Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembuatan Beton Ringan Dari Aggregat Buatan Berbahan Plastik Erwin Rommel
Jurnal Gamma Vol. 9 No. 1 (2013): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Beton Ringan Dari Aggregat Buatan Berbahan Plastik Making Lightweight Aggregate Concrete From Artificial PlasticErwin Rommel Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah MalangJalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144email : erwin67pro@yahoo.com ABSTRACTPlastic is the type of waste non-biodegradable, although in the long term. It is therefore necessary to use plastic waste soon This research begins with the manufacture of aggregate through the choppe process, heating and molding of High Density Polyethylene plastic waste into piece of aggregate size of 20 mm. Then test the characteristics of aggregate, mix design and provide concrete with heat treatment at each temperature 30, 45, 60, 75, 90 and 1100 C. The test of results obtained plastic aggregate specific gravity 1.15; bulk density 1378 kg/m3; aggregate abrasion 29.64% explained that the aggregate can be used as the lightweight concrete. Lightweight concrete made with a mix design ratio of cement: sand: aggregate of plastic 1:2:1,5 and fas 0.35 obtained maximum compressive strength of 13.16 MPa so that the concrete in the category for the use of lightweight structures such as wall panels, concrete sills , cladding. Appropriate use of lightweight concrete for structures that are protected because of the high temperatures can reduce the strength of concrete. High absorption rate of 8.043% and a porosity of 10.7% suggested the use of lightweight concrete in areas that have low levels of humidity.Keywords: Lightweight concrete, plastic artificial aggregate, compressive strength ABSTRAKPlastik adalah jenis sampah non-biodegradable, meskipun dalam jangka panjang. Oleh karena itu perlu menggunakan sampah plastik segera Penelitian ini dimulai dengan pembuatan agregat melalui proses Choppe, pemanasan dan molding dari High Density Polyethylene sampah plastik menjadi bagian dari ukuran agregat dari 20 mm. Kemudian menguji karakteristik agregat, campuran desain dan menyediakan beton dengan perlakuan panas pada setiap suhu 30, 45, 60, 75, 90 dan 1100 C. Pengujian hasil yang diperoleh plastik berat jenis agregat 1,15; bulk density 1378 kg / m3; abrasi agregat 29,64% menjelaskan bahwa agregat dapat digunakan sebagai beton ringan. Beton ringan dibuat dengan rasio desain campuran semen: pasir: agregat plastik 1: 2: 1,5 dan fas 0,35 diperoleh kuat tekan maksimum 13,16 MPa sehingga beton dalam kategori penggunaan struktur ringan seperti panel dinding , kusen beton, cladding. Penggunaan yang tepat beton ringan untuk struktur yang dilindungi karena suhu tinggi dapat mengurangi kekuatan beton. Tingkat penyerapan tinggi 8,043% dan porositas 10,7% menyarankan penggunaan beton ringan di daerah yang memiliki tingkat kelembaban yang rendah.Kunci-kata: Beton ringan, plastik agregat buatan, kuat tekan
PENINGKATKAN DAYA SAING DAN KUALITAS PRODUK HOME INDUSTRI BATU BATA MERAH MELALUI PENDAMPINGAN SESUAI SNI 15-2094-2000 Rini Pebri Utari; Erwin Rommel; Ernawan Setyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1487

Abstract

Kabupaten Malang, antara lain; kualitas produk masih rendah, belum memiliki standar kerja dan kualitas produksi sesuai dengan peraturan SNI15-2094-2000, sehingga mutu produksi tidak bisa seragam, belum ada manajemen pengelolaan dan pemasaran yang baik (penjualan masih bersifat pasif) serta skill pekerja yang masih rendah. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain; melakukan pendampingan kepada pekerja home industri tentang pembuatan batu bata sesuai standart SNI, pendampingan tentang tata kelola usaha kepada pemilik dan pengelola home industri, bantuan peralatan penunjang home industri, pembuatan modul pembuatan batu bata, pengaturan lokasi dan pemasangan papan nama serta pembuatan media promosi usaha home industri seperti mencetak brosur penjualan, membuat website dan Instagram sebagai direct selling secara on-line. Dari pendampingan ini didapatkan adanya peningkatan kualitas produk batu bata merah sesuai dengan SNI dengan memperbaiki proporsi campuran bahan yang digunakan, serta pengujian kualitas secara berkala. Adapun dari segi produksi mengalami peningkatan seiring dengan bertambanya permintaan konsumen. Adapun capaian lainnya yaitu adanya perbaikan dan penataan tempat usaha menjadi lebih baik dan lebih nyaman baik bagi pekerja maupun bagi konsumen
PENDAMPINGAN MANAJEMEN DAN MUTU PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PADA HOME INDUSTRI BATU BATA MERAH DI DESA PAKEM WAJAK MALANG Rini Pebri Utari; Erwin Rommel; Ernawan Setyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2760

Abstract

Permasalahan yang tengah dihadapi oleh usaha home industry batu bata merah yang ada di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Usaha yang dimulai sejak tahun 2005 berawal dari usaha turun temurun Bapak Sanipan, yang akhirnya dikelola secara bersama dengan tujuan untuk memberikan wadah dan kegiatan kepada para pemuda Karang Taruna Desa di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, untuk mendongkrak perekonomian desa setempat. Permasalahan yang masih dijumpai pada home industry batu bata di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, antara lain: kualitas mutu produk yang masih belum konsisten dalam setiap proses produksi, pemilihan kualitas material yang belum pasti, belum ada manajemen pengelolaan dan pemasaran yang baik dan penjualan masih bersifat pasif. Adapun solusi dari permasalahan pada home industry ini adalah dengan melakukan pendampingan kembali kepada para pekerja tentang tata cara pembuatan batu bata yang tepat sesuai SNI 15-2094-2000, melakukan pendampingan manajemen pengelolaan yang tepat, arus sirkulasi pembiayan produksi hingga diketahui kapan home industry ini mengalami Break Event Point dan mengalami keuntungan usaha yang konstan. Dari hasil pendampingan tersebut, didapatkan meningkatnya pembelian produk, arus kas yang tercatat dengan rapi, mutu produk mengalami peningkatan dan areal kerja mulai terta rapi serta sistem kerja menjadi produktif.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BATA EKPOSE PADA SENTRA INDUSTRY BATU BATA MERAH DESA PAKEM KECAMATAN WAJAK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KUALITAS Rini Pebri Utari; Erwin Rommel; Ernawan Setyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.8848

Abstract

Desa Pakem Kecamatan Wajak Kabupaten Malang memiliki lebih dari tiga home Industri/Sentra industry batu bata. Usaha ini dimulai sejak tahun 2005 dan merupakan usaha turun-temurun serta dikelola bersama oleh masyarakat, dan sebagian menjadi mata pencaharian warga. Dalam dua tahun terakhir, kuantitas dan kualitas produk telah mengalami peningkatan setelah diadakan pendampingan oleh tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang dan Mahasiswa PMM UMM. Permasalahan saat ini yang tengah dihadapi oleh home industry bata adalah harus mampu mengimbangi perkembangan konstruksi saat ini yang berkembang sangat pesat. Selain keutamakan dalam sisi kekuatan, estetika juga menjadi pertimbangan dalam konstruksi. Untuk itu, distributor material konstruksi salah satunya bata juga harus mulai mengalami perkembangan dan melihat dari sisi estetika. Material yang saat ini digemari masyarakat adalah batu bata jenis bata ekspose bata press, dimana selain kokoh juga memberikan kesan alami dan estetik untuk bangunan tersebut. Batu bata ekspos adalah batu bata merah seperti biasa yang terbuat dari tanah liat. Namun mempunyai tingkat presisi yang tinggi dan pori yang sedikit. Pembuatannya menggunakan mesin press lalu dibakar. Material ini difungsikan khusus untuk diekspos agar menumbulkan kesan klasik pada bangunan. Tantangan untuk indstri batu bata, khususnya di desa Pakem kecamatan wajak adalah mulai mengembangkan produk bata ekspose untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Adapun rencana kegiatan dalam program pengabdian ini adalah melakukan pendampingan pembuatan bata ekspose kepada para pekerja home industry yang dimulai dengan penyiapan material dan alat produksi, pemilihan proporsi pencampuran material yang tepat, proses produksi yang tepat, serta pengujian kualitas batu bata ekspose yang bekerjasama dengan laboratoium teknologi beton teknik sipil agar mencapai kualitas yang disyaratkan SNI. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan produk bata ekspose sebagai alternatif diversifikasi dan pengembangan usaha bagi home industry desa Pakem dengan harapan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk sehingga pemasaran lebih luas dan dikenal masyarakat.
TINJAUAN KINERJA PORTAL BRACING EKSENTRIS TERHADAP PEMAKAIAN TIPE LINK VERTIKAL DAN HORIZONTAL Erwin Rommel; Yasmin Helga; Aulia Indira Kumalasari; Rizki Amalia Tri Cahyani
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v12i2.34418

Abstract

Indonesia, which has tectonic conditions in the form of a large meeting point of the world's plates and several small plates, makes the region in Indonesia the center of earthquake occurrences and earthquake-resistant buildings are an absolute necessity. Eccentrically Braced Frames (EBFs) are a model of earthquake-resistant steel building structures that can limit inelastic behavior only to link elements, where the use of these links, especially replaceable links, can facilitate post-earthquake building repairs without having to reconstruct the main building. This study will analyze the stability, behavior, performance levels, and energy dissipation capabilities of six EBF models by combining vertical link and horizontal link configurations for different building height classifications, namely low, medium, and high buildings. Analysis uses the Response Spectrum Analysis and Pushover Analysis methods with the help of structural analysis software. From this analysis, 3-storey H-EBF has the highest stability, 10-storey V-EBF has the fastest time to reach the first yielding condition and consumes the most energy, 3-storey V-EBF has the highest ductility, and 3-storey H-EBF has the highest stiffness. highest. However, the performance level of all EBFs is in the form of Immediate Occupation and similar collapse mechanisms.
PERBANDINGAN KINERJA PADA BANGUNAN DENGAN SISTEM DINDING GESER DAN VISCOUS DAMPER Rommel, Erwin; Tedha, Alfin Bena; Aulia Indira Kumalasari
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v14i2.53909

Abstract

This study was conducted to evaluate the stability and performance of a building using a shear wall system with a building that applies FVD as a seismic damper system. The stability parameters analyzed include displacement, drift ratio, and storey drift. Meanwhile, the structural performance is analyzed based on the number of phases, hysteresis energy generated, and structural performance level. Numerical modeling of the building structure was conducted, and then earthquake loading simulations were carried out using ChiChi, Kobe, and Yushu earthquakes that had been scaled according to the dynamic response analysis procedure. The results show that the use of FVD as an energy dissipation system has significant potential in improving the performance and stability of structures. The performance of this system is shown to match, and in some aspects even compete, the effectiveness of shear walls in reducing the seismic response of building structures. Therefore, FVDs can be considered an efficient alternative in earthquake-resistant building design, especially in structures that require higher flexibility without sacrificing energy dissipation capacity.
Ipteks Pendampingan Teknis Peningkatan Jalan dengan Pavingisasi dan Perbaikan Sistem Drainase di TPQ Al-Ashfa Dusun Rampal Desa Dadapan Kab. Malang Utari, Rini Pebri; Rommel, Erwin; Setyono, Ernawan; Samad, Abdul
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7941

Abstract

Program pengabdian masyarakat di TPQ Al-Ashfa Dusun Rampal, Kabupaten Malang, merupakan hasil kolaborasi mahasiswa PMM, dosen, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan infrastruktur yang meliputi akses jalan yang kurang memadai, potensi longsor pada lereng, serta lingkungan belajar yang belum tertata. Penyelesaian difokuskan pada tiga tahap utama, yaitu pemasangan paving block mutu K-300 seluas 132 m² untuk meningkatkan aksesibilitas, pembangunan talud dan pagar pengaman guna memperkuat stabilitas lereng sekaligus menjamin keselamatan, serta penataan lingkungan TPQ agar tercipta kondisi yang lebih rapi, aman, dan kondusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas infrastruktur, kenyamanan, dan keselamatan santri maupun masyarakat, disertai penguatan kapasitas teknis serta solidaritas sosial melalui gotong royong. Kesimpulannya, program ini tidak hanya menghasilkan perbaikan fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam pemeliharaan fasilitas publik. Saran yang diajukan meliputi kebijakan pemeliharaan berbasis partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah desa, serta pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
PENDAMPINGAN DESAIN DAN RENOVASI BANGUNAN ASRAMA PUTRA PONDOK PESANTREN SHIROTHUL FUQOHA GHONDANGLEGI MALANG Utari, Rini Pebri; Rommel, Erwin; Setyono, Ernawan; Samad, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26483

Abstract

Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Salah satu pondok pesantren di kabupaten Malang yaitu Pesantren Shirothul Fuqoha'. Pondok pesantren ini berdiri sejak tahun 1952 dibawah pengasuhan seorang ulama’ berasal dari kota jombang yaitu KH. Damiri, dengan jumlah santri /santriwati yang tinggal kurang lebih 30 orang. Seiring dengan perkembangan pesantren Shirotul Fuqoha’, kini telah memiliki lembaga pendidikan formal di pesantren dibawah naungan kemenag yaitu MTs Shirothul Fuqoha’ dan MA Shirothul Fuqoha’.Peningkatan jumlah santri di pondok Shirothul Fuqoha' ini, tentunya menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembelajaran di pondok ini, namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah kurangnya kapasitas kamar di gedung asrama putra untuk para santri. Saat ini asrama putra miliki kamar yang berjumlah 30 ruang dengan jumlah santri perkamar 15-25 orang. Tidak sebandingnya jumlah kamar dengan peningkatan santri tiap tahunnya sehingga membuat para santri kurang nyaman berisitirahat, kurangnya ruang gerak sehingga kurang maksimalnya proses belajar mengajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, adapun rencana pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan proses investigas terhadap kelayakan konstruksi bagunan eksiting aula yang nantinya direncanakan sebagai bangunan baru asrama putra dengan jumlah tiga lantai, kemudian tim berencana akan membuatkan rencana desain Aula menjadi asrama putra 3 lantai dengan desain lengkap, mulai fasad, rencana dan detail struktur lengkap, dan gambar 3D serta melakukan perhitungan anggaran biaya (RAB) untuk menyelesaikan pembangunan asrama tersebut. Tujuan dari pengabdian ini adalah diharapkannya pondok Shirothul Fuqoha' ini dapat segera merealisasikan pembanguan asrama putra sesuai kaidah desain yang benar, mutu konstruksi terencana dengan baik sehingga para santri dapat beristirahat dengan layak, memiliki cukup ruang gerak dan proses pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.