Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Perencanaan Gedung Rektorat Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (Studi Kasus Unhasy Tebuireng Jombang) Rahardjo, Fadjar Wahyu; Amudi, Abdiyah; Sundari, Titin; Yulianto, Totok
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v2n2.p48-54

Abstract

Gedung rekorat terletak di lokasi kampus B Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang yang difungsikan sebagai pusat akademik dan administrasi semua Fakultas. Rencana peningkatan bangunan gedung rektorat baru terdiri atas 7 lantai dengan ketinggian 32,40 m dan luas gedung 574 m2. Tujuan utama dilakukan penelitian agar dapat menghasilkan gambar perencanaan struktur gedung rektorat baru.Perencanaan struktur gedung rektorat baru menggunakan sistem tunggal berupa sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dan pemodelan menggunakan program aplikasi untuk menghitung momen dan reaksi dari komponen pelat lantai, tangga, balok, kolom, sloof dan poerplat dengan beban gempa desain menggunakan metode statik ekuivalen. Peraturan yang digunakan untuk perencanaan menggunakan SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, SNI 1727:2013 dan PPIUG:1983.Hasil analisis dan desain pada gedung rektorat baru menghasilkan komponen struktur primer berupa balok B1 = 450 x 600, B3 = 350 x 500 dan kolom K1 = 700 x 700, K2 = 600 x 600 yang telah memenuhi syarat penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus dan mekanisme kolom kuat-balok lemah. Komponen struktur sekunder berupa pelat dengan tebal = 13 cm. Komponen struktur bawah berupa sloof SL = 400 x 800 dan poerplat P1 = 2100 x 2100 x 650 serta minipile 35 cm pada kedalaman 14 meter.
Kajian Awal Perencanaan Lajur Khusus Sepeda Dengan Menggunakan Metode IPA (Importance Performance Analysis) dan SWOT Prasetyo, Agung; Nugroho, Meriana Wahyu; Amudi, Abdiyah; Yulianto, Totok
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v2n2.p41-47

Abstract

Perancangan fasilitas lajur dan jalur sepedaa juga terkait dengan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang. Berdasarkan aspek legal tersebut, maka terdapat keharusan membangun lajur sepeda (Mulyadi, 2014). Dalam kajian lajur khusus sepeda terdapat beberapa analysis yaitu Level Of Service (LOS)  yang digunakan untuk menilai volume dan kepadatan ruas jalan yang akan digunakan, menentukan nilai kelayakan ruas yang akan ditentukan. Selain Los Of Service LOS terdapat analysis Importance Performance Analysis (IPA) yang digunakan untuk mengukur hubungan antara persepsi konsumen dan prioritas peningkatan kualitas produk/jasa yang dikenal pula sebagai quadrant analysis, lalu menggunakan analysis SWOT yang digunakan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman di dalam suatu kajian ruas jalan. Dari data analysis diatas mendapatkan nilai LOS baik pada jalan Diponegoro,RA Kartini dan Thamrin, sedangkan untuk analysis IPA terdapat nilai X 3.53, Y 3.76 pada jalan Diponegoro, nilai X 3.48, Y 3.76 pada jalan RA Kartini dan nilai X 3.76, Y 3.82 dijalan Thamrin. Pada analysis SWOT terdapat nilai ancaman yang sangat tinggi berupa kurangnya lahan sehingga tidak ada lahan bagi kendaraan berparkir dan PKL disepanjang jalan serta fasilitas yang kurang lengkap dan memadai.
Kontribusi Ruang Terbuka Hijau Publik di Kecamatan Jombang dalam Mereduksi Limpasan Air Setyaningrum, Wiwin; Amudi, Abdiyah
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 5 No 1 (2023): Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v5n1.p21-28

Abstract

RTH menurut PERDA Kota Jombang No.5 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan RTH merupakan jalur mengelompok tempat tumbuh tanaman baik secara alamiah maupun sengaja ditanam yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. Manfaat RTH yaitu sebagai daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Level Kapasitas RTH Publik di Kecamatan Jombang dalam mereduksi limpasan air. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis skoring koefisien variabel dan pengukuran infiltrasi menggunakan alat infiltrometer cincin ganda dengan metode Horton. Parameter variabel yaitu karakteristik kawasan, tutupan lahan, kelerengan, jenis vegetasi, curah hujan, tekstur tanah dan jenis tanah. Hasil yang diperoleh yaitu Level Kapasitas rendah 3 unit dengan luas 818,181 m³, Level Kapasitas sedang 10 unit dengan luas 1053,296 m³, dan Level Kapasitas tinggi 14 unit dengan luas 9371,07 m³. RTH Publik diKecamatan Jombang mencapai 40,93%, jadi tergolong sudah memenuhi proporsi RTH Publik sehingga mampu berkontribusi dalam mereduksi limpasan air. Total volume air yang diserap adalah 11242,55 m³/Th atau sebesar 83,89 % dari kapasitas maksimumnya sehingga masih perlu ditingkatkan. Hasil pengukuran infiltrasi didapat laju infiltrasi tertinggi pada Taman kebon rojo yaitu 16,749 cm/jam atau 167,49 mm/jam termasuk kategori cepat, infiltrasi terendah pada lapangan Jabon yaitu 0,619 cm/jam atau 6,187 mm/jam termasuk kategori agak lambat.
Evaluasi Kinerja Saluran Drainase di Jalan Semambung – Sumput Kecamatan Driyorejo dengan Hec-RAS Setyawati, Karina Nova; Amudi, Abdiyah
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 5 No 2 (2023): Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v5n2.p141-153

Abstract

Pada Februari 2023, hujan deras mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir dengan ketinggian berkisar 30 hingga 80 cm di sepanjang Jalan Semambung – Sumput Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Permasalahan genangan dan banjir yang ada sampai saat ini belum teratasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menampung aliran permukaan untuk mendapatkan solusi penanganan masalah yang ada sebagai rekomendasi kepada pihak yang berwenang. Evaluasi ini dilakukan menggunakan permodelan menggunakan software Hec-RAS dan perhitungan secara manual. Evaluasi yang dilakukan dengan analisis Hec-RAS dan dikontrol dengan analisis manual mendapatkan hasil bahwa kapasitas saluran yang efektif menampung debit aliran yang mengalir hanya terdapat pada section 1 saluran barat, serta section 1 sampai dengan 4 untuk saluran timur. Pada section 2 sampai 10 pada saluran barat serta section 5 sampai dengan 7 pada saluran timur sudah tidak lagi efektif menampung debit aliran sehingga terjadi pelimpahan. Rekomendadi solusi yang disarankan oleh peneliti dalam penelitian ini meliputi metode struktural. Solusi struktural pemeliharaan yang disarankan adalah normalisasi dan perawatan secara berkala terhadap saluran sehingga mengurangi penumpukan sampah serta tanaman liar yang ada dan memperkecil ukuran saluran. Solusi struktural pembangunan yang disarankan meliputi pengubahan dimensi saluran serta lapis permukaan saluran pada section saluran yang tidak efektif.
ANALISIS LIFE CYCLE COST PERKERASAN KAKU DAN LENTUR JALAN PROVINSI (STUDI KASUS: JALAN RAYA PARE – KEDIRI) Hermastuti, Gita Rizqi; Amudi, Abdiyah
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 5, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.19453

Abstract

Pare-Kediri Highway is a provincial road which is the main connecting road between Pare and Kediri City. On this road section is often bypassed by vehicles with large loads. However, in existing conditions there is damage that varies. Road planning is generally planned to be used for a certain period of time, for example 10 to 20 years depending on existing transportation needs, in the hope that the road will remain in good condition and suitable for traffic. Road maintenance measures are necessary to ensure good operating conditions throughout the planning period. Maintenance and repair of damaged roads also cost a lot. As a result evaluating road damage and choosing the right type of repair is very important. According to the results of research with the 2017 pavement Design Manual guidelines, flexible pavement thickness was obtained including AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, AC-Base 16 cm and Class A aggregate foundation layer 15 cm. While the thickness of the rigid pavement using continuous concrete without reinforcement with 30 MPa quality concrete obtained plate thickness of 28.5 cm and a layer of thin concrete foundation (LMC) 10 cm. Based on data processing, the construction cost of flexible pavement amounted to Rp 12,958,812,587.00 while rigid pavement amounted to Rp 30,584,262,345. 00. The Total maintenance cost for flexible pavement is Rp 23,836,678,414.33 while for rigid pavement is Rp 3,208,462,265. 15. So that the results of life cycle cost analysis of this study obtained the total cost during the 20-year life cycle of flexible pavement of Rp 36,795,491,001.33 while rigid pavement of Rp 33,792,724,610. 15. In this case, rigid pavement has a life cycle cost (life cycle cost) which is 8.51% more efficient than flexible pavement.