Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza
Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak konsumsi ikan columbia catfish dari kolam bekas peleburan aki bekas terhadap penyakit degeneratif dan keamanan pangannya: The impact of consuming driftwood catfish from a former used battery smelting pond on degenerative diseases and its food safety Riani, Etty; Butet, Nurlisa Alias; Ansori , Mukhlas; Nandini, Annisa Putri; Krisanti , Majariana; Setiyadi, Benny; Cordova, Muhammad Reza
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i4.63319

Abstract

Desa Cinangka merupakan sentra daur ulang aki bekas tradisional ilegal di Bogor, namun sudah ditutup 15 tahun lalu. Tujuan penelitian, yaitu menentukan dampak konsumsi ikan columbia catfish yang dipelihara di kolam bekas peleburan aki bekas terhadap potensi penyakit degeneratif kanker dan non-kanker serta keamanan pangannya. Analisis yang dilakukan adalah kandungan logam berat pada daging ikan dan logam terlarut pada air dengan XRF dan AAS, faktor biokonsentrasi, risiko kesehatan akibat konsumsi ikan (kanker dan non-kanker) serta keamanan pangannya. Hasil penelitian menunjukkan ikan memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat pada tubuhnya. Daging ikan terkontaminasi Fe (537,53ppm), Cu (47,69ppm), Zn (942,53ppm), As (11,58ppm) dan Pb (13,07ppm). Air kolam tercemar oleh Fe, Zn, As dan Pb serta terkontaminasi Cu. Terjadi biokonsentrasi pada daging ikan, yakni Fe (658,33), Cu (4541,90), Zn (17357,83), As (9,94) dan Pb (142,53). Nilai Target Hazard Quotient (THQ) pada anak untuk semua logam berat >1, sedang pada dewasa yang mempunyai nilai THQ>1 adalah Zn, As, dan Pb. Nilai Hazard Index (HI)>1 pada anak dan dewasa sehingga konsumsi ikan berisiko memunculkan penyakit degeneratif non kanker. Konsumsi daging ikan berisiko memunculkan penyakit kanker, pada dewasa, yaitu rendah-sedang, sedangkan pada anak sedang-tinggi. Konsumsi harian ikan columbia catfish yang aman untuk anak 0,004 g/hari dan dewasa 0,015 g/hari. Batas konsumsi maksimum untuk anak 0,026 kg/minggu dan dewasa 0,091 kg/minggu. Anak-anak jauh lebih rentan dibanding dewasa.
PENGUKURAN ACOUSTICS BACKSCATTER LARGE MICROPLASTICS DALAM KONDISI TERKONTROL DENGAN ECHOSOUNDER SOROT TUNGGAL: ACOUSTICS BACKSCATTER MEASUREMENT OF LARGE MICROPLASTICS IN CONTROLLED CONDITIONS USING A SINGLE BEAM ECHOSOUNDER Nugroho, Bimo Aji; Manik, Henry M.; Jaya, Indra; Cordova, Muhammad Reza
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.14-27

Abstract

Microplastics are particles ≤ 5 mm in size that result from the physical and chemical degradation of polymer-based materials. These particles are ubiquitously distributed in aquatic environments and pose significant threats to aquatic organisms. Currently, microplastic detection predominantly relies on water-sample analyses at a particular point, a method that is inherently limited in spatial coverage. Hydroacoustic techniques offer a promising alternative for detecting microplastics within the water column over larger areas. This study aims to assess the detection of large microplastics (1–5 mm) using a single-beam echosounder (SBES), specifically the Simrad EK-15, under laboratory-controlled conditions. Data validation was performed by comparing acoustic measurements with water-sample analyses using correlation and regression methods. The results reveal high model suitability with coefficients of determination exceeding 0.8 (R² > 0.8) and strong linear correlations (r > 0.8) between the two datasets. Furthermore, the average volume backscattering coefficient (sv) for large microplastics at depths corresponding to 1.5, 1, and 0.5 m were 9.025E-05, 5.403E-05, and 6.850E-05 m²/m³, respectively, while the mean volume backscattering strength (SV) values were -40.445 dB, -42.674 dB, and -41.643 dB at these depths. These findings underscore the efficacy of the SBES in detecting microplastics sized 1–5 mm within the water column and suggest that hydroacoustic methods can serve as a viable approach for expanding microplastic monitoring capabilities.