untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pemberdayaan masyarakat agar pembangunan dusun Sempu dapat berjalan dengan lebih baik. Melalui kegiatan pengabdian dengan tema “Kesetaraan Gender”, diharapkan dengan keterlibatan perempuan, pembangunan yang berjalan menjadi sensitif terhadap kebutuhan berbagai elemen dalam masyarakat, salah satunya adalah perempuan.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN MEDSOS UNTUK PROMOSI RUMAH MAKAN DAN WISATA EDUKASI BUMDES Dian Azmawati; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.157 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.576

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat yang menurun sejak dilanda pandemi Covid 19 menggerakkan BUMDES Bangun Kamulyan di desa Bangunjiwo untuk mencari jalan keluar bagi masyarakat. Pilihan yang diambil adalah membangun usaha rumah makan dengan konsep “warung makan edukatif”. Warung makan edukatif ini dinamai Kopi Sawah Kajigelem, melibatkan 4 dusun di desa Bangunjiwo Bantul, yaitu dusun Kasongan, Jipangan, Gendeng, dan Lemahadi (Kajigelem). Konsep warung makan edukatif atau wisata kuliner edukatif ini merupakan konsep yang menarik dengan memanfaatkan potensi alam, kuliner, dan sentra kerajinan yang telah menjadi keahlian sebagian masyarakat Bangunjiwo. Tim pengabdian membantu dalam inisisasi rumah makan dan promosi melalui Medsos bersama dengan mahasiswa KKN UMY. Kegiatan yang dilakukan berupa pendampingan langsung dalam inisiasi rumah makan, dan usaha promosi melalui medsos dengan mengadakan lomba foto selfie di lingkungan rumah makan. Melaui kegiatan pengabdian ini antusiasme masyarakat untuk menjalankan usaha bersama di bawah BUMDES diharapkan tumbuh dan usaha ini mulai dikenal oleh masyarakat luas.
Rintisan Usaha pada UMKM Sekarwangi Bangunsari melalui Pelatihan Inovasi Produk Olahan Lele Sugeng Riyanto; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.936

Abstract

Dusun Bangunsari, Bangunkerto, Turi, Sleman, semula dikenal sebagai salah satu dusun sentra penghasil Salak Pondoh. Seiring dengan laju pengembangan pertanian di Indonesia, harga Salak Pondoh kian merosot dan tidak lagi dapat diandalkan sebagai penghasil utama penduduk. Di samping memerlukan diversifikasi dalam pengolahan hasil produksi Salah Pondoh, perlu juga dikembangkan potensi produk lain dalam upaya pengembangan kewirausahaan. Dusun Bangunsari mempunyai kekayaan air yang melimpah dan banyak dimanfaatkan sebagai sumberdaya peternakan ikan, dalam hal ini adalah ikan Lele. Banyaknya produksi ikan Lele menjadi pendorong untuk melakukan diversifikasi olahan Lele agar mempu menaikkan nilai jual ikan Lele. Pengabdian ini bertujuan melakukan inovasi pengolahan produk ikan Lele dalam bentuk Abon Lele dengan peserta anggota UMKM Sekarwangi yang ada di dusun tersebut. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap. Pertama adalah sosialisasi inovasi kewirausahaan, kedua dengan melakukan praktik. Dalam praktik ini didatangkan seorang pelatih pembuat Abon Lele yang diikuti oleh anggota UMKM Sekarwangi. Ketiga adalah dengan melakukan pendampingan marketing yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Pengabdian ini telah berhasil melatih anggota UMKM Sekarwangi hingga mampu membuat olahan abon Lele secara mandiri dan sekaligus packing serta praktik cara-cara pemasaran.
Pelatihan Inovasi Promosi Desa Wisata Kelor Pemanfaatan Media Digital Sugeng Riyanto; Wahyuni Kartikasari; Zain Munfarih Muktaf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.948

Abstract

Desa Wisata Kelor merupakan salah satu usaha dari masyarakat di Padukuhan Kelor Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman, yang telah dirintis sejak 2007. Situs yang ditawarkan oleh desa wisata ini adalah kampung salak, kampung sejarah, aneka tempat outbound dan penginapan. Dalam perkembangannya muncul berbagai kompetitor desa wisata sejenis di Kecamatan Turi seperti, Gadung, Pulesari, Pancoh, Kaliaji dll. Desa wisata sempat mengalami kemandegan oleh sebab pandemi covid-19. Setelah destinasi pariwisata diizinkan kembali beroperasi, desa wisata kelor masih sepi dari pengunjung. Abdimas ini bertujuan untuk memberikan pelatihan promosi wisata menggunakan media sosial agar pengunjung menjadi ramai. Abdimas ini dilakukan dengan metode diskusi problematika desa wisata dan pelatihan tentang media digital sebagai media promosi melalui pengembangan website, youtube dan tiktok. Pengabdian ini berhasil mendiskusikan akar permasalahan desa wisata kelor serta solusi promosi berupa pemanfaatan media digital. Media digital menjadi alternatif promosi wisata yang efektif untuk menarik wisatawan yang mengunjungi desa wisata kelor.