Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perencanaan Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gumuk Kerang Alihudien, Arief; Abidin , Asroful; Harisan Ahmad , Hilfi; Ferdi Yanuar , Setiyo; Budi Hamduwibawa, Rofi; Amijaya, Jimi; Maulidani, Muhammad; Katsiro, Hamdan
ABDIMASTEK Vol. 3 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v3i1.1940

Abstract

Ranting Muhammadiyah Gumuk kerang merupakan Lembaga dakwah islam dibawah naungan Pimpinan Pusat Muhamadiyah. Ranting Muhammadiyah berfungsisebagai tempat untuk menyebarkan nilai-nilai islami dan kemuhammadiyahan ditatarantingkat masyarakat. Program kerja dari pimpinan ranting gumuk kerang bervariasiseperti adanya kegiatan dakwah rutin, kegiatan dakwah rutin tersebut adalah pengajianmingguan yang bergilir ditempat anggota dan dimasjid terdekat dilingkungan rantinggumuk kerang. Selain kegiatan dakwah, ranting gumuk kerang juga rutin melakukankegiatan sosial yang dilakukan oleh bidang ekonomi. Pimpinan ranting Muhammadiyahmemiliki sebidang tanah wakaf yang berada di lingkungan ranting gumuk kerang.Tanah wakaf tersebut dapat digunakan sebagai bangunan penunjang kegiatanranting/pusat dakwah. Bangunan pusat dakwah tersebut dapat dibuat menjadi gedungbertingkat dua. Penggunaan bangunan bertingkat dua dimaksudkan lantai satu sebagairuang serbaguna dan kantor, sedangkan lantai dua dapat digunakan sebagai amalusaha yaitu rumah sewa/kamar kos. Tujuan dari penggunaan lantai dua sebagai rumahsewa/kamar kos adalah bagian dari sinkronisasi bidang ekonomi dan bidang kader.Program pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan, yaitu memberikandesain Gedung pusat dakwah ranting Muhammadiyah gumuk kerang
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Alami Pada Kelompok Tani Desa Cantuk Indriyani, Faizah Saskiya; Aprilia, Salma Putri; Alihudien, Arief
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i1.22636219

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dalam pertanian dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Residunya dapat mencemari tanah, air, dan hasil pertanian, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia serta menurunkan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah pestisida nabati berbahan dasar alami. Pestisida nabati terbuat dari bahan-bahan seperti daun nimba, bawang putih, cabai, dan serai wangi yang memiliki sifat insektisida alami dan lebih aman bagi lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi mengenai pembuatan dan penggunaan pestisida nabati sebagai solusi pengendalian hama yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama kelompok tani setempat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para petani memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahan alami yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati serta cara pembuatannya. Dengan penerapan pestisida nabati, diharapkan praktik pertanian di Desa Cantuk menjadi lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, serta meningkatkan kualitas hasil pertanian yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Simulation of the Potential Liquification of Puger Sand Soil on a Small Scale in the Laboratory Alihudien, Arief; Alfaries, M. Rifki; Rizal, Nanang Saiful
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.02.10

Abstract

Puger is a nearshore area in the Jember district. On the Indonesian liquefaction zone atlas map, Puger is a high liquefaction zone.  Liquefaction can occur when water-saturated soil loses its strength and behaves like a liquid due to seismic vibrations. Thus, an in-depth understanding of soil behavior and the structures above it due to liquefaction events is needed to mitigate disasters.  This study aims to effectively simulate the liquefaction potential of Puger sand material on a small laboratory scale to identify soil behavior that can cause structural damage due to liquefaction phenomena. The method used in this experiment is that water-saturated sand samples are placed in a container and subjected to vibration using a shaker to simulate the effects of an earthquake. Parameters observed include changes in density, soil deformation, and pore pressure during and after vibration. The simulation results show that the pore pressure increases sharply at a certain depth, reducing the cohesion between sand grains and causing a decrease in soil strength. This can be seen from the increase in pore pressure, which automatically decreases the effective soil stress in the soil.
REVIEW STUDY OF FOUNDATION STRUCTURE OF BELAWAN MEDAN CRANE ELECTRIFICATION SUBSTATION BUILDING REGARDING BEARING CAPACITY AND SETTLEMENT Priyono, Pujo; Alihudien, Arief; Fiendyo, Haykal
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v14i3.59104

Abstract

This study aims to evaluate the foundation structure of the Crane Electrification Substation building in Belawan, Medan, against the soil bearing capacity and foundation settlement. The study was conducted through literature studies, field surveys, and structural analysis using SAP2000 software. The evaluation includes the pile bearing capacity, pile group efficiency, and analysis of single and group pile settlement. The results of the analysis show that the pile cap configuration with 8 piles provides the best performance with a total settlement of 65 mm, still within the tolerance limit as an "isolated foundation". While the configuration with 6 piles shows a settlement of 84 mm, which exceeds the limit without tie beams, but is still acceptable if the foundation is considered a "raft" system with tie beam support. This study emphasizes the importance of choosing the right foundation configuration to ensure the stability and safety of the structure.
A Metode Analisis Interaksi Tanah Struktur yang Diusulkan dengan Pertimbangan Respon Elastis Tanah: Metode Analisis Interaksi Tanah Struktur yang Diusulkan dengan Pertimbangan Respon Elastis Tanah Priyono, Pujo; Alihudien, Arief
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 9 No 1 (2024): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v9i1.1892

Abstract

The soil structure-interaction analysis method is a structural analysis method in which the structure and foundation are treated as a complete structural system. Until now, the concept of analysis was that soil was idealized as a set of springs that had a unit value of foundation modulus obtained from the assumption that the ground contact stress was linear (evenly distributed). The fact is that for relatively rigid structural systems, ground contract tension is not linear. This study aims to examine whether there is a difference in the internal forces on structural element elements as a result of the analysis of structure-soil interaction assuming this ground contact stress (evenly distributed), when compared with the results of the ground-structure interaction analysis by taking into account the inlinearity of the contact stress. Research using computer aids and computer programs (SAP2000). Examples of structures were chosen that were symmetrical with the load distribution altered in such a way as to obtain values of ratios between the vertical reaction at the outermost pedestal (Rt) and the vertical reaction at the innermost pedestal (Rd) of 0.6, 0.5 and 0.4. The soil condition chosen is a type of clay soil with two kinds of conditions, namely soft and medium tanaah. The results show that whether the soil conditions are soft or moderate, most moments in an element image make a significant difference to all Rt/Rd values.