Pada tahap preprocessing penelitian yang bertujuan untuk menganalisa citra digital sapi Madura, sangat bergantung pada keberhasilan dalam mengekstrasi kontur dari objek citra sapi Madura itu sendiri. Boundary based segmentation menjadi bagian penting dalam mengekstrasi kontur karena proses ini merupakan langkah awal pemisahan foreground objek sapi dengan background, sehingga selanjutnya dapat dilakukan analisis dan penentuan berat badan sapi. Pada studi ini dilakukan pemrosesan Boundary based Segmentation dilakukan dengan memanfaatkan algoritma Canny untuk mempermudah tahap ekstraksi kontur yang menggunakan active contour model. Studi kasus yang digunakan adalah pada citra sapi Madura. Algoritma Canny merupakan salah satu algoritma deteksi tepi modern yang memiliki kelebihan mendeteksi dan melokalisasi dengan baik, serta respon yang jelas. Pemilihan parameter deteksi tepi Canny sangat mempengaruhi hasil dari tepian yang dihasilkan. Parameter-parameter tersebut diantaranya nilai standar deviasi gaussian dan nilai ambang. Algoritma Canny berjalan dengan 5 proses, yaitu, smoothing, finding gradient, non-maksimum-suppresion, double thresholding, dan Edge Tracking by hysteresis. Hasil Algoritma ini menunjukkan tepi yang terdeteksi gambar yang disoroti di mana ada perubahan signifikan pada nilai intensitasnya. Hanya ada satu respon untuk tiap tepi, sehingga mudah dideteksi dan tidak menimbulkan kerancuan pada tahap active contour model selanjutnya, sehingga dihasilkan satu perbedaan boundary yang signifikan