Sri Lelyati C Masulili
Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia Ranny Rachmawati; Chaidar Masulili; Sri Lelyati C. Masulili; Fatimah Tadjoedin; Irene Sukardi
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 10 No. 3 (2011): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v10i3.279

Abstract

Splint is one of the therapies to support the periodontal healing; aims to stabilize the teeth so the occlusal load canbe distributed equally to all other teeth. Periodontal splint can be used temporarily or permanently. The removableframe partial denture can be functioned not only for replacing the missing teeth but also as permanent splint. Initialtherapy has been implemented to all cases on this report, consists of scaling, root planning, occlusal adjustment andsurgical therapy including curettage, flap operation, but apparently teeth mobility still existed. In order to supportthe periodontal tissue health, the frame of removable partial denture is needed as splint. It can be concluded thatimplementation of the removable partial denture with framework as splint to support the periodontal treatmentshould be provided after the initial and surgical therapy.
Preparasi periodontal pada pembuatan gigitiruan Periodontal preparation in denture making Sri Lelyati C. Masulili; Yulianti Kemal; Chaidar Masulili
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 12 No. 2 (2013): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v12i2.365

Abstract

Periodontal health of prosthodontic patients should be maintained to support the succeed of prosthodontic treatment.The purpose of periodontal preparation i.e. examination and diagnose of periodontal disease/condition and itstreatment; the need of preprosthetic periodontal surgery is to support the succeed of prosthodontic treatment. It’sincluded the quality, quantity, and topography of periodontium and alveolar mucosa, occlusal traumatism, toothmobility, and the need of mucogingival surgery, crown lengthening, ridge augmentation etc. The prosthetic proceduresshould be done with fully aware of the periodontal health i.e. the roughness of denture surface, the place and conditionof marginal restoration, contact point, and improper the contour of restoration. It is concluded that to support thesucceed of prosthodontic treatment, periodontal preparation should be planned and carried out before prosthodonticprocedures.
Perawatan Periodontal Pada Pasien Dengan Periodontitis Agresif (Laporan Kasus) Dewi Saputri; Sri Lelyati C. Masulili
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.596 KB)

Abstract

Periodontitis agresif merupakan penyakit periodontitis yang laju perkembangan dan kerusakannya terjadi sangat cepat. Penyakit ini biasanya menyerang dewasa muda yang berumur di bawah 30 tahun. Secara klinis ditandai dengan kerusakan jaringan periodontal berupa kehilangan perlekatan pada ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar secara cepat. Pada tahap awal, tidak terjadi inflamasi yang parah, gingiva terlihat normal dan sehat, tetapi terjadi perdarahan saat probing ketika dilakukan pemeriksaan poket periodontal dan jumlah plak pada gigi yang terlibat biasanya sedikit. Pemeriksaan radiograf memperlihatkan kehilangan tulang alveolar secara vertikal. Laporan kasus ini bertujuan memperlihatkan bahwa kerusakan periodontal yang terjadi pada pasien dengan periodontitis agresif dapat dirawat dengan perawatan yang tepat sehingga penyebab penyakit dapat dihilangkan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien seorang wanita berusia 24 tahun, mengalami kegoyangan gigi anterior pada rahang atas dan rahang bawah dengan kebersihan mulut baik. Gambaran radiograf memperlihatkan kerusakan tulang alveolar yang parah mencapai 1/3 apikal. Kasus ini dirawat dengan bedah flap menggunakan bone graft. Kerusakan yang dirawat dengan bone graft memperlihatkan peningkatan level tulang dan epitel penyatu dan pengurangan kedalaman poket. Kesimpulan perawatan periodontal dapat mengurangi kerusakan periodontal yang lebih lanjut, meskipun pada pasien yang telah mengalami kehilangan dukungan jaringan periodontal yang parah.
Perawatan Periodontal Pada Pasien Dengan Periodontitis Agresif (Laporan Kasus) Dewi Saputri; Sri Lelyati C. Masulili
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis agresif merupakan penyakit periodontitis yang laju perkembangan dan kerusakannya terjadi sangat cepat. Penyakit ini biasanya menyerang dewasa muda yang berumur di bawah 30 tahun. Secara klinis ditandai dengan kerusakan jaringan periodontal berupa kehilangan perlekatan pada ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar secara cepat. Pada tahap awal, tidak terjadi inflamasi yang parah, gingiva terlihat normal dan sehat, tetapi terjadi perdarahan saat probing ketika dilakukan pemeriksaan poket periodontal dan jumlah plak pada gigi yang terlibat biasanya sedikit. Pemeriksaan radiograf memperlihatkan kehilangan tulang alveolar secara vertikal. Laporan kasus ini bertujuan memperlihatkan bahwa kerusakan periodontal yang terjadi pada pasien dengan periodontitis agresif dapat dirawat dengan perawatan yang tepat sehingga penyebab penyakit dapat dihilangkan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien seorang wanita berusia 24 tahun, mengalami kegoyangan gigi anterior pada rahang atas dan rahang bawah dengan kebersihan mulut baik. Gambaran radiograf memperlihatkan kerusakan tulang alveolar yang parah mencapai 1/3 apikal. Kasus ini dirawat dengan bedah flap menggunakan bone graft. Kerusakan yang dirawat dengan bone graft memperlihatkan peningkatan level tulang dan epitel penyatu dan pengurangan kedalaman poket. Kesimpulan perawatan periodontal dapat mengurangi kerusakan periodontal yang lebih lanjut, meskipun pada pasien yang telah mengalami kehilangan dukungan jaringan periodontal yang parah.
Perawatan Periodontal Pada Pasien Dengan Periodontitis Agresif (Laporan Kasus) Saputri, Dewi; Masulili, Sri Lelyati C.
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v7i1.10438

Abstract

Periodontitis agresif merupakan penyakit periodontitis yang laju perkembangan dan kerusakannya terjadi sangat cepat. Penyakit ini biasanya menyerang dewasa muda yang berumur di bawah 30 tahun. Secara klinis ditandai dengan kerusakan jaringan periodontal berupa kehilangan perlekatan pada ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar secara cepat. Pada tahap awal, tidak terjadi inflamasi yang parah, gingiva terlihat normal dan sehat, tetapi terjadi perdarahan saat probing ketika dilakukan pemeriksaan poket periodontal dan jumlah plak pada gigi yang terlibat biasanya sedikit. Pemeriksaan radiograf memperlihatkan kehilangan tulang alveolar secara vertikal. Laporan kasus ini bertujuan memperlihatkan bahwa kerusakan periodontal yang terjadi pada pasien dengan periodontitis agresif dapat dirawat dengan perawatan yang tepat sehingga penyebab penyakit dapat dihilangkan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien seorang wanita berusia 24 tahun, mengalami kegoyangan gigi anterior pada rahang atas dan rahang bawah dengan kebersihan mulut baik. Gambaran radiograf memperlihatkan kerusakan tulang alveolar yang parah mencapai 1/3 apikal. Kasus ini dirawat dengan bedah flap menggunakan bone graft. Kerusakan yang dirawat dengan bone graft memperlihatkan peningkatan level tulang dan epitel penyatu dan pengurangan kedalaman poket. Kesimpulan perawatan periodontal dapat mengurangi kerusakan periodontal yang lebih lanjut, meskipun pada pasien yang telah mengalami kehilangan dukungan jaringan periodontal yang parah.
Human Beta-defensin-1 and Periodontal Disease: The Past, Present, and Future Sulijaya, Benso; Masulili, Sri Lelyati C; Auerkari, Elza Ibrahim
Journal of Indonesian Dental Association Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human beta-defensin-1 (HBD-1), a peptide released by the immune system, has been investigated for its association with periodontal disease. Several studies have found positive findings of its expression related to disease progression, whereas others have reported some tendencies. This review highlights studies associated with HBD-1 and periodontal disease in both primary and clinical investigations, as well as the underlying mechanism and discusses further research possibilities for HBD-1. HBD-1 acts as an innate immune apparatus and mediating the adaptive immune system; therefore, its role in the pathogenesis of a periodontal disease is indisputable. HBD-1 is mainly expressed in the oral stratified epithelium and sulcular epithelium, where the barrier junction properties (e.g., E-cadherin and β-catenin in the adherent junction) of the gingival epithelial cells serve as the first line of defense against periodontal infection. The HBD-1-reinforced epithelium therefore provides both a mechanical and a chemical barrier action. Critical issues that arise in the gingival epithelium can therefore be alleviated by modulation of HBD-1 production to enhance its protective function. The antimicrobial, anti-inflammatory, and wound healing properties of HBD-1 support its use as a promising clinical treatment strategy.
UTILIZATION OF XENOGRAFT AS A BONE REGENERATION SCAFFOLD FOR RIDGE PRESERVATION: A CASE REPORT Putra, Mardikacandra Manggala; Tadjoedin, Fatimah Maria; Masulili, Sri Lelyati C.; Widaryono, Adityo
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol 10, No 2 (2023): Vol 10 No 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v10i2.1492

Abstract

Introduction: Ridge preservation is a periodontal surgical treatment that has an important role in the long-term success of dental implants. An adequate alveolar bone dimension makes future implant placement more predictable. Xenograft is being used as filler material in ridge preservation following tooth extraction, due to osteoconductive and slow-resorbing properties. Patient’s dental impressions and radiographs pre- and post-treatment ridge preservation were used to evaluate the alveolar ridge dimensions. This case report aimed to evaluate of ridge preservation treatment using xenograft material in an open wound healing approach. Patient’s main concerns: A 58-year-old male patient referred from the conservation department was undergoing root canal treatment of his right lower molars and wanted to make a fixed denture. Important clinical findings: Tooth 46 had mobility grade 2, probing pocket depth of 12 mm, and clinical attachment loss of 11 mm. Primary diagnoses: Other conditions affecting the periodontium et causa endodontic-periodontal lesions. Interventions and outcomes: Tooth 46 were extracted with minimal tissue trauma and followed with ridge preservation using xenograft. The collagen membrane was immobilized with the combination figure of eight and simple interrupted suturing technique in open wound healing approach. The purpose of ridge preservation is to prevent of alveolar bone resorption and prepare alveolar dimension for dental implant placement. Xenograft plays an important role as a scaffold in regenerating alveolar bone. Conclusion: Xenograft effectively regenerates new bone in ridge preservation to prepare an implant placement. Periodic control and long-term evaluation are needed to evaluate the success of this treatment.